Otomotif Hadapi Jalan Terjal, Saham Astra (ASII) Masih Kuat Nanjak?
Sektor otomotif tengah menyusuri jalan terjal. Lantas, bagaimana daya dorong saham Astra (ASII)? ASII masih kuat nanjak? - Halaman all
(InvestorID) 08/09/24 08:00 14925789
JAKARTA, investor.id – Dua perusahaan otomotif, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), membukukan pendapatan yang lemah pada semester I-2024. Pendapatan Dharma Polimetal turun 6,7% yoy dan Astra terkikis 1,5% yoy.
Pelemahan itu sejalan dengan tren di sektor otomotif Indonesia. Penjualan sepeda motor di pasar domestik turun 1% yoy. Penjualan mobil secara grosir juga tergerus 19,4% yoy pada semester I-2024.
“Di sisi laba bersih, perusahaan otomotif dalam cakupan kami tersebut mencatat penurunan sebesar 6,7% yoy pada semester I-2024,” tulis Equity Research Associate Samuel Sekuritas, Belva Monica Wahyudi dalam risetnya.
Secara industri, dia memproyeksikan penjualan otomotif tetap relatif lambat pada sisa waktu tahun ini. Hal itu disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, inflasi yang terus berlanjut. Kedua, potensi perubahan strategi pemotongan suku bunga dari proaktif menjadi reaktif, yang bisa memperpanjang suku bunga tinggi.
Selain itu, kebijakan pemerintah mewajibkan asuransi kendaraan pihak ketiga (third party liability/TPL) dapat semakin melemahkan permintaan produk otomotif di pasar domestik,” jelas Belva.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Dengan berbagai faktor tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan peringkat netral untuk sektor otomotif dan lebih memilih Astra (ASII) sebagai pilihan utama. “Kami yakin aliran pendapatan ASII yang terdiversifikasi dapat membantu meredam sebagian dampak permintaan otomotif yang lemah,” sebut Belva.
Lebih jauh lagi, pangsa pasar ASII yang dominan di pasar otomotif Indonesia bakal mendukung profitabilitas. Risiko utamanya jika daya beli lebih rendah dari ekspektasi dan suku bunga tinggi terus berlanjut.
Sementara itu, penjualan mobil secara grosir pada Juli 2024 naik 1,7% mom, tapi turun 7,9% yoy. Alhasil, total penjualan selama Januari-Juli 2024 turun 17,5% yoy menjadi 482.172 unit.
“Pada Juli 2024, Astra (ASII) menjual 43.767 unit atau turun 0,32% mom. Pangsa pasar sebesar 59%, turun dari 60% pada tahun lalu,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam risetnya.
Menurut dia, Toyota dan Daihatsu – merek mobil yang dijual ASII – masih memimpin pangsa pasar. Penjualan Toyota dan Lexus naik 6% menjadi 27.310 unit. Sedangkan Daihatsu, Isuzu, dan UD Trucks mengalami penurunan.
Sedangkan penjualan sepeda motor di pasar domestik naik 17,16% menjadi 598.844 unit dan ekspor naik 18,8% menjadi 51.012 unit. Skuter mendominasi dengan kontribusi sebesar 90,26% terhadap penjualan domestik. Secara kumulatif, penjualan motor di pasar domestik selama Januari-Juli 2024 meningkat 2,15% menjadi 3.769.838 unit, sedangkan ekspor turun 9,57% menjadi 291.330 unit.
Mirae mempertahankan peringkat overweight untuk sektor otomotif. Mirae memperkirakan penjualan pada semester II-2024 akan lebih kuat karena event GIIAS dan faktor musiman.
Sebelumnya, dalam riset soal ASII, Mirae mempertahankan rekomendasi buy saham ASII. Target harga saham ASII ditetapkan sebesar Rp 6.050.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #asii #astra #saham-otomotif #drma #dharma-polimetal #penjualan-mobil #penjualan-motor #samuel-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/372764/otomotif-hadapi-jalan-terjal-saham-astra-asii-masih-kuat-nanjak