Jokowi Tugaskan BPDPKS "Replanting" serta Revitalisasi Kakao dan Kelapa
Jokowi menugaskan BPDPKS agar tak hanya fokus pada kelapa sawit, tetapi juga merevitalisasi kakao dan kelapa. Halaman all
(Kompas.com) 10/07/24 18:30 10327902
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menugaskan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk melakukan penanaman kembali (replanting) dan mengembangkan industri berbasis kakao dan kelapa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, benihnya akan disediakan oleh perguruan tinggi atau balai penelitian yang dibiayai oleh BPDPKS sehingga tugas BPDPKS tak hanya fokus pada kelapa sawit, tetapi juga merevitalisasi kakao dan kelapa.
"Tadi arahan Bapak Presiden perlu dikelola memberikan tugas tambahan kepada BPDPKS juga untuk bertanggungjawab untuk me-replanting dan juga mengembangkan industri berbasis kakao dan kelapa," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).
Airlangga menuturkan, penanaman kembali atau replanting ini diperlukan karena luas lahan kakao di dalam negeri berkurang.
Situasi itu diperparah dengan turunnya produksi yang menyebabkan kebutuhan kakao lebih banyak dipenuhi dari impor.
"Kebutuhan kakao sekarang lokalnya hanya 45 persen dan impornya 55 persen. Nah, oleh karena itu penting untuk replanting kakao untuk agar luasan kakao meningkat dan produksinya bisa dikembalikan mungkin double ke 400.000 ton," ucap Airlangga.
Lebih lanjut ia menjelaskan, produksi kakao di dalam negeri saat ini mencapai 180. 000 ton, sementara kelapa sekitar 2,8 juta ton.
Sementara itu, nilai ekspor kakao mencapai 1,3 miliar dollar AS dan kelapa 1,2 miliar dollar AS. Adapun luas lahan kakao mencapai 1,3 juta hektar, dan kelapa seluas 3,3 juta hektar.
"Tentu akan ada fasilitasi untuk penambahan perluasan ataupun membantu perkebunan rakyat yang direvitalisasi," kata dia.
#joko-widodo #kakao #kelapa #bpdpks #badan-pengelola-dana-perkebunan-kelapa-sawit-bpdpks #airlangga-hartarto