Soal Potensi Kotak Kosong di Pilkada Jakarta, Warga: Para Elite hanya Pikirkan Kekuasaan

Soal Potensi Kotak Kosong di Pilkada Jakarta, Warga: Para Elite hanya Pikirkan Kekuasaan

Warga mengaku bingung apabila dihadapkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta yang hanya diikuti satu pasangan calon (paslon). Halaman all

(Kompas.com) 09/08/24 17:40 13938979

JAKARTA, KOMPAS.com - Karyawan swasta asal Lubang Buaya, Bachtiarudin Alam (28), mengaku bingung apabila dihadapkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta yang hanya diikuti satu pasangan calon (paslon).

“Saya juga bingung sebagai masyarakat. Karena para elite hanya pikirkan kekuasaan semata,” kata Bachtiarudin kepada Kompas.com, Jumat (9/8/2024).

Meski demikian, Bachtiarudin menyadari potensi melawan kotak kosong adalah realita politik buntut manuver Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang hendak "memborong partai" dengan KIM Plus.

“Ketika tidak ada ada oposisi, maka semua partai hanya ingin mengekor kepada kekuasaan. Yang jadi korban adalah rakyat, karena disajikan hasil politik pragmatis demi kepentingan para elite parpol,” ujar Bachtiarudin.

Pengemudi ojek online (ojol) bernama Herman (60) berpendapat, potensi Pilkada Jakarta satu paslon melawan kotak kosong sangat tidak baik untuk keberlangsungan demokrasi.

Pasalnya, masyarakat tidak bisa memilih mengingat hanya satu paslon saja yang maju dalam kontestasi politik mendatang.

“Pilkada Jakarta yang berpotensi melawan kotak kosong, ya enggak baik sih buat demokrasi. Soalnya, masyarakat enggak bisa memilih,” kata Herman.

“Kalau lebih banyak pasangan, lebih bagus demokrasinya, lebih kelihatan. Masyarakat bisa memilih,” ujar Herman melanjutkan.

Herman justru mengungkit pengangkatan kepala daerah di masa lalu yang ditunjuk langsung oleh presiden.

“Kalau satu doang, itu bukan demokrasi. Lebih baik ditunjuk saja langsung sama presiden kayak dulu, bukan masyarakat yang pilih,” celoteh dia.

Senada dengan Herman, sopir angkot di Pasar Minggu, Hasan Basri (55), berkeberatan apabila Pilkada Jakarta hanya diikuti satu paslon saja.

Alasannya Hasan juga sama dengan yang diutarakan Herman, yakni soal demokrasi.

“Saya tidak setuju, soalnya percuma negara kita demokrasi kalau cuma satu paslon. Apa gunanya kita hidup di zaman demokrasi kalau hanya satu paslon?” ujar Hasan.

Diberitakan sebelumnya, Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang kini telah sepakat mengusung Ridwan Kamil, diprediksi bakal melawan kotak kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta 2024.

KIM Plus merupakan koalisi partai politik yang beranggotakan anggota KIM ditambah partai politik di luar anggota KIM.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut hal itu mungkin saja terjadi apabila Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung dengan KIM Plus.

"Saya kira publik menganggap tiga partai di luar KIM dan PDI-P sangat mungkin berkoalisi dengan kubu KIM. Jika itu terjadi maka bisa dipastikan Pilkada Jakarta akan melawan kotak kosong," kata Adi dalam Obrolan Newsroom di Youtube Kompas.com, Selasa (6/8/2024).

Adi menilai bahwa sikap ketiga partai politik tersebut belakangan ini mulai berubah, terutama terkait dengan arah dukungan terhadap Anies Baswedan.

Nasdem, misalnya. Pernyataan Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni yang mengatakan bahwa partainya belum tentu memberikan rekomendasi kepada Anies menjadi indikasi terjadinya perubahan sikap politik.

Perubahan yang sama juga terjadi di tubuh PKB yang sejak awal telah pasang badan mendukung Anies.

Namun, sikap tersebut belakangan ini berubah setelah PKS mengajukan sosok Sohibul Iman untuk menjadi calon pendamping Anies.

"PKB sekalipun paling awal menyatakan dukungan ke Anies, itu kan belakangan tidak terlalu ngotot, bahkan tidak happy ketika ada proposal politik dari PKS tentang duet Anies dan Sohibul Iman," ujar Adi.

Sedangkan, Adi menambahkan, perubahan sikap juga terjadi pada PKS yang baru-baru ini memberikan batas waktu kepada Anies untuk bisa menjaring partai politik.

Menurutnya, adanya permintaan batas waktu tersebut menunjukkan adanya perubahan dari sikap PKS terhadap Anies.

#ridwan-kamil #kotak-kosong-pilkada-adalah #anies #kotak-kosong-pilkada-jakarta #skenario-kotak-kosong #kotak-kosong-pilkada #pilkada-jakarta

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/08/09/17405491/soal-potensi-kotak-kosong-di-pilkada-jakarta-warga-para-elite-hanya