Tiga Lini Bisnis Ini Bakal Menopang Kinerja Asuransi Umum

Tiga Lini Bisnis Ini Bakal Menopang Kinerja Asuransi Umum

Lini usaha asuransi properti dan asuransi kredit jadi andalan. - Halaman all

(InvestorID) 30/09/24 22:38 15783288

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan tiga lini bisnis yang akan jadi penopang kinerja pendapatan premi asuransi umum hingga akhir 2024 ini. Tiga lini yang dimaksud adalah asuransi properti, asuransi kredit, dan asuransi kendaraan bermotor.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menerangkan, pendapatan premi asuransi umum hingga akhir 2024 ini dibidik masih tumbuh 10-15%. Untuk itu, tiga lini usaha masih akan diandalkan para pelaku usaha untuk mencapai target tersebut.

Ia mengatakan bahwa asuransi properti masih menjadi pendorong utama hingga akhir tahun ini. Hal ini berkaca pada hasil semester I-2024 yang meningkat 32,8% year on year (yoy) menjadi Rp 16,66 triliun. Premi dari lini bisnis asuransi properti akan didukung dari sektor properti komersial atau rumah dengan nilai di atas Rp 5 miliar.

Oleh karena itu, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DPT) untuk perumahan yang akan berlaku sampai akhir tahun ini tak banyak berpengaruh. Tapi pihaknya yakin properti komersial masih akan mendongkrak premi asuransi.

“Kalau kami melihat belum secara utuh ya, karena ini kan ekosistem, ya ada plus dan minusnya,” kata Budi di Jakarta, pada Senin (30/9/2024).

Di sisi lain, Budi menuturkan bahwa sektor infrastruktur akan tumbuh pada pemerintahan baru yang dimulai pada Oktober 2024. Ini jadi dukungan untuk asuransi kredit masih akan tumbuh tinggi pada akhir 2024, melanjutkan pertumbuhan premi 26,0% (yoy) menjadi Rp 10,58 triliun sampai paruh tahun ini.

Salah satu yang indikator pendukung adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan resharing risiko kredit antara bank dan perusahaan asuransi. “Teman-teman (asuransi) juga mulai melihat ini, melirik lagi. Tinggal pihak perbankannya bagaimana, bisa diterima enggak, lalu pembatasan biaya akuisisi itu kan jadi poin juga (pertumbuhan),” kata Budi.

Adapun untuk lini asuransi kendaraan dinilai masih belum cukup menopang. Sebagai gambaran, premi asuransi kendaraan bermotor tumbuh tipis 2,0% (yoy) menjadi Rp 10,03 triliun pada semester I-2024. Penyebabnya adalah penurunan penjualan kendaraan pada tahun ini.

Budi menerangkan, pada gelaran pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) saja, Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sangat tinggi, tetapi ketika masuk evaluasi, tak sedikit SPK yang tak lolos analisis kredit. “Jadi banyak yang di-blacklist, jadi saya rasa masih tinggi properti,” demikian urai Ketua AAUI.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #asuransi-umum #asuransi-properti #asuransi-kredit #asuransi-kendaraan #aaui #target-premi-asuransi-umum #premi-asuransi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/375121/tiga-lini-bisnis-ini-bakal-menopang-kinerja-asuransi-umum