KOMPAS.com - Minggu lalu, mungkin jeans favorit kamu terasa pas. Tapi minggu ini, mengapa celana yang sama terasa sesak? Setelah kamu mengecek di timbangan, ternyata ada peningkatan berat badan yang tidak dapat dijelaskan asalnya. Apakah ini perlu dikhawatirkan? Atau itu hanya bagian dari fluktuasi berat badan normal kita?
Menurut dokter kebugaran Leslie Heinberg, PhD, kita bisa saja melakukan rutinitas kesehatan dengan benar suatu hari --berolahraga, menerapkan pola makan sehat-- tetapi kemudian, berat badanmu bertambah.
Meskipun bisa membuat frustasi, kemungkinan besar hal ini hanyalah bagian dari proses normal tubuh dalam mengatur berat badan. Jika kamu memantau berat badan, penting untuk menyadari bahwa timbangan tidak selalu dapat menjelaskan apa yang terjadi.
Ya, wajar jika berat badan kita berfluktuasi.
Fluktuasi harian beberapa kilogram cukup umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Fluktuasi jangka pendek biasanya disebabkan oleh retensi cairan, dan fluktuasi jangka panjang juga dapat terjadi karena perubahan gaya hidup, seperti perubahan rutinitas olahraga atau tingkat stres.
Namun Dr. Heinberg mengatakan jika kamu melihat perubahan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas, sebaiknya diskusikan dengan dokter untuk menngetahui masalah kesehatan yang mendasarinya.
Berapa banyak fluktuasi berat badan yang bisa terjadi?
Bahkan untuk orang-orang dalam kisaran berat badan yang sehat, fluktuasi rata-rata bisa mencapai 1 kg hingga 1,5 kg tiap hari. Bagi mereka yang tidak terbiasa dengan naik turunnya berat badan secara normal, angka ini mungkin terdengar mengejutkan. Tapi setiap orang berbeda. Fluktuasi berat badan akan bergantung pada berbagai faktor seperti pola makan dan aktivitas fisik.
Apa yang menyebabkan berat badan berfluktuasi?
“Fluktuasi berat badan dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti hormon, retensi cairan, atau bahkan sembelit,” ujar Dr. Heinberg.
Berikut beberapa alasan umum fluktuasi berat badan:
Retensi air
Retensi air adalah penyebab paling umum dari fluktuasi berat badan jangka pendek. Ini adalah saat tubuh menahan lebih banyak air dari biasanya. Anggap saja seperti spons yang menyerap air dan menahannya.
Misalnya, setelah makan tinggi karbohidrat atau natrium, tubuh mungkin menahan lebih banyak air untuk sementara waktu, sehingga menyebabkan sedikit peningkatan berat badan.
Hal ini juga bisa membuat kita merasa sedikit bengkak atau kembung. Makanan tinggi sodium, perubahan hormonal, obat-obatan, dan kondisi medis tertentu semuanya dapat menyebabkan tubuh menahan air, sehingga menyebabkan penambahan berat badan untuk sementara.
Asupan makanan dan pencernaan
Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar atau makanan tinggi karbohidrat dapat menyebabkan penambahan berat badan sementara saat tubuh mencerna makanan.
Segala sesuatu yang kita makan atau minum menyebabkan sedikit fluktuasi berat badan saat melewati tubuh. Di sisi lain, jika kita makan lebih sedikit karena sakit atau perubahan pola makan, hal ini juga dapat menyebabkan fluktuasi berat badan.
Aktivitas fisik
Jangan lupa, massa otot juga berkontribusi terhadap berat badan kita. Itu sebabnya olahraga, khususnya latihan kekuatan, dapat menyebabkan penambahan berat badan jangka pendek karena peningkatan massa otot. Namun seiring berjalannya waktu, hal ini dapat berkontribusi pada penurunan berat badan secara keseluruhan dan perbaikan komposisi tubuh.
Perubahan hormonal
Orang yang hidup dengan siklus menstruasi, kehamilan atau menopause mungkin mengalami fluktuasi berat badan karena perubahan hormonal. Hal ini dapat menyebabkan perubahan berat badan sementara karena retensi air atau perubahan metabolisme.
Stres
Tingkat stres yang tinggi juga dapat mempengaruhi fluktuasi berat badan. Beberapa orang cenderung makan lebih banyak atau lebih sedikit saat stres, sehingga menyebabkan perubahan berat badan. Stres juga memengaruhi kadar hormon, yang dapat memengaruhi metabolisme dan berat badan.
Obat-obatan
Obat-obatan tertentu dapat memengaruhi metabolisme, meningkatkan nafsu makan, dan pada gilirannya menyebabkan berat badan berfluktuasi.
Ini termasuk obat-obatan seperti:
- Antidepresan.
- Insulin.
- Inhibitor reuptake serotonin selektif.
- Beta-blocker.
Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup, seperti bepergian, perubahan pola tidur, atau penyesuaian rutinitas harian, dapat memengaruhi berat badan karena perubahan kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan retensi air.
Kesimpulannya, wajar jika berat badan kita naik dan turun. Hal ini bisa terjadi karena makanan yang kita makan, banyaknya air yang dikandung tubuh kita, atau bahkan seberapa aktif kita.
Jika berat badan kita berubah secara tiba-tiba dan tidak yakin alasannya, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk memastikan itu bukan pertanda sesuatu yang lebih serius. Jika tidak, perubahan kecil pada berat badan adalah hal yang normal dan terjadi pada semua orang setiap hari.