Banjir Impor, Industri Baja Dikhawatirkan Senasib dengan Tekstil
Pemerintah perlu melindungi industri baja agar tidak bernasib seperti industri tekstil yang hancur digempur impor. - Halaman all
(InvestorID) 07/10/24 21:23 16125334
JAKARTA, Investor.id - Saat ini, banjir baja impor asal China membayangi industri baja dalam negeri. Pemerintah perlu melakukan perlindungan industri baja dalam negeri agar tidak bernasib seperti industri tekstil, yang hancur karena serbuan produk impor.
“Jangan sampai industri baja kita pada akhirnya bernasib seperti industri tekstil, di mana memang sangat sulit untuk berproduksi, karena terkena gempuran impor yang cukup besar,” kata Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi di The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Senin (7/10/2024).
Andry mengatakan, menurunnya industri baja China di dalam negeri membuka peluang negara tersebut untuk memperluas ekspor ke berbagai negara, termasuk Indonesia dengan harga sangat murah (dumping). Sebab, pasar baja Indonesia sangat potensial.
Karena itulah, menurut Andry, perlindungan pemerintah terhadap baja dalam negeri sangat dibutuhkan. Kalau tidak, industri baja di negeri ini bisa gulung tikar akibat gempuran baja impor.
Andry mengungkapkan, negara-negara lain pun sudah mengambil langkah-langkah protektif untuk melindungi industri baja dalam negeri. Contohnya, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada yang telah menerapkan bea masuk antidumping (BMAD) dan tarif tinggi terhadap produk baja China.
”Banyak sekali instrumen-instrumen trade remedies yang diberikan di berbagai negara, sedangkan Indonesia masih sangat sedikit perlindungannya,” kata dia.
Andry berharap pemerintah Indonesia perlu melakukan hal yang sama. Bentuknya bisa penerapan BMAD dan sertifikasi.
Andry mengingatkan, jika banjir baja impor dibiarkan, industri baja dalam negeri bisa gulung tikar sekaligus memicu ancaman PHK massal. Lebih dari itu, sektor usaha lain juga akan terimbas, seperti para distributor. Begitu juga industri lain yang terkait.
”Efek dominonya besar, akan banyak industri yang berkaitan dengan terdampak,” jelas dia.
Andry mengatakan, perlindungan pemerintah terhadap industri baja, juga akan berdampak positif pada iklim investasi. Jika industri bisa tumbuh, diharapkan pertumbuhan ekonomi ke depan juga bisa tumbuh.
”Dengan perlindungan pasar di dalam negeri, utilisasi produksi bisa meningkat. Ini bisa memberikan gairah kepada investor untuk masuk. Investor akan merasa bahwa selain pasar dalam negeri cukup besar, dari sisi kompetisi cukup baik. Jadi itu yang kita harapkan di pemerintahan yang baru,” jelas dia.
Industri baja Tanah Air memang berharap perlindungan dari pemerintah. Salah satunya PT Gunung Raja Paksi (GRP). Presiden Direktur GRP Fedaus menegaskan, industri baja merupakan tulang punggung pembangunan.
”Karena itu, seharusnya Pemerintah benar-benar serius melindungi dengan beberapa penerapan trade remidies,” kata Fedaus.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #industri-baja #banjir-impor #perlindungan-pemerintah #industri-tekstil #bmad #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/375859/banjir-impor-industri-baja-dikhawatirkan-senasib-dengan-tekstil