Makin Lebar, Defisit APBN Capai Rp 309,2 Triliun Per Oktober 2024
Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Oktober 2024 mencapai Rp 309,2 triliun. Halaman all
(Kompas.com) 08/11/24 15:26 17779399
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Oktober 2024 mencapai Rp 309,2 triliun. Angka itu setara 1,37 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Realisasi defisit APBN tersebut semakin melebar dibandingkan bulan Agustus 2024 yang sebesar Rp 153,7 triliun atau setara dengan 0,68 persen terhadap PDB.
"Defisit sampai dengan akhir Oktober 2024 tercatat Rp 309,2 triliun atau 1,37 persen terhadap PDB," ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (8/10/2024).
PIXABAY/MOHAMAD TRILAKSONO Ilustrasi rupiah, uang rupiah.
"Defisit ini masih lebih kecil dibandingkan yang ada di dalam UU APBN," kata dia.
Bendahara Negara itu menyebut defisit terjadi dikarenakan tingginya belanja negara dibandingkan pendapatan negara.
Hingga akhir Oktober 2024, belanja negara mencapai Rp 2.556,7 triliun atau setara 76,9 persen dari pagu anggaran APBN 2024. Realiasi belanja tersebut tumbuh 14,1 persen dibandingkan periode sama di tahun lalu.
"Pertumbuhan belanja negara ini sangat tinggi sebenarnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan ini memberikan dampak perekonomian yang cukup baik," ucapnya.
Sementara itu, pendapatan negara tercatat mencapai Rp 2.247,5 triliun di Oktober 2024, atau setara 80,2 persen dari target APBN 2024. Ia bilang, realisasi ini naik 0,3 persen dibandingkan periode Oktober 2023.
"Sedangkan dari sisi keseimbangan primer, kita masih mengalami surplus sebesar Rp 97,1 triliun, dan ini berarti keseimbangan primer positif," ungkap Sri Mulyani.