
Jakarta: Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 2024-2029. Stigma pemerintahan baru akan membawa pembaharuan bahkan perubahan sangat dimungkinkan.
Termasuk pergantian nama program pemerintahan, kebijakan hingga nomenklatur di sejumlah kementerian atau lembaga. Salah satu potensi perubahan ada pada paket kebijakan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Misal, penggunaan nama program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Di bawah pemerintahan Prabowo, sangat dimungkinkan program besutan Mendikbudristek, Nadiem Makarim itu bisa berubah bahkan menghilang.
Potensi perubahan ini pun mendapat tanggapan dari sejumlah akademisi, salah satunya Rektor UPN Veteran Jakarta, Anter Venus. "Tapi walaupun berganti nama atau tidak ada, MBKM itu, yang penting esensi MBKM di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) bisa berjalan, kita tetap menjalankan itu," kata Rektor
UPNVJ Jakarta, Anter Venus di UPNVJ Pondok Labu, Jakarta, Jumat 9 Agustus 2024.
Menurutnya, program
MBKM memberikan imbas yang bagus untuk kampusnya. Salah satunya, MBKM, kata dia, dapat membuka hubungan kampus dengan industri.
"Kita sekerang terkoneksi dengan industri. Kita jadi mulai terbiasa dengan memikirkan sebetulnya lulusan kita ini kompetensinya apa. Sehingga mereka bisa langsung adaptif ketika mereka bekerja," lanjut Venus.
Selain itu, MBKM, kata dia, membuka pembelajaran ekperensial. Di mana mahasiswa dituntun untuk mendapatakan wawasan dunia kerja hingga wawasan praktik lapangan.
"Dan saya kira kami akan tetap mendorong program pertukaran pelajar walaupun tanpa MBKM, karena itu bagus sekali untuk dijalankan. Esensi ini yang dipertahankan oleh UPN," pungkasnya.
(CEU)