#30 tag 24jam
Wisuda ITS, 1.895 Wisudawan Lulus dengan Predikat Cum Laude
Perhelatan akbar yang digelar dalam empat hari hingga 29 September mendatang kali ini mengukuhkan sebanyak 4.587 wisudawan. [567] url asal
#wisuda #its #wisuda-its #wisudawan #cum-laude #mahasiswa #lulusan
(MedCom) 22/09/24 16:00
v/15397283/
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mencetak para lulusan baru dalam gelaran Wisuda ke-130, Sabtu, 21 September 2024. Perhelatan akbar yang digelar dalam empat hari hingga 29 September mendatang kali ini mengukuhkan sebanyak 4.587 wisudawan.Dalam sambutannya, Rektor ITS, Bambang Pramujati menyampaikan kebanggaannya kepada para wisudawan yang telah berhasil lulus dari berbagai jenjang mulai dari Sarjana Terapan (D4), Sarjana (S-1), Magister (S-2), dan Doktor (S-3). Di antara lulusan tersebut, sebanyak 1.895 wisudawan berhasil meraih predikat cum laude.
“Hal ini membuktikan adanya dedikasi yang tinggi sebagai mahasiswa kampus Ibu yang Luhur ITS,” tutur Bambang bangga.
Pada hari pertama gelaran wisuda, mengukuhkan sebanyak 1.138 wisudawan dari Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) serta Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD). Dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (22/9), sebanyak 1.271 wisudawan dari Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD), Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), serta Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) yang akan melaksanakan prosesi wisuda dalam dua sesi.
Dilanjutkan pada hari ketiga dan keempat, Sabtu (28/9) dan Minggu (29/9) mendatang, prosesi wisuda akan diikuti oleh 2.178 wisudawan. Berasal dari tiga fakultas yakni Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS), Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC), serta Fakultas Vokasi (FV).
Wisuda ke-130 ini juga dipenuhi oleh momen prestasi. Antara lain Johnathan Philbert dari Departemen Desain Produk Industri (Despro) yang memantapkan dirinya sebagai wisudawan S-1 terbaik dengan raihan IPK nyaris sempurna, 3,97. Sementara itu, Renata Zahabiya dari Departemen Statistika Bisnis dan M Aldi Nugroho dari Departemen Teknologi Rekayasa Kimia Industri juga berhasil menjadi wisudawan D4 terbaik dengan meraih IPK 3,88.
Selanjutnya, pada program S-2 sebanyak empat wisudawan berhasil meraih IPK sempurna 4,0. Wisudawan tersebut adalah Ika Safitri dari Departemen Manajemen Bisnis, Muhammad Rifqi Nur Ramadani dari Departemen Biologi, Serli Dwi Rahayu dari Departemen Teknik Kimia, serta Rudy Winarto dari Magister Inovasi Sistem dan Teknologi Energi.
Tidak hanya itu, enam wisudawan program S-3 juga berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan raihan IPK maksimal. Mereka adalah Nofalia Andriyani dari Departemen Teknik Sipil, Muhammad Taufiqi dari Departemen Fisika, Ade Sonya Suryandari dan Susanto dari Departemen Teknik Kimia, serta I Made Suwija Putra dan Susana Limanto dari Departemen Teknik Informatika.
Pada perayaan tahunan ini, ITS juga turut membuktikan pencapaiannya di kancah internasional dengan meluluskan sembilan wisudawan asing. Wisudawan tersebut berasal dari Afganistan, Tanzania, Iran, Pakistan, Kamboja, Togo, Libya, dan Bangladesh. “Capaian ini sebagai salah satu bukti kepopuleran ITS sebagai kampus tujuan mahasiswa asing di Indonesia,” tutur dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.
Terakhir, Bambang menyampaikan pesan agar para wisudawan selalu yakin dan tidak boleh menyerah ketika kelak menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Kegagalan, jatuh, dan kesalahan adalah hal yang lumrah, tetapi tidak boleh lupa untuk bangkit kembali. “Kelak lulusan ITS akan menjadi pemimpin yang hebat dan bermanfaat untuk memajukan ITS dan Indonesia,” tandasnya memberi semangat.
Ada hal tak biasa yang terlihat di tengah prosesi wisuda kali ini. Beberapa wisudawan tampak mengenakan atribut yang menyimbolkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas kepada bangsa Palestina. Gerakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa ITS terhadap isu kemanusiaan yang tengah melanda masyarakat di Palestina.
“Aksi ini sebagai pembuktian bahwa ilmu dan teknologi yang telah didapatkan mahasiswa ITS dapat digunakan untuk menjalankan kebaikan,” tutur salah seorang wisudawan, Faiz Fii Sabili Rahman.
| Baca juga: Kisah John, Wisudawan Terbaik ITS Tak Puas Berwawasan Luas Tapi Ingin Bermanfaat Buat Orang Banyak |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Lulus S1 di Usia 20 Tahun, Ester Berkejaran dengan Usia Pensiun Orang Tuanya
Ester berambisi untuk dapat lulus pendidikan dengan cepat karena tak ingin membebani orang tuanya yang sudah mendekati usia pensiun. [519] url asal
#wisudawan-termuda-its #wisudawan-termuda #wisudawan #termuda #wisuda #its
(MedCom) 19/09/24 16:01
v/15239604/
Jakarta: Usia belia, 20 tahun 4 bulan, bukan penghambat bagi Ester Hotmaria untuk berhasil lulus dan akhirnya menjadi wisudawan termuda pada Wisuda ke-130 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mahasiswa lulusan Departemen Teknik Geofisika dari Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) ITS ini berhasil lulus 8 semester dan akan diwisuda pada 21 September 2024.Menceritakan perjalanannya dalam mengenyam pendidikan, gadis kelahiran Surabaya, 28 Mei 2004 ini memijakkan langkah pertamanya di SD Hang Tuah 10 Juanda tepat setelah lulus Taman Kanak-kanak (TK) pada usia 6 tahun. Peraturan sekolah negeri saat itu yang mengharuskan calon siswa minimal berusia 7 tahun atau lebih, sempat menghalangi Ester.
“Makanya saya memilih sekolah swasta agar dapat masuk SD usia 6 tahun,” ungkapnya dalam siaran pers ITS, Kamis, 19 September 2024.
Lebih lanjut, Ester mengungkapkan, dirinya berambisi untuk dapat lulus pendidikan dengan cepat karena tak ingin membebani orang tuanya yang sudah mendekati usia pensiun. Ambisinya tersebut terpancar ketika dirinya mengikuti program akselerasi semasa di bangku SMP dan SMA.
“Pilihan tersebut berhasil memangkas dua tahun masa pendidikan saya,” lanjut bungsu dari dua bersaudara ini.
Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Sidoarjo saat masih berusia 16 tahun, Ester merasa ia memiliki passion pada bidang minyak dan pertambangan. Minatnya tersebut menjadi pendorong gadis asal Sidoarjo tersebut melanjutkan pendidikan di Kampus Pahlawan ini.
“Di sinilah saya menemukan teman yang mendukung untuk terus berkembang,” ujar mahasiswa angkatan 2020 tersebut.
Berkat lingkungan yang mendukung tersebut, Ester merasa nyaman dan tidak merasakan kendala yang berarti, meskipun memiliki usia yang lebih belia ketimbang teman seangkatannya. Bahkan, Ester merasa bahwa dunia perkuliahan memiliki laju intensitas belajar yang tidak secepat ketika dirinya masih mengikuti program akselerasi.
“Makanya saya mengisi waktu luang dengan ikut berbagai kegiatan nonakademik,” jelas anak dari pasangan Hasoloan Samosir dan Tiurma Theresia L Tobing ini.
Gadis yang gemar traveling tersebut bercerita alasan dirinya memulai kegiatan nonakademik karena tidak ingin menjadi mahasiswa yang minim pengalaman selama berkuliah. Setelah bergabung dengan Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) ITS, Ester pun bergabung dengan Society of Exploration Geophysicists ITS Student Chapter.
“Di sini saya berkesempatan bertemu dengan banyak orang yang mendalami bidang yang sama dengan saya,” bebernya.
Berupaya mengasah jiwa kompetitifnya, Ester sempat beberapa kali menjajal kompetensinya pada berbagai perlombaan. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah ketika berhasil mendapat predikat 1st Highest Score pada kompetisi Derrick Geothermal Case Study Competition 2022.
“Meskipun belum maksimal, saya bersyukur bisa berprestasi,” ucap Ester penuh rasa syukur.
Selain itu, mahasiswi pecinta musik ini juga meningkatkan kemampuan internasionalisasinya lewat berbagai cara, salah satunya ketika berkesempatan memaparkan materi terkait landslide kepada mahasiswa Tarlac Agricultural University (TAU), Filipina. Tak berhenti di situ, Ester juga mengikuti kegiatan ITS CommTECH Exploration dan berkesempatan mengerjakan project bersama beberapa mahasiswa ITS dan mahasiswa asal Negeri Sakura.
Lika-liku kehidupan selama berkuliah merupakan suatu hal yang berarti bagi Ester, karena pada tiap prosesnya ia yakin bahwa Tuhan selalu menyertainya. Setiap rintangan yang ada, Ester akan selalu menghadapinya dan menyelesaikannya sedikit demi sedikit agar semuanya terasa ringan.
“Kita tidak boleh menyerah dan harus yakin dengan kompetensi yang kita miliki,” ujarnya.
| Baca juga: Cerita Faris dan Shafira Ikut Program Fast Track UGM, Kuliah Lagi Usai Wisuda S1 |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Bangga! 51 Wisudawan UI Raih Summa Cumlaude dengan IPK Sempurna
Sebanyak 51 wisudawan raih IPK 4.00. [781] url asal
#universitas-indonesia #wisudawan-terbaik-ui #wisudawan-terbaik #wisudawan #wisuda #ipk #ipk-4-00 #ipk-sempurna
(MedCom) 25/08/24 20:00
v/14722247/
Jakarta: Sebanyak 51 dati 9.074 wisudawan Universitas Indonesia mendapat predikat summa cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4 pada Upacara Wisuda Tahun Akademik Semester Genap 2023/2024.Salah seorang di antaranya adalah Damar Prasetya Ajie Putra yang merupakan lulusan dari Psikologi Anak Usia Dini, Psikologi Program Magister, Fakultas Psikologi (FPsi). Damar mengatakan, selama kuliah, kami tidak hanya dikenalkan mengenai ilmu-ilmu dasar seperti memahami pola kerja otak manusia dan bagaimana melakukan penelitian secara benar.
Tetapi juga mengerti lebih dalam akan bidang ilmu-ilmu yang aplikatif di masyarakat, seperti bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang anak, membuat kurikulum pendidikan anak, serta melakukan intervensi untuk orang tua. "Hanya sedikit universitas yang memiliki Program Studi Psikologi Terapan, sehingga saya sungguh beruntung bisa menjalani dua tahun pendidikan yang rewarding dan membahagiakan,” ujar Damar.
Lebih lanjut ia mengatakan, selama empat tahun ia telah bekerja sebagai Dokter Spesialis Anak. Menjalani kuliah di UI, yakni di program studi psikologi terapan anak usia dini, memperdalam pemahamannya mengenai psikologi dan perkembangan anak. Ia juga mengatakan, selama berkuliah, dosen-dosen memiliki porsi yang tepat dalam memberikan pengajaran melalui kuliah, supervisi kelompok, dan memberikan pemantik yang baik agar mahasiswa juga mampu belajar mandiri.
“Di program studi psikologi terapan, kami diharuskan membuat intervensi berbasis psikologi yang harus bisa diterapkan di masyarakat. Untuk saya sendiri, saya menemukan bahwa banyak guru PAUD yang belum memiliki pengetahuan yang baik dalam melakukan pertolongan pertama bidang kegawatdaruratan serta belum ada pelatihan yang khusus untuk guru PAUD,” kata Damar.
Berdasarkan hal tersebut, Damar melakukan penelitian yang dituangkan dalam tesisnya yang berjudul “Efektivitas FAST Training Terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Melakukan Pertolongan Pertama”. Dalam penelitian tersebut ditemukan, guru yang pernah mendapatkan pelatihan, banyak pula yang tetap tidak percaya diri melakukannya.
Oleh karena itu, Damar dan tim merancang intervensi pelatihan di bidang pertolongan pertama anak untuk guru PAUD di Indonesia yang tidak hanya menargetkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga efikasi diri/keyakinan guru dalam melakukan pertolongan pertama.
Sebagai wisudawan Damar berharap, ia dapat berperan sebagai praktisi Psikologi Terapan Anak yang mengaplikasikan teori-teori psikologi untuk memecahkan masalah di tempat kerja dan lingkungan sekitar. “Dengan bekal ilmu tersebut pula, saya dan tim berharap dapat memberikan edukasi berbasis sains seputar ilmu perkembangan anak yang bisa dimanfaatkan orang tua, guru, dan masyarakat,” kata Damar.
Selain Damar, salah seorang wisudawan lainnya yang juga mendapatkan nilai IPK sempurna adalah Rida Indah Fariani yang merupakan lulusan dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom). “Setelah menyelesaikan studi S3 ini, saya berharap dapat berkontribusi lebih signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang e-Learning. Saya juga berharap networking yang telah banyak saya peroleh selama studi S3 dapat tetap terjaga dan dapat berkolaborasi dalam peneiltian-penelitian di masa yang akan datang,” ujar Rida.
Dalam disertasinya, Rida melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan sistem personalisasi e-learning untuk pendidikan vokasi. Pendekatan yang digunakan adalah knowledge-based yang direpresentasikan dengan ontologi dan diimplementasikan dengan knowledge graph.
Ia mengatakan, sistem ini dirancang untuk menyesuaikan pembelajaran berdasarkan tingkat pengetahuan awal dan gaya belajar mahasiswa, dengan pemberian personalisasi learning object, instruksional dan umpan balik kepada mahasiswa.
Selama berkuliah, ia dapat memanfaatkan Lab DL2 –Lab untuk melakukan riset beserta rekan-rekan S3 dengan minat dan keahlian yang sama. Hal itu sangat penting untuk tetap mendorong riset saya tetap on track.
"Peran promotor dan ko-promotor juga sangat penting. Terima kasih untuk promotor saya Ibu Prof. Kasiyah dan ko-promotor Bapak Prof. Harry Budi Santoso yang selalu memotivasi, memberikan arahan dan mendukung riset saya dari tahap awal hingga lulus,” kata Rida.
Di antara para tamu undangan upacara wisuda yang dilaksanakan di Balairung, Kampus UI Depok, pada Minggu (25/8) ini, tampak hadir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI Jenderal Polisi Tan Sri Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D., P.S.M.; Ambassador Extraordinary, Plenipotentiary, Ambassador of Fiji to Indonesia H.E. Amenatave V. Yauvoli.; Menteri Kesehatan Periode 2014-2019 Prof. Dr.dr. Nila Djuwita Farid Anfasa Moeloek, Sp.M(K).; dan Gubernur Bali Periode 2028-2023 Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M.
“Saya hadir dalam upacara wisuda hari ini karena salah satu di antara ribuan wisudawan adalah mahasiswa dari Fiji, yaitu Aisea Rainima, B.A, PgDip.Psych, M.Si., yang merupakan lulusan dari Magister Psikologi (Sains), FPsi UI," ujar Yauvoli.
Aisea bekerja di salah satu penjara di Fiji. Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk bisa menambah pengalaman dan belajar di Indonesia. Saya hadir untuk memberikan dukungan kepada Aisea dan lulusan lainnya yang diwisuda hari ini. Saya berharap, ke deoannya akan banyak anak-anak dari Fiji yang dapat sekolah dan menimba ilmu di UI,” ujar Yauvoli.
| Baca juga: Kisah Haryo Purwodiningrat Kuliah di Kedokteran UI UKT-nya Cuma Segini |
(CEU)
UI Wisuda 9.074 Wisudawan, Rektor: Dedikasikan Ilmu Bagi Orang Banyak
Total lulusan dari jenjang program pendidikan Vokasi hingga Doktor berjumlah 9.074 orang. [802] url asal
#universitas-indonesia #wisuda #wisuda-ui #wisudawan #rektor #rektor-ui
(MedCom) 24/08/24 21:10
v/14663285/
Depok: Universitas Indonesia (UI) menggelar Upacara Wisuda Tahun Akademik Semester Genap 2023/2024 pada Sabtu-Minggu, 24-25 Agustus 2024) di Balairung, Kampus UI Depok. Berbeda dari tahun sebelumnya, wisuda kali ini terbagi menjadi empat sesi, yaitu Sabtu pagi (09.00 - 11.00 WIB); Sabtu siang (14.30 - 15.30WIB), Minggu pagi (09.00 - 11.00 WIB), dan Minggu siang (14.30 - 15.30WIB).Rektor UI, Ari Kuncoro dalam pidatonya hari ini menyampaikan, total lulusan dari jenjang program pendidikan Vokasi hingga Doktor berjumlah 9.074 orang. Mereka terdiri atas 619 lulusan program diploma, 4.730 lulusan program sarjana, 511 lulusan profesi, 385 lulusan spesialis 1, 2.532 lulusan magister, 86 lulusan spesialis 2, dan 211 lulusan doktor.
Tahun ini, banyak pencapaian yang berhasil diraih sivitas akademika Universitas Indonesia, di level nasional maupun global. Di antaranya, Universitas Indonesia terus berkomitmen menjadi institusi pendidikan tinggi yang inovatif, mandiri, inklusif, bermartabat, serta unggul di level Asia Tenggara dan terpandang di dunia.
"Hasil kerja keras itu dibuktikan lewat apresiasi dari QS World University Ranking. Tahun ini, UI menempati peringkat 206 di dunia, meningkat pesat dari tahun lalu yang berada di peringkat 237. UI juga mampu bertahan di posisi 1 di Indonesia versi THE Asia University Rankings 2024," ujarnya, di Depok, Sabtu, 24 Agustus 2024.
Selain itu, UI mendapat penghargaan Top Government Public Relations (GPR) Award 2024 untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Terbaik dalam hal Pengelolaan Digital Komunikasi Publik. “Prestasi lain yang kita capai adalah dua penghargaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), yakni Terbaik 2 Nilai Kinerja Anggaran (NKA) dan Terbaik 3 Penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2023 untuk Kategori Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum (PTN-BH),” kata Ari.
Ari mengatakan, UI memiliki sumber daya manusia yang mendedikasikan karya dan kompetensinya untuk bangsa dan negara. Sebagian di antara mereka menjadi wisudawan terbaik dari jenjang sarjana hingga doktor yang diwisuda hari ini.
Mereka yang berasal dari rumpun sains dan teknologi (saintek), di antaranya Denny Setiawan, Gusaimas Matahachiro Hanggoro Himawan Akbar, Tubagus Naufal Dzaki, Agastya Nugraha Putra, Edy Wijanarko, Daffa Dewa Saputra, Eileen Onggaria, Firman Santya Budi, Hairiza, Karla Karmala, Al Ansori, Daniel Sanjaya Sombe, Himawan Kunto Dewoto Aji, Nita Anggreani, Marlita Elisa, Armelia Ramandha, Jeremy Filbert Baskoro, Bramasta Putra Redyantanu, Taufik Aditiyawarman, dan Achmad Nandang Roziafanto dari Fakultas Teknik (FT).
Selanjutnya, dari Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) terdiri atas Jesaya Christian Ido Raja Situmeang, Faiz Ainur Razi, Zeveliano Zidane Barack, Muhamad Yasin Yunus Bin Imam Cholil, Muhammad Ridwan, dan Rezky Munazat.
Wisudawan Terbaik
Sementara wisudawan terbaik dari rumpun ilmu kesehatan, yaitu Stefanny Cong; Harvika Millenia Latief; Yoana Priska; Suripto; Vincent Chrisnata; Raja Al Fath Widya Iswara; Jessica Fiolin; Manggiasih Dwiayu Larasati; Nining Handayani dari Fakultas Kedokteran (FK). Sedangkan, dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), yaitu Casey Areta Padmasari; Hania Azzahra Dewanto; Roben Suhadi Pasaribu; Johan Adiyasa; Nadhia Anindhita Harsas; Iffi Aprillia; dan Tri Putriany Agustin. Lalu, dari Fakultas Ilmu Keperawatan terdiri atas Tasya Fakhirah, Lily Pangestuti, Nurhalimah, Atie Umnia Najikh, dan Rita Hadi Widyastuti.Adapun dari rumpun ilmu sosial dan humaniora, antara lain Stephanie Lidya Nashirah Suprapto; Anandhika Maheswara; Anwar Basil Arifin; dan Virna Emily Tobing dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Lalu, Justin Gabriel Wibisono, Amanda Vania Damayanti, Putu George Matthew Simbolon, dan Ahmad Porwo Edi Atmaja dari Fakultas Hukum (FH). Kemudian dari sekolah pascasarjana, yaitu Graciella Stevani Gulo dan Tri Ligayanti dari Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL); Dedek Ervina, Sabrina Nur Raudha, dan Arista Sony dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG).
Di tengah rangkaian acara dilakukan penyerahan secara simbolik Program Penghimpunan Dana Abadi Universitas Indonesia. Dana ini merupakan kontribusi dari wisudawan selaku alumni baru kepada UI senilai Rp 2.850.500.000.
Dana tersebut diperoleh melalui penyisihan biaya wisuda yang dibayarkan setiap wisudawan. Dana ini akan dipergunakan untuk usaha memajukan almamater UI termasuk pemberian beasiswa.
Dalam prosesi wisuda hari ini, tampak hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd., selaku orang tua dari Zuvar Faza Halim, wisudawan dari FKUI.
“Saya selalu sampaikan kepada anak saya bahwa tugas dokter itu berat dan 90%-nya adalah pengabdian. Oleh karena itu, niatkan semuanya untuk pengabdian yang terbaik. Dokter masih sangat dibutuhkan di Indonesia, maka demi meningkatkan sumber daya manusia kita di masa yang akan dating, curahkan segala daya dan tenagamu untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Halim.
Ia berpesan kepada wisudawan lainnya bahwa, latar belakang dan pengetahuan apapun yang dimiliki, maka seikhlas dan semaksimal mungkinlah untuk melakukan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara,
Pada penutup pidatonya, Rektor UI berpesan, "Jadilah kebanggaan bagi UI, karena sumbangsih keilmuan Anda di luar sana, menjadi model bagi mahasiswa selanjutnya, dan duta-duta terbaik UI berkat karya inovasi yang mampu menjawab permasalahan orang banyak,' pungkasnya.
| Baca juga: Saksi Bisu Wisuda, 'Dian Sastro dan Ibunda' Mejeng di Selasar UI |
(CEU)
Membagi Waktu Antara Belajar dan Mengajar, Novita Raih IPK Sempurna di S2 Unesa
Novita berhasil menorehkan prestasi sebagai wisudawan dengan raihan IPK sempurna 4.0. [502] url asal
#unesa #wisuda #adi-wisudawan #novita-aprilia #ipk #ipk-4-00
(MedCom) 12/07/24 14:37
v/10531415/
Jakarta: Novita Aprilia, lulusan S-2 Pendidikan Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) meraih penghargaan Adi Wisudawan saat wisuda. Penghargaan ini diberikan, karena Novita berhasil menorehkan prestasi sebagai wisudawan dengan raihan IPK sempurna 4.0.Jalan yang ditempuh perempuan asal Tuban ini dalam meraih penghargaan tersebut tidaklah mudah. Bagaimana tidak, selama semester 1 dan 2, ia harus pandai-pandai membagi waktu antara kuliah dan mengajar.
Maklum saja, Novita saat itu juga menjadi guru Akuntansi di SMK Adhikawacana, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Namun ia meyakini, kerja keras dan tekad kuat dapat mengantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan.
“Saya sangat bersyukur dan bahagia atas pencapaian ini. Saya ingin membanggakan orang tua saya dan membuktikan bahwa perempuan dari daerah kecil juga mampu meraih prestasi yang gemilang,” kata Novita dilansir dari laman Unesa, Jumat, 12 Juli 2024..
Usahanya dalam membagi waktu antara belajar dan mengajar ini menurutnya adalah salah satu hal menantang dalam perjalanan studinya. Terutama ketika harus menjalani kuliah daring dan luring.
Novita sering kali harus meminta bantuan rekan guru untuk menggantikan jadwal mengajarnya saat ada perkuliahan luring. Memasuki semester tiga, Novita memutuskan untuk fokus sepenuhnya pada studi dan resign dari pekerjaannya sebagai guru.
Keputusan ini diambil agar ia bisa mencurahkan segala perhatiannya pada tugas akhir atau tesisnya. Dalam tesisnya yang berjudul “Pengaruh Literasi Keuangan, Penggunaan Media Sosial, dan Hasil Belajar Mata Kuliah Kewirausahaan terhadap Perilaku Berwirausaha dengan Variabel Moderasi Self Efficacy” Novita menunjukkan, penggunaan media sosial memberikan dampak besar bagi pelaku wirausaha, terutama dalam memahami literasi keuangan.
Selain fokus pada akademik, Novita juga mengasah keterampilan public speaking-nya melalui berbagai tugas presentasi. “Mau tidak mau, saya harus terus meng-upgrade kemampuan penyampaian presentasi,” jelasnya.
Setelah menyandang gelar adi wisudawan, Novita berbagi rencana ke depan. Ia bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang S-3 setelah bekerja selama setahun.
“Saya berencana untuk mendapatkan beasiswa S-3 dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri, seperti Universitas Negeri Malang (UM) atau tetap di UNESA,” ujarnya.
Novita juga mempertimbangkan melanjutkan studi S-3 di Malaysia, karena model kurikulum pendidikan di sana dianggap cukup baik dan tidak terlalu berbeda dengan Indonesia.
Cita-cita Novita untuk menjadi dosen sudah terbentuk sejak SMA. Pengalamannya mengajar di kelas semakin memperkuat impian tersebut. “Waktu saya mengajar anak-anak di kelas, rasanya enak. Dari situ keinginan saya menjadi dosen semakin membara,” tutupnya.
Novita juga memberikan motivasi kepada adik-adik kelasnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Zaman sekarang, kalau sudah lulus S1, mungkin bisa dilanjutkan ke S2," katanya.
Karena masih banyak beasiswa seperti BPI LPDP, UNESA juga mengadakan beasiswa tersendiri, yaitu Fresh Graduate. "Karena di S1 itu juga susah kan sekarang mencari pekerjaan. Bisa dilanjutkan dengan S2 dan hanya 2 tahun saja,” ujarnya.
Kisah Novita Aprilia merupakan contoh nyata bahwa dengan tekad dan semangat yang kuat, mimpi besar dapat diraih. Prestasi gemilang yang diraihnya memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar impian dan terus berjuang meraih prestasi yang gemilang.
| Baca juga: Clash of Champion, Xaviera Dapat Beasiswa di Korea Sejak SMA Kini Kuliah di KAIST |
(CEU)