Muhadjir Sebut Muhammadiyah Tak Mau Grusa-grusu Kelola Tambang
Muhadjir Effendy menyatakan, Muhammadiyah tidak mau terburu-buru mengambil keputusan soal pengelolaan tambang. Halaman all
(Kompas.com) 11/09/24 14:27 14959752
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Pengelola Tambang MuhammadiyahMuhadjir Effendy menyatakan, Muhammadiyah tidak mau terburu-buru mengambil keputusan soal pengelolaan tambang.
Muhadjir mengatakan, perencanaan mesti disiapkan dengan matang karena mengelola tambang adalah pengalaman baru bagi Muhammadiyah.
“Cuma memang tambang ini pengalaman pertama karena itu kita harus penuh kehati-hatian, tidak boleh grusa-grusu, tidak boleh kesusu dan dalam membahasnya tidak boleh kemrungsung,” kata Muhadjir di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/9/2024).
Muhadjir menuturkan, sejauh ini Muhammadiyah tengah membentuk dua perusahaan yang akan mengelola konsesi tambang dari pemerintah.
“Tahap sekarang ini kita baru menyusun institusinya, lembaganya. Ada dua company yang kita bentuk, yang pertama strategic company-nya, yang di situ sebagai holding kemudian operating company jadi yang nanti akan mengoperasikan,” kata dia.
Namun, Muhammadiyah belum mengajukan lokasi tambang yang hendak dikelola ke pemerintah.
Muhadjir mengatakan, Muhammadiyah akan mengikuti keputusan pemerintah soal konsesi tambang yang diberikan sambil mempertimbangkan kemampuan dan kelayakan.
“Kalau nanti kita mampu dan itu layak ya kita akan terus, kalau tidak ya kita harus mengaku jujur, ya Muhammadiyah tidak sanggup ya kita akan menyampaikan tidak sanggup,” kata dia.
Diketahui, pemerintah telah menawarkan pengelolaan tambang pada berbagai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan.
Sejauh ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah sepakat untuk mengambil tawaran itu.
Saat ini, izin usaha pertambangan (IUP) dari PBNU sudah keluar dan tengah berupaya mengelola tambang batu bara seluas 26.000 hektar di Kalimantan Timur (Kaltim).
#muhammadiyah #muhadjir-effendy #izin-tambang #pengelolaan-tambang