DPR Yakin RI Bisa Lepas Dari Jebakan Kelas Menengah, Ini Caranya

DPR Yakin RI Bisa Lepas Dari Jebakan Kelas Menengah, Ini Caranya

DPR mengatakan cara untuk Indonesia lepas dari middle income trap adalah melalui program hilirisasi. - Halaman all

(InvestorID) 25/10/24 19:52 16982544

JAKARTA, investor.id – Ketua Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Patijaya yakin Indonesia bisa segera lepas dari fenomena jebakan kelas menengah (middle income trap). Langkah jitu yang diperlukan untuk mencapai aspirasi itu adalah dengan melanjutkan program hilirisasi.

Dia menerangkan, program hilirisasi yang dijalankan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), kini dilanjutkan oleh Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut dipercaya akan mendorong pertumbuhan ekonomi 8% untuk Indonesia bisa lepas dari belenggu middle income trap.

“Pada kabinet Prabowo, kesinambungan hilirisasi akan berlanjut dan kita berharap pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 8%. Ini penting bagi Indonesia agar dapat keluar dari middle-income trap,” ujar Bambang di sela-sela acara diskusi bertajuk \'Masa Depan Hilirisasi Nikel di Indonesia: Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat\' di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (25/10/2024).

Bambang mengatakan, dalam berbagai kesempatan, termasuk pada pidato perdana seusai dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober dan pada sidang perdana kabinet Merah Putih pada 23 Oktober, Prabowo selalu menekankan pentingnya kebijakan hilirisasi mineral di Indonesia. Termasuk di dalamnya ada hilirisasi nikel yang diyakini Prabowo bisa memberikan nilai tambah.

“Jadi, yang kita bahas di sini adalah bagaimana hilirisasi itu dapat memberikan nilai tambah kepada perekonomian secara keseluruhan. Kemudian juga tentunya meningkatkan penerimaan negara. Saat ini salah satu isu yang terpenting adalah bagaimana penerimaan negara itu dari sektor mineral ini meningkat (termasuk nikel),” tandas Bambang.

Kebijakan hilirisasi nikel menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan negara. Jika merujuk data Kemenko Maritim dan Investasi sebelumnya, nilai ekspor bijih nikel dan turunannya pada 2013 hanya mencapai US$ 5,4 miliar. Kemudian, melalui kebijakan hilirisasi, nilai ekspor turunan nikel tahun 2022 mencapai US$ 35,6 miliar atau meningkat 6,6 kali lipat lebih tinggi.

Bambang pun mendorong pemerintah Prabowo-Gibran kedepannya untuk menata secara komprehensif kebijakan hilirisasi nikel ini, mulai dari hulu hingga hilirnya. Termasuk, kata dia, peluang-peluang investasi dari hilirisasi tersebut sehingga bisa menciptakan multiplier effect.

Perlu Dukungan Regulasi

Selain itu, kata Bambang, pemerintah perlu mempercepat penyusunan regulasi-regulasi teknis lanjutan dari ketentuan yang ada. Dia mencontohkan, perlu adanya aturan turunan dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 69/K/MB/01/MEM/B/2024 menetapkan 22 komoditas sebagai mineral strategis di Indonesia. Mineral-mineral tersebut di antaranya nikel dan timah.

“Juga memberikan regulasi-regulasi yang menstimulus situasi. Kita lihat ini kan kadang-kadang ada regulasi yang mungkin harus kita cocokkan lagi atau mungkin yang harus di-follow up lebih lanjut. Misalkan setelah ditetapkan adanya Kepmen 69 tentang penetapan 22 mineral strategis, lalu next-nya apa? Kan harus ada lanjutan bukan hanya ditetapkan. Ini harus berlanjut pada kebijakan pemerintah yang lain. Ini yang akan kita kawal nantinya,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang mengaku optimistis kebijakan hilirisasi nikel di era Prabowo bisa memberikan nilai tambah luar biasa. Pasalnya, komposisi tim ekonomi kabinet Prabowo-Gibran cukup kuat dan mumpuni di bidangnya masing-masing. Apalagi, kata dia, ada beberapa kader partai Golkar termasuk Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menjadi menteri ESDM.

Selain itu, ada Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Terlebih lagi, lanjut Bambang, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia baru meraih gelar doktor dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) setelah mempertahankan disertasi bertajuk \'Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia\'. Menurut dia, disertasi Bahlil bakal berkontribusi besar untuk memastikan kebijakan hilirisasi berjalan baik dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi 8%.

“Ya (optimistis), Partai Golkar sejak awal merupakan salah satu penyokong utama dalam kabinet Bapak Prabowo. Dan tentunya hadirnya tokoh-tokoh penting dari Partai Golkar di dalam Kabinet, tentu ini akan mengakselerasikan ide-ide gagasan hilirisasi dan tentunya ini kita akan menggunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia sebesar-besarnya,” pungkas Bambang.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #middle-income-trap #jebakan-kelas-menengah #pertumbuhan-ekonomi-8-persen #program-hilirisasi #dpr #prabowo-subianto #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/macroeconomy/377984/dpr-yakin-ri-bisa-lepas-dari-jebakan-kelas-menengah-ini-caranya