Soal Isu "Markup" Impor Beras Bulog, Ini Respons Perusahaan Asal Vietnam Halaman all
Perusahaan asal Vietnam, Tan Long Group merespons soal keterlibatannya dalam dugaan mark up impor beras Perum Bulog. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 12/07/24 16:06 10566234
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan asal Vietnam, Tan Long Group merespons soal keterlibatannya dalam dugaan mark up impor beras Perum Bulog.
Ketua Tan Long Group, Truong Sy Ba mengatakan, pihaknya tidak terlibat sama sekali dalam impor beras yang dilakukan oleh Perum Bulog pada tahun 2023 yang lalu.
Dia juga memastikan sejak 2023 sampai saat ini, perusahaannya tidak memenangkan tender apapun dengan Perum Bulog.
iStockphoto/Oat_Phawat Ilustrasi beras.“Sepanjang sejarah pembukaan penawaran beras Bulog, dan sejak tahun 2023 hingga sekarang kami hanya menang satu batch beras sebanyak 30.000 ton dikirimkan melalui Posco (Korea), dan tidak secara langsung memenangkan kiriman Bulog," ujarnya dikutip dari CAFEF, Jumat (12/7/2024).
Lebih lanjut dia memaparkan, berdasarkan data yang dimilikinya, pada penawaran Mei, ada anggota usahanya Loc Troi yang memenangkan tender 100.000 ton beras.
Namun, Tan Long menawarkan harga yang lebih tinggi yaitu 15 dollar AS per ton.
Penawaran oleh Tan Long ini disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang pada saat itu tengah berkunjung ke Vietnam. Namun, lantaran penawaran harga Tan Long lebih tinggi, maka pemerintah Indonesia tidak diambil.