Singgung Data Positif Ekonomi, Prabowo: Apakah Kita Sadar Kemiskinan di Indonesia Masih Terlalu Besar
Prabowo menyinggung realita jumlah masyarakat miskin di Indonesia yang masih banyak, di balik angka-angka 'positif' ekonomi nasional. Halaman all
(Kompas.com) 20/10/24 13:43 16741876
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyinggung realita jumlah masyarakat miskin di Indonesia yang masih banyak, di balik angka-angka "positif" ekonomi nasional.
Hal ini ia sampaikan dalam pidato perdananya usai dilantik sebagai presiden RI periode 2024 - 2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024) hari ini.
"Kita terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat kita terlalu cepat gembira, terlalu cepat puas padahal kita belum melihat gambaran sepenuhnya," tutur dia.
SHUTTERSTOCK/TENDO Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung "kepuasan" yang kerap muncul ketika mendengar perkembangan ekonomi Indonesia yang semakin besar.
"Kita merasa bangga bahwa kita disebut ekonomi ke-16 terbesar di dunia, tapi apakah kita sungguh-sungguh paham dan melihat gambaran utuh dari keadaan kita," ujarnya.
Menurutnya, di balik data-data positif perekonomian Indonesia, masih terdapat realita yang menunjukan, masih banyak masyarakat Indonesia yang dikategorikan miskin dan tidak mendapatkan kehidupan yang layak.
"Apakah kita sadar bahwa kemiskinan di Indonesia masih terlalu besar," katanya.
"Apakah kita sadar bahwa rakyat kita dan anak-anak kita banyak yang kurang gizi banyak rakyat yang tidak dapat pekerjaan yang baik," sambungnya.
Oleh karenanya, Prabowo menekankan, dirinya dan para pejabat pemerintahan perlu berani menyadari kondisi nyata dari masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi permasalahan tersebut.
"Kita boleh bangga dengan prestasi kita, tapi marilah kita jangan tertegun jangan terlalu cepat puas dan gembira dengan menutup mata dan hati terhadap tantangan-tantangan dan penderitaan saudara-saudara kita," ucapnya.
SHUTTERSTOCK/NUMBER1411 Bank Dunia memproyeksikan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh setara atau bahkan di atas tingkat sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2024 dan 2025.Tercatat Indonesia memiliki nilai produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,48 triliun dollar AS.
Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 25,22 juta orang atau setara 9,03 persen total penduduk RI sampai dengan Maret 2024.
Adapun yang dimaksud orang miskin ialah masyarakat yang memiliki pengeluaran di bawah garis kemiskinan sebesar Rp 583.932 per kapita per bulan.
#perekonomian-indonesia #prabowo-subianto #masyarakat-miskin #orang-miskin #penduduk-miskin