Saham Empat Raksasa Properti Bangkit dari Tidur, Harganya Kebangetan Murah

Saham Empat Raksasa Properti Bangkit dari Tidur, Harganya Kebangetan Murah

Saham empat raksasa properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) bangkit dari tidur pada perdagangan hari ini. Salah satunya CTRA. - Halaman all

(InvestorID) 12/07/24 16:42 10564528

JAKARTA, Investor.id – Saham raja-raja properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) bangkit dari tidur pada perdagangan hari ini, ditopang mulai kondusifnya kondisi makro ekonomi dan lonjakan kinerja keuangan. Analis menilai, valuasi saham raja properti saat ini masih murah.

Berdasarkan data RTI, saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 3,25% menjadi Rp 1.270, lalu PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) 4,04% ke level Rp 1.630, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) 5% ke level Rp 420, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) 1,71% ke level Rp 595, hari ini.

Verdhana menilai, saham sektor properti seakan terlupakan dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, saham sektor ini sempat menjadi primadona.

Broker ini mencatat, valuasi saham empat raksasa properti, CTRA, BSDE, SMRA, dan PWON, dinilai masih murah, lantaran diperdagangkan dengan PER 9,3 kali, -1 kali standar deviasi (SD). Padahal, kinerja keuangan mereka sangat solid, bahkan bisa mencetak rekor tertinggi, baik dari pendapatan, laba bersih, hingga marketing sales.

Sementara itu, forward PBV empat saham itu hanya 0,7 kali, -1,5 SD, dengan ROE 8%. Valuasi mayoritas empat saham itu menunjukkan level terendah sejak 2013.

Hal itu terungkap dalam catatan Verdhana setelah bertandang ke empat pengembang kakap tersebut. Memang, Verdhana menilai, pertumbuhan kinerja empat raksasa itu mungkin kurang menarik dibandingkan emiten berkapitalisasi pasar kecil.

Rekomendasi Saham

”Tetapi, derating valuasi di tengah lonjakan kinerja keuangan, berkurangnya pembobotan, dan dukungan makro ekonomi diharapkan bisa mendorong investor untuk melirik lagi saham properti,” tulis Verdhana, dikutip Jumat (12/7/2024).

Di sisi lain, berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, marketing sales CTRA mencapai Rp 6 triliun semester I-2023, naik 68% dibandingkan periode sama tahun lalu. Ini sejalan dengan proyeksi perseroan dan BRI Danareksa Sekuritas lantaran sudah mencapai 55% dan 53% dari total sepanjang tahun masing-masing Rp 11 triliun dan Rp 11,5 triliun.

Broker ini mempertahankan rekomendasi buy CTRA dengan target harga Rp 1.700, merefleksikan diskon 52% terhadap RNAV. CTRA adalah saham pilihan broker ini di sektor properti BEI.

”Kami percaya CTRA memiliki keunggulan kompetitif, seperti cadangan lahan besar, portofolio yang didominasi residensial. Ini ditopang oleh perbaikan kondisi makro ekonomi yang diprediksi berlanjut pada paruh kedua 2024,” tulis broker itu.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ctra #bsde #pwon #smra #saham-murah #saham-properti #rekomendasi-saham #verdhana #bri-danareksa-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/366831/saham-empat-raksasa-properti-bangkit-dari-tidur-harganya-kebangetan-murah