Saat Koalisi Prabowo Bantah Kotak Kosong di Pilkada Jakarta tapi

Saat Koalisi Prabowo Bantah Kotak Kosong di Pilkada Jakarta tapi "Tarik" PKS dan PKB dari Anies

KIM membantah sengaja merancang kotak kosong jadi lawan bagi Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, namun berupaya menarik dukungan parpol terhadap Anies. Halaman all

(Kompas.com) 09/08/24 09:08 13891470

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) ramai-ramai membantah sengaja merancang kotak kosong untuk menjadi lawan bagi Ridwan Kamil di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Para pendukung Prabowo Subianto tersebut mengatakan, tidak ada desain khusus untuk menjegal seseorang dengan menciptakan kotak kosong di Jakarta.

Kecurigaan kotak kosong ini muncul ketika KIM hendak menarik partai rival untuk bergabung dengan mereka di Jakarta, sehingga nama koalisi berubah menjadi KIM "Plus".

Partai-partai yang diajak, yakni Nasdem, PKB, dan PKS sejatinya telah menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan.

Akan tetapi, ketiga partai itu kompak memberi sinyal meninggalkan Anies setelah diajak bergabung KIM.

Bahkan, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden terpilih Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), di mana keduanya membahas mengenai Pilkada Jakarta.

"Macam-macam lah nanti kita kasih tahu," ujar Cak Imin saat ditemui di depan rumah Prabowo, Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2024) malam.

"Ini membahas negara ini, bukan pilkada saja," sambungnya.

Usai pertemuan Prabowo-Cak Imin itu, Gerindra mengungkapkan PKB dan PKS segera merapat ke KIM "Plus".

Di sisi lain, PDI-P pun telah memberi sinyal bisa saja mereka tidak mengusung kader sendiri di Pilkada Jakarta.

Alasannya, PDI-P bersikap realistis dan obyektif, sehingga mereka tidak memaksakan kader internal yang maju.

"Ya dalam perspektif ideal, tugas partai adalah untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin dari internal partai. Tetapi kami juga harus bersikap obyektif realistik. Maka kami lihat peta politik di setiap daerah," kata Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.

Dengan ditariknya partai-partai pendukung Anies ke KIM ini, wajarkah publik curiga kotak kosong sedang diciptakan di Jakarta?

Golkar ngaku tak ada niat bikin kotak kosong

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membantah adanya skema KIM Plus untuk menciptakan situasi kotak kosong dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.

Doli menegaskan bahwa Golkar tidak memiliki niat untuk menciptakan kotak kosong atau menghalangi lawan-lawan tertentu.

“Jadi tidak ada niat sedikit pun kami mau ada pretensi mau buat kotak kosong, apalagi menjegal lawan-lawan tertentu. Kami hanya mengurusi diri kami saja. Mengurusi partai kami, kami punya calon namanya Ridwan Kamil, kami membutuhkan dukungan partai politik lain untuk mengusung Ridwan Kamil ini,” ujar Doli, Kamis (8/8/2024).

Doli mengakui Golkar telah mengirimkan proposal kepada partai-partai di luar KIM untuk mendukung Ridwan Kamil di Jakarta.

“Kami juga menawarkan proposal soal Ridwan Kamil ini bukan hanya ke KIM, tapi juga ke partai-partai lain yang memang memungkinkan untuk mereka ikut bisa bersama mengusung Ridwan Kamil,” kata Doli.

“Nah, sejauh ini alhamdulillah responsnya juga positif dari partai-partai politik itu, tinggal sekarang kami dalam proses pematangan lah, kira-kira gitu. Mungkin perlu ada satu lagi step di level pimpinan tertinggi antar-partai politik kami masing-masing untuk menuntaskan dan memfinalkan sepakat bulat mendukung RK dan siapa yang akan menjadi pasangannya,” ujar dia.

Kaesang sebut ciptakan kotak kosong sangat sulit

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep menilai, kemungkinan munculnya kotak kosong untuk melawan Ridwan Kamil pada Pilkada DKI Jakarta 2024 akan sangat sulit.

Kaesang mengatakan, saat ini belum ada calon yang pasti maju, sehingga belum bisa diprediksi berapa poros yang akan bertarung di Jakarta. Lagipula, dia menambahkan, masih ada calon independen yang akan mendaftar di Jakarta.

"Saya belum bisa menanggapi itu (peluang Ridwan Kamil lawan kotak kosong). Kenapa? Soalnya ini belum terjadi semua," ujar Kaesang di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2024).

"Makanya kita lihat ke depannya akan seperti apa, dan ada beberapa calon independen yang mendaftar juga. Jadi saya rasa kotak kosong di Jakarta itu akan sangat susah," sambungnya.

Kaesang meminta publik untuk menunggu sosok yang akan menjadi lawan Ridwan Kamil di Jakarta.

Dia menyebutkan, masih ada dinamika yang bisa terjadi hingga pendaftaran Pilkada 2024 pada 27 Agustus.

"Ya kita lihat, apakah itu nanti melawan independen ataukah melawan incumbent Bapak Anies Baswedan. Sudah gitu saja," imbuh Kaesang.

PAN klaim lawan kotak kosong tidak gampang

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan, melawan kotak kosong dalam sebuah kontestasi pilkada bukanlah hal yang mudah.

Menurut dia, pernah ada calon kepala daerah yang kalah ketika melawan kotak kosong di pilkada.

"Jangan lupa loh, yang namanya melawan kotak kosong itu juga enggak gampang. Ada kejadian di mana kotak kosong itu bisa menang pilkada," ujar Eddy saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).

Terkait skenario KIM "Plus" menjegal Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, Eddy membantah kecurigaan tersebut.

Dia mengeklaim dua pasangan calon bisa tercipta di Pilkada Jakarta 2024.

"Saya masih coba memahami bagaimana cara menjegalnya gitu ya, tetapi yang namanya kita berpolitik kan kita berpolitik ingin guyub ya, ingin guyub, ingin maju. Demokrasi juga harus tetap hidup. Jadi peluang bagi terciptanya dua pasangan calon untuk berlaga, baik di Jakarta maupun di Jawa Barat, ya saya kira itu tetap terbuka, terbuka luas ya," tutur dia.

#kotak-kosong #koalisi-indonesia-maju #pilkada-jakarta-2024 #kim-plus #kotak-kosong-pilkada-jakarta #skenario-kotak-kosong #kotak-kosong-pilkada

https://nasional.kompas.com/read/2024/08/09/09084621/saat-koalisi-prabowo-bantah-kotak-kosong-di-pilkada-jakarta-tapi-tarik-pks