Percepat Transisi Energi untuk Antisipasi Kenaikan Polusi Udara

Percepat Transisi Energi untuk Antisipasi Kenaikan Polusi Udara

Percepatan transisi energi sudah mendesak untuk dilakukan agar bisa mengantisipasi dampak dari polusi udara, - Halaman all

(InvestorID) 07/07/24 22:55 10007046

JAKARTA,investor.id - Polusi udara yang meningkat di kota-kota besar di Indonesia dan membahayakan kesehatan merupakan bukti nyata pentingnya menghadapi dampak perubahan iklim.  Oleh karena itu, pemerintah harus fokus pada upaya mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT).

"Saat ini bauran energi terbarukan di Indonesia baru mencapai 13 persen. Padahal Indonesia kaya dengan sumber-sumber energi terbarukan. Saya terus berupaya membangun kerja kolektif agar percepatan transisi energi bisa dilakukan dengan dasar hukum yang kuat. Itulah kenapa RUU EBT terus kami upayakan agar segera disahkan,"  ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (7/7/2024).

Menurut dia, selain penguatan komitmen membangun sumber energi geothermal, tenaga surya dan angin, Indonesia juga perlu meningkatkan produksi biomassa, tanaman tebu, sorgum dan tentunya kelapa sawit untuk kebutuhan bioetanol, biodiesel dan bioavtur. Implementasi program B35 saja dapat menghemat impor diesel sekitar 9,84 juta kiloliter  per tahun atau setara dengan penghematan devisa sekitar US$ 5,54 miliar per tahun.

“Apalagi jika penggunaan bioetanol juga dimanfaatkan secara massif untuk Pertalite, niscaya impor BBM akan menurun drastis dan kita menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan," terang Eddy.

Secara khusus, Eddy juga menyampaikan prioritas kebijakan energi Prabowo-Gibran adalah melanjutkan kebijakan Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia Raja Ekonomi Hijau dunia.  "Mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan adalah bagian dari upaya mewujudkan visi-misi Prabowo-Gibran menjadi Raja Ekonomi Hijau Dunia dengan memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan di Indonesia," kata Eddy.

Presiden Jokowi telah memberikan perhatian pada ancaman dampak perubahan iklim. Khususnya yang berkaitan dengan ancaman kelaparan 500 juta orang secara global dan turunnya produktivitas pertanian. Eddy menuturkan bahwa perhatian Presiden Jokowi terhadap ancaman perubahan iklim itu sebaiknya menjadi kesadaran bersama stakeholder dan para pengambil kebijakan dari pusat sampai daerah.

"Tentu harapannya dengan atensi khusus Presiden Jokowi ini kita semua punya kesadaran yang sama terhadap dampak perubahan iklim, khususnya para pengambil kebijakan dari pusat sampai daerah," pungkas Eddy.

Editor: Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@ymail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #transisi-energi #polusi-udara #eddy-soeparno #wakil-ketua-komisi-vii-dpr-eddy-soeparno #komisi-vii-dpr #energi-baru-terbarukan #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/366331/percepat-transisi-energi-untuk-antisipasi-kenaikan-polusi-udara