#30 tag 24jam
Lembaga RAHIM Klarifikasi soal Pertemuan 5 Kader NU dan Presiden Israel
Lembaga RAHIM menyatakan sudah berhenti beraktivitas sejak November 2023. Mereka menegaskan bukan lembaga lobi buat Israel. Halaman all [579] url asal
#nahdlatul-ulama #lima-aktivis-nu-bertemu-presiden-israel #5-aktivis-pbnu-temui-presiden-israel #pusat-studi-warisan-ibrahim-untuk-perdamaian #organisasi-rahim
(Kompas.com) 22/07/24 16:48
v/11684534/
JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (RAHIM) mengklarifikasi tidak terlibat dalam keberangkatan 5 kader Nahdlatul Ulama (NU) bertemu Presiden Israel Isaac Herzog pada Juni sampai Juli 2024.
"Kami menegaskan bahwa RAHIM tidak terlibat sama sekali dalam kunjungan 5 kader NU ke Israel, termasuk melakukan pertemuan dengan Presiden Israel, Isaac Herzog," demikian isi pernyataan klarifikasi RAHIM, seperti dikutip pada Senin (22/7/2024).
"Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta yang muncul bahwa kunjungan 5 kader NU ke Israel atas inisiatif pribadi," sambung isi pernyataan itu.
RAHIM menyatakan telah vakum atau tidak beraktivitas sejak November 2023, yang diakhiri dengan doa bersama lintas iman pada 5 Novemper 2023.
Mereka menyampaikan, keterlibatan salah satu pengurus RAHIM yaitu Zainul Ma’arif, dalam pertemuan dengan Isaac, berdasarkan inisiatif pribadi.
Menurut RAHIM, dari fakta yang dihimpun mengungkap keberangkatan 5 kader NU ke Israel difasilitasi oleh seorang warga asing alumni Universitas Harvard dan didanai oleh lembaga I-Trek (Israel Trek).
"Kami pada dasarnya menyayangkan pemberitaan media yang seolah-olah pertemuan dengan Presiden Israel hanya diikuti 5 kader NU dan dikaitkan dengan RAHIM, padahal dalam foto yang beredar terdapat 8 orang WNI yang melakukan pertemuan dengan Presiden Israel," lanjut isi pernyataan itu.
Bantah melobi buat Israel
RAHIM menyatakan mereka bukan organisasi agitasi maupun konspirasi yang bertujuan buat menggalang dukungan buat Israel.
"RAHIM merupakan organisasi lintas iman, kajian dan diskusi perdamaian antar umat beragama, tidak terkecuali Yahudi," demikian isi pernyataan itu.
Mereka menyatakan, organisasi itu dibangun secara swadaya dengan modal terbatas yang dihimpun dari pengurus RAHIM.
Sejak RAHIM terbentuk, menurut pernyataan itu, mereka belum banyak melakukan kegiatan secara langsung, melainkan hanya melakukan diskusi atau dialog secara daring.
"Kami tidak pernah mendapatkan dukungan dana dari pihak manapun, termasuk yang dituduhkan dari Israel," lanjut isi pernyataan itu.
Biaya saat menggelar diskusi dan dialog ditanggung, kata mereka, diperoleh pengurus secara sukarela dan gotong royong.
"Kami lebih banyak memanfaatkan relasi dan jaringan pertemanan untuk melakukan diskusi atau dialog secara daring," sambung isi pernyataan itu.
Bukan bagian NU
RAHIM menyatakan mereka bukan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), seperti tercantum dalam berbagai pemberitaan.
Mereka menyatakan sebagai entitas independen seperti NGO (non government organization/lembaga non-pemerintah) yang bergerak pada isu lintas agama.
"Dalam setiap kegiatan, siaran pers, maupun administrasi, RAHIM menggunakan logo sendiri sebagaimana yang telah tersebar di media," demikian isi pernyataan itu.
"Secara kelembagaan RAHIM tidak memiliki hubungan apapun dengan Organisasi NU, khususnya PWNU DKI Jakarta yang membawahi LBM NU DKI Jakarta," sambung isi pernyataan klarifikasi itu.
RAHIM menyatakan hanya berkegiatan yang sebagian besar via daring sejak April 2022 sampai dengan November 2023.
Akan tetapi, mereka mengakui keliru karena meski RAHIM sudah tidak menggelar kegiatan, tetapi laman Facebook dan situs internetnya masih aktif.
"Sehingga ketika diseret-seret dan dikait-kaitkan dengan persoalan 5 Nahdliyin itu mengingatkan kami untuk menghapus Facebook dan website-nya," lanjut isi pernyataan itu.
Petaka Bertemu Presiden Israel, Zainul Maarif Diberhentikan PWNU Jakarta dan Mundur dari Unusia
Pertemuan Zainul Maarif dengan Presiden Israel Isaac Herzog dianggap melanggar etik oleh Mahkamah Etik Pegawai Unusia. Halaman all [804] url asal
#aktivis-nu-ke-israel #lima-aktivis-nu-bertemu-presiden-israel #5-aktivis-pbnu-temui-presiden-israel #5-kader-nu-yang-bertemu-presiden-israel #pbnu-keluarkan-surat-larangan-kerja-sama-dengan-lembaga-is
(Kompas.com) 22/07/24 09:42
v/11647963/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Zainul Maarif dengan Presiden Israel Isaac Herzog bersama empat aktivis Nahdliyin berbuntut panjang.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta telah mengambil keputusan dengan memberhentikan keanggotaan Zainul Maarif.
Selain sanksi pemberhentian, Zainul Maarif juga dinyatakan melanggar etik oleh Mahkamah Etik Pegawai Unusia. Sanksi ini membuat Zainul Maarif memutuskan mengundurkan diri dari Unusia.
Imbas pertemuan tersebut juga membuat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi sorotan publik. Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sampai-sampai harus menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas tindakan kadernya tersebut.
Diberhentikan PWNU Jakarta
PWNU DKI Jakarta langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikan empat pengurusnya yang ikut ataupun terlibat dalam kunjungan ke Israel. Keempatnya yakni Zainul Maarif, Mukti Ali, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh.
Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif menjelaskan, pemberhentian itu berdasarkan hasil rapat internal yang dilakukan jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta.
"Iya benar. Mereka sudah tidak lagi bagian daripada kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta," ujar Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif saat dikonfirmasi, Jumat (19/7/2024).
Adapun Mukti Ali, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh dianggap terlibat dalam organisasi Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (RAHIM).
Menurut Samsul, organisasi RAHIM memiliki keterkaitan dan juga menjalin komunikasi dengan Israel. Hal itu lah yang membuat pertemuan dengan Presiden Israel terlaksana.
"Ya ada keterkaitan lah, ada keterkaitan komunikasi dengan pemberangkatan. Ada komunikasi dengan pihak Israel," jelasnya.
Meski begitu, Samsul menegaskan bahwa keempat orang yang diberhentikan itu tetap akan menjadi bagian dari warga Nahdliyin.
"Tetapi sudah tidak lagi bagian daripada kepengurusan LBM PWNU DKI Jakarta," tegasnya.
Mundur dari Unusia
Setelah diberhentikan dari PWNU DKI Jakarta, Zainul Maarif juga memutuskan mengundurkan diri dari Unusia.
Langkah ini diambilnya setelah Mahkamah Etik Pegawai Unusia menyatakan Zainul Maarif terbukti melanggar etik pada 17 Juli 2024.
"Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada tanggal 19 Juli 2024," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Unusia Dwi Putri dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2024).
Dwi menyampaikan, dari sidang Mahkamah Etik Unusia, dapat disimpulkan aktivitas Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi.
Undangan itu tak terkait dengan Unusia tetapi Zainul Maarif menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan pimpinan Unusia.
"Kedua, tindakan dan perbuatan yang bersangkutan ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan justru bertolak-belakang," ucap Dwi.
Dwi juga menyebutkan, tindakan Zainul berdampak negatif terhadap Unusia sebagai institusi pendidikan tempatnya mengajar.
Kesimpulan ketiga, tindakan Zainul dinilai tidak memiliki kepekaan dan sensibilitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
"Tindakan tersebut juga dapat dimaknai melegitimasi perbuatan rezim zionis terhadap warga Palestina yang bertentangan dengan sikap resmi Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang mendukung perjuangan warga Palestina," ujar Dwi.
Permintaan maaf
Sementara, Zainul Maarif melayangkan permintaan maaf atas tindakannya tersebut. Ia menyebutnya sebagai pelajaran besar karena "tindakan dan niat baik ternyata memberi efek buruk".
Menurut dia, kunjungannya ke Israel merupakan bagian dari kegiatan dialog lintas iman sekaligus untuk penelitian lapangan, termasuk tentang kehidupan orang Islam di Israel.
"Bagaimana kehidupan Muslim di sana? Kalau kehidupan Muslim di Gaza kita sudah tahu," kata dia kepada wartawan di kantor PWNU Jakarta, Kamis (18/7/2023).
Diketahui, selain Zainul Maarif, tiga aktivis NU lainnya yang turut bertemu Isaac Herzog adalah Munawir Aziz sebagai Sekretaris Umum Persatuan Pencak Silat yang juga Sekum Pagar Nusa.
Kemudian Nurul Barul Ulum dan Izza Anafisa Dania, anggota dari Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Syukron Makmun, Ketua Pengurus Wilayah NU Banten.
Permintaan maaf juga disampaikan oleh Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
"Pertama, sepatutnya saya mohon maaf kepada masyarakat luas, seluruhnya. Bahwa ada beberapa orang dari kalangan Nahdlatul Ulama yang tempo hari pergi ke Israel melakukan engagement di sana," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).
Dia menjelaskan, PBNU memaklumi kemarahan dan kekecewaan masyarakat luas terhadap sikap lima kader NU tersebut.
Gus Yahya menilai, tindakan kelima orang NU yang melakukan hubungan dengan Israel tidak patut, karena kondisi Palestina yang sekarang terus diserang militer Israel.
"Kami sangat memaklumi dan merasakan hal yang sama bahwa hal ini sesuatu yang tidak patut dalam konteks suasana yang ada saat ini," ujarnya.
Ramai Diberitakan Jadi Organisasi Lobi Zionis Israel, Begini 7 Klarifikasi Utuh RAHIM
RAHIM menegaskan lembaganya tidak terkait dengan kunjungan Nahdliyin ke Israel [1,052] url asal
#nahdlatul-ulama #intelektual-muda-nahdliyin #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #nahdliyin-ke-israel #presiden-israel-isaac-herzog #palestina #rahim #klarifikasi-rahim #perang-gaza #jalur-gaza
(Republika - Khazanah) 22/07/24 06:13
v/11632098/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkaitan dengan pemberitaan tentang RAHIM dan pengurusnya yang telah tersebar di media belakangan ini, kami menilai terdapat beberapa pemberitaan yang tidak benar dan menyesatkan sehingga kami perlu melakukan klarifikasi antara lain sebagai berikut:
Pertama, pemberitaan mengenai RAHIM atau pengurusnya yang disebut sebagai dalang atau diduga dalang pertemuan 5 kader NU dengan Presiden Israel.
BACA JUGA:Gunung Gede dan Pangrango Membeku dan Makhluk yang Lebih Kuat dari Gunung
Kami menegaskan bahwa RAHIM tidak terlibat sama sekali dalam kunjungan 5 kader NU ke Israel, termasuk melakukan pertemuan dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.
Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta yang muncul bahwa kunjungan lima kader NU ke Israel atas inisiatif pribadi. Termasuk keterlibatan salah satu pengurus RAHIM a.n. Zainul Ma’arif, yang diakui berangkat atas nama pribadi sehingga tidak ada kaitan dengan organisasi pengurus RAHIM yang lain.
Selain itu, fakta yang muncul belakangan juga mengungkap bahwa keberangkatan 5 kader NU ke Israel, difasilitasi oleh WNA Alumni Harvard dan didanai oleh lembaga I-Trek (Israel Trek).
Kami pada dasarnya menyayangkan pemberitaan media yang seolah-olah pertemuan dengan Presiden Israel hanya diikuti 5 kader NU dan dikaitkan dengan RAHIM, padahal dalam foto yang beredar terdapat 8 orang WNI yang melakukan pertemuan dengan Presiden Israel.
Kedua, pemberitaan bahwa RAHIM adalah organisasi lobi Israel
Kami menegaskan bahwa RAHIM bukanlah organisasi agitasi maupun konspirasi. RAHIM merupakan organisasi lintas iman, kajian dan diskusi perdamaian antarumat beragama, tidak terkecuali Yahudi.
Sebenarnya hal ini dapat dilihat dari profil organisasi RAHIM yang telah banyak dikutip oleh media. Komunitas penganut Yudaisme yang tergabung dalam RAHIM yaitu Eits Chaim Indonesia dan Bnei Noah Indonesia yang disebut-sebut terafiliasi dengan (Pemerintah) Israel, tidaklah benar.
Faktanya, keduanya merupakan komunitas agama yang memiliki tokoh panutan yaitu Rabbi, sebagaimana ulama di kalangan Muslim. Amanat konstitusi UUD 1945, bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
Kita ketahui, masih terbatasnya tokoh agama Yahudi di Indonesia, ‘memaksa’ pengikut Yudaisme mencari guru dan pembimbing dari luar negeri dalam hal ini Rabbi. Sehingga, tuduhan sebagai organisasi lobi Israel jelas tidak sesuai dengan fakta.
RAHIM didirikan dengan semangat dan visi yang sama untuk ikut merespons situasi konflik di dunia. Bahkan, launching RAHIM yang dilaksanakan pada bulan April 2022, pada dasarnya justru terdorong oleh situasi dunia yang mengkhawatirkan saat itu, di mana sejak Februari 2022 Rusia mulai berperang dengan Ukraina.
Sejumlah orang pemeluk agama yang akhirnya menjadi pengurus RAHIM, merasa prihatin atas kondisi dunia saat itu dan khawatir akan berpengaruh terhadap Indonesia secara khusus. Sikap dan posisi RAHIM secara jelas tercantum dalam deklarasi yang dibacakan oleh seluruh pengurus RAHIM, yang menyatakan:
a. Kami meyakini bahwa Tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda ras, suku, bangsa dan bahasa, tidak lain untuk saling mengenali, yang diwujudkan dengan sikap saling menghormati dan memuliakan. Kenyataan bahwa situasi dunia dalam setiap zamannya tidak lepas dari konflik antar ras, suku dan bangsa, merupakan tantangan nyata bagi setiap manusia untuk mewujudkan perdamaian
b. Kami menyadari bahwa Tuhan menjadikan manusia sebagai pemimpin di bumi, tidak lain untuk memastikan sistem kehidupan berjalan harmonis, damai dan tenteram.
Datangnya agama menjadi penerang dan sekaligus petunjuk bagi manusia untuk memiliki rasa mengasihi dan menyayangi terhadap segenap alam. Untuk itu, kami berharap kepada para pemimpin dunia baik pemimpin negara, masyarakat maupun agama, agar menjamin perdamaian dan menghindari adanya kekerasan terhadap sesama manusia
c. Kami menilai pentingnya dialog dan keterbukaan sebagai jalan ikhtiar rekonsiliasi konflik menuju perdamaian abadi. Segala kampanye positif perlu digalakkan secara terus menerus guna melawan narasi-narasi negatif yang membawa pada benturan peradaban, bahkan peperangan
d. Kami mendorong keterlibatan segenap unsur masyarakat dunia, berperan aktif dalam membangun persaudaraan yang tulus dan adil, dalam mendukung tercapainya perdamaian dunia. Relasi antar masyarakat dapat menjadi kekuatan yang nyata dalam proses rekonsiliasi konflik dunia
e. Kami mengambil inspirasi dari Ibrahim, bapak dan ikon pemersatu agama-agama monoteisme, menempatkan “Rumah Ibrahim” (RAHIM) sebagai rumah besar yang nyaman dan damai bagi seluruh umat manusia
f. Kami sebagai warga Indonesia, yang tergabung dalam RAHIM berikhtiar membantu NKRI dalam mewujudkan perdamaian di bumi pertiwi, termasuk isu konflik regional maupun internasional, sebagai wujud kecintaan dan kesetiaan kami kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
RAHIM dan pengurusnya...
Sebagai organisasi yang dibangun secara mandiri dan dikelola dengan sukarela sebagai ruang aktualisasi pada isu lintas iman, yang mana dalam hal ini masing-masing pengurus RAHIM pada dasarnya memiliki kesibukan masing-masing, mengakui masih lemah dalam hal manajemen organisasi.
Penyertaan logo LBM NU pada website RAHIM, semata-mata bentuk antusiasme kami dan tidak terdapat maksud lain dan kalau memang itu keliru, maka kami memohon maaf dan sudah langsung kami takedown (matikan).
Keenam, pemberitaan tentang adanya Hubungan RAHIM dengan Niruban Balachandran yang diduga fasilitasi kunjungan 5 kader NU ke Israel
Beberapa pemberitaan di media menyebutkan bahwa Niruban Balachandran yang ikut dalam pertemuan dengan Presiden Israel, merupakan pengurus atau orang yang terafiliasi dengan RAHIM.
Kami menegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah pengurus atau orang yang terafiliasi dengan RAHIM, serta tidak pernah mendapatkan apapun dari yang bersangkutan.
Apabila terdapat pernyataan maupun referensi tentang yang bersangkutan terafiliasi dengan RAHIM, hal tersebut di luar pengetahuan kami. Berkenaan hal tersebut, kami akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya.
Ketujuh, vakum aktivitas dan pembubaran yayasan RAHIM
RAHIM telah vakum/tidak beraktivitas sejak November 2023, yang diakhiri dengan doa bersama lintas iman pada 5 November 2023, sehingga bisa dipastikan bahwa RAHIM tidak terlibat dalam keberangkatan 5 kader NU ke Israel yang terjadi di bulan Juni-Juli 2024.
RAHIM hanya berkegiatan yang sebagian besar via daring sejak April 2022 sampai dengan November 2023. Praksis berjalan hanya 20 bulan saja. Kekeliruan kami adalah sejak RAHIM sudah tutup dan tidak ada kegiatan sama sekali, tapi facebook dan websitenya masih aktif. Sehingga ketika diseret-seret dan dikait-kaitkan dengan persoalan 5 Nahdliyin itu mengingatkan kami untuk menghapus facebook dan websitenya.
Sebagai informasi tambahan, RAHIM tidak memiliki kantor definitif. Sebab didirikan pada saat pandemi, di samping tidak ada dana untuk menyewa kantor.
Berkenaan dengan hal-hal yang kami sampaikan di atas, kami minta kepada setiap media yang telah memberitakan RAHIM atau pengurus RAHIM, agar mengoreksi atau mengklarifikasi pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta dan penjelasan dari kami.
Selain itu, kami meminta kepada media yang telah salah memberitakan tentang RAHIM dan pengurusnya berkaitan dengan kunjungan 5 kader NU ke Israel, ataupun terkait relasi RAHIM atau pengurusnya dengan Israel, dan hal-hal yang telah dijelaskan di atas, agar meminta maaf kepada publik dan menghapus/take down pemberitaan dimaksud.
Terima kasih
Unusia Pecat Salah Satu Nahdliyin yang Berangkat Temui Presiden Israel
Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama (Unusia) telah menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Zainul Maarif karena terbukti melanggar etik. [199] url asal
#unusia-pecat-zainal-maarif #unusia-pecat-pegawai-yang-ke-israel #unusia-pecat-nahdliyin-yang-ke-israel #5-nahdliyin-temui-presiden-israel #kader-pbnu-temui-presiden-israel #pbnu-presiden-israel #presi
(Bisnis.Com) 21/07/24 16:23
v/11558263/
Bisnis.com, JAKARTA - Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama (Unusia) telah menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Zainul Maarif, salah satu nahdliyin yang bertemu presiden Israel karena terbukti melanggar etik.
Zainul Maarif sendiri merupakan salah satu dari lima kader Nahdlatul Ulama (NU) yang bersilaturahmi dengan Presiden Israel Isaac Herzog beberapa waktu lalu dan viral di media sosial.
Kepala Biro Humas Unusia, Dwi Putri membenarkan bahwa Zainal Maarif sudah dipecat dari status pegawai Unusia. Dwi mengatakan bahwa putusan memecat Zainal Maarif itu dilakukan setelah digelar sidang etik pegawai pada hari Rabu 17 Juli 2024 lalu.
"Sidang memutuskan yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran etik dan menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia. Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada tanggal 19 Juli 2024," tuturnya di Jakarta, Minggu (21/7).
Dia menjelaskan bahwa Zainul Maarif telah terbukti datang ke Israel atas undangan pribadi dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan Unusia maupun PBNU.
Kendati demikian, Zainul Maarif memakai atribut Unusia selama pergi ke Israel dan bertemu Isaac Herzog tanpa meminta dan mendapat persetujuan Pimpinan Unusia.
"Tindakan dan perbuatan bersangkutan ke Israel tidak mewakili sikap Unusia dan justru bertolak belakang, serta berdampak negatif terhadap Unusia sebagai institusi pendidikan tempat yang bersangkutan bekerja," katanya.
Daftar Lembaga Mitra Leimena Terkait AJC Pro Israel, dari Muhammadiyah Hingga Istiqlal
AJC Bermitra dengan Leimena untuk lakukan dialog Yahudi dan Israel [804] url asal
#leimena #leimena-pro-ngo-israel #hubungan-leimena-ajc #ajc-pro-israel #ngo-pro-israel #lima-intelektual-nahdliyin-israel #intelektual-muda-nahdliyin #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #presiden-isr
(Republika - Khazanah) 20/07/24 16:21
v/11458962/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
Lembaga yang dimaksud adalah Leimena Institute. Lantas siapa Leimena Institute? Dikutip dari laman resminya, Institut Leimena adalah lembaga non profit yang berdiri pada 2005, Institut Leimena dibentuk sebagai respons atas perkembangan situasi bangsa dan negara, serta harapan para pimpinan lembaga gereja aras nasional.
BACA JUGA:Adidas Coret Bella Hadid dari Iklan Sepatu Usai Dikritik Israel, Netizen Serukan Boikot
Partisipasi warga gereja dalam membangun bangsa dan negara sebetulnya telah mendapat perhatian umat Kristiani sejak lama. Oleh karena itu, Sidang Raya X DGI/PGI 1984 di Ambon memutuskan agar PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) membentuk lembaga kajian yang dinamai Akademi Leimena dengan Letjen. T.B. Simatupang sebagai ketua yang pertama.
Pada 2004, atas masukan dan harapan dari para pimpinan lembaga gereja aras nasional, beberapa pengurus Akademi Leimena sepakat untuk mendirikan Institut Leimena sebagai lembaga kajian independen yang mencerminkan perkembangan keberagaman gereja dewasa ini.
Para pendiri, sekaligus anggota Board of Trustees yang pertama adalah Jakob Tobing, Mangara Tambunan, Matius Ho, Radja Kami Sembiring Meliala, dan Viveka Nanda Leimena.
Di antara program unggulan Leimena Institute adalah Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dalam bahasa Inggris, sebagaimana dijelaskan Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel Gordon adalah dengan istilah Cross Cultural Religious Literacy (CCRL).
Yaitu sebuah pendekatan berpikir, bersikap, dan bertindak untuk dapat bekerja sama dengan orang yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi kolaboratif), berlandaskan pada pemahaman akan kerangka moral, spiritual, dan pengetahuan diri pribadi (kompetensi pribadi) dan orang lain yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi komparatif).
LKLB didasarkan pada keyakinan bahwa kesadaran dan kebaikan bersama bagi umat manusia akan tercapai bukan ketika keragaman agama dan kepercayaan ditolak atau bahkan dilebur menjadi keseragaman, tetapi justru ketika keragaman tersebut diteguhkan dan dikelola bersama oleh para penganutnya yang berbeda melalui proses evaluasi, komunikasi, dan negosiasi untuk menanggapi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi, baik dalam konteks lokal maupun global.
LKLB menyediakan suatu kerangka untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam membahas dan menyelesaikan tantangan global bersama, tanpa mengorbankan substansi keyakinan sendiri.
Program ini telah menghasilkan alumni. Merujuk pada data yang dirilis pada 5 Juli 2024, LKLB telah meluluskan 8.352 peserta dan alumni, 56 program internasional bersertifikat tentang pengenalan LKLB, 28 online upgrading course, 17 webinar internasional, dan 15 hybrid upgrading workshop.
Lembaga ini juga telah bermitra dengan banyak organisasi di Indonesia. Menurut laman resminya, di antara organisasi yang bekerja sama adalah:
1. Masjid Istiqlal
2. Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah (LP2PPM)
3. Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah
4. Maarif Institute
5. Alkhairaat Palu Sulawesi Tengah
6. Universitas Alkhairaat Palu Sulteng
7. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
8. Yayasan Wakaf UMI Universitas Muslim Indonesia
9. RBC Institute A Malik Fadjar
10. The Sanneh Institute
11, Templeton Religion
12. Bridge Projects.
Sebagaimana diketahui, upaya lobi Yahudi untuk melakukan penetrasi terhadap pemahaman hubungan antara Indonesia dan Israel dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya, melalui dialog lintas agama dan budaya. Salah satu lembaga yang bekerjasama aktif melakukan hal tersebut adalah Leimena Institute. Kerja sama ini secara jelas ditegaskan langsung oleh Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel. Ari Gordon, belakangan batal mengisi kuliah umum di Masjid Istiqlal pada Rabu 17 Juli 2024 lalu.
Dikutip dari..
Siapa AJC?
Dlansir dari laman resminya, American Jewish Committee (AJC) merupakan sebuah lembaga global yang "mendukung hak Israel untuk eksis dalam perdamaian dan keamanan." AJC, uniknya, didirikan jauh sebelum entitas zionis itu ada, yakni pada 11 November 1906.
Mengutip New York Times, AJC adalah "puncak organisasi-organisasi Yahudi yang ada di Amerika." Basisnya bertebaran bukan hanya di Negeri Paman Sam, melainkan juga antara lain Uni Emirat Arab dan Jerman.
Menanggapi tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 hingga kini, AJC secara implisit menampik peristiwa itu sebagai sebuah genosida. Organisasi ini justru menuding Hamas sebagai pelaku "pembantaian terburuk yang menimpa kaum Yahudi sejak Holocaust."
Pendakwah asal Indonesia yang bergiat di Amerika Serikat (AS), Imam Shamsi Ali mengingatkan organisasi-organisasi masyarakat (ormas) Islam di Tanah Air. Pasalnya, menurut dia, kini lembaga global yang pro-zionisme terus menggencarkan penetrasi.
"Saat ini, AJC menembus banyak ke jantung dunia akademik, termasuk universitas Islam negeri (UIN) dan institusi-institusi Islam. Kalau tidak paham dan kurang strategi, kita bisa dipakai sebagai stempel untuk tujuan mereka," kata Imam Shamsi Ali, dalam keterangan tertulis yang telah dikonfirmasi, Republika.co.id, Rabu (17/7/2024).
Imam Shamsi Ali menyoroti penetrasi AJC di Indonesia. Lebih lanjut, dai kelahiran Sulawesi Selatan itu meminta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sebagai dua ormas Islam terbesar di Tanah Air, untuk waspada.
Daftar Lembaga Mitra Leimena Terkait AJC Pro Israel, dari Muhammadiyah Hingga Istiqlal
AJC Bermitra dengan Leimena untuk lakukan dialog Yahudi dan Israel [960] url asal
#leimena #leimena-pro-ngo-israel #hubungan-leimena-ajc #ajc-pro-israel #ngo-pro-israel #lima-intelektual-nahdliyin-israel #intelektual-muda-nahdliyin #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #presiden-isr
(Republika - Khazanah) 20/07/24 16:21
v/11439354/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
Lembaga yang dimaksud adalah Leimena Institute. Lantas siapa Leimena Institute? Dikutip dari laman resminya, Institut Leimena adalah lembaga non profit yang berdiri pada 2005, Institut Leimena dibentuk sebagai respons atas perkembangan situasi bangsa dan negara, serta harapan para pimpinan lembaga gereja aras nasional.
Partisipasi warga gereja dalam membangun bangsa dan negara sebetulnya telah mendapat perhatian umat Kristiani sejak lama. Oleh karena itu, Sidang Raya X DGI/PGI 1984 di Ambon memutuskan agar PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) membentuk lembaga kajian yang dinamai Akademi Leimena dengan Letjen. T.B. Simatupang sebagai ketua yang pertama.
Pada 2004, atas masukan dan harapan dari para pimpinan lembaga gereja aras nasional, beberapa pengurus Akademi Leimena sepakat untuk mendirikan Institut Leimena sebagai lembaga kajian independen yang mencerminkan perkembangan keberagaman gereja dewasa ini.
Para pendiri, sekaligus anggota Board of Trustees yang pertama adalah Jakob Tobing, Mangara Tambunan, Matius Ho, Radja Kami Sembiring Meliala, dan Viveka Nanda Leimena.
Di antara program unggulan Leimena Institute adalah Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dalam bahasa Inggris, sebagaimana dijelaskan Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel Gordon adalah dengan istilah Cross Cultural Religious Literacy (CCRL).
Yaitu sebuah pendekatan berpikir, bersikap, dan bertindak untuk dapat bekerja sama dengan orang yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi kolaboratif), berlandaskan pada pemahaman akan kerangka moral, spiritual, dan pengetahuan diri pribadi (kompetensi pribadi) dan orang lain yang berbeda agama dan kepercayaan (kompetensi komparatif).
LKLB didasarkan pada keyakinan bahwa kesadaran dan kebaikan bersama bagi umat manusia akan tercapai bukan ketika keragaman agama dan kepercayaan ditolak atau bahkan dilebur menjadi keseragaman, tetapi justru ketika keragaman tersebut diteguhkan dan dikelola bersama oleh para penganutnya yang berbeda melalui proses evaluasi, komunikasi, dan negosiasi untuk menanggapi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi, baik dalam konteks lokal maupun global.
LKLB menyediakan suatu kerangka untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam membahas dan menyelesaikan tantangan global bersama, tanpa mengorbankan substansi keyakinan sendiri.
Program ini telah menghasilkan alumni. Merujuk pada data yang dirilis pada 5 Juli 2024, LKLB telah meluluskan 8.352 peserta dan alumni, 56 program internasional bersertifikat tentang pengenalan LKLB, 28 online upgrading course, 17 webinar internasional, dan 15 hybrid upgrading workshop.
Lembaga ini juga telah bermitra dengan banyak organisasi di Indonesia. Menurut laman resminya, di antara organisasi yang bekerja sama adalah:
1. Masjid Istiqlal
2. Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah (LP2PPM)
3. Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah
4. Maarif Institute
5. Alkhairaat Palu Sulawesi Tengah
6. Universitas Alkhairaat Palu Sulteng
7. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
8. Yayasan Wakaf UMI Universitas Muslim Indonesia
9. RBC Institute A Malik Fadjar
10. The Sanneh Institute
11, Templeton Religion
12. Bridge Projects.
Sebagaimana diketahui, upaya lobi Yahudi untuk melakukan penetrasi terhadap pemahaman hubungan antara Indonesia dan Israel dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya, melalui dialog lintas agama dan budaya. Salah satu lembaga yang bekerjasama aktif melakukan hal tersebut adalah Leimena Institute. Kerja sama ini secara jelas ditegaskan langsung oleh Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel. Ari Gordon, belakangan batal mengisi kuliah umum di Masjid Istiqlal pada Rabu 17 Juli 2024 lalu.
Dikutip dari..
Menanggapi pertanyaan dari The Jewish Link mengenai kurangnya pengakuan resmi terhadap agama Yahudi di Indonesia, dia menyatakan bahwa negara ini sedang bergumul dengan beberapa masalah yang berkaitan dengan pelestarian demokrasi yang beragam, yang memiliki mayoritas Muslim, namun tidak memiliki karakter Islam secara eksplisit dalam konstitusi, sebanyak 87 persen warga negara beragama Islam-dan menurutnya akan ada perubahan di bidang ini di tahun-tahun mendatang.
Gordon mengatakan bahwa meskipun ada beberapa hubungan perdagangan swasta yang terbatas dengan perusahaan-perusahaan yang berbasis di Israel, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik.
Kebijakan resmi pemerintah Indonesia mendukung “solusi dua negara,” dan dalam banyak percakapan di sana, dia mendengar optimisme bahwa segala sesuatunya dapat berubah jika dan seiring dengan membaiknya hubungan Israel-Palestina, dan tidak ada seorang pun yang dia ajak bicara yang mengatakan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi.
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
"Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini," isi surat edaran tersebut.
Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni menegaskan, surat pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel yang terbit di masa Kiai Said ditegaskan kembali pada masa kepengurusan Gus Yahya.
"Sebetulnya kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ yang disebutkan secara eksplaisit di dalam surat itu 'kan sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode yang lalu ketika Ketua Umumnya KH Said Aqil Siroj," ujar Amin Said dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (20/7/2024).
Amin mengatakan, pelarangan hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC), dan sejenisnya, tidak pernah dicabut sejak 2021 lalu.
Siapa Leimena yang Diboikot PBNU dan Apa Kaitannya dengan AJC, NGO Pro Israel?
Leimena mempunyai kontak dengan AJC NGO terafiliasi Israel [669] url asal
#ngo-terafiliasi-israel #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #presiden-israel-isaac-herzog #lima-intelektual-nahdliyin-israel #ngo-israel #ajc-istiqlal #ajc-batal-istiqlal #perang-gaza #jalur-gaza #pe
(Republika - Khazanah) 20/07/24 15:39
v/11439357/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Upaya lobi Yahudi untuk melakukan penetrasi terhadap pemahaman hubungan antara Indonesia dan Israel dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya, melalui dialog lintas agama dan budaya. Salah satu lembaga yang bekerjasama aktif melakukan hal tersebut adalah Leimena Institute. Kerja sama ini secara jelas ditegaskan langsung oleh Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel. Ari Gordon, belakangan batal mengisi kuliah umum di Masjid Istiqlal pada Rabu 17 Juli 2024 lalu.
Dikutip dari Jewishlink.news, Ari Gordon menjelaskan kegiatan terbaru dalam upaya AJC untuk membangun dan memperluas hubungan Muslim-Yahudi adalah misi kepemimpinan selama 10 hari yang diselenggarakan oleh AJC pada Juli di Indonesia, tempat di mana (sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers AJC) AJC telah terlibat selama dua dekade.
Dia mengatakan, sebagai bagian dari keterlibatan jangka panjang ini, AJC telah bekerja sama dengan Leimena Institute (LI), sebuah LSM Indonesia yang memajukan pluralisme, untuk menyelenggarakan webinar internasional mengenai topik-topik Yahudi dengan Kementerian Agama Indonesia.
Selama setahun terakhir, kata dia, AJC telah bekerja sama dengan LI untuk mengajarkan kelas “Pengantar Yudaisme” selama tiga jam kepada para pendidik agama di Indonesia, termasuk sesi “Tanya Apa Saja”, sebagai bagian dari program sertifikat Cross Cultural Religious Literacy (CCRL).
“Pada tahun pertamanya saja, pelatihan CCRL telah menjangkau lebih dari 2.400 pendidik agama di 34 provinsi di Indonesia,” kata dia.
Dia menyebutkan, dalam kunjungan kepemimpinan ke Indonesia pada bulan Juli, staf dan anggota dewan AJC bertemu dengan para pejabat pemerintah terkemuka, yang sangat mendorong lebih banyak lagi inisiatif antar masyarakat.
Mereka juga bertemu dengan para jurnalis, tokoh agama, aktivis masyarakat, akademisi dan pemimpin bisnis, serta mengunjungi beberapa sekolah dan perguruan tinggi agama.
Dalam sebuah program publik di Masjid Istiqlal (masjid terbesar di Asia Tenggara), Rabi Rosen dari AJC berpartisipasi dalam program publik untuk mempromosikan rasa saling menghormati melalui pendidikan, bersama dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Syekh Nasaruddin Umar, dan para pemuka agama lainnya.
Gordon menjelaskan tentang misi di Indonesia. Dia mengatakan bahwa perjalanan ini mengungkapkan bahwa “Kami telah melangkah lebih jauh dalam membangun hubungan daripada yang kami perkirakan, namun perjalanan kami masih panjang,” tutur dia.
Menanggapi pertanyaan dari The Jewish Link mengenai kurangnya pengakuan resmi terhadap agama Yahudi di Indonesia, dia menyatakan bahwa negara ini sedang bergumul dengan beberapa masalah yang berkaitan dengan pelestarian demokrasi yang beragam, yang memiliki mayoritas Muslim, namun tidak memiliki karakter Islam secara eksplisit dalam konstitusi, sebanyak 87 persen warga negara beragama Islam-dan menurutnya akan ada perubahan di bidang ini di tahun-tahun mendatang.
Gordon mengatakan...
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
"Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini," isi surat edaran tersebut.
Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni menegaskan, surat pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel yang terbit di masa Kiai Said ditegaskan kembali pada masa kepengurusan Gus Yahya.
"Sebetulnya kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ yang disebutkan secara eksplisit di dalam surat itu 'kan sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode yang lalu ketika Ketua Umumnya KH Said Aqil Siroj," ujar Amin Said dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id,Sabtu (20/7/2024).
Amin mengatakan, pelarangan hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC), dan sejenisnya, tidak pernah dicabut sejak 2021 lalu
Siapa Leimina yang Diboikot PBNU dan Apa Kaitannya dengan AJC, NGO Pro Israel?
Leimena mempunyai kontak dengan AJC NGO terafiliasi Israel [669] url asal
#ngo-terafiliasi-israel #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #presiden-israel-isaac-herzog #lima-intelektual-nahdliyin-israel #ngo-israel #ajc-istiqlal #ajc-batal-istiqlal #perang-gaza #jalur-gaza #pe
(Republika - Khazanah) 20/07/24 15:39
v/11434657/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Upaya lobi Yahudi untuk melakukan penetrasi terhadap pemahaman hubungan antara Indonesia dan Israel dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya, melalui dialog lintas agama dan budaya. Salah satu lembaga yang bekerjasama aktif melakukan hal tersebut adalah Leimena Institute. Kerja sama ini secara jelas ditegaskan langsung oleh Ari Gordon, Direktur Muslim Yahudi The America Jewish Committee (AJC), sebuah NGO yang pro terhadap Zionis Israel. Ari Gordon, belakangan batal mengisi kuliah umum di Masjid Istiqlal pada Rabu 17 Juli 2024 lalu.
Dikutip dari Jewishlink.news, Ari Gordon menjelaskan kegiatan terbaru dalam upaya AJC untuk membangun dan memperluas hubungan Muslim-Yahudi adalah misi kepemimpinan selama 10 hari yang diselenggarakan oleh AJC pada Juli di Indonesia, tempat di mana (sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers AJC) AJC telah terlibat selama dua dekade.
Dia mengatakan, sebagai bagian dari keterlibatan jangka panjang ini, AJC telah bekerja sama dengan Leimena Institute (LI), sebuah LSM Indonesia yang memajukan pluralisme, untuk menyelenggarakan webinar internasional mengenai topik-topik Yahudi dengan Kementerian Agama Indonesia.
Selama setahun terakhir, kata dia, AJC telah bekerja sama dengan LI untuk mengajarkan kelas “Pengantar Yudaisme” selama tiga jam kepada para pendidik agama di Indonesia, termasuk sesi “Tanya Apa Saja”, sebagai bagian dari program sertifikat Cross Cultural Religious Literacy (CCRL).
“Pada tahun pertamanya saja, pelatihan CCRL telah menjangkau lebih dari 2.400 pendidik agama di 34 provinsi di Indonesia,” kata dia.
Dia menyebutkan, dalam kunjungan kepemimpinan ke Indonesia pada bulan Juli, staf dan anggota dewan AJC bertemu dengan para pejabat pemerintah terkemuka, yang sangat mendorong lebih banyak lagi inisiatif antar masyarakat.
Mereka juga bertemu dengan para jurnalis, tokoh agama, aktivis masyarakat, akademisi dan pemimpin bisnis, serta mengunjungi beberapa sekolah dan perguruan tinggi agama.
Dalam sebuah program publik di Masjid Istiqlal (masjid terbesar di Asia Tenggara), Rabi Rosen dari AJC berpartisipasi dalam program publik untuk mempromosikan rasa saling menghormati melalui pendidikan, bersama dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Syekh Nasaruddin Umar, dan para pemuka agama lainnya.
Gordon menjelaskan tentang misi di Indonesia. Dia mengatakan bahwa perjalanan ini mengungkapkan bahwa “Kami telah melangkah lebih jauh dalam membangun hubungan daripada yang kami perkirakan, namun perjalanan kami masih panjang,” tutur dia.
Menanggapi pertanyaan dari The Jewish Link mengenai kurangnya pengakuan resmi terhadap agama Yahudi di Indonesia, dia menyatakan bahwa negara ini sedang bergumul dengan beberapa masalah yang berkaitan dengan pelestarian demokrasi yang beragam, yang memiliki mayoritas Muslim, namun tidak memiliki karakter Islam secara eksplisit dalam konstitusi, sebanyak 87 persen warga negara beragama Islam-dan menurutnya akan ada perubahan di bidang ini di tahun-tahun mendatang.
Gordon mengatakan...
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu.
"Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini," isi surat edaran tersebut.
Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni menegaskan, surat pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel yang terbit di masa Kiai Said ditegaskan kembali pada masa kepengurusan Gus Yahya.
"Sebetulnya kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ yang disebutkan secara eksplisit di dalam surat itu 'kan sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode yang lalu ketika Ketua Umumnya KH Said Aqil Siroj," ujar Amin Said dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id,Sabtu (20/7/2024).
Amin mengatakan, pelarangan hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC), dan sejenisnya, tidak pernah dicabut sejak 2021 lalu
PBNU Sudah Larang Kerja Sama dengan Lembaga Terafiliasi Israel Sejak Era KH Said Aqil
Surat diedarkan lagi setelah lima orang nahdliyin berkunjung menemui Presiden Israel. [328] url asal
#said-aqil #kerja-sama-dengan-israel #nahdliyin-ke-israel #zainul-maarif #kecaman-kunjungan-ke-israel #genosida-israel #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #nahdliyin-temui-presiden-israel #intelektua
(Republika - News) 20/07/24 15:16
v/11434334/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat edaran berisi instruksi penegasan terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat bernomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024.
"Sebetulnya kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ, sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode yang lalu ketika ketua umumnya KH Said Aqil Siroj," ujar Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
Adapun surat yang dikeluarkan pada periode kepengurusan sebelumnya yakni bernomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H atau 20 September 2021 M. Surat itu berisi instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan.
Surat tersebut, kata Amin Said, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini. Bahkan untuk semakin memperkuat diterbitkan surat bernomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 itu.
Amin mengatakan, PBNU masih melarang hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC), dan sejenisnya.
"Dan surat itu sampai hari ini tidak pernah dicabut, tidak pernah juga direvisi karena itu sifatnya masih berlaku," kata dia.
Amin bercerita yang melatarbelakangi surat tersebut diedarkan kembali adalah setelah adanya kabar terkait lima orang nahdliyin yang berkunjung menemui Presiden Israel tanpa sepengetahuan PBNU.
"PBNU sekarang hanya menegaskan kembali me-remind seluruh jajaran struktural Nahdlatul Ulama baik itu pengurus wilayah, pengurus cabang, sampai ke paling bawah. Termasuk ke banom (badan otonom) dan lembaga-lembaga di lingkungan NU, termasuk perguruan tinggi, pondok-pondok pesantren atau madrasah lain itu masih terikat keputusan PBNU," katanya.
Terkait apakah konsekuensi organisatoris bagi pelanggar surat edaran itu, Amin mengatakan, PBNU akan terus melakukan pembinaan agar dapat mencegah kejadian serupa.
Klarifikasi Zainul Maarif Usai Dipecat, Kutip Hadits tentang Jihad
Zainul Maarif menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. [693] url asal
#zainul-maarif #5-cendikiawan-nu #5-cendikiawan-nu-sowan-ke-presiden-israel #cendikiawan-nu-temui-presiden-israel #zainul-maarif-dipecat #pwnu-dki-pecat-zainul-maarif #zainul-maarif-dan-pwnu #5-cendiki
(Republika - Khazanah) 20/07/24 10:47
v/11415399/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Cendikiawan muda Nahdlatul Ulama Dr Zainul Maarif kembali membuat klarifikasi lewat akun Instagram @Zenmaarif usai hadir dalam konferensi pers di PWNU DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Dalam konferensi pers tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif, mengumumkan pemecatan terhadap Zainul Maarif akibat pertemuannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Meski sudah memberikan keterangan, Zainul kembali membuat klarifikasi lewat media sosial. Dalam klarifikasi tersebut, Zainul menyatakan permintaan maaf. Zainul juga mengungkapkan, dirinya merasa perlu untuk memanfaatkan kesempatan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
1. Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, umat Islam, warga Nahdlatul Ulama dan institusi-institusi dimana saya saya bekerja/berorganisasi atas ketidaknyamanan yang terjadi setelaah sya bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog tanggal 3 Juli 2024.
2. Pertemuan dengan Presiden Israel itu hanya pertemuan tambahan (tentatif) dari kegiatan inti “PENELITIAN LAPANGAN DAN DIALOG LINTAS IMAN UNTUK PERDAMAIAN” yang diselenggarakan di Palestina dan Israel, 30 Juni-5 Juli 2024.
3. Penelitian yang saya lakukan mengenai “KEHIDUPAN MUSLIM DI ISRAEL” mengingat kondisi Muslim di Palestina, khususnya di Gaza, sudah banyak dibahas.
4. Sebagai kegiatan dialog lintas iman, saya berangkat dari Indonesia ke Palestina dan Israel, tidak hanya dengan teman-teman Muslim tetapi juga dengan rekan-rekan beragama Katolik, Kristen dan Yahudi.
5. Di Palestina dan Israel, kami rombongan lintas iman dari Indonesia terutama bertemu dengan tokoh-tokoh lintas iman dari Palestina dan Israel. Kami juga bertemu dengan warga sipil Palestina dan Israel serta mendapat desempatan bertemu dengan Presiden Israel.
6. Dalam pertemuan dengen Presiden Israel selama kurang lebih 20-30 menit, kami rombongan lintas iman dari Indonesia hadir menunjukkan kebhinekaan Indonesia yang hidup rukun serta mengungkapkan pesan perdamaian.
7. Menyampaikan pesan perdamaian di hadapan Presiden israel berarti meminta Israel menghentikan serangannya yang melampaui batas terhadap warga Palestina di Gaza
8. Ketika meminta Presiden Israel untuk tidak memerangi warga Palestina lagi, saya menyadari diri saya bukan siapa-siapa untuk mempengaruhinya namun saya merasa perlu untuk memanfaatkan kesemaptan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
9.Saat menyampaikan kebenaran (berupa penghentian perang) di hadapan Presiden Israel, saya mengerti bahwa Presiden Israel hanya pemimpin símbolis. Namun bagaimanapun juga dia pemimpin Israel, yang bisa saya temui. Lagipula saya bukan politisi, melainkan salah satu rombongan lintas iman Indonesia. Oleh kebab itu, yang saya sampaikan hanya menyelarasi pesan moral agama saya, yaitu Islam, yang seakar dengan salam, yang berarti damai.
10. Semoga cahaya kecil sekalipun bisa memberikan penerangan. Semoga genosida rezim Netanyahu terhadap warga Palestina berakhir. Semoga kemerdekaan Palestina teraih tanpa pertumpahan darah. Semoga kedamaian hidup dirasakan oleh orang-orang yang dizalimi.
Dipecat PWNU DKI Jakarta..
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Maarif memberhentikan Zainul Maarif karena pergi ke Israel dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog.
Tidak hanya memecat Zainul Maarif, Kiai Samsul juga memberhentikan tiga pengurus lainnya, yaitu Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Mu'ti Ali Qusyairi, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh.
"Kami pengurus PWNU dari jajaran Syuriah dan Tanfidziyah melakukan rapat tadi memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta," ujar Kiai Samsul usai rapat di Kantor PWNU DKI Jakarta di Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024).
Sebelum memberhentikan mereka, Kiai Samsul telah melakukan wawancara dan bertanya langsung kepada mereka, terutama terkait dengan keberangkatan Zainul Maarif ke Israel. Setelah itu, barulah Kiai Samsul melakukan rapat bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah.
"Jadi empat orang ini diberhentikan dari kepengurusan LBM PWNU DKI Jakarta. Saya kira itu, saya menyampaikan hasil rapat antara jajaran syuriah dan Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta," ucap Kiai Samsul.
Dia pun mengungkapkan alasan memberhentikan empat pengurus LBM PWNU DKI Jakarta. Menurut dia, Zainul Maarif diberhentikan karena secara langsung ikut berangkat ke Israel dan menemui presiden Israel.
"Itu yang jadi alasan pokok untuk Zainul Maarif. Kalau yang lain adalah karena secara organisasi melakukan kesalahan, yaitu mereka ini bergabung dalam organisasi yang namanya Rahim. Rahim itu salah satunya adalah memang pimpinannya Pak Mukti Ali," kata Kiai Samsul.
Zainul Maarif Buat Klarifikasi di IG Usai Dipecat, Kutip Hadits tentang Jihad
Zainul Maarif menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. [693] url asal
#zainul-maarif #5-cendikiawan-nu #5-cendikiawan-nu-sowan-ke-presiden-israel #cendikiawan-nu-temui-presiden-israel #zainul-maarif-dipecat #pwnu-dki-pecat-zainul-maarif #zainul-maarif-dan-pwnu #5-cendiki
(Republika - Khazanah) 19/07/24 16:22
v/11321057/
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Cendikiawan muda Nahdlatul Ulama Dr Zainul Maarif kembali membuat klarifikasi lewat akun Instagram @Zenmaarif usai hadir dalam konferensi pers di PWNU DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (18/7/2024). Dalam konferensi pers tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif, mengumumkan pemecatan terhadap Zainul Maarif akibat pertemuannya dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
Meski sudah memberikan keterangan, Zainul kembali membuat klarifikasi lewat media sosial. Dalam klarifikasi tersebut, Zainul menyatakan permintaan maaf. Zainul juga mengungkapkan, dirinya merasa perlu untuk memanfaatkan kesempatan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
Berikut klarifikasi lengkapnya:
1. Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, umat Islam, warga Nahdlatul Ulama dan institusi-institusi dimana saya saya bekerja/berorganisasi atas ketidaknyamanan yang terjadi setelaah sya bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog tanggal 3 Juli 2024.
2. Pertemuan dengan Presiden Israel itu hanya pertemuan tambahan (tentatif) dari kegiatan inti “PENELITIAN LAPANGAN DAN DIALOG LINTAS IMAN UNTUK PERDAMAIAN” yang diselenggarakan di Palestina dan Israel, 30 Juni-5 Juli 2024.
3. Penelitian yang saya lakukan mengenai “KEHIDUPAN MUSLIM DI ISRAEL” mengingat kondisi Muslim di Palestina, khususnya di Gaza, sudah banyak dibahas.
4. Sebagai kegiatan dialog lintas iman, saya berangkat dari Indonesia ke Palestina dan Israel, tidak hanya dengan teman-teman Muslim tetapi juga dengan rekan-rekan beragama Katolik, Kristen dan Yahudi.
5. Di Palestina dan Israel, kami rombongan lintas iman dari Indonesia terutama bertemu dengan tokoh-tokoh lintas iman dari Palestina dan Israel. Kami juga bertemu dengan warga sipil Palestina dan Israel serta mendapat desempatan bertemu dengan Presiden Israel.
6. Dalam pertemuan dengen Presiden Israel selama kurang lebih 20-30 menit, kami rombongan lintas iman dari Indonesia hadir menunjukkan kebhinekaan Indonesia yang hidup rukun serta mengungkapkan pesan perdamaian.
7. Menyampaikan pesan perdamaian di hadapan Presiden israel berarti meminta Israel menghentikan serangannya yang melampaui batas terhadap warga Palestina di Gaza
8. Ketika meminta Presiden Israel untuk tidak memerangi warga Palestina lagi, saya menyadari diri saya bukan siapa-siapa untuk mempengaruhinya namun saya merasa perlu untuk memanfaatkan kesemaptan untuk menjalankan ajaran Islam berupa hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya, jihad terbaik adalah menyampaikan kebenaran di hadapan pemimpin yang zalim.
9.Saat menyampaikan kebenaran (berupa penghentian perang) di hadapan Presiden Israel, saya mengerti bahwa Presiden Israel hanya pemimpin símbolis. Namun bagaimanapun juga dia pemimpin Israel, yang bisa saya temui. Lagipula saya bukan politisi, melainkan salah satu rombongan lintas iman Indonesia. Oleh kebab itu, yang saya sampaikan hanya menyelarasi pesan moral agama saya, yaitu Islam, yang seakar dengan salam, yang berarti damai.
10. Semoga cahaya kecil sekalipun bisa memberikan penerangan. Semoga genosida rezim Netanyahu terhadap warga Palestina berakhir. Semoga kemerdekaan Palestina teraih tanpa pertumpahan darah. Semoga kedamaian hidup dirasakan oleh orang-orang yang dizalimi.
Dipecat PWNU DKI Jakarta..
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Maarif memberhentikan Zainul Maarif karena pergi ke Israel dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog.
Tidak hanya memecat Zainul Maarif, Kiai Samsul juga memberhentikan tiga pengurus lainnya, yaitu Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Mu'ti Ali Qusyairi, Roland Gunawan, dan Sapri Saleh.
"Kami pengurus PWNU dari jajaran Syuriah dan Tanfidziyah melakukan rapat tadi memutuskan bahwa beberapa orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta," ujar Kiai Samsul usai rapat di Kantor PWNU DKI Jakarta di Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024).
Sebelum memberhentikan mereka, Kiai Samsul telah melakukan wawancara dan bertanya langsung kepada mereka, terutama terkait dengan keberangkatan Zainul Maarif ke Israel. Setelah itu, barulah Kiai Samsul melakukan rapat bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah.
"Jadi empat orang ini diberhentikan dari kepengurusan LBM PWNU DKI Jakarta. Saya kira itu, saya menyampaikan hasil rapat antara jajaran syuriah dan Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta," ucap Kiai Samsul.
Dia pun mengungkapkan alasan memberhentikan empat pengurus LBM PWNU DKI Jakarta. Menurut dia, Zainul Maarif diberhentikan karena secara langsung ikut berangkat ke Israel dan menemui presiden Israel.
"Itu yang jadi alasan pokok untuk Zainul Maarif. Kalau yang lain adalah karena secara organisasi melakukan kesalahan, yaitu mereka ini bergabung dalam organisasi yang namanya Rahim. Rahim itu salah satunya adalah memang pimpinannya Pak Mukti Ali," kata Kiai Samsul.
Beda dengan Zainul Maarif, Profesor AS Ini tak Ragu Demo dan Lempar Batu ke Arah Israel
Edward W Said adalah filsuf dan cendekiawan yang ikut merintis studi postkolonial. [775] url asal
#zainul-maarif #lima-nahdliyin-temui-presiden-israel #nahdliyin-ke-israel #filsuf #pbnu
(Republika - News) 19/07/24 09:35
v/11284689/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Zainul Maarif mengaku sebagai "filsuf" saat sowan dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, beberapa waktu lalu. Klaim itu disampaikan melalui akun Instagram pribadi akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta tersebut.
"Saya bukan demonstran, melainkan filsuf agamawan. Alih-alih demonstrasi di jalanan dan melakukan pemboikotan, saya lebih suka berdiskusi dan mengungkapkan gagasan," tulis Zainul Maarif.
Pecatan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta itu tidak sendirian, melainkan bersama empat orang Nahdliyin. Pertemuan kelima orang ini dengan Herzog menuai sorotan dari masyarakat Indonesia, termasuk jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Umumnya mengecam tindakan mereka karena terjadi ketika militer Israel (IDF) masih melancarkan genosida di Jalur Gaza, Palestina.
Bila melihat pada sejarah, tidak sedikit pemikir kaliber dunia yang menyuarakan kecaman kepada entitas zionis tersebut. Di antaranya adalah Edward Wadie Said. Bahkan, penulis magnum opus Orientalism (1978) itu pernah ikut aksi demonstrasi langsung untuk menunjukkan sikapnya yang anti-penjajahan Israel.
Publik tidak akan melupakan sebuah foto yang menampilkan akademisi Columbia University itu ketika berada di Lebanon selatan sedang melempar batu ke arah tembok perbatasan Israel, 3 Juli 2000. Mengutip pemberitaan New York Times, Said membenarkan tindakannya itu sebagai simbol kegembiraan bahwa Lebanon selatan bebas dari pendudukan Israel.
Berbeda dengan Zainul Maarif yang memilah antara demonstran dan filsuf, Said cenderung menjembatani keduanya. Bahwa dirinya pernah ikut bersama-sama warga melempar batu ke arah Israel, itu kiranya sudah cukup menjadi bukti upaya demikian.
Said tidak membedakan antara "pemikir" dan "pelaku aksi di lapangan." Peraih Bowdoin Prize dari Harvard University itu juga menulis tentang anak-anak muda Palestina, termasuk mereka yang hanya "bersenjatakan" batu.
"Mereka dengan tekad bulat dan kemauan politik yang kuat, berdiri tanpa rasa takut melawan serangan tentara Israel--yang bersenjata lengkap dan didukung secara finansial oleh negara terkaya di dunia (Amerika Serikat --Red) serta ... antek-antek intelektual," kata Said, seperti dikutip dari buku What It Means to be Palestinian: Stories of Palestinian Peoplehood (2010).
Profil filsuf, perintis studi poskolonialisme
Edward Wadie Said lahir pada 1 November 1935 di Yerusalem--yang saat itu termasuk wilayah Mandat Inggris atas Palestina (Mandatory Palestine). Kedua orang tuanya berlatar Kristen-Arab.
Said kecil mendapatkan pendidikan dasar di Gezira Preparatory School, Lebanon. Sempat pula dididik di Katedral All Saints.
Pada 1937, Said dikirim oleh orang tuanya ke Kairo untuk belajar di Victoria College, sebuah sekolah elite. Guru-guru setempat berasal dari Inggris. Jadilah anak Palestina tersebut mulai fasih berbahasa Inggris.
Kemudian, Said meneruskan ke Sekolah Gunung Hermon, untuk persiapan menempuh studi perguruan tinggi. Pada 1951, ia terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk berkuliah di Massachusetts.
Di sana, ia mempelajari ilmu bahasa dan teori-teori sastra. Dalam kurun waktu tersebut, Said sudah lancar berbahasa Prancis, di samping Inggris dan tentunya Arab.
Pada 1957, ia meraih sarjana sastra dari Princeton University. Sekira tiga tahun kemudian, Said menyabet master. Adapun studi doktoral tentang sastra Inggris diselesaikannya pada 1964 di Harvard University.
Said berkarier di Columbia University sejak tahun 1963. Pada 1977, ia didaulat menjadi profesor bahasa Inggris dan sastra bandingan di kampus setempat. Selain itu, akademisi Palestina-Amerika ini juga menjadi profesor tamu di Yale University. Barulah pada 1992, ia diangkat menjadi profesor penuh, posisi akademik tertinggi, di Columbia.
Berbagai jabatan lain juga diembannya. Said pernah menjadi presiden Modern Language Association, editor Jurnal triwulanan Arab Study, dan anggota Academy of Arts and Knowledge. Ia juga duduk di Dewan eksekutif PEN Royal Society of Literature dan jajaran American Philosophical Society.
Said sangat produktif menghasilkan karya. Beberapa di antaranya adalah The Question of Palestine (1979), Covering Islam: How the Media and the Experts Determine How We See the Rest of the World (1981), The Politics of Dispossession (1994), Peace and its Discontents: Essays on Palestine in the Middle East Peace Process (1995), The World, the Text, and the Critic (1983), Nationalism, Colonialism, and Literature: Yeats and Decolonization (1988), Musical Elaborations (1991), dan Culture and Imperialism (1993). Adapun memoar pribadinya berjudul Out of Place (1999).
Adalah Orientalism (1978), yakni karyanya yang kian melejitkan nama Said di level internasional. Buah penanya ini diakui luas sebagai karya penting yang turut merintis studi postkolonialisme atau pascakolonial.
Melalui Orientalism, Said mengungkapkan cara-cara para intelektual Eropa membingkai citra Islam sebagai agama yang keras, ekstrem, dan anti-dialog. Mereka juga membangun konstruksi "Timur" sebagai lawan daripada "Barat" dalam hubungan "mereka-kami" yang hierarkis.
Karena memiliki kepentingan tertentu, kaum orientalis menjelaskan soal Arab, bangsa Arab, dan--pada akhirnya--Islam serta umat Islam secara reduksionis. Karena itu, kerja-kerja orientalis berkaitan dengan proyek kolonialisme Barat.
Pada 24 September 2003, Edward Said menghembuskan nafas terakhir di New York City, AS. Sebelumnya, ia menjalani perawatan lantaran sakit leukimia yang dideritanya. Hingga tutup usia, filsuf yang juga demonstran ini tidak kunjung melihat tanah kelahirannya, Palestina, merdeka dari penjajahan Israel.