Janji Erick Thohir Sikat Habis Mafia Pupuk
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan menindak tegas oknum yang menghambat distribusi pupuk, mendukung swasembada pangan dalam 4 tahun.
(detikFinance) 22/10/24 14:21 16834776
Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan akan menindak tegas terhadap oknum-oknum di lingkup BUMN yang bermain-main dengan program negara, salah satunya distribusi pupuk.
Erick mengatakan, dirinya akan memberantas oknum-oknum yang selama ini menghambat. Hal ini sejalan dengan target pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan dalam 4 tahun.
"Kita memastikan juga tidak ada lagi main-main dipupuk. Kita akan berantas yang namanya pihak-pihak yang selama ini menghambat!" kata Erick, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2024).
Adapun kunjungan Erick ke Kementan untuk bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Keduanya membahas tentang kolaborasi antara Kementan dan BUMN dalam rangka memperlancar birokrasi di lingkup pangan.
Erick sendiri hadir membawa sejumlah pimpinan BUMN pangan, antara lain Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Utama Perum BULOG Wahyu Suparyono, hingga Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) Mohammad Abdul Ghani.
Lebih lanjut ia pun mencontohkan bentuk dari kolaborasi ini. Misalnya melalui PTPN, akan dipastikan untuk alokasi lahan dalam rangka pemenuhan kebutuhan swasembada pangan.
Di samping itu, Erick juga meminta dukungan untuk holding BUMN pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD. Menurutnya, ID FOOD saat ini tengah dalam kondisi yang tidak sehat.
"Juga mohon dukungan yang ID Food, karena memang kondisinya tidak sehat," kata dia.
Sebagai tambahan informasi, ID FOOD ditetapkan dalam status gagal bayar utang atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Penetapan status ini berlandaskan pada putusan Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang telah ditetapkan pada 5 Agustus 2024 melalui surat No. 176/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN Niaga.Jkt Pst.
Sementara itu pada bulan Juli lalu, ID Food mengajukan permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 1,6 triliun. Suntikan modal itu diajukan untuk modal kerja pengadaan 10 komoditas pangan.
Direktur Utama ID Food Sis Apik Wijayanto juga mengungkap pengajuan PMN 2025 dilakukan karena utang perusahaan juga sudah cukup besar. Maka, untuk memenuhi pengadaan pangan nasional dibutuhkan tambahan pendanaan.
"Beban kerja yang cukup tinggi Rp 8,2 triliun. Terkait dari pada urgensi permohonan Rp 1,6 triliun ini kami pertama bahwa sebagai BUMN Holding pangan ID Food dibentuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional, dan ID Food juga berperan sebagai offtaker melalui jaringan kemitraan dengan petani, peternak, dan nelayan," ungkap dia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).
PMN ini juga diajukan untuk membiayai pelaksanaan program pemerintah yakni cadangan pangan pemerintah (CPP). Komoditas yang menjadi penugasan kepada ID Food di antaranya ada 10 jenis pangan, mulai dari daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, ikan kembung, cabai, dan daging kerbau.
(shc/kil)#mafia-pupuk #erick-thohir #bumn #swasembada-pangan #ketahanan-pangan #distribusi-pupuk #id-food #kementerian-pertanian #holding-perkebunan-nusantara #perum-bulog #andi-amran-sulaiman #cpp #rajawali-nusantara-indo
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7600850/janji-erick-thohir-sikat-habis-mafia-pupuk