Ramai-ramai Bantah Isu "Reshuffle" Jelang Akhir Pemerintahan Jokowi
Jokowi dan sejumlah menteri membantah soal isu reshuffle atau perombakan kabinet di masa 3 bulan jelang akhir pemerintahan saat ini Halaman all
(Kompas.com) 02/08/24 07:34 12973638
JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan santer soal isu reshuffle atau perombakan kabinet. Bahkan, kabar burung tersebut menyebut bahwa Menteri Investasi Bahlil Lahadalia akan menjadi Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) menggantikan Arifin Tasrif.
Sementara itu, posisi Bahlil sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan digantikan oleh Rosan P Roeslani.
Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga sejumlah pembantunya di Kabinet Indonesia Maju kompak membantah isu reshuffle tersebut.
Di temui dalam kesempatan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 1 Juli 2024, Jokowi justru bertanya balik siapa yang menghembuskan isu tersebut.
"Katanya siapa?” tanya Jokowi saat itu.
Jokowi bahkan mengulang pertanyaan yang sama hingga tiga kali. Dia pun mengaku tidak ingin menjawab informasi yang baru berupa isu itu.
"Katanya siapa? Katanya siapa? Ya isu memang enggak usah saya jawab, enggak saya jawab," ujarnya.
Namun, menurut Jokowi, perombakan kabinet bisa saja dilakukan apabila dibutuhkan.
"Ya bisa saja kalau diperlukan, kalau diperlukan," kata Jokowi.
Pratikno tidak tahu
Ditemui secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membantah kabar soal reshuffle tersebut.
"Enggak (tidak ada). Reshuffle enggak ada, enggak ada sampai sekarang, tidak ada rencana itu sama sekali," ujar Pratikno di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis.
Namun, dia menjelaskan bahwa reshuffle dilakukan atas keputusan Presiden Jokowi.
"Ya siapa yang tahu. Kalau reshuffle itu, kan satu, kan bisa saja keputusan Bapak Presiden. Yang kedua keppres-nya yang mengetikkan di sini (Kemensetneg) kemudian pelantikannya yang ngurus juga sini (Kemensetneg)," kata Pratikno.
"Ya kementerian Sekretariat Negara. Wong saya saja enggak tahu kan. Enggak ada artinya," ujarnya lagi.
Budi Arie ajak tunggu keputusan presiden
Sebelumnya, bantahan mengenai adanya reshuffle juga datang dari Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. Dia mengungkapkan, Presiden Jokowi belum berencana melakukan reshuffle dalam waktu dekat.
"Enggak ada. Ya paling enggak dalam waktu beberapa minggu ke depan, beberapa bulan ke depan enggak ada (reshuffle)," kata Budi Arie di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta pada 31 Juli 2024.
Kendati demikian, dia mengatakan, reshuffle bisa saja dilakukan bila ada keperluan khusus pemerintah.
Lebih lanjut, Budi Arie mengingatkan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden.
"Ya sudah kita juga sama sebenarnya, tunggu saja itu kan hak prerogatif presiden, kalian bikin heboh. Kita tunggu saja, itu kan hak prerogatif pak presiden," ujarnya.
Sibuk urus persiapan sidang kabinet di IKN
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, para menteri saat ini masih sibuk menyiapkan sidang kabinet pertama di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim).
Dia menyebut bahwa tugasnya di kementerian masih menumpuk saat ini. Oleh karenanya, Sandi mengaku belum menerima kabar terbaru terkait isu reshuffle.
"Kita lagi nyiapin sidang kabinet pertama di IKN. Jadi saya sendiri belum sempat untuk update mengenai ini, karena tugas-tugas juga numpuk di Kemenparekraf," ujar Sandiaga di iNews Tower, Jakarta pada 31 Juli 2024.
Bahkan, Sandiaga menyebut, dirinya baru mendengar dari pemberitaan media mengenai isu reshuffle.
"Baru dengar dari media, baru dengar dari media. Tapi tentunya ini juga prerogatif Bapak Presiden Jokowi," katanya.
Sebagaimana diketahui, pemerintahan Jokowi-Ma\'ruf Amin akan berakhir bersamaan dengan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024.
#reshuffle #pratikno #sandiaga #jokowi #jokowi-reshuffle-kabinet #jokowi-reshuffle #budi-arie