[POPULER NASIONAL] Tugas Baru Retno Marsudi di PBB | Dinamika Penyusunan Kabinet Prabowo
Berita populer Nasional 15 September 2024, Tugas Baru Retno Marsudi di PBB; Dinamika dalam penyusunan kabinet Prabowo-Gibran Halaman all
(Kompas.com) 16/09/24 05:15 15083151
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengisyaratkan tidak akan lagi terlibat dalam pemerintahan setelah 10 tahun tergabung dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sinyal tersebut disampaikan Retno saat menjelaskan banyaknya pekerjaan yang harus dilanjutkan oleh sosok penggantinya di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Kan pekerjaan terus ada, enggak mungkin semua selesai sekarang kan enggak mungkin. Jadi pasti banyak, dan siapa pun yang akan mengganti saya kira pasti akan duduk (bersama terlebih dahulu)," kata Retno di Gedung DPR RI, Kamis (12/9/2024).
Retno juga memastikan akan menyampaikan tugas-tugas yang dianggap perlu segera diselesaikan oleh Menlu berikutnya.
"Jadi kita akan duduk dan saya akan sampaikan pending-pending yang akan segera atau perlu diberikan perhatian," ujarnya.
1. Tugas Baru Reno Marsudi di PBB, Usai Purnatugas sebagai Menlu…
Retno Marsudi rupanya ditunjuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Utusan Khusus untuk isu air dunia.
Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres melalui laman resmi PBB, un.org pada Jumat (13/9/2024).
Penunjukan Retno bertujuan menggalang kemitraan dan upaya bersama untuk memajukan agenda air global, termasuk tindak lanjut dari hasil Konferensi Air PBB 2023.
Retno akan mulai bekerja sebagai Utusan Khusus untuk Air pada 1 November 2024, setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Menlu RI.
Bakal melepas jabatannya sebagai Menlu, Retno tetap menitipkan pesan agar kemerdekaan Palestina tetap terus didukung.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
2. Dinamika Kabinet Besar Prabowo, Simulasi Jumlah Menteri hingga Disusun Paling Lambat H-5
Berita populer selanjutnya datang dari pemeritahan berikutnya yang bakal dipimpin oleh Prabowo Subianto-Gibran Rakabumig Raka.
Jelang pelantikan keduanya sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024, pembicaraan mulai mengarah kepada susunan kabinet atau jumlah menteri.
Di saat sejumlah politikus dari beberapa partai pendukung mengungkapkan kabar mengenai potensi jumlah menteri bahkan sudah mengetahui siapa saja yang bakal menjadi menteri, Gerindra justru mengatakan, belum keputusan final mengenai jumlah menteri.
Sebut saja, politikus Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang menyebut bahwa dirinya mendengar jumlah menteri bakal bertambah dari 34 ke 44.
Kemudian, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang menyampaikan bahwa jumlah kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran kemungkinan lebih dari 34.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, nama-nama kader Golkar yang akan menduduki posisi orang nomor satu di kementerian itu saat ini sudah diketahui oleh Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia.
"Ya justru makanya saya juga bingung gitu loh kita aja yang di dalam belum tahu. Yang beredar di luar kayak tadi ada yang ngomong 44 menteri, kami juga bingung,” ujar Ketua Harian Partai Gerindra Dasco kepada wartawan di Gedung DPR RI pada 12 September 2024.
Dasco mengungkapkan, pihaknya hingga kini masih melakukan simulasi soal jumlah kementerian, maupun nomenklatur yang akan digunakan ketika suatu pos kementerian dilebur atau dipisahkan.
Dia juga mengatakan, sampai saat ini para ketua umum partai politik (parpol) Koalisi Indonesia Maju (KIM) belum mengadakan pertemuan untuk membahas susunan menteri.
Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.
#pbb #prabowo #menteri-prabowo #prabowo-gibran #pemerintahan-prabowo-gibran #kabinet-prabowo #jumlah-menteri-prabowo #retno-marsudi