Golkar Dukung Dedi Mulyadi pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil OTW Jakarta?

Golkar Dukung Dedi Mulyadi pada Pilkada Jabar, Ridwan Kamil OTW Jakarta?

Golkar dukung Dedi Mulyadi maju Pilkada Jabar. Akankah Ridwan Kamil maju Pilkada Jakarta atau justru berpasangan dengan Dedi Mulyadi? Halaman all

(Kompas.com) 04/08/24 07:48 13213429

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, partainya mendukung kader Partai Gerindra Dedi Mulyadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2024.

Dukungan itu disampaikan Airlangga saat berbicara tentang pertemuan dengan Dedi Mulyadi dan elite Partai Gerindra bersama pengurus Partai Golkar lainnya.

"Kita sudah perkembangan tadi pertemuan di Jawa Barat antara Partai Golkar, DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar, dan juga DPD Gerindra. Kemudian ada juga pertemuan antara calon gubernur Jawa Barat, saudara Dedi Mulyadi dengan pengurus Golkar juga antara lain Wakil Ketua (DPRD Jabar) Pak Ade Ginanjar, jadi pembicaraan sudah sampai sana," kata Airlangga ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Agustus 2024.

Kemudian, dia memberikan isyarat bahwa Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil kemungkinan bakal maju di Jakarta. Meskipun, tidak secara gamblang dikatakan bahwa Ridwan Kamil batal maju sebagai petahana di Jabar.

"Ya kan sudah jelas kalau Jawa Barat begitu, berarti Jakarta siapa. Masih nanya? apalagi Jakartanya KIM Plus,” ujarnya melanjutkan.

Ditemui terpisah di momen yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk F Paulus mengatakan, peluang Ridwan Kamil maju pada Pilkada Jakarta muncul lagi, setelah partainya mengusung mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi pada Pilkada Jabar 2024.

"Ya itu yang kita, Pak Dedi di sana (Jawa Barat) berarti otw (on the way) RK (ke Jakarta) jadi benar. Mungkin baliho dipasang lagi kali ya, gimana setuju enggak?" kata Lodewijk.

Meski begitu, dia mengatakan, hal ini belum menjadi keputusan resmi Partai Golkar. Menurut Lodewijk, keputusan resmi tentang Pilkada Jakarta dan Jabar akan disampaikan sebelum waktu pembukaan pendaftaran calon kepala daerah pada 27 Agustus 2024.

"Tanggal 27 Agustus sudah pengumuman, ya berarti sudah pasti (RK di Jakarta). Berarti sebelum tanggal 27," ujar Wakil Ketua DPR RI ini.

Juli keputusan

Sebelumnya, Ridwan Kamil dalam beberapa kesempatan mengatakan, keputusan mengenai penugasannya bakal mulai mengerucut dan diputuskan pada bulan Juli 2024.

"Putusan ini lebih relevan bulan Juli, karena sudah mengerucut. Sehingga saya pun nanti pengumumannya bukan Ridwan Kamil ke mana? Tapi Ridwan Kamil dengan siapa, ke mana,” katanya ketika ditemui di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada 31 Mei 2024.

"Bulan Juli, Juli itu masih ketua umum pada diskusi,” ujar Ridwan Kamil saat ditanya kepastian maju di Pilkada Jakarta 2024 pada awal Juni, dikutip dari tayangan Kompas TV pada 7 Juni 2024.

Namun, sepertinya cukup alot perdebatan dalam tubuh Golkar dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) karena hingga awal Agustus 2024, belum ada keputusan resmi terkait penugasan Ridwan Kamil.

Pria yang karib disapa Kang Emil tersebut sebelumnya memang mendapatkan dua penugasan dari Golkar, yakni untuk Pilkada Jabar dan Pilkada Jakarta.

Nama Ridwan Kamil memang menjadi kandidat terkuat yang dimiliki KIM untuk diusung sebagai calon gubernur (cagub) di Jakarta. Apalagi, jika lawannya nanti adalah Anies Baswedan.

Berdasarkan sejumlah hasil survei, elektabilitas Anies sebagai petahana pada Pilkada Jakarta memang yang tertinggi. Lalu, disusul oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sedangkan Ridwan Kamil di posisi ketiga.

Namun, sejumlah hasil survei juga memperlihatkan bahwa elektabilitas Ridwan Kamil sangat moncer di Jawa Barat. Hal itulah yang sepertinya membuat Partai Golkar berat melepas Kang Emil maju pada Pilkada Jakarta.

Sejumlah pengamat politik juga mengamini bahwa Ridwan Kamil bakal menang jika maju pada Pilkada Jabar, bermodalkan hasil survei tersebut.

Jusuf Hamka-Kaesang

Oleh karenanya, Partai Golkar nampaknya terus berusaha mengulur waktu dan mencari opsi lain untuk menggantikan Ridwan Kamil di Jakarta.

Pada awal Juli 2024, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily sempat mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan survei tahap kedua untuk Pilkada Jabar.

"Survei tahap kedua ini salah satunya adalah untuk melihat pemetaan kondisi figur-figur yang telah secara terbuka menyatakan maju sebagai bupati, wali kota maupun calon gubernur di Jawa Barat," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antaranews pada 4 Juli 2024.

Menurut dia, survei dilakukan agar Golkar dapat mengetahui kemungkinan pasangan calon yang terpotret di dalam survei tersebut. Termasuk, tokoh eksternal partai.

"Dengan demikian, maka pada saatnya kami akan menentukan kebijakan tentang siapa yang akan dicalonkan oleh Partai Golkar, kami sudah memiliki gambaran yang utuh terkait dengan peta calon tersebut,” ujar Ace.

Selain itu, dia menyebut bahwa survei kedua dilakukan untuk melihat kembali konsistensi tren elektabilitas mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Termasuk Ridwan Kamil akan dipasangkan dengan siapa. Dari hasil komunikasi politik kami dengan berbagai pihak di Jawa Barat, dan juga tentu di DPP tingkat pusat, ini juga akan dideteksi melalui hasil survei tersebut,” kata Ace.

Kemudian, Golkar juga memunculkan nama Jusuf Hamka yang akhirnya berusaha dijodohkan dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep untuk maju pada Pilkada Jakara.

Bahkan, Golkar memberikan dua instruksi kepada Jusuf Hamka terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024, yakni sebagai calon wakil gubernur (cawagub) dan cagub.

Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus mengatakan, instruksi sebagi cagub dibuat setelah pihaknya bertemu dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.

Lodewijk menceritakan bahwa Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto awalnya mendorong Jusuf Hamka sebagai cawagub jika Kaesang mau maju menjadi cagub di Jakarta.

"Tapi, setelah pertemuan tersebut, faktanya berkembang, Jusuf Hamka atau Babah Alun mendapat surat instruksi sebagai gubernur maupun sebagai bakal cagub dan bakal cawagub Daerah Khusus Jakarta," kata Lodewijk di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat pada 18 Juli 2024, dikutip dari Antaranews.

Lodewijk lantas menyebut bahwa masih ada waktu satu bulan bagi Golkar hingga pembukaan pendaftaran calon kepala daerah, guna menentukan penugasan terhadap Jusuf Hamka.

Menurut dia, Golkar masih menunggu hasil survei elektabilitas Jusuf Hamka jika dicanangkan sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilkada Jakarta.

Jika hasil survei dianggap baik, maka Golkar akan memberikan Surat Keputusan (SK) kepada Jusuf Hamka sebagai pertanda secara resmi dicalonkan sebagai calon gubernur Jakarta.

#ridwan-kamil #dedi-mulyadi #pilkada-jawa-barat #golkar #pilkada-2024 #pilkada-jabar-2024 #pilkada-jakarta-2024

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/04/07480671/golkar-dukung-dedi-mulyadi-pada-pilkada-jabar-ridwan-kamil-otw-jakarta