Arah Pasar Otomotif dan Saham Astra (ASII)

Arah Pasar Otomotif dan Saham Astra (ASII)

Penjualan mobil pada Agustus turun, lantas bagaimana arah ke depan? Simak juga rekomendasi saham Astra (ASII), termasuk target harga ASII. - Halaman all

(InvestorID) 22/09/24 14:00 15395345

JAKARTA, investor.id – Penjualan mobil secara grosir pada Agustus 2024 naik 2,8% mom menjadi 76.304 unit, namun turun 14,2% yoy. Penjualan kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2024 mencapai 560.619 unit, turun 17,1% yoy. Lantas, bagaimana dengan PT Astra International Tbk (ASII) dan prospek sahamnya?

Astra menjual sebanyak 42.195 unit atau turun 3,7% mom. Pangsa pasar emiten berkode saham ASII tersebut turun menjadi 55%. Toyota dan Lexus memimpin penjualan. Adapun penjualan sepanjang Januari-Agustus 2024 turun 18,8% yoy menjadi 317.774 unit.

“Merek non Astra (ASII) mencatatkan kinerja yang lebih baik pada Agustus dengan mencapai 34.109 unit atau naik 12,2% mom, yang didorong oleh kuatnya penjualan dari Honda dan Mitsubishi,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam risetnya.

Sementara itu, penjualan mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia mencetak rekor sebanyak 5.290 unit atau melonjak 23,9% mom, yang dipimpin oleh BYD. Penjualan BEV kumulatif mencapai 23.200 unit.

Sedangkan penjualan mobil listrik hybrid (hybrid electric vehicle/HEV) melejit 23,1% mom menjadi 6.099 unit, dengan Innova Zenix Hybrid memimpin. Secara kumulatif, penjualan HEV mencapai 35.816 unit.

Secara global, penjualan BEV dan HEV naik 20% pada Agustus 2024, yang didorong oleh rekor penjualan di China, sementara pasar Eropa terus menyusut.

Penjualan kendaraan listrik di China diproyeksikan tumbuh sepertiga menjadi 10,5 juta unit pada 2024, sedangkan di Eropa tetap datar. “Permintaan menurun karena konsumen menunggu model yang lebih terjangkau atau bahkan mempertimbangkan HEV sebagai pilihan yang lebih baik,” jelas Christopher.

Di sisi lain, penjualan sepeda motor di Indonesia turun 4,1% pada Agustus menjadi 573.886 unit. Penjualan kumulatif mencapai 4,34 juta unit, dimana ekspor naik menjadi 56.715 unit. “Target tahun ini yang sebesar 6,5 juta unit masih bisa dicapai,” sebut dia.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Dengan berbagai faktor yang ada, Mirae mempertahankan peringkat overweight untuk sektor otomotif. Mirae memperkirakan hasil pada kuartal III-2024 bakal melampaui kuartal II-2024. Namun, itu masih jauh dari ekspektasi karena penjualan pada Juli dan Agustus 2024 lebih lemah dari perkiraan, meskipun masih tumbuh secara bulanan.

“Kami masih yakin target kami tahun ini yang sebanyak 852.000 unit masih dapat dicapai,” ungkap Christopher.

Mirae menetapkan saham Astra (ASII) sebagai pilihan teratas di sektor otomotif. Target harga saham ASII dipatok sebesar Rp 6.050.

Target harga saham ASII tersebut setara dengan PE 7,6 kali, masih sedikit lebih rendah dari PE standar deviasi (SD) -1 rata-rata 5 tahun yang sebesar 7,65 kali. Target harga ASII juga mempertimbangkan target penjualan mobil 2024 versi Mirae yang konservatif sebanyak 852.000 unit.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #asii #astra #saham-asii #penjualan-mobil #penjualan-sepeda-motor #pasar-otomotif #rekomendasi-saham #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/374206/arah-pasar-otomotif-dan-saham-astra-asii