#30 tag 24jam
Pengertian dan jenis-jenis saham
Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang kian banyak diminati karena menawarkan kesempatan untuk memiliki bagian dari kepemilikan atas suatu ... [727] url asal
#saham #jenis-saham #investasi
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129302/
Jakarta (ANTARA) - Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang kian banyak diminati karena menawarkan kesempatan untuk memiliki bagian dari kepemilikan atas suatu perusahaan dan ikut serta dalam keuntungan yang dihasilkan.
Lantas, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan saham?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Saham merupakan bagian; andil; sero (tentang permodalan) yang tertanam dalam berbagai perusahaan atau bisa juga dimaknai sebagai hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan.
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak pemegang saham memiliki klaim (hak) atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dilansir dari laman resmi Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perusahaan menerbitkan saham untuk memperoleh pendanaan, nah nantinya saham menjadi instrumen investasi untuk investor (orang yang melakukan investasi) berpotensi ikut serta mendapat kesempatan keuntungan yang dihasilkan atas suatu perusahaan tersebut.
Wujud saham berupa selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menyatakan bahwa pemilik nama yang tercantum di surat tersebut memiliki bagian kepemilikan dalam perusahaan sesuai dengan persentase atau jumlah investasi yang ditanamkan di perusahaan tersebut.
Dalam suatu saham memiliki komponen utama meliputi penerbit (issuer) perusahaan yang menerbitkan saham, dividen (dividend) bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham dan harga transaksi saham terakhir yang dilaporkan melalui Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat atau disebut dengan emiten. Saham dibeli dalam satuan yang disebut dengan lot, di mana satu lot saham sama dengan 100 lembar saham.
Saat membeli 1 lot saham, sudah memiliki 100 lembar saham. Jadi, membeli saham suatu perusahaan, maka sudah menjadi bagian dari salah satu pemilik perusahaan tersebut.
Nah, saham yang dimiliki oleh pemilik saham juga bisa dijual jika sewaktu-waktu membutuhkan dana atau ingin membeli saham yang lainnya.
Namun, perlu diperhatikan bahwa di pasar sekunder (bursa) atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Harga saham ditentukan oleh permintaan dan penawaran atas saham tersebut.
Terdapat faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran tersebut, meliputi yang sifatnya spesifik berhubungan saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri perusahaan) maupun yang sifatnya makro atau eksternal, seperti perkembangan tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar, dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik.
Jenis-jenis saham
1. Jenis saham berdasarkan klaimnya
Ada dua jenis saham berdasarkan klaimnya, yaitu saham biasa dan saham preferen. Saham ini terbagi berdasarkan prioritas pembagian keuntungan ke pemegang saham (dividen).
Saham Biasa atau Common Stock yakni mewakili kepemilikan di suatu perusahaan, saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang sudah go public. Pada saat perusahaan mendapatkan keuntungan maka pemilik saham ini akan menerima dividen.
Pemegang saham jenis ini memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jenis saham ini bisa diperjualbelikan apalagi jika investor merasa perusahaannya berisiko mengalami kerugian.
Sedangkan Saham Preferen atau Prefered Stock yakni saham yang memiliki hak tambahan dibandingkan saham biasa, berupa hak untuk memperoleh dividen preferen meskipun perusahaan tidak dalam kondisi bisa membagikan dividen. Jadi, pemegang sahamnya mendapatkan sebuah hak istimewa dan pasti pada pembayaran dividen.
2. Jenis saham dari segi kinerja perdagangan
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada lima jenis saham berdasarkan kriteria ini, antara lain:
- Blue Chip Stocks, jenis saham ini berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, merupakan leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen
- Income Stocks, jenis saham ini mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersendiri bagi investor
- Growth Stocks , yakni well-known saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi dan esser-Known jenis saham ini tetap memiliki ciri growth stock. Biasanya merupakan saham dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten
- Speculative Stocks, jenis saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa mendatang, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun
- Counter Cyclical Stocks, jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Emiten seperti ini biasanya bergerak dalam produk yang selalu dibutuhkan masyarakat seperti consumer goods dan rokok.
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Pengertian investasi beserta manfaat dan jenis-jenisnya
Investasi adalah suatu kegiatan di mana seseorang atau badan usaha menanamkan sejumlah dana atau aset dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. ... [517] url asal
#investasi #jenis-investasi #pengertian-investasi #finansial #ekonomi
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129301/
Jakarta (ANTARA) - Investasi adalah suatu kegiatan di mana seseorang atau badan usaha menanamkan sejumlah dana atau aset dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Dalam dunia keuangan, investasi dikenal sebagai salah satu langkah strategis untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang.
Investasi memiliki berbagai bentuk, seperti saham, obligasi, properti, emas, hingga investasi pada usaha atau bisnis.
Secara umum, investasi merupakan penempatan sejumlah modal atau dana dalam suatu aset dengan harapan aset tersebut akan meningkat nilainya di masa mendatang atau memberikan hasil berupa pendapatan pasif.
Investasi dapat dilakukan oleh perseorangan, perusahaan, atau pemerintah dengan tujuan memperoleh keuntungan finansial atau menciptakan pertumbuhan ekonomi kedepannya.
Dengan demikian, pemahaman yang baik mengenai investasi sangat penting agar seseorang dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan.
Jenis-jenis investasi
Sektor investasi sangat beragam jenisnya. Berikut ini beberapa di antaranya adalah:
- Saham: Membeli saham berarti seseorang memiliki bagian kepemilikan dalam sebuah perusahaan dan berhak mendapatkan dividen jika perusahaan tersebut meraih keuntungan.
- Obligasi: Merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan, di mana pemegang obligasi akan menerima bunga secara periodik dan pokok utang pada saat jatuh tempo.
- Properti: Investasi properti melibatkan pembelian real estate, seperti rumah, tanah, atau gedung, dengan harapan nilai aset tersebut meningkat atau bisa disewakan.
- Emas dan logam mulia: Emas sering dianggap sebagai aset yang aman, terutama di masa ketidakpastian ekonomi. Nilainya cenderung stabil dan terus meningkat dalam jangka panjang.
Manfaat investasi
Meningkatkan kekayaan
Investasi memungkinkan seseorang untuk menumbuhkan nilai aset yang dimiliki. Dengan menempatkan dana di instrumen yang tepat, nilai uang bisa bertambah seiring berjalannya waktu. Hal ini sangat berbeda dengan menyimpan uang di tabungan yang nilai pertumbuhannya lebih rendah karena tergerus inflasi.
Mengalahkan inflasi
Salah satu alasan utama seseorang melakukan investasi adalah untuk melindungi nilai uang dari dampak inflasi. Dengan berinvestasi, aset yang dimiliki dapat tumbuh dan mengimbangi, bahkan mengalahkan, laju inflasi.
Sumber pendapatan pasif
Investasi dapat menjadi sumber pendapatan pasif, di mana seseorang memperoleh keuntungan tanpa harus bekerja aktif. Misalnya, dividen dari saham, bunga dari obligasi, atau pendapatan sewa dari properti. Pendapatan pasif ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau diinvestasikan kembali.
Mencapai tujuan keuangan jangka panjang
Investasi membantu seseorang untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti mempersiapkan dana pensiun, biaya pendidikan anak, atau membeli rumah. Dengan perencanaan yang matang, investasi memungkinkan akumulasi modal secara bertahap sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Diversifikasi risiko
Dengan berinvestasi di berbagai jenis instrumen, seseorang dapat mengurangi risiko finansial. Diversifikasi adalah strategi yang digunakan untuk menyebar investasi ke beberapa sektor atau aset sehingga jika satu aset mengalami kerugian, aset lain dapat menutupi kerugian tersebut.
Membantu pertumbuhan ekonomi
Secara makro, investasi juga berperan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dana yang diinvestasikan ke perusahaan atau sektor tertentu membantu mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas ekonomi.
Investasi adalah salah satu langkah penting dalam mencapai stabilitas dan kesejahteraan finansial. Melalui investasi yang cermat, seseorang dapat mengelola kekayaannya dengan lebih baik, melindungi nilai aset dari inflasi, dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Manfaat investasi tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Namun, penting untuk memahami risiko yang ada dan membuat keputusan investasi berdasarkan pengetahuan yang memadai.
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Pengertian reksadana beserta jenis-jenisnya
Berbicara soal investasi, pasti Anda sudah sering mendengar soal reksadana. Salah satu wadah yang digunakan dalam berinvestasi ini berfungsi sebagai ... [506] url asal
#reksadana #investasi #jenis-reksadana #finansial #ekonomi
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129300/
Jakarta (ANTARA) - Berbicara soal investasi, pasti Anda sudah sering mendengar soal reksadana. Salah satu wadah yang digunakan dalam berinvestasi ini berfungsi sebagai penghimpun dana investor, di mana nantinya akan dikelola dan diinvestasikan oleh manajer investasi.
Reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang diperuntukkan tak hanya bagi investor senior tetapi juga untuk para pemula.
Apa itu Reksadana?
Reksadana adalah sekumpulan dana yang berasal dari para investor, kemudian dikelola oleh manajer investasi pada instrumen investasi lain seperti pasar saham, obligasi, dan lainnya.
Apabila sektor yang Anda investasikan mendapat keuntungan, dananya akan dibagi sesuai dengan jumlah reksadana yang Anda beli.
Setoran awal reksadana relatif terjangkau dibandingkan dengan aktivitas penanaman modal lainnya.
Terdapat manajer investasi yang siap memandu serta membantu para investor dalam melakukan aktivitas ini. Sehingga, tak perlu takut lagi apabila investasi Anda terbengkalai ataupun mengalami kerugian.
Jenis-jenis reksadana
Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik berbeda yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa jenis reksa dana yang tersedia:
1. Reksadana saham
Reksadana saham adalah instrumen yang menempatkan sebagian besar dana investor pada saham-saham yang dianggap paling menguntungkan oleh manajer investasi.
Jenis reksa dana ini direkomendasikan untuk tujuan investasi jangka panjang, dengan durasi minimal 5 tahun, karena fluktuasi pasar saham yang cenderung tinggi namun memberikan potensi keuntungan yang besar dalam jangka panjang.
2. Reksadana pendapatan tetap
Jika memilih reksadana pendapatan tetap, dana Anda akan dialokasikan ke instrumen-instrumen berbasis utang, seperti obligasi dan surat utang.
Jenis reksa dana ini cocok untuk tujuan investasi jangka menengah, yaitu sekitar 1 hingga 3 tahun. Potensi imbal hasilnya lebih stabil dibandingkan reksadana saham, namun tetap memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan instrumen jangka pendek.
3. Reksadana campuran
Sesuai namanya, reksadana campuran mengalokasikan dana ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, surat utang, dan deposito.
Pendekatan diversifikasi ini memungkinkan manajer investasi untuk menyeimbangkan risiko dan potensi keuntungan. Reksa dana campuran biasanya disarankan untuk investor yang memiliki jangka waktu investasi 3 hingga 5 tahun.
4. Reksadana pasar uang
Reksadana pasar uang berinvestasi secara penuh pada instrumen pasar uang di Indonesia. Karena sifatnya yang konservatif dan memiliki risiko rendah, reksa dana ini cocok untuk tujuan jangka pendek, biasanya dengan durasi investasi sekitar 1 tahun.
5. Reksadana syariah
Reksadana syariah mengikuti prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaannya, sehingga tidak melibatkan instrumen berbasis bunga yang diharamkan dalam Islam. Bagi investor Muslim yang ingin menghindari investasi yang tidak sesuai dengan hukum syariah, opsi ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
6. Reksadana penyertaan terbatas
Jenis reksadana ini mengumpulkan dana dari investor profesional dan menempatkannya di bursa efek Indonesia. Investasi ini biasanya lebih terarah dan terbatas pada kelompok tertentu, sehingga tidak ditujukan untuk investor umum.
7. Efek beragun aset
Efek Beragun Aset adalah jenis reksadana yang berisi portofolio aset keuangan. Aset-aset tersebut dapat beragam bentuknya, seperti infrastruktur, yang sering kali disebut sebagai Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA). Ini merupakan pilihan investasi yang berkaitan dengan proyek fisik yang menghasilkan aset nyata.
Sebagai salah satu instrumen investasi yang populer, reksadana menawarkan fleksibilitas bagi para investor, baik yang berpengalaman maupun pemula, untuk mengembangkan dananya dengan bantuan manajer investasi profesional.
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Pengertian dan manfaat sukuk atau obligasi syariah
Bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi namun khawatir tentang kesesuaian investasi dengan prinsip syariah, obligasi syariah bisa menjadi pilihan yang ... [344] url asal
#sukuk #obligasi-syariah #syariah-bond #investasi
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129299/
Jakarta (ANTARA) - Bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi namun khawatir tentang kesesuaian investasi dengan prinsip syariah, obligasi syariah bisa menjadi pilihan yang tepat.
Obligasi syariah, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sukuk, adalah instrumen investasi berbasis syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam.
Dilansir dari website Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dijelaskan bahwa sebagai salah satu Efek Syariah sukuk memiliki karakteristik yang berbeda dengan obligasi.
Sukuk bukan merupakan surat utang, melainkan adalah bukti kepemilikan bersama atas suatu aset atau proyek. Setiap sukuk yang diterbitkan harus mempunyai aset yang dijadikan dasar penerbitan (underlying asset).
Klaim kepemilikan pada sukuk didasarkan pada aset/proyek yang spesifik. Penggunaan dana sukuk harus digunakan untuk kegiatan usaha yang halal. Imbalan bagi pemegang sukuk dapat berupa imbalan, bagi hasil, atau marjin, sesuai dengan jenis akad yang digunakan dalam penerbitan sukuk.
Sukuk (Syariah bond) adalah produk investasi yang mengikuti aturan syariah Islam. Instrumen investasi ini memiliki perhitungan imbal hasilnya dengan menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal dua macam obligasi syariah, yaitu:
1. Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan perusahaan.
2. Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui atau diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan.
Manfaat obligasi syariah
- Obligasi syariah, atau sukuk, memberikan berbagai manfaat baik bagi individu maupun perusahaan sebagai berikut:
- Memiliki basis investor yang luas dan terdapat investor konvensional maupun investor dengan preferensi syariah.
- Menjadi penyedia pembiayaan infrastruktur.
- Merupakan investasi dengan basis syariah dalam pasar modal. Konsep investasi syariah adalah bebas bunga dan riba, serta tidak berfokus untuk mencari keuntungan melainkan kerjasama yang terjalin antar pihak dan saling merasakan kemanfaatan yang berguna.
- Dapat menjadi alternatif pembiayaan perusahaan. Tingginya minat masyarakat terhadap sukuk membuatnya menjadi opsi yang efektif untuk mendanai operasional atau proyek perusahaan.
- Seiring bertambahnya produk obligasi syariah, industri keuangan berbasis syariah juga semakin berkembang. Dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, instrumen seperti sukuk memiliki potensi besar untuk terus diminati.
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Cara investasi fixed income via bank: Deposito, obligasi, dan lainnya
Investasi menjadi salah satu pilihan utama bagi banyak orang untuk mencapai tujuan keuangan dalam jangka panjang. Berbagai jenis investasi tersedia sebagai ... [728] url asal
#investasi #bank #investasi-fixed-income #cara-investasi-fixed-income #cara-investasi-via-bank #finansial
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129298/
Jakarta (ANTARA) - Investasi menjadi salah satu pilihan utama bagi banyak orang untuk mencapai tujuan keuangan dalam jangka panjang. Berbagai jenis investasi tersedia sebagai opsi, salah satunya fixed income.
Fixed income atau pendapatan tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena menawarkan keamanan yang relatif lebih tinggi dan arus kas yang stabil. Salah satu cara populer untuk mengakses instrumen ini adalah melalui perbankan.
Artikel ini akan membahas bagaimana cara berinvestasi fixed income melalui bank dengan langkah-langkah yang jelas dan manfaat yang ditawarkan.
Apa Itu Investasi Fixed Income?
Fixedincome atau pendapatan tetap adalah jenis investasi di mana investor mendapatkan pendapatan yang tetap dalam bentuk bunga selama jangka waktu tertentu. Contoh instrumen fixed income adalah obligasi pemerintah, obligasi korporasi, deposito berjangka, dan sukuk.Keunggulan dari investasi ini adalah investor mengetahui berapa banyak yang akan mereka terima dalam bentuk bunga atau pendapatan hasil serta kapan pokok investasi mereka akan dikembalikan.
Jenis-Jenis instrumen fixed income yang tersedia di bank
- Deposito berjangka
Deposito berjangka adalah salah satu produk fixed income yang paling umum ditawarkan oleh bank. Dengan menempatkan sejumlah uang di deposito, nasabah akan menerima bunga tetap dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan. Setelah jangka waktu berakhir, nasabah dapat mencairkan deposito beserta bunga yang diperoleh. - Obligasi pemerintah
Banyak bank menawarkan layanan penjualan obligasi pemerintah kepada nasabah. Obligasi ini merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan memberikan bunga tetap (kupon) selama periode tertentu, biasanya 1-50 tahun.Jenis investasi ini dikeluarkan negara dan dibagi menjadi Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan surat utang negara. Perbedaan antara SPN dan surat utang negara adalah jatuh temponya, SPN memiliki jatuh tempo hingga 12 bulan sedangkan surat utang negara memiliki jatuh tempo lebih dari 12 bulan.
- Obligasi korporasi
Selain obligasi pemerintah, bank juga sering menjadi agen penjualan obligasi korporasi. Instrumen ini diterbitkan oleh perusahaan sebagai upaya untuk mengumpulkan dana, dan biasanya menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah, namun dengan risiko yang lebih besar. - Sukuk
Bagi investor yang mencari investasi syariah, sukuk merupakan pilihan yang tepat. Sukuk adalah surat berharga syariah yang mirip dengan obligasi, namun mengikuti prinsip-prinsip syariah dalam hal penggunaan dana dan pengembalian keuntungan.
Langkah-Langkah Berinvestasi Fixed Income Melalui Bank
- Pilih bank yang tepat
Langkah pertama dalam berinvestasi fixed income adalah memilih bank yang menawarkan produk-produk investasi tersebut. Banyak bank di Indonesia yang menyediakan layanan investasi jenis ini, baik dalam bentuk obligasi maupun deposito. Pastikan bank tersebut memiliki reputasi yang baik dan menawarkan berbagai pilihan instrumen. - Buka rekening investasi
Sebelum memulai investasi, Anda perlu membuka rekening investasi atau rekening efek di bank tersebut. Rekening ini diperlukan untuk membeli dan menampung instrumen fixed income yang Anda pilih. - Lakukan konsultasi keuangan
Banyak bank menyediakan layanan konsultasi keuangan untuk nasabah yang ingin berinvestasi. Konsultasi ini dapat membantu Anda memilih instrumen fixed income yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Bank akan menyediakan informasi tentang tingkat bunga, jangka waktu, risiko, dan potensi keuntungan dari setiap produk. - Pilih instrumen fixed income
Setelah berkonsultasi dan memahami berbagai pilihan yang ada, Anda dapat memilih instrumen fixed income yang sesuai dengan kebutuhan.Pertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat bunga, jangka waktu, dan likuiditas sebelum membuat keputusan.
- Pantau kinerja investasi
Setelah berinvestasi, penting untuk memantau kinerja investasi Anda secara berkala. Bank biasanya menyediakan laporan rutin tentang perkembangan investasi yang dapat membantu Anda mengawasi keuntungan dan mengambil keputusan yang diperlukan, seperti mencairkan investasi atau melakukan re-investasi.
Keuntungan berinvestasi fixed income melalui bank
- Keamanan dan kemudahan
Berinvestasi melalui bank biasanya lebih aman karena diawasi oleh otoritas keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, bank menawarkan kemudahan dalam proses pembelian dan pencairan instrumen fixed income. - Diversifikasi portofolio
Dengan berbagai instrumen fixed income yang ditawarkan, Anda dapat mendiversifikasikan portofolio investasi Anda untuk mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan. - Pendapatan tetap
Seperti namanya, fixed income menawarkan pendapatan yang konsisten dalam bentuk bunga atau kupon, yang dapat memberikan arus kas tetap bagi investor, terutama bagi mereka yang mencari stabilitas dalam keuangan. - Dukungan profesional
Bank menyediakan layanan profesional melalui manajer investasi atau petugas bank yang dapat memberikan saran yang tepat mengenai strategi investasi Anda.
Risiko berinvestasi fixed Income
Meskipun fixed income dianggap sebagai investasi yang relatif aman, tetap ada risiko yang perlu diperhatikan, seperti risiko kredit (ketidakmampuan penerbit obligasi membayar utang), risiko inflasi (nilai riil imbal hasil berkurang akibat inflasi), dan risiko likuiditas (kemungkinan kesulitan mencairkan investasi sebelum jatuh tempo).Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Mengenal obligasi negara, pengertian dan cara belinya
Investasi di pasar modal bukan hanya saham. Ada juga yang namanya Obligasi Negara Ritel atau ORI. Obligasi Negara Ritel atau ORI merupakan salah satu ... [343] url asal
#obligasi #ori #investasi #sbn
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129297/
Jakarta (ANTARA) - Investasi di pasar modal bukan hanya saham. Ada juga yang namanya Obligasi Negara Ritel atau ORI.
Obligasi Negara Ritel atau ORI merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana. Obligasi negara termasuk dalam jenis instrumen investasi yang dipercaya aman dan tidak memiliki risiko gagal bayar.
Cara untuk berinvestasi di Obligasi Negara adalah sebagai berikut:
1. Registrasi
Pertama-tama Anda harus melakukan registrasi. Registrasi dapat dilakukan setiap saat bahkan sebelum masa penawaran SBN Ritel dibuka. Calon Investor dapat mendaftarkan diri pada sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, Rekening Dana, dan/atau Rekening Surat Berharga, dapat menghubungi mitra distribusi.
2. Pemesanan
Setelah registrasi berhasil, Calon Investor melakukan pemesanan seri obligasi yang diinginkan. Dengan sebelumnya harus sudah membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Setiap seri obligasi yang ditawarkan umumnya memiliki jangka waktu dan tingkat bunga yang berbeda-beda. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran atau jadwal penerbitan yang telah ditentukan
3. Pembayaran
Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), Anda akan mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi.
Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Konfirmasi
Setelah pembayaran dilakukan, Anda akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order atau pemberitahuan jika pemesanan sudah berhasil dilakukan.
Keuntungan investasi obligasi negara
- Kupon dan pokok dijamin oleh Undang-Undang.
- Kupon ditawarkan lebih tinggi dari rerata tingkat bunga deposito bank BUMN.
- Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai jatuh tempo.
- Kupon dibayar setiap bulan.
- Dapat diperdagangkan di pasar sekunder (likuid).
- Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain.
- Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari agen penjual.
- Berpotensi memperoleh capital gain.
- Masyarakat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
- Turut mendukung program pelestarian lingkungan.
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Daftar sektor saham di pasar modal Indonesia
Pasar modal Indonesia yang dikelola oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), memiliki beragam sektor saham yang mewakili berbagai industri di negara ini. Sektor ... [830] url asal
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129296/
Jakarta (ANTARA) - Pasar modal Indonesia yang dikelola oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), memiliki beragam sektor saham yang mewakili berbagai industri di negara ini.
Sektor saham merupakan sekelompok perusahaan yang menjalankan aktivitas bisnis yang sama.
Adanya pengadaan sektor saham memudahkan dalam mengidentifikasi kinerja perusahaan atau emiten berdasarkan kelompok atau jenis usahanya.
Selain itu, investor (orang yang melakukan investasi) akan lebih tepat dalam membandingkan kinerja satu emiten dengan yang lainnya di kelompok usaha yang lebih sesuai.
Lantas, apa saja sektor saham yang ada di pasar modal Indonesia? melansir dari laman IDX, berikut daftar sektor saham di pasar modal Indonesia:
1. Sektor Energi
Sektor energi mencakup perusahaan yang menjual produk atau jasa terkait yang berkaitan dengan ekstraksi energi, mencakup energi tidak terbarukan atau fossil fuels, seperti perusahaan Pertambangan Minyak Bumi, Gas Alam, Batu Bara, dan perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa yang mendukung industri tersebut.
Selain itu sektor ini juga mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa energi alternatif. Adapun yang termasuk perusahaan sektor energi, diantaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
2. Sektor Barang Baku
Sektor saham barang baku mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa yang digunakan oleh industri lain sebagai bahan baku untuk memproduksi barang jadi.
Termasuk perusahaan yang memproduksi barang kimia, material konstruksi, wadah & kemasan, pertambangan logam & mineral non-energi, dan produk kayu & kertas.
Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham barang baku, diantaranya PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS)
3. Sektor Perindustrian
Sektor saham perindustrian mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa yang secara umum dikonsumsi oleh industri, bukan oleh konsumen. Jenis perusahaan yang masuk dalam sektor saham ini antara lain dirgantara, pertahanan, produk konstruksi, produk listrik dan mesin.
Sedangkan untuk jasa yang masuk dalam sektor saham ini antara lain pengelolaan lingkungan, percetakan, pemasok barang, dan juga jasa profesional. Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham perindustrian yakni PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR)
4. Sektor Barang Konsumen Primer
Sektor saham barang konsumen primer mencakup perusahaan yang menyediakan barang dan jasa yang dijual ke konsumen untuk kebutuhan utama. Perusahaan yang masuk dalam sektor saham ini misalnya perusahaan makanan, minuman, supermarket, apotek, hingga barang rumah tangga.
Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham barang konsumen primer, diantaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
5. Barang Konsumen Non-Primer
Sektor saham barang konsumen non-primer berisi saham dari perusahaan yang memproduksi ataupun mendistribusi barang sekunder. Jenis perusahaan yang masuk dalam sektor saham barang konsumen non-primer antara lain industri kendaraan, peralatan rumah tangga, alas kaki, pakaian, tekstil, kebutuhan olahraga hingga barang rekreasi.
Selain produk sektor saham ini juga terdapat jenis jasa seperti pariwisata, pendidikan, media, periklanan, hingga hiburan. Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham ini diantaranya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT MD Pictures Tbk (FILM), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
6. Sektor Kesehatan
Sektor saham kesehatan mencakup perusahaan yang menyediakan produk dan layanan kesehatan seperti produsen peralatan dan perlengkapan kesehatan, penyedia jasa kesehatan, perusahaan farmasi, dan riset di bidang kesehatan.
Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham ini diantaranya PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido (SIDO), PT Siloam International Hospitals (SILO).
7. Sektor Keuangan
Perusahaan sektor saham ini menyediakan jasa keuangan, antara lain bank, jasa investasi, asuransi, dan juga lembaga keuangan konsumen.
Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham ini diantaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
8. Sektor Properti dan Real Estate
Sektor saham properti dan real estate ini mencakup perusahaan pengembang properti, real estate dan perusahaan pendukungnya. Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham ini diantaranya PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
9. Sektor Teknologi
Sektor saham teknologi berisi kelompok perusahaan yang menjual produk juga layanan teknologi. Jenis perusahaan sektor saham ini seperti perusahaan layananan internet, produsen perangkat lunak dan perangkat keras, platform media sosial, peralatan komputer, hingga perangkat elektronik.
Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham ini seperti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Wir Asia Tbk (WIRG).
10. Sektor Infrastruktur
Sektor saham infrastruktur mencakup perusahaan pengembang dan penyedia infrastruktur, antara lain infrastruktur transportasi, perusahaan telekomunikasi, perusahaan konstruksi bangunan sipil, perusahaan telekomunikasi, dan perusahaan Utilitas.
Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham ini seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
11. Sektor Transportasi & Logistik
Sektor saham ini mencakup perusahaan yang berperan dalam aktivitas perpindahan dan pengangkutan seperti penyedia transportasi serta perusahaan penyedia jasa logistik dan pengantaran. Adapun perusahaan yang termasuk kedalam sektor saham ini seperti PT Blue Bird Tbk (BIRD), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Bagaimana cara berinvestasi di Obligasi? ini penjelasannya
Apabila Anda sedang mencari investasi yang aman dan tetap bisa memberikan keuntungan, obligasi bisa jadi pilihan yang tepat. Selain lebih stabil, investasi ... [318] url asal
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129295/
Jakarta (ANTARA) - Apabila Anda sedang mencari investasi yang aman dan tetap bisa memberikan keuntungan, obligasi bisa jadi pilihan yang tepat. Selain lebih stabil, investasi obligasi juga menawarkan peluang keuntungan jangka panjang dengan risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen lainnya.
Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Dalam obligasi, penerbit berjanji untuk membayar bunga (atau kupon) kepada pemegang obligasi pada periode tertentu serta mengembalikan pokok utang saat jatuh tempo.
Sebelum memulai investasi, penting untuk mengetahui berbagai jenis obligasi yang tersedia. Ada obligasi negara, obligasi korporasi, dan obligasi ritel (ORI) yang ditawarkan kepada masyarakat. Setiap jenis memiliki keuntungan, risiko dan tenor yang berbeda, jadi pastikan Anda memahami karakteristiknya terlebih dahulu sebelum memilih.
Cara berinvestasi obligasi
Saat ini, pembelian obligasi bisa dilakukan secara online melalui platform e-SBN (Surat Berharga Negara) atau aplikasi yang menyediakan layanan investasi obligasi. Beberapa bank dan perusahaan sekuritas juga menawarkan platform untuk pembelian obligasi ritel. Anda bisa memilih platform yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
1. Pilih platform pembelian
Untuk membeli obligasi, Anda perlu membuka rekening di bank atau perusahaan sekuritas yang menjadi mitra distribusi resmi. Proses pembukaan rekening ini mirip dengan rekening investasi atau tabungan biasa yang memerlukan dokumen identitas, NPWP, dan informasi pribadi lainnya.
2. Buka rekening di bank atau sekuritas
Setelah membuka rekening, Anda bisa mulai memesan obligasi melalui platform yang Anda pilih. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu memilih seri obligasi yang diinginkan, memasukkan jumlah nominal yang ingin diinvestasikan, dan mengonfirmasi pemesanan.
3. Pembayaran
Setelah pemesanan dilakukan, Anda akan mendapatkan instruksi untuk melakukan pembayaran. Pembayaran bisa dilakukan melalui transfer bank atau metode pembayaran lainnya yang disediakan oleh platform. Pastikan pembayaran dilakukan sesuai batas waktu yang ditentukan.
4. Terima konfirmasi dan bukti kepemilikan
Setelah pembayaran berhasil, Anda akan menerima konfirmasi resmi bahwa obligasi telah dibeli atas nama Anda. Bukti kepemilikan obligasi biasanya berbentuk digital dan bisa dilihat melalui akun di platform pembelian.
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Ingin berinvestasi? Begini cara membeli Surat Utang Negara atau SUN
Investasi adalah salah satu cara dalam mengelola keuangan untuk persiapan di masa depan. Salah satu instrumen investasi yang aman dan dilindungi oleh UU di ... [351] url asal
#investasi #surat-utang-negara #cara-membeli-surat-utang-negara #investasi-surat-utang-negara
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129294/
Jakarta (ANTARA) - Investasi adalah salah satu cara dalam mengelola keuangan untuk persiapan di masa depan. Salah satu instrumen investasi yang aman dan dilindungi oleh UU di Indonesia adalah Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan oleh pemerintah.
Bagi investor, Surat Utang Negara menyediakan penawaran untuk mendapatkan keuntungan yang stabil dengan risiko yang rendah.
Tak hanya itu, dengan berinvestasi di SUN, masyarakat atau lembaga juga dapat ikut mendukung pembangunan negara karena dana investasi tersebut digunakan oleh pemerintah untuk anggaran proyek infrastruktur dan kebutuhan negara lainnya.
Dalam cara membeli Surat Utang Negara. prosesnya cukup mudah dan dapat diakses oleh siapa saja, termasuk melalui platform online yang semakin mempermudah langkah-langkahnya.
Lalu, bagaimana cara membeli SUN? Berikut adalah langkah-langkah berinvestasi dengan membeli Surat Utang Negara yang dapat diikuti dengan tepat.
1. Registrasi investasi
Registrasi investasi dapat dilakukan melalui sistem elektronik mitra distribusi (Midis) yang terdiri dari lima bank umum yakni Mandiri, BCA, BNI, Permata Bank, dan BRI. Selain itu, juga dapat melalui perusahaan efek khusus yakni Bareksa dan Star Mercato Capitale, perusahaan fin-tech Investree, dan perusahaan efek Trimegah Securities.
Sebelum melakukan investasi, persiapkan berkas penting seperti KTP, nomor rekening dana, nomor rekening surat berharga, dan nomor Single Investor Identification (SID).
Jika belum memiliki nomor rekening dana, rekening surat berharga, dan SID, pembuatan dapat dilakukan melalui sistem pemesanan mitra distribusi pilihan Anda.
2. Pemesanan
Setelah registrasi, investor dalam melakukan pemesanan melalui sistem elektronik Midis. Pahami syarat dan ketentuan yang terdapat dalam memo informasi, masukkan nomor rekening dana, SID, dan rekening surat berharga. Setelah itu, pilih kategori SUN yang diinginkan.
Kemudian, input jumlah nominal surat hutang yang telah ditentukan untuk dibeli. Setelah memasukkan nominal, investor akan mendapatkan kode pembayaran melalui sistem Midis atau email.
3. Lunasi pembayaran
Gunakan kode pembayaran yang telah Anda terima untuk melanjutkan pelunasan pembayaran SUN. Pembayaran dapat dilakukan melalui teller, mobile banking atau ATM bank pilihan Anda sebelum batas waktu habis.
4. Verifikasi pembayaran
Selesai melakukan pembayaran, investor akan mendapatkan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dari sistem elektronik Midis atau email. Kemudian, verifikasi kepemilikan SUN akan dikirim setelah diterbitkan pemerintah sesuai tanggal yang sudah ditentukan.
Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Apa itu IPO dan keuntungannya bagi perusahaan?
Dalam dunia saham, IPO kerap dilakukan perusahaan sebagai penawaran saham perdana untuk memperoleh pendanaan atau modal dari masyarakat sebagai ... [478] url asal
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129293/
Jakarta (ANTARA) - Dalam dunia saham, IPO kerap dilakukan perusahaan sebagai penawaran saham perdana untuk memperoleh pendanaan atau modal dari masyarakat sebagai investor.
Initial Public Offering atau IPO secara umum didefinisikan sebagai kegiatan penawaran saham ke publik untuk pertama kali atau penawaran umum perdana. Istilah IPO merujuk pada perusahaan yang baru saja terjun di dunia bursa saham Indonesia atau BEI (Bursa Efek Indonesia).
IPO ini menandakan bahwa sebuah perusahaan beralih dari sebelumnya hanya dimiliki secara pribadi atau PT tertutup menjadi perusahaan publik (Tbk) atau juga sering disebut dengan go public. Saat perusahaan mengajukan IPO, ini artinya pemilik saham perusahaan bersedia menjual sebagian sahamnya kepada publik dengan harga tertentu.
Dalam IPO, perusahaan akan memperoleh dana dari masyarakat yang membeli efek yang diterbitkan oleh perusahaan. Sementara itu, masyarakat akan menjadi pemegang saham perusahaan.
IPO menawarkan kesempatan kepada investor untuk membeli saham pada harga awal yang lebih rendah. Saham IPO umumnya berpotensi mengalami kenaikan harga di hari pertama listing, sehingga menawarkan potensi keuntungan yang tinggi bagi investor dalam waktu singkat. Selain itu, sahamnya juga dapat dijual dengan cepat di bursa, termasuk saat harga melejit di hari pertama saham listing.
Terdapat banyak keuntungan bagi perusahaan untuk melakukan IPO atau biasa disebut go public, beberapa keuntungannya diantaranya:
1. Memperoleh sumber pendanaan baru
Setelah melakukan IPO, perusahaan akan memperoleh tambahan modal dari penjualan saham. Pemodalan yang diperoleh dapat digunakan untuk meningkatkan modal kerja dalam
rangka membiayai pertumbuhan perusahaan, membayar utang, akuisisi atau diinvestasikan kembali.
Selain itu juga dapat meningkatkan nilai ekuitas perusahaan guna memiliki struktur pemodalan yang optimal.
2. Meningkatkan nilai perusahaan (company value)
Sebagai perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, masyarakat dapat secara teratur mengevaluasi nilai perusahaan. Peningkatan kinerja operasional dan kinerja keuangan biasanya akan mempengaruhi harga saham di bursa, yang dapat meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.
Selain itu, pihak kalangan perbankan atau institusi keuangan lainnya akan dapat lebih mengenal dan percaya kepada perusahaan. Dengan kondisi demikian, nantinya
proses pemberian pinjaman yang relatif akan lebih mudah dibandingkan pemberian pinjaman kepada perusahaan yang belum dikenal.
3. Meningkatkan citra perusahaan
Dengan pencatatan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia, adanya keterbukaan informasi atau transparansi mengenai perusahan. Nantinya, perusahaan akan selalu mendapat perhatian media dan komunitas keuangan. Informasi dan berita tentang perusahaan akan sering diliput oleh media, penyedia data dan analis di perusahaan sekuritas.
4. Memperoleh insentif pajak
Perusahaan Terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dapat memperoleh penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% lebih rendah dari tarif normal PPh Wajib Pajak badan dalam negeri selama memenuhi persyaratan.
Adapun syaratnya meliputi sahamnya telah tercatat dan diperdagangkan di Bursa minimal sebesar 40% dan dimiliki minimal oleh 300 pemegang saham yang kepemilikannya kurang dari 5%.
Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2013 Tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka.
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Kapan dana pokok dan kupon obligasi dapat ditarik?
Bagi Anda yang berinvestasi di obligasi, penting untuk memahami kapan dana pokok dan bunga (kupon) dapat ditarik. Dana pokok dari obligasi dapat ditarik ... [358] url asal
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129292/
Jakarta (ANTARA) - Bagi Anda yang berinvestasi di obligasi, penting untuk memahami kapan dana pokok dan bunga (kupon) dapat ditarik.
Dana pokok dari obligasi dapat ditarik setelah masa jatuh tempo obligasi tercapai, yang tergantung pada tenor obligasi.
Pada saat jatuh tempo, penerbit obligasi akan mengembalikan pokok utang kepada investor. Obligasi memiliki jangka waktu yang bervariasi, umumnya obligasi Negara Ritel ORI, SBN, dan Sukuk memiliki waktu jatuh tempo 1-5 tahun sehingga cocok untuk investasi jangka pendek dan menengah.
Sedangkan Obligasi FR (Fixed Rate) adalah instrumen investasi jangka menengah dan panjang dengan waktu jatuh tempo berkisar antara 5-30 tahun. Ketika masa jatuh tempo telah tercapai, dana pokok akan dikembalikan kepada investor bersamaan dengan pembayaran kupon terakhir.
Selain itu, bunga atau kupon dari obligasi dibayarkan secara secara periodik umumnya enam bulan atau satu tahun sekali, sejak tanggal penerbitan hingga jatuh tempo dan tergantung dari jenis obligasinya. Kupon ini berfungsi sebagai bentuk bunga yang dibayarkan kepada pemegang obligasi selama masa berlakunya.
Namun, jika Anda ingin menjual obligasi sebelum jatuh tempo, Anda bisa melakukannya di pasar sekunder. Dalam hal ini, Anda juga bisa mendapatkan capital gain saat menjual obligasi kepada investor umum. Capital gain merupakan keuntungan yang bisa didapatkan dari selisih harga jual dikurangi dengan harga beli suatu obligasi. Ketika menjual obligasi sebelum jatuh tempo, Anda juga bisa mengalami potensi kerugian jika menjual obligasi ketika harga pasar obligasi turun.
Walaupun obligasi menawarkan banyak keuntungan, bukan berarti investasi ini seratus persen bebas risiko. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
1. Risiko gagal bayar
Meskipun obligasi relatif aman, selalu ada kemungkinan risiko gagal bayar. Ini terjadi ketika pihak yang menerbitkan obligasi tidak dapat membayar bunga tepat waktu, bahkan mungkin tidak bisa mengembalikan pokok utang saat jatuh tempo. Kondisi ini biasanya terjadi ketika penerbit obligasi menghadapi masalah keuangan yang signifikan.
2. Dipengaruhi oleh kondisi eksternal
Investasi obligasi, terutama yang menggunakan bunga variabel (floating rate), bisa sangat terpengaruh oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi atau politik suatu negara. Jika situasi ekonomi atau politik tidak stabil, pendapatan bunga yang diterima investor bisa menurun, atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini tentu dapat mempengaruhi potensi keuntungan dari investasi obligasi.
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Jenis Surat Utang Negara, beserta contoh hitungan nilai dan bunganya
Surat Utang Negara (SUN) menjadi salah satu investasi yang aman untuk para Warga Masyarakat Indonesia (WNI) dan lembaga. SUN merupakan instrumen investasi ... [592] url asal
#surat-utang-negara #sun #harga-surat-utang-negara #perhitungan-surat-utang-negara #jenis-surat-utang-negara
(Antara - Bisnis) 17/09/24 14:00
v/15129291/
Jakarta (ANTARA) -
Sehingga pemerintah membayar pemilik SUN sebesar Rp 1.077.800
Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024