#30 tag 24jam
Dari 7 BUMN Bermasalah, 3 BUMN dan 2 Anak Usaha BUMN Melantai di Bursa
Dari tujuh BUMN bermasalah, tiga di antaranya merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di BEI. [667] url asal
#bumn #bumn-karya #kementerian-bumn #menteri-bumn #pt-krakatau-steel-tbk #pt-wijaya-karya-tbk #pt-waskita-karya-tbk-wskt #restrukturisasi-bumn #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekono
(Kontan-Investasi) 05/11/24 11:53
v/17500011/
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, tujuh BUMN masih dalam proses cashflow negatif atau rugi. Sementara, 40 BUMN tercatat sehat dan mencatatkan keuntungan.
“Ada tujuh BUMN yang memang kita harus benar-benar kerja keras untuk beberapa tahun ke depan,” ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (4/11).
Dari tujuh BUMN ini, tiga di antaranya merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak cuma itu, dua anak usaha BUMN yang bermasalah juga tercatat di BEI.
1. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)
Erick mengatakan bahwa sebenarnya sudah terjadi restrukturisasi Krakatau Steel pada tahun 2019. Namun, kebakaran fasilitas pabrik pada 5 Mei 2023 lalu berdampak pada terganggunya operasional secara menyeluruh.
“Kita sedang mencari jalan apakah dengan menghasilkan Krakatau Steel EBITDA yang positif, yang kebakar ini apa perlu dikerjasamakan juga. Ini sedang coba mencari jalan,” kata Erick.
2. PT Bio Farma dan dua anak usahanya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF)
Erick mengugkapkan belum sehatnya Bio Farma karena impairment dari vaksin Covid-19. Saat itu, Bio Farma ditugaskan membeli vaksin sebanyak-banyaknya untuk ketersediaan vaksin. Akan tetapi, ketika Covid-19 sudah tidak ada, sisa vaksinnya mesti dilakukan impairment karena sudah melebihi tanggal kedaluwarsa (lewat expired date).
“Jadi itu saya rasa bukan sesuatu yang dilihat sebagai kerugian negara karena memang kita harus reserve karena pada saat itu kita perang melawan Covid-19,” ucap Erick.
Erick menambahkan, Bio Farma telah mendapatkan komitmen baru dari internasional senilai Rp 1,4 triliun untuk distribusi vaksin polio. Hal ini karena Bio Farma menjadi bagian yang terpenting untuk vaksin polio di dunia.
“Hampir 85% produksi dalam negeri yang didistribusikan ke 150 negara. Ini salah satu sebenarnya the real global company yang kita punya,” terang dia.
Kementerian BUMN juga terus berupaya memperbaiki Indofarma dan Kimia Farma. Indofarma tercatat telah menyelesaikan proses PKPU. Sedangkan Kimia Farma sedang dalam proses restrukturisasi kreditur perbankan.
“Disini termasuk Indofarma kita perbaiki terlepas dari isu-isunya, kita akan selesaikan dengan tentu kepegawaiannya. Tetapi kita mesti scale up sedikit untuk menjadi supply chain itu,” kata Erick.
3. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
Erick menerangkan, sudah ada jalan Wijaya Karya untuk restrukturisasi. Termasuk dari Wika Realty yang ekspansi berlebihan atau over-expansion di tahun-tahun sebelumnya. Saat ini Kementerian BUMN Tengah melakukan penelitian lebih dalam terkait hal tersebut.
4. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
Kementerian BUMN mencatat kerugian disebabkan oleh penurunan jumlah kontrak yang tidak dapat menanggung biaya operasional dan beban keuangan yang tinggi. Sebagai langkah perbaikan, telah dilakukan implementasi tata kelola dan manajemen risiko, efisiensi biaya operasional dan restrukturisasi perbankan pada Maret 2024.
“Waskita Karya sudah tanda tangan restrukturisasi senilai Rp 26 triliun dengan 21 kreditur. Kita terus Wijaya Karya dan Waskita Karya ini kita sedang menunggu surat persetujuan dari Menteri PU bagaimana kita bisa konsolidasi dari 7 (BUMN) karya menjadi 3 (BUMN) karya, sehingga lebih sehat lagi tentu kondisi karya-karya ini,” jelas Erick.
5. Jiwasraya
Erick mengungkapkan progres Jiwasraya sudah baik dan tinggal proses likuidasi.
6. Perumnas
Erick mengatakan, model bisnis Perumnas ke depan tidak lagi membangun rumah tapak (landed house), tetapi juga mesti rumah bertingkat atau rumah susun/apartemen.
Hal ini terkait ketersediaan lahan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 315 juta jiwa. Di sisi lain, pembangunan sektor lain juga memerlukan lahan seperti sektor perindustrian, perkebunan, dan lainnya.
Kementerian BUMN juga mendorong Perumnas agar tidak lagi melakukan penugasan dari pemerintah daerah tanpa komitmen pemerintah daerah tersebut.
“Dimana kadang-kadang kita sudah membangun rumahnya, tetapi akses jalan masuknya tidak ada, akses fasilitas tidak ada, listrik dan air tidak tersambung. Ini beberapa kita lihat kondisi Perumnas seperti itu,” ungkap Erick.
7. Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI)
Erick menjelaskan bahwa PNRI sebenarnya BUMN percetakan. Dahulu, semua surat – surat negara diwajibkan dicetak di PNRI. Namun saat ini tidak ada lagi kewajiban/mandatory tersebut.
“Sekarang tentu dengan terbukanya market tentu ini mulai kalah bersaing. Ini yang salah satu nanti kita akan restrukturisasi seperti apa mengenai PNRI,” pungkas Erick.
Rapor Merah 7 BUMN Jadi Pekerjaan Rumah Era Prabowo
Upaya restrukturisasi utang hingga pengembangan kinerja operasional terus digenjot untuk membalik rapor merah tujuh BUMN yang merugi. [1,002] url asal
#bumn #erick-thohir #menteri-bumn #bumn-rugi #restrukturisasi-bumn #krakatau-steel #kimia-farma #bio-farma #indofarma #wijaya-karya #waskita-karya #perumnas #jiwasraya #pnri
(Bisnis.Com - Market) 05/11/24 08:16
v/17492012/
Bisnis.com, JAKARTA — Akhir masa pemerintahan Joko Widodo menyisakan pekerjaan rumah berupa tujuh BUMN ‘sakit’ yang perlu dibenahi di era Prabowo-Gibran. Upaya restrukturisasi utang hingga pengembangan kinerja operasional terus digenjot untuk membalik rapor merah.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan dari 47 badan usaha milik negara (BUMN), sebanyak 40 BUMN dalam kondisi keuangan yang sehat. Jumlah itu merepresentasikan 85% dari total BUMN.
“Untuk menjawab pertemuan sebelumnya, berapa perusahaan BUMN yang masih dalam proses cashflow negatif atau rugi. Ada tujuh yang memang kita harus benar-benar kerja keras untuk beberapa tahun ke depan,” ujar Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (4/11/2024).
Tujuh BUMN yang dimaksud Erick Thohir ialah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), PT Bio Farma (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI.
Dia membeberkan bahwa masing-masing BUMN yang merugi itu memiliki kompleksitas masalah tersendiri. Krakatau Steel, misalnya, sudah melaksanakan restrukturisasi utang sejak 2019 tetapi pemulihan kinerjanya tersandung oleh insiden kebakaran yang mengganggu operasional secara keseluruhan.
“Kami sedang mencari jalan, apakah dengan kondisi yang hari ini, setelah bekerja sama dengan POSCO, dengan menghasilkan Karakatau Steel yang positif, yang kebakar ini apa perlu dikerjasamakan juga. Ini kita sedang mencari jalan,” papar Erick.
Masalah lain lagi dihadapi oleh Holding BUMN sektor Farmasi. Erick menjelaskan kerugian Bio Farma terjadi karena adanya impairment vaksin Covid-19.
Kondisi itu terjadi karena Bio Farma ditugaskan untuk membeli vaksin sebanyak-banyaknya untuk program vaksinasi nasional. Namun, ketika Covid-19 tidak lagi jadi pandemi, sisa vaksinnya dibukukan sebagai penurunan nilai aset yang bersifat permanen karena sudah melewati expiring date.
Terkait dengan ekspansi usaha Bio Farma, perusahaan pelat merah itu disebut Erick sudah mendapatkan komitmen baru dari internasional senilai Rp1,4 triliun untuk distribusi vaksin folio secara global ke 150 negara.
Di bawah Bio Farma, dua anak usaha BUMN sektor farmasi juga sedang tidak bugar, yaitu PT Indofarma Tbk. (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF).
“Lalu juga ada beberapa penyelesaian mengenai Indofarma, kita mencari partner. Ada yang supply bahan baku, lalu diproses di Indofarma sehingga nanti kita masuk ke global supply chain sistem kesehatan dunia,” imbuhnya.
Erick memastikan perbaikan kinerja INAF akan beriringan dengan pemenuhan kewajiban dari sisi kepegawaian.
Di sisi kinerja keuangan, INAF melaporkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk senilai Rp166,48 miliar per 30 September 2024. Nilai itu turun 13,1% dari Rp191,69 miliar pada 9 bulan 2023.
Sementara itu, kerugian KAEF membengkak 137,9% dari Rp177,3 miliar menjadi Rp421,8 miliar hingga kuartal III/2024. Berdasarkan data Kementerian BUMN, Kimia Farma saat ini dalam proses restrukturisasi kredit dengan pihak perbankan.
Hal itu sejalan dengan utang jumbo KAEF yang tercatat mengantongi total liabilitas Rp11,09 triliun. Jumlah itu termasuk utang bank sebesar Rp6,91 triliun.
Untuk Jiwasraya, progress restrukturisasi dinilai berjalan dengan baik dan tinggal proses likuidasi. Adapun, PNRI menderita kerugian disebabkan oleh mandat penerbitan berita negara/tambahan berita negara tidak diwajibkan. Hal itu menyebabkan pendapatan rendah dan over leverage.
Penyehatan BUMN Perumahan dan Karya
Bergeser ke sektor perumahan, Menteri BUMN memaparkan kerugian dialami Perumnas karena perputaran inventory yang masih perlu dioptimalkan. Sebagia langkah perbaikan, pemerintah telah memberikan penyertaan modal negara (PMN) modal kerja untuk Perumanas senilai Rp1 triliun pada 2024.
Dana tersebut digunakan Perumnas untuk mempercepat penyelesaian inventory. Secara prognosa, Perumnas diestimasi membukukan keuntungan pada akhir tahun ini.
“Bahwa untuk bisnis model Perumnas ke depan tidak lagi landed house, tetapi juga mesti bertingkat. Karena kita bilang dari komposisi lahan di Indonesia ini kan kita ketahui ini memang 70% laut, 30% tanah,” ucapnya.
Selanjutnya, Erick menjabarkan perkembangan Wijaya Karya dan Waskita Karya. Menurutnya, restrukturisasi WIKA sudah berjalan, termasuk anak usahanya PT Wika Realty yang offer expansion pada tahun-tahun sebelumnya.
Senada, dia juga menyoroti langkah penting kesepakatan restrukturisasi Waskita Karya senilai Rp26 triliun.
“Dan kita teruskan [restrukturisasi] Wijaya Karya dan Waskita Karya ini kita sedang menunggu surat persetujuan dari Bapak Menteri PU. Bagaimana kita bisa konsolidasi dari tujuh BUMN karya menjadi tiga sehingga lebih sehat lagi tentu kondisi karya-karya ini.”
Seperti diberitakan Bisnis, Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho menjelaskan WSKT telah menandatangani MRA perubahan antara perseroan dengan sejumlah kreditur perbankan. Dia melanjutkan, WSKT melakukan restrukturisasi kembali atas utang bank dengan jumlah pokok keseluruhan sebesar Rp26,2 triliun.
Lebih lanjut, utang bank akan dibagi dan dibayarkan sesuai dengan ketentuan perjanjian menjadi fasilitas kredit sebesar Rp24,15 triliun kepada bank konvensional, dengan fasilitas kredit tranche A sebesar Rp3,95 triliun, dan fasilitas kredit trance B sebesar Rp20,2 triliun.
Lalu fasilitas pembiayaan syariah sebesar Rp2,05 triliun, dengan trance A sebesar Rp336,7 miliar, dan tranche B sebesar Rp1,72 triliun.
MRA Perubahan dan Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kredit Sindikasi Fasilitas KMK Penjaminan telah berlaku efektif terhitung sejak 17 Oktober 2024. Selain itu, WSKT juga memohonkan dan menyetujui pengesampingan ketentuan Perjanjian Pengelolaan Rekening dan Kas No. 39 pada 25 Oktober 2021 yang berlaku sejak 17 Oktober 2024 sampai dengan 24 Oktober 2026.
"Sampai dengan saat ini nilai outstanding jumlah pokok keseluruhan sebesar Rp26,21 triliun termasuk dengan alokasi pada masing-masing tranches masih dalam tahap finalisasi rekonsiliasi dengan seluruh kreditur. Kami akan menyampaikan kembali informasi tersebut ketika nilai sudah bersifat final," ucapnya.

Adapun dengan diterimanya pernyataan efektif MRA Perubahan dan Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kredit Sindikasi Fasilitas KMK Penjaminan, maka ketentuan yang diubah berdasarkan Perubahan Perjanjian Restrukturisasi Induk dan Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kredit Sindikasi KMK Penjaminan menjadi efektif dan dapat dijalankan oleh WSKT dan para kreditur terkait.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Krakatau Steel M. Akbar Djohan menyebut perseroan terus berupaya meningkatkan penyerapan penggunaan baja di sektor infrastruktur dan konstruksi di Indonesia.
Akbar juga menyatakan bahwa dengan menggerakkan kembali industri manufaktur melalui pemenuhan kebutuhan proyek strategis nasional, maka Krakatau Steel Group akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Krakatau Steel sebagai BUMN industri baja nasional akan terus menjadi akselerator dalam mewujudkan reindustrialisasi nasional sehingga cita-cita ketahanan dan kemandirian industri baja nasional bisa terwujud dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional 8% seperti yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto,” tutup Akbar.
Erick Thohir Menyebut 7 BUMN Masih Rugi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, tujuh BUMN masih dalam proses cashflow negatif atau rugi. [633] url asal
#bumn #bumn-karya #kementerian-bumn #menteri-bumn #restrukturisasi-bumn #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #peristiwa
(Kontan - Terbaru) 04/11/24 12:50
v/17456377/
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, tujuh BUMN masih dalam proses cashflow negatif atau rugi. Sementara, 40 BUMN tercatat sehat dan mencatatkan keuntungan.
“Ada tujuh BUMN yang memang kita harus benar-benar kerja keras untuk beberapa tahun ke depan,” ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (4/11).
Adapun, tujuh BUMN tersebut antara lain, pertama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Erick mengatakan bahwa sebenarnya sudah terjadi restrukturisasi Krakatau Steel pada tahun 2019. Namun, kebakaran fasilitas pabrik pada 5 Mei 2023 lalu berdampak pada terganggunya operasional secara menyeluruh.
“Kita sedang mencari jalan apakah dengan menghasilkan Krakatau Steel EBITDA yang positif, yang kebakar ini apa perlu dikerjasamakan juga. Ini sedang coba mencari jalan,” kata Erick.
Kedua, PT Bio Farma. Erick mengugkapkan belum sehatnya Bio Farma karena impairment dari vaksin Covid-19. Saat itu, Bio Farma ditugaskan membeli vaksin sebanyak-banyaknya untuk ketersediaan vaksin. Akan tetapi, ketika Covid-19 sudah tidak ada, sisa vaksinnya mesti dilakukan impairment karena sudah melebihi tanggal kedaluwarsa (lewat expired date).
“Jadi itu saya rasa bukan sesuatu yang dilihat sebagai kerugian negara karena memang kita harus reserve karena pada saat itu kita perang melawan Covid-19,” ucap Erick.
Erick menambahkan, Bio Farma telah mendapatkan komitmen baru dari internasional senilai Rp 1,4 triliun untuk distribusi vaksin polio. Hal ini karena Bio Farma menjadi bagian yang terpenting untuk vaksin polio di dunia.
“Hampir 85% produksi dalam negeri yang didistribusikan ke 150 negara. Ini salah satu sebenarnya the real global company yang kita punya,” terang dia.
Selain itu, Kementerian BUMN juga terus berupaya memperbaiki Indofarma dan Kimia Farma. Indofarma tercatat telah menyelesaikan proses PKPU. Sedangkan Kimia Farma sedang dalam proses restrukturisasi kreditur perbankan.
“Disini termasuk Indofarma kita perbaiki terlepas dari isu-isunya, kita akan selesaikan dengan tentu kepegawaiannya. Tetapi kita mesti scale up sedikit untuk menjadi supply chain itu,” kata Erick.
Ketiga, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Erick menerangkan, sudah ada jalan Wijaya Karya untuk restrukturisasi. Termasuk dari Wika Realty yang ekspansi berlebihan atau over-expansion di tahun-tahun sebelumnya. Saat ini Kementerian BUMN Tengah melakukan penelitian lebih dalam terkait hal tersebut.
Keempat, PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Kementerian BUMN mencatat kerugian disebabkan oleh penurunan jumlah kontrak yang tidak dapat menanggung biaya operasional dan beban keuangan yang tinggi. Sebagai langkah perbaikan, telah dilakukan implementasi tata kelola dan manajemen risiko, efisiensi biaya operasional dan restrukturisasi perbankan pada Maret 2024.
“Waskita Karya kemarin sudah tanda tangan restrukturisasi senilai Rp 26 triliun dengan 21 kreditur. Kita terus Wijaya Karya dan Waskita Karya ini kita sedang menunggu surat persetujuan dari Menteri PU bagaimana kita bisa konsolidasi dari 7 (BUMN) karya menjadi 3 (BUMN) karya, sehingga lebih sehat lagi tentu kondisi karya-karya ini,” jelas Erick.
Kelima, Jiwasraya. Erick mengungkapkan progres Jiwasraya sudah baik dan tinggal proses likuidasi. Keenam, Perumnas. Erick mengatakan, model bisnis Perumnas ke depan tidak lagi membangun rumah tapak (landed house), tetapi juga mesti rumah bertingkat atau rumah susun/apartemen.
Hal ini terkait ketersediaan lahan mengingat jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 315 juta jiwa. Di sisi lain, pembangunan sektor lain juga memerlukan lahan seperti sektor perindustrian, perkebunan, dan lainnya.
Kementerian BUMN juga mendorong Perumnas agar tidak lagi melakukan penugasan dari pemerintah daerah tanpa komitmen pemerintah daerah tersebut.
“Dimana kadang-kadang kita sudah membangun rumahnya, tetapi akses jalan masuknya tidak ada, akses fasilitas tidak ada, listrik dan air tidak tersambung. Ini beberapa kita lihat kondisi Perumnas seperti itu,” ungkap Erick.
Ketujuh, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Erick menjelaskan bahwa PNRI sebenarnya BUMN percetakan. Dahulu, semua surat – surat negara diwajibkan dicetak di PNRI. Namun saat ini tidak ada lagi kewajiban/mandatory tersebut.
“Sekarang tentu dengan terbukanya market tentu ini mulai kalah bersaing. Ini yang salah satu nanti kita akan restrukturisasi seperti apa mengenai PNRI,” pungkas Erick.
Tarik Ulur Konsolidasi BUMN, antara Perampingan atau Superholding
Perampingan atau Superholding BUMN menjadi agenda besar Erick Thohir, Menteri BUMN. Restrukturisasi, divestasi dan target dividen jombo jadi PR di depan mata [59] url asal
#erick-thohir #target-erick-thohir #target-menteri-bumn #perampingan-bumn #jumlah-bumn #divestasi-bris #restrukturisasi-bumn #restrukturisasi-waskita #dividen-bumn
(Bisnis.Com - Market) 22/10/24 11:00
v/16825806/
Bisnis.com, JAKARTA -- Erick Thohir resmi kembali menjabat sebagai Menteri BUMN pada Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo. Hal itu sedikit banyak memberikan gambaran aspek keberlanjutan pada sejumlah inisiatif dan transformasi pada BUMN.
Adapun, salah satu yang menonjol pada era Erick Thohir memimpin ialah perampingan jumlah BUMN atau pembentukan superholding. Perampingan BUMN itu menjadi implementasi program Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BUMN Utamakan Penyelesaian Restrukturisasi Kimia Farma (KAEF) dan Waskita (WSKT)
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi dua BUMN yang akan diutamakan Kementerian BUMN untuk diselesaikan. - Halaman all [426] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kimia-farma #waskita-karya #kaef-saham #wskt-saham #kartika-wirjoatmodjo #wamen-tiko #restrukturisasi-bumn #bumn-karya #bumn-farmasi #inaf-saham #berita-ekonomi-terkin
(InvestorID) 21/10/24 21:41
v/16804820/
JAKARTA, investor.id - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi dua emiten pelat merah yang akan diutamakan Kementerian BUMN untuk diselesaikan. Setelahnya, BUMN baru bakal tancap gas mengeksekusi hilirisasi pangan dan ketahanan energi.
Wakil Menteri BUMN Wamen Kartika Wirjoatmodjo menyebut, Kimia Farma dan Waskita merupakan dua emiten BUMN yang restrukturisasi keuangannya belum tuntas alias masih di ujung, sehingga tugas transformasi BUMN ini masih akan terus didorong.
"Kami masih di ujung untuk menyelesaikan beberapa restrukturisasi seperti Kimia Farma dan Waskita," ucap pria yang biasa disapa Tiko itu saat ditemui di Kementerian BUMN seusai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/10/2024).
KAEF sampai saat ini masih dibekap masalah operasional dan restrukturisasi akibat dugaan integritas anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek (KFA), terkait penyediaan laporan keuangan. Nasib tak kalah berbeda juga dialami BUMN Farmasi lainnya yaitu PT Indofarma Tbk (INAF) yang berkewajiban untuk menyelesaikan utang dan memulihkan fraud.
Sementara Waskita, hingga sekarang belum mendapatkan persetujuan restrukturisasi secara penuh dari pemegang obligasi (obligor). Diketahui, dari empat seri obligasi yang perlu direstrukturisasi, emiten bersandi saham WSKT tersebut baru memperoleh persetujuan restrukturisasi untuk tiga seri senilai Rp 3 triliun. Artinya, masih tersisa satu seri lagi senilai Rp 1,3 triliun yang dalam proses penyelesaian.
Adapun, restrukturisasi Waskita dengan 21 kreditur perbankan sudah mencapai master restructuring agreement (MRA) pada awal September 2024 dengan total outstanding mencapai Rp 26,3 triliun.
Karena itu, Tiko menegaskan, Kementerian BUMN akan melanjutkan tugas yang sudah dijalankan. Dengan harapan, ketika restrukturisasi-restrukturisasi (BUMN Farmasi dan BUMN Karya) tersebut tuntas, Kementerian BUMN dapat memulai transformasi tahap berikutnya terutama menyangkut program prioritas Presiden Prabowo yaitu swasembada pangan, ketahanan energi, dan transformasi digital untuk bantuan sosial.
"Kami akan bangun konsep yang mendukung program Pak Prabowo sehingga nanti tugas-tugas jangka panjang seperti swasembada pangan, ketahanan energi bisa kami capai dengan efektif," ujar Tiko.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo dalam pidato perdananya seusai resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) menyatakan, pemerintah akan fokus di antaranya pada swasembada pangan dan ketahanan energi.
“Kita harus swasembada energi dan kita mampu. Kita diberi karuni oleh Tuhan maha besar berupa tanaman-tamanaman yang membat kita bisa tidak tergantung dengan bangsa lain. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit bisa menghasilkan solar dan bensi,” ucap Prabowo.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Wamen BUMN Sebut Restrukturisasi Waskita Karya dan Kimia Farma Segera Dituntaskan
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempunyai setumpuk pekerjaan rumah yang segera dituntaskan. [253] url asal
#wamen-bumn #restrukturisasi-keuangan #restrukturisasi-bumn #restrukturisasi-kimia-farma #restrukturisasi-waskita-karya
(IDX-Channel - Economics) 21/10/24 19:25
v/16796090/
IDXChannel - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempunyai setumpuk pekerjaan rumah yang segera dituntaskan. Salah satunya, restrukturisasi keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WKST), dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko mengatakan, restrukturisasi keuangan kedua emiten pelat merah masih menjadi fokus. Harapannya, proses penyehatan ini bisa dirampungkan secepatnya, sehingga pemegang saham melaksanakan tugas lainnya.
“Ya kita masih di ujung menyelesaikan beberapa restrukturisasi ya, seperti Kimia Farma, Waskita. Tapi harapan kita nanti dengan selesainya restrukturisasi-restrukturisasi ini kita kan mulai tahap berikutnya,” ujar Tiko saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Tak hanya itu, holdingisasi dan klasterisasi BUMN juga menjadi fokus utama. Tiko memastikan, program tetap mengadopsi visi misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Tadi kan kalau dari sisi transformasi BUMN mengenai holdingisasi, klasterisasi, restrukturisasi, tapi tentunya dengan pemerintahan baru kita akan mengadopsi semua program dari Pak Prabowo dan Mas Gibran,” kata dia.
Di bidang pangan dan energi, lanjut dia, BUMN harus melaksanakan aksi korporasi yang sesuai dengan tujuan utama pemerintah. Misalnya, swasembada pangan dan energi yang menuntut peran besar dari Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia (Persero).
Lalu, Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero), PT Pertamina (Persero), hingga PT PLN (Persero).
“Programnya apa kita akan integrasikan, tadi kan contoh swasembada pangan, ya gimana nanti peran Bulog gimana, peran Pupuk Indonesia gimana, peran PTPN gimana,” ujar Tiko.
“Nanti mengenai ketahanan energi, peran Pertamina gimana, peran PLN gimana, ini kita petakan minggu ini dan kita sinerginya dengan kepentingan teknisnya,” katanya.
(Dhera Arizona)
Resmi Dilantik Prabowo, Wamen BUMN Bicara PR yang Belum Tuntas
Tiga Wakil Menteri BUMN dilantik dan siap mendukung transformasi BUMN. Mereka fokus pada program Prabowo, termasuk ketahanan energi dan swasembada pangan. [322] url asal
#prabowo-subianto #wakil-menteri-bumn #transformasi-bumn #restrukturisasi-bumn #aminuddin-maruf #kementerian-bumn #jokowi #pemberian #jakarta-pusat #istana-kepresidenan #subianto #dilantik #indonesia #wamen #injourn
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 21/10/24 17:58
v/16797038/
Jakarta - Tiga Wakil Menteri BUMN tiba di Kantor Kementerian BUMN usai dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Ketiganya disambut langsung Menteri BUMN Erick Thohir yang tiba lebih dulu di Kementerian BUMN.
Satu Wamen BUMN adalah nama lama, yakni Kartiko Wirjoatmodjo, sementara dua lainnya adalah nama baru. Keduanya adalah Dony Oskaria, eks Dirut InJourney dan Aminuddin Ma'ruf, eks stafsus Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Kartiko atau yang akrab disapa Tiko mengatakan, transformasi di BUMN belum selesai. Oleh karena itu, ke depannya, ia bersama Erick Thohir, Dony dan Amin siap mendukung program-program Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau buat saya kan transformasi BUMN kan belum selesai, jadi transformasi BUMN masih terus didorong dan bersama Pak Erick Thohir, Pak Dony, Pak Amin nanti ya harapan kita bisa kerjasama tentunya mendukung program-program utama Pak Prabowo dan Mas Gibran supaya program-program pemerintah baru bisa kita jalankan dengan efektif," bebernya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2024).
Ia juga menyebut banyak PR yang bakal dituntaskan, seperti restrukturisasi sejumlah BUMN. Tiko juga menyebut BUMN siap menyukseskan sejumlah program Prabowo terkait dengan ketahanan energi, swasembada pangan, dan lainnya.
"Ya kita masih di ujung menyelesaikan beberapa restrukturisasi ya, seperti Kimia Farma, Waskita, tapi harapan kita nanti dengan selesainya restru ini, kita kan mau mulai mentransformasi tahap berikutnya," kata Tiko.
Terkait pemberian tugas masing-masing Wamen, Tiko menyebut hal tersebut baru akan dibahas dan belum diputuskan. Yang jelas cakupan BUMN cukup lebar, membawahi sektor pangan, ketahanan energi, perumahan rakyat, dan lainnya.
Sementara itu, Dony menyebut kepercayaan menjadi Wamen BUMN memungkinkan dirinya berkontribusi lebih banyak. Ia menyebut siap membantu Erick melanjutkan transformasi BUMN yang sudah dikerjakan sejak lima tahun lalu.
"Tentunya kita berharap ke depan BUMN akan memberikan kontribusi lebih banyak lagi buat masyarakat Indonesia khususnya, dan juga proses transformasi yang sudah dijalankan oleh Pak Menteri selama lima tahun itu akan kita lanjutkan. Dan prinsipnya kita ingin BUMN menjadi jauh lebih baik lagi ke depannya," tutupnya.
(ily/das)
Erick Thohir Pamer Kinerja 5 Tahun Kementerian BUMN, PR Sudah Selesai?
Erick Thohir mengungkap sederet keberhasilan Kementerian BUMN selama 5 tahun di tengah pekerjaan rumah yang masih menumpuk. [566] url asal
#erick-thohir-pr-bumn #erick-thohir-restrukturisasi-bumn #restrukturisasi-waskita #restrukturisasi-krakatau #divestasi-bris
(Bisnis.Com - Market) 20/10/24 13:39
v/16740397/
Bisnis.com, JAKARTA - Erick Thohir menyebut kinerja Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Joko Widodo –Ma’ruf Amin telah meraih sederet pencapaian. Kendati demikian, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan.
Melalui unggahan di akun resmi @erickthohir, Menteri BUMN ini mengatakan pihaknya telah berperan dalam menangani pandemi Covid-19, serta mendorong pembangunan dan transformasi selama 5 tahun terakhir.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menangani pandemi Covid-19 dengan membawa vaksin pertama kali ke indonesia, menyediakan rumah sakit, dan juga obat gratis,” ucapnya dikutip Minggu (20/10/2024).
Terkait pembangunan, Erick menuturkan Kementerian BUMN telah memacu pembangunan infrastruktur seperti kereta cepat, jalan tol, serta bendungan guna memudahkan masyarakat dan memeratakan pembangunan.
Selain itu, dia juga menyinggung upaya bersih-bersih dan penyehatan perusahaan pelat merah, di antaranya penuntasan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asabri (Persero), Garuda Indonesia dan dana pensiun.
“Kami juga terus membersihkan dan menyehatkan perusahaan-perusahaan BUMN dengan mendorong penuntasan kasus korupsi seperti di Jiwasraya, Asabri, Garuda, dan dana pensiun,” ujar Ketua Umum PSSI tersebut.
Erick mengatakan sebagai bagian dari transformasi, Kementerian BUMN akan terus mendorong prinsip tata kelola perusahaan sebagaimana telah dilakukan di perusahaan pelat sektor perkebunan, infrastruktur, dan pertambangan.
Di sisi lain, Kementerian BUMN di bawah komando Erick Thohir masih menyisakan pekerjaan rumah (PR). Beberapa di antaranya terkait restrukturisasi keuangan perusahaan pelat merah, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), dan Holding BUMN Farmasi.
Merujuk dokumen Progress Transformasi BUMN, restrukturisasi ketiga perusahaan pelat merah ini ditargetkan rampung pada kuartal III/2024.
Namun, dalam perkembangan terbaru, proses penyehatan Waskita masih terganjal oleh restu pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 dengan nilai utang sebesar Rp1,36 triliun.
Obligasi itu merupakan satu-satunya utang yang belum dapat direstrukturisasi oleh Kementerian BUMN dan perseroan. Padahal, secara keseluruhan, Waskita telah merampungkan restrukturisasi 3 seri dari 4 obligasi senilai Rp3 triliun.
Dari sisi kinerja keuangan, Waskita juga mencatatkan rugi bersih sebesar Rp3 triliun hingga kuartal III/2024 akibat beban keuangan yang meningkat.
Sementara itu, terkait Krakatau Steel, Kementerian BUMN telah merestui program Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang meliputi skema restrukturisasi lanjutan dalam penyelesaian utang senilai US$1,4 miliar.
Dalam catatan Bisnis.com pada 5 September 2024, usulan restrukturisasi lanjutan yang direstui pemegang saham merupakan langkah pembaruan dari perjanjian kredit restrukturisasi yang diteken pada 30 September 2019.
Perjanjian yang melibatkan perseroan dan 10 kreditur itu, sebelumnya telah menyepakati perjanjian restrukturisasi dengan nilai outstanding US$1,94 miliar.
Sementara itu, perihal BUMN Farmasi, Kementerian BUMN telah membentuk satuan tugas guna mempercepat penyehatan entitas Grup Bio Farma sejak Oktober 2023. Tim ini dipimpin langsung oleh Erick Thohir dan Kartika Wirjoatmodjo.
Erick Thohir, dalam peresmian Mandiri Digital Tower pada 18 September 2024, mengatakan proses restrukturisasi BUMN Karya dan Farmasi masih terus berlanjut, dan kemungkinan besar tidak akan rampung dalam waktu dekat.
Menurutnya, dari 88 Proyek Strategis yang menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN, sebanyak 84 proyek seharusnya selesai. Namun, restrukturisasi BUMN dan divestasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) belum terealisasi.
“Yang belum itu BSI, kan kita mencari strategic partner, cuman BSI sih. BSI sudah gede banget, jadi agak-agak enggak mudah gitu. Yang lain masih coba. Restrukturisasi [BUMN] Karya. Karya sama [BUMN] Farmasi,” kata Erick.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ramai-ramai Emiten BUMN Gapai Restrukturisasi
Ramai-ramai emiten BUMN menggapai perjanjian restrukturisasi induk (Master Restructuring Agreement/MRA) pada kuartal III-2024. - Halaman all [1,425] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #restrukturisasi-bumn #emiten-bumn #waskita-karya-wskt #erick-thohir #wamen-bumn-tiko #muhammad-hanugroho #wijaya-karya-wika #krakatau-steel-kras #indofarma-inaf
(InvestorID) 07/09/24 14:20
v/14926303/
JAKARTA, investor.id - Ramai-ramai emiten BUMN menggapai perjanjian restrukturisasi induk (Master Restructuring Agreement/MRA) pada kuartal III-2024. Capaian ini sejalan dengan target Kementerian BUMN sekaligus menjadi warisan (legacy) Menteri BUMN Erick Thohir menjelang transisi pemerintahan baru.
Beberapa perusahaan pelat merah yang sudah mencapai kesepakatan MRA yaitu PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Perusahaan BUMN lain yang dijadwalkan segera menyusul menandatangani MRA adalah Holding Bio Farma terkait restrukturisasi PT Indofarma Tbk (INAF).
Khusus Waskita, penandatanganan MRA berlangsung pada Jumat (6/9/2024) kemarin di Menara Danareksa, Jakarta. Anggota BUMN Karya itu meneken MRA bersama 21 kreditur perbankan dengan total nilai outstanding sebesar Rp 26,3 triliun.
Kreditur perbankan yang menyetujui usulan restrukturisasi Waskita di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank DKI, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank BTPN Tbk (BTPN).
Bukan cuma itu, emiten bersandi saham WSKT tersebut juga meraih persetujuan terkait pokok perubahan perjanjian fasilitas kredit modal kerja penjaminan (KMKP) dari lima kreditur perbankan senilai Rp 5,2 triliun. Jadi, total utang yang direstrukturisasi dalam penandatanganan MRA Jumat kemarin mencapai Rp 31,5 triliun.
Nilai yang fantastis, sehingga tak heran, penandatanganan MRA tersebut dihadiri para pesohor Kementerian BUMN mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan pejabat Kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR, serta seluruh kreditur bank Himbara dan bank swasta, termasuk Direksi Waskita Karya.
Perlu diketahui, MRA yang ditandatangani pada Jumat itu merupakan penyempurnaan dari MRA yang sudah diteken Waskita bersama para kreditur pada 2021 dengan total nilai keseluruhan Rp 29,25 triliun, menurut laporan keuangan konsolidasian Waskita per 30 Juni 2024. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, WSKT mampu menutup sebesar Rp 3 triliun dari total utang yang direstrukturisasi.
Dalam pernyataannya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, restrukturisasi merupakan upaya perbaikan kinerja Waskita. “Saya mau ucapkan terima kasih kepada bank yang mendukung. Kami bisa lihat, bukan hanya bank BUMN dan swasta, bahkan internasional masih percaya kinerja kami di Kementerian BUMN lebih baik,” ucap Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jumat (6/9/2024).
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, dengan tercapainya restrukturisasi Waskita bersama kreditur perbankan, pemegang obligasi (obligor) diharapkan dapat mengikuti.
Bila sedikit ditelaah, pernyataan pria yang akrab disapa Tiko ini sepertinya mengarah pada pemegang obligasi yang belum sepakat untuk restrukturisasi. Pasalnya, dari empat seri obligasi yang perlu direstrukturisasi, Waskita baru deal restrukturisasi untuk tiga seri senilai Rp 3 triliun. Tersisa satu seri senilai Rp 1,3 triliun yang masih dalam proses, sebagaimana diungkapkan Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho.
Karena itu, Tiko menekankan, penyehatan Waskita akan dapat berkelanjutan ditopang dengan rencana kerja yang bisa memastikan bisnis dan manajemen risiko perseroan ke depan semakin membaik. “Termasuk, dengan para kreditur dan Kementerian Keuangan dalam konteks KMKP, kami optimistis, restrukturisasi bisa berjalan sesuai rencana yang ditandatangani,” ujar dia.
Kembali ke Bisnis Inti
Keyakinan Tiko terkait masa depan bisnis Waskita didasarkan pada strategi yang sudah disiapkan. Salah satunya, Waskita akan tetap mengerjakan proyek-proyek pemerintah dibuktikan dengan raihan kontrak baru Waskita yang terus berjalan hingga sekarang. Lewat dukungan perbankan, kata dia, akan membuat Waskita bisa menjalankan proyek-proyek baru dengan kontrak yang lebih sehat.
“Yang penting dan memang, mereka (Waskita) tidak akan mengambil proyek jalan tol lagi. Dulu kan memang mereka kenanya di jalan tol. Nah, ke depan mereka tidak akan ambil tol baru. Untuk tol, penugasan, semua ada di Hutama Karya,” tegas Tiko.
Hanya saja untuk saat ini, Waskita akan tetap menyelesaikan beberapa proyek jalan tol seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), kemudian penambahan di Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, dan penyelesaian Tol Cibitung-Cimanggis(CCT). Selanjutnya, secara bertahap, jalan-jalan tol tersebut akan didivestasi sehingga dapat mengurangi jumlah utang Waskita.
Berdasarkan catatan Investor Daily, strategi Kementerian BUMN mendivestasi aset jalan tol ini sekaligus dalam upaya untuk mengembalikan Waskita kepada bisnis intinya (core business) yaitu menggarap proyek-proyek infrastruktur air, jalan dan jembatan, serta proyek bandara.
Suspensi Saham WSKT
Paralel dengan tercapainya MRA, Hanugroho menuturkan, langkah Waskita selanjutnya akan mengarah pada pembukaan suspensi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Karena bagaimanapun suspensi itu harus klir terkait dengan restrukturisasinya. Artinya dengan MRA ini bisa menjadi sinyal positif,” ujar pria yang dekat dipanggil Oho itu.
Equity Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Mohamad Adityo Nugroho berpandangan, nasib suspensi saham WSKT tentunya hanya otoritas bursa yang mengetahui. Tapi paling tidak, dengan keberhasilan Waskita meraih MRA, dalam waktu dekat akan berdampak kepada berkurangnya beban keuangan perseroan.
Apalagi, suku bunga akan menurun dan tenor juga diperpanjang. “Jadi, paling tidak, MRA Waskita ini akan sedikit mengurangi beban keuangannya,” ujar Adityo kepada Investor Daily, Jumat (6/9/2024) kemarin.
Dirinya belum bisa memprediksi masa depan sektor konstruksi masih akan menjanjikan atau tidak. Sebab, hal tersebut akan sangat bergantung pada fokus pemerintahan baru di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto. “Apakah tetap memprioritaskan infrastruktur atau ada prioritas lain,” imbuh Adityo.
Susul Wijaya Karya
Lompatan Waskita yang berhasil menandatangani MRA ini sekaligus menambah daftar BUMN Karya yang mulai menuju pada perbaikan. Jauh sebelum Waskita, ada PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang sudah lebih dulu mencapai MRA bersama total 15 lembaga keuangan pada Februari 2024 dengan nilai outstanding sebesar Rp 20,79 triliun.
Kala itu, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan, tercapainya kesepakatan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari lembaga keuangan terhadap WIKA.
“Lembaga keuangan memiliki keyakinan terhadap nilai dan kemanfaatan yang dapat dihadirkan WIKA. Karena itu, tercapainya kesepakatan MRA akan berdampak positif secara signifikan untuk mewujudkan penyehatan perseroan," ujar Agung.
Sementara terkait obligasi, nasib WIKA rupanya sedikit lebih beruntung ketimbang Waskita. WIKA cukup percaya diri dapat melunasi obligasi yang akan jatuh tempo, sehingga perseroan belum merencanakan untuk merestrukturisasi obligasinya. Terbukti, pada 3 Maret 2024 misalnya, WIKA sanggup merealisasikan pembayaran bunga jatuh tempo Obligasi dan Sukuk Mudharabah PUB I Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp 69,6 miliar.
Krakatau Steel
BUMN lain yang juga sudah mencapai MRA adalah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Pemegang saham emiten baja pelat merah tersebut sebagaimana hasil putusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Kamis (5/9/2024), bersepakat melanjutkan restrukturisasi bersama 10 kreditur perbankan/lembaga keuangan senilai US$ 1,4 miliar atau setara Rp 21,55 triliun.
Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengapresiasi, kesediaan 10 lenders yang mendukung tercapainya restrukturisasi KRAS. Keberhasilan tersebut bukan hanya melegakan bagi KRAS, tetapi juga bagi semua pihak.
“Dengan RUPS ini diketok palu menjadi putusan, maka kami akan duduk bersama lenders untuk membuat perjanjian restrukturisasi. Itu yang akan menjadi pedoman legal. Setelah ini, dengan cepat dokumen legal itu ditandatangani. Jadi, kami enak. Itu merupakan hal penting dari hasil RUPS kali ini yaitu persetujuan terhadap restrukturisasi,” ucap Purwono.
Indofarma
Menyusul selanjutnya yang ditargetkan Kementerian BUMN untuk mencapai MRA adalah Bio Farma selaku holding dari PT Indofarma Tbk (INAF). Sampai sekarang, restrukturisasi INAF masih dalam proses.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasi INAF pada 27 Agustus 2024, perseroan mempunyai pekerjaan rumah untuk melunasi utang plus bunga dengan total nilai mencapai Rp 748 miliar. Utang tersebut berasal dari utang perseroan kepada kreditur Tipe A sampai kreditur Tipe E.
Direktur Utama INAF Yeliandriani menjelaskan, perseroan akan melunasi utang terutama kepada kreditur Tipe A sebesar Rp 598 miliar dan Tipe B sebesar Rp 3,44 miliar. Dana yang disiapkan untuk membayar utang bersumber dari hasil penjualan aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai ditaksir mencapai Rp 954,46 miliar.
INAF juga akan memanfaatkan dana dari sisa kas kegiatan operasi terbatas untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur. “Tidak terdapat opsi restrukturisasi utang perseroan dengan skema konversi utang menjadi saham,” terang Yeliandriani.
Di luar masalah utang, restrukturisasi INAF juga berhubungan dengan terjadinya penipuan (fraud) di tubuh perseroan. Fraud itu disebut-sebut terindikasi merugikan negara sebesar Rp 371,83 miliar.
Kementerian BUMN pun bertindak cepat dengan melakukan pembenahan besar-besaran secara korporasi melalui restrukturisasi seluruh kewajiban Indofarma lewat Bio Farma selaku holding.
“Kami sedang melakukan proses restrukturisasi (Indofarma) dengan Bio Farma. Harapannya, dengan dukungan Bio Farma, kami bisa menyelesaikan semua kewajiban Indofarma termasuk gaji karyawan sebelum PKPU,” tutup Tiko.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Erick Thohir Lapor DPR, Aset BUMN Tembus Rp10.000 Triliun
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan progres kinerja kementerian yang dipimpinnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI. [357] url asal
#erick-thohir #kementerian-bumn #menteri-bumn #aset-bumn #laba-bumn #restrukturisasi-bumn #pelat-merah #waskita-karya #pln #pertamina #utang-bumn
(Bisnis.Com - Market) 05/08/24 12:30
v/13365168/
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan progres kinerja kementerian yang dipimpinnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI. Erick menyoroti kenaikan aset menembus Rp10.000 triliun.
Melalui akun instagram resminya @erickthohir, Menteri BUMN itu membagikan cuplikan paparan yang disampaikan kepada parlemen dalam unggahan Sabtu (3/8/2024).
Erick mengatakan dari 88 Proyek Strategis Kementerian BUMN, sebanyak 92% atau 81 proyek sudah diselesaikan.
“Dari segi pendapatan, meningkat dari Rp1.930 triliun pada 2020 ke Rp2.933 triliun pada 2023,” tulisnya, dikutip Senin (5/8/2024).
Lebih lanjut, Erick juga menyampaikan lonjakan profitabilitas BUMN secara konsolidasi. Berdasarkan data Kementerian BUMN, laba bersih keseluruhan BUMN meningkat dari Rp13 triliun pada 2020 menjadi Rp327 triliun pada 2023.
Aset yang dimiliki Kementerian BUMN, lanjut Erick, juga meningkat dari Rp8.312 triliun pada 2020 menjadi Rp10.402 triliun pada 2023.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder. Mulai dari anggota DPR, para menteri terkait, pihak swasta, partner luar negeri, dan UMKM yang sudah menjadi bagian ekosistem BUMN,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko memastikan bahwa dokumen Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan peta jalan perusahaan pelat merah untuk periode 2024 – 2034 akan segera dirampungkan sebelum transisi pemerintahan baru.
“Kami selesaikan RJPP dan long term roadmap. Jadi, harapannya nanti saat pemerintahan baru masuk, kami ada RJPP yang detail untuk setiap BUMN yang sistemik, seperti PT Pertamina [Persero], PLN, dan sebagainya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (31/7/2024) malam.
Menurutnya, RJPP dan peta jalan Kementerian BUMN mampu menjadi panduan bagi pemerintahan baru, sekaligus memastikan kinerja perusahaan pelat merah semakin positif dengan adanya perbaikan tata kelola dan manajemen risiko.
“Kami pastikan bahwa tata kelola dan risk management jauh lebih baik dibandingkan waktu kita masuk. Harapannya ke depan kinerjanya akan semakin baik,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kementerian BUMN masih memiliki pekerjaan rumah lantaran ada tiga perusahaan pelat merah yang sedang direstrukturisasi. Mereka adalah Bio Farma Grup termasuk PT Indofarma Tbk. (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), lalu PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS).
Merujuk pada data Kementerian BUMN, restrukturisasi keuangan pada BUMN farmasi, Waskita Karya, dan Krakatau Steel ditargetkan rampung pada kuartal III/2024.
Target Restrukturisasi untuk Waskita (WSKT), Krakatau Steel (KRAS) dan Biofarma Grup
Kementerian BUMN menargetkan restrukturisasi Waskita (WSKT), Krakatau Steel (KRAS) dan Biofarma Grup dapat rampung pada kuatal III/2024. [1,101] url asal
#restrukturisasi-bumn #restrukturisasi-bumn-2024 #restrukturisasi-waskita #restrukturisasi-wskt #restrukturisasi-kratau-steel #restrukturisasi-kras #restrukturisasi-biofarma #erick-restrukturisasi-bumn
(Bisnis.Com - Market) 12/07/24 22:03
v/10565903/
Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian BUMN memberikan kisi-kiri restrukturisasi sejumlah BUMN pada 2024. Ada tiga BUMN yang sedang dilakukan restrukturisasi pada tahun ini yakni Biofarma Grup, Waskita(WSKT) dan Krakatau Steel (KRAS).
Merujuk pada data Kementerian BUMN dikutip Jumat (12/7/2024), restrukturisasi BUMN Farmasi, Waskita (WSKT) dan Krakatau Steel (KRAS) ditargetkan rampung pada kuartal III/2024.
Selain restrukturisasi ketiga BUMN itu, Kementerian BUMN menargetkan integrasi BUMN dapat dilakukan pada kuartal III/2024 khususnya untuk klaster 1 yakni Hutama Karya (Persero) dan Waskita Karya (WSKT).
Adapun, Waskita Karya telah masuk dalam program restrukturisasi BUMN sejak 2021 lalu. Proses itu masih berlangsung hingga tahun ini.
Pada akhir 2023 lalu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko menyampaikan saat ini pihaknya masih mendorong langkah penyehatan terhadap Waskita melalui skema restrukturisasi. Namun, upaya ini masih terganjal oleh persetujuan para pemegang obligasi.
Tiko menyatakan jika proses restrukturisasi Waskita Karya rampung, Kementerian BUMN akan berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjadikan Waskita Karya sebagai anak usaha Hutama Karya.
“Jadi, begitu restrukturisasi selesai maka Waskita akan menjadi anak Hutama Karya,” ujar Tiko saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta pada Jumat (29/12/2023).
Dalam perkembangan terbaru, Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut rencana peleburan 7 BUMN ke dalam Holding BUMN Karya tengah dilakukan pengecekan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
“Saya sudah kirim surat ke Pak Basuki dan sudah di-review oleh Menteri Keuangan [Sri Mulyani]. Kami menunggu saja prosesnya dari Kementerian PUPR,” kata Erick saat ditemui di Kompleks DPR RI, Rabu (10/7/2024).
Sebagai informasi, tujuh BUMN Karya yang akan dilebur adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Adapun, komposisi dari pembentukan holding tersebut dipastikan tidak mengalami perubahan. Artinya, Adhi Karya masih akan menjadi induk holding bagi Brantas dan Nindya, sementara Waskita akan bergabung ke Hutama Karya. Adapun, PTPP akan dipasangkan dengan Wijaya Karya.

KRAS Merugi Rp2,01 Triliun Pada 2023
Bisnis mencatat PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mencatatkan rugi US$130,21 juta atau setara Rp2,01 triliun pada akhir 2023 lalu. Padahal pada tahun 2022, KRAS masih membukukan laba US$19,47 juta atau setara Rp300,65 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2023, emiten pelat merah ini tercatat membukukan pendapatan US$1,45 miliar atau setara Rp22,44 triliun (kurs Jisdor Rp15.439 per dolar AS). Pendapatan ini turun 35,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$2,23 miliar.
Pendapatan Krakatau Steel ditopang oleh penjualan lokal yang sebesar US$1,19 miliar, turun 30,57% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar US$1,72 miliar. Sementara itu, penjualan luar negeri emiten berkode saham KRAS ini mencapai US$54,38 juta, terkoreksi 82,32% dari US$307,54 juta secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Secara segmen, penjualan produk baja masih mendominasi penjualan KRAS. Hingga 31 Desember 2023, KRAS tercatat mampu mencetak pendapatan neto dari segmen produk baja sebesar US$1,24 miliar.
Segmen lain yang menyumbang pendapatan neto KRAS adalah segmen sarana infrastruktur sebesar US$182,79 juta, segmen rekayasa dan konstruksi sebesar US$7,07 juta, dan jasa pengiriman barang US$5,95 juta.
Menurunnya pendapatan ini juga membuat laba operasi Krakatau Steel sepanjang 2023 minus US$8,04 juta dari positif US$34,30 juta pada 2022.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Tardi mengakui kinerja keuangan sepanjang tahun 2023 tidak akan lebih baik dari 2022.
Musababnya, perseroan masih mengalami sejumlah tekanan, mulai dari pasar baja internasional yang melemah hingga turunnya permintaan.
Pada saat bersamaan, kinerja perseroan juga terpukul karena fasilitas pabrik Hot Strip Mill 1 (HSM 1) masih mengalami kendala.
Sebagaimana diketahui, HSM1 mengalami kerusakan pada switch house finishing akibatnya fasilitas perusahaan ini berhenti beroperasi.
Kendati demikian, dia menyatakan bahwa perseroan telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengurangi tekanan tersebut. Contoh, mengoptimalkan subholding yang ada di Krakatau Steel sampai dengan mengoptimalkan proyek di IKN Nusantara.
“Serta memanfaatkan potensi-potensi seperti projek di IKN yang memberikan kontribusi signifikan” ujarnya dalam paparan publik beberapa waktu lalu.
Tak cuma itu, Tardi menjelaskan bahwa perseroan juga akan mengoptimalkan kinerja dari subholding seperti PT Krakatau Sarana Infrastruktur.
Restrukturisasi BioFarma dan PMN Rp2,21 Triliun
Terkait restrukturisasi BioFarma, Kementerian BUMN dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk mengungkap dugaan korupsi di anak perusahaan Indofarma, yakni PT Indofarma Global Medika (IGM).
"Bersama BPK kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan. Kasus fraud adalah fraud, korupsi harus ditangkap. Namun, bagaimana Indofarma sendiri harus bisa keluar dengan baik, ya kami harus lakukan penyelamatan," ujar Erick Thohir pada Jumat (5/7/2024).
Erick yang juga Ketua Umum PSSI ini menuturkan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan permasalahan Indofarma, termasuk masalah utang kepada vendor. Erick mengungkapkan bahwa Kementerian BUMN memiliki berbagai strategi untuk menyelamatkan Indofarma.
Selain itu, Erick berencana untuk bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu langkah untuk mengurai permasalahan yang terjadi di emiten BUMN farmasi tersebut. "Memang saya belum ketemu KPK lagi. Nanti saya
Dalam perkembangan terbaru, PT Bio Farma (Persero) mengajukan kebutuhan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2,21 triliun sebagai modal untuk membangun fasilitas produksi baru.
Penambahan fasilitas baru tersebut akan menambah produksi 1 miliar dosis vaksin. Adapun, saat ini Biofarma memiliki kapasitas produksi sebanyak 3,5 miliar dosis vaksin per tahun yang terdiri dari bahan baku dan produk jadi, mencakup 16 produk vaksin.
Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan ada banyak mesin-mesin produksi eksisting saat ini yang berumur lebih dari 20 tahun dan perlu untuk diremajakan, sekaligus mengembangkan produk baru.
"Tahun 2023, hasil dari WHO terdapat temuan terkait dengan legacy facility. Artian, ini warning buat kami untuk segera melakukan improvisasi dan peremajaan terhadap sarana dan prasarana produksi," kata Shadiq saat RDP di Komisi VI DPR RI, Rabu (10/7/2024).
Shadiq menuturkan, pendanaan PMN cukup penting untuk memperkuat industri strategis dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional melalui program imunisasi dan pemenuhan suplai vaksin global.
Terlebih, kondisi fasilitas produksi yang relatif tua dan perlu upaya peremajaan guna memenuhi standar dari Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta standar WHO.
"Dari PMN ini kami akan membangun sarana produksi berupa bangunaan, alat mesin, sebesar Rp2,21 triliun dgn yg akan memproduksi beberapa jenis vaksin dengan output sekitar 1 miliar dosis, terdiri dari 700 juta drug substance atau bahan baku dan 300 juta drug product atau finished product," terangnya.
----------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Begini Nasib 14 BUMN Titip Kelola Jika Gagal Direstrukturisasi
Menteri BUMN Erick Thohir akan merestrukturisasi 14 BUMN Titip Kelola. Jika berhasil BUMN terkait akan didorong scale-up, kalau gagal? - Halaman all [602] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #bumn-titip-kelola #restrukturisasi-bumn #ppa-danareksa #erick-thohir #pt-amarta-karya #ptt-barata-indonesia #pt-boma-bisma-indra #pt-djakarta-lloyd #pt-dok-dan-perkapa
(InvestorID) 08/07/24 17:36
v/10094484/
JAKARTA, investor.id – Sebanyak 14 dari 21 BUMN Titip Kelola akan direstrukturisasi secara menyeluruh, berdasarkan perintah dari Menteri BUMN Erick Thohir kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Restrukturisasi ditujukan untuk menstabilkan kondisi keuangan sejumlah BUMN Titip Kelola tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Investor Daily pada Senin (8/7/2024), PPA melaporkan telah menerima Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan restrukturisasi sebanyak 14 dari 21 BUMN Titip Kelola. Restrukturisasi tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan manajemen risiko terukur dan tata kelola yang baik dengan tujuan untuk mendapatkan model bisnis yang tepat, sehingga diharapkan dapat menstabilkan kondisi keuangan BUMN Titip Kelola.
Selanjutnya, BUMN Titip Kelola yang berhasil keluar dari persoalan hasil restrukturisasi (turnaround) akan diteruskan melalui strategi estafet-handling ke Holding BUMN Danareksa. BUMN terkait kemudian didorong untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya (scale-up), sehingga diharapkan menjadi BUMN signifikan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.
Adapun 14 BUMN Titip Kelola yang dimaksud antara lain:
PT Amarta Karya (Persero),
PT Barata Indonesia (Persero),
PT Boma Bisma Indra (Persero),
PT Djakarta Lloyd (Persero),
PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero),
PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero),
PT Industri Kapal Indonesia (Persero),
PT Indah Karya (Persero),
PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero),
PT Semen Kupang (Persero),
PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero),
Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI),
PT Primissima (Persero), serta
PT Varuna Tirta Prakasya (Persero).
Direktur Investasi PPA, Ridha Farid Lesmana menerangkan, terhadap 14 BUMN Titip Kelola tersebut, PPA sedang melakukan penanganan lebih lanjut sebagai upaya untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi. Upaya penyelesaian diantaranya yaitu stabilisasi kondisi keuangan pada BUMN yang dalam proses PKPU, penyelesaian permasalahan hukum maupun tata kelola, menentukan model bisnis yang berkelanjutan, penguatan organisasi dan SDM, dan efisiensi operasional.
“Dalam melaksanakan mandat SKK, PPA telah melakukan kajian komprehensif untuk menentukan roadmap penanganan terhadap masing-masing BUMN Titip Kelola dengan mengedepankan tata kelola yang baik. Langkah tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan penanganan BUMN Titip Kelola sesuai dengan roadmap yang telah dibahas dan disetujui oleh Kementerian BUMN selaku pemberi mandat,” urai Ridha dalam keterangannya tersebut.
Kalau Restrukturisasi Gagal?
Sementara itu, Direktur Utama Holding BUMN Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi mengungkapkan bahwa sebagai holding transformasi dan investasi, Danareksa tentu mendorong percepatan penyelesaian restrukturisasi 14 BUMN Titip Kelola di PPA.
Terhadap BUMN yang telah memiliki model bisnis yang berkelanjutan dan menunjukkan perbaikan kondisi keuangan yang stabil pasca restrukturisasi, akan dilakukan estafet-handling ke Holding BUMN Danareksa untuk dilakukan scale-up sehingga diharapkan menjadi BUMN signifikan. Sebaliknya, BUMN Titip Kelola yang tidak bisa keluar dari restrukturisasi menjadi lebih baik, serta menjalankan amanat pendirian BUMN, maka rekomendasi kebijakan akan disampaikan kepada Menteri BUMN.
“Sedangkan, bagi BUMN Titip Kelola yang tidak dapat menjalankan amanat tujuan pendirian BUMN setelah dilakukan upaya restrukturisasi, maka akan direkomendasikan kepada Kementerian BUMN untuk mendapatkan kebijakan lebih lanjut,” ungkap Yadi.
Adapun saat ini terdapat lima BUMN Titip Kelola yang sedang menjalankan putusan homologasi PKPU: PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Industri Telekomunikasi (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), dan PT Barata Indonesia (Persero). Selain itu, terdapat dua BUMN Titip Kelola yang sedang dalam proses PKPU, yaitu PT Djakarta Lloyd (Persero) dan PT Indah Karya (Persero).
“Kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar program restrukturisasi yang sedang dijalankan dapat terlaksana sesuai dengan roadmap yang telah disusun,” timpal Ridha.
PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA adalah anggota Holding Danareksa yang berperan sebagai satu-satunya agen restrukturisasi BUMN, yaitu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan dan mengoptimalisasi nilai BUMN melalui restrukturisasi dan revitalisasi BUMN Titip Kelola.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News