BPJS Kesehatan idealnya bisa digunakan setiap peserta perlu tindakan medis. Namun ada pembatasan pada peserta yang berobat bukan di FKTP yang terdaftar. [821] url asal
Peserta BPJS Kesehatan yang telah membayar iuran berhak memperoleh layanan pemeriksaan, rawat jalan, hingga rawat inap. Peserta juga dapat mengakses Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga tingkat lanjut (FKTL).
Untuk menggunakan BPJS Kesehatan, detikers harus mematuhi aturan yang berlaku. Apalagi jika detikers harus berobat di luar FKTP terdaftar, yang menerapkan pembatasan kedatangan.
Berapa Kali BPJS Kesehatan Dapat Digunakan dalam Sebulan?
Penggunaan BPJS Kesehatan untuk berobat dalam waktu sebulan tidak dibatasi. Peserta dapat menggunakannya untuk berobat sesuai kebutuhan di fasilitas kesehatan (faskes) tempatnya terdaftar.
Namun, detikers yang berobat di FKTP luar wilayah terdaftar hanya bisa mengaksesnya maksimal tiga kali kunjungan dalam waktu sebulan. Hal ini sesuai Pasal 55 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
"Peserta yang berada di luar wilayah FKTP tempat Peserta terdaftar dapat mengakses pelayanan rawat jalan tingkat pertama pada FKTP lain untuk paling banyak 3 (tiga) kali kunjungan dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan di FKTP yang sama," tulis aturan tersebut.
Dilansir situs resmi BPJS Kesehatan, FKTP merupakan faskes pertama yang harus didatangi peserta jika ingin berobat. Faskes tingkat pertama ini terdiri dari puskesmas atau yang setara, praktik mandiri dokter gigi dan umum, klinik pratama atau yang setara termasuk FKTP milik TNI/Polri, rumah sakit kelas D Pratama atau yang setara, dan fasilitas kesehatan penunjang seperti apotek dan laboratorium.
Sedangkan FKTL adalah faskes yang menyediakan perawatan lanjutan dengan penanganan dokter spesialis dan subspesialis bagi peserta BPJS Kesehatan. Faskes tingkat lanjut ini meliputi klinik utama atau yang setara, rumah sakit umum, dan rumah sakit khusus.
Cara Berobat di FKTP Menggunakan BPJS Kesehatan
Detikers yang hendak berobat memakai BPJS Kesehatan di FKTP dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
Datang ke FKTP yang sesuai pada kartu BPJS Kesehatan.
Pasien akan diperiksa di faskes tingkat pertama. Bila memerlukan pengobatan lanjutan, pasien akan dirujuk ke FKTL.
Di faskes lanjutan, pasien harus menunjukkan kartu BPJS Kesehatan.
Pasien akan mendapatkan pelayanan rawat jalan dan atau rawat inap di faskes lanjutan sesuai rujukan dokter.
Dokter FKTL dapat memberikan surat rujuk balik bila pengobatan sudah selesai, sehingga pelayanan kesehatan selanjutnya kembali ke faskes tingkat pertama.
Perlu diketahui, surat rujukan ke faskes lanjutan umumnya perlu diperpanjang di FKTP pada jangka waktu tertentu. Pastikan memperpanjangnya agar tetap dapat berobat menggunakan BPJS Kesehatan.
Cara Berobat di FKTP Luar Kota Menggunakan BPJS Kesehatan
Untuk berobat di FKTP luar kota, ikuti langkah yang dikutip dari laman Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura berikut:
Datang ke FKTP dengan membawa KTP dan Kartu BPJS Kesehatan atau kartu non fisik di aplikasi Mobile JKN.
Tunjukkan KTP atau kartu BPJS Kesehatan ke petugas untuk mendaftar.
Peserta selanjutkan akan diperiksa oleh dokter di FKTP.
Lantaran hanya dibatasi sebanyak tiga, detikers yang berada di luar dalam jangka waktu lama dapat memindahkan faskes BPJS Kesehatan ke lokasi sesuai tempat tinggal. Prosesnya dapat dilakukan secara online atau mengunjungi kantor BPJS Kesehatan setempat.
Cara Mengubah FKTP di BPJS Kesehatan Online
Detikers yang di luar kota bisa mengganti faskes BPJS Kesehatan secara online melalui aplikasi Mobile JKN. Aplikasi dapat diunduh di Play Store atau App Store. Berikut langkah-langkah mengubah faskesnya:
Unduh dan instal aplikasi Mobile JKN di ponsel.
Bila belum memiliki akun, daftar dengan mengisi data diri, meliputi nomor BPJS Kesehatan, NIK, nomor handphone, hingga email dan password.
Jika sudah punya, langsung login ke aplikasi menggunakan nomor BPJS Kesehatan.
Pilih menu "Perubahan Data Peserta" pada halaman utama.
Pada kategori FKTP, pilih provinsi, kota/kabupaten, serta faskes yang ingin dituju.
Ikuti instruksi selanjutnya dan lengkapi data baru.
Perlu diketahui, perubahan faskes dapat dilakukan minimal 3 bulan sekali.
Permata Bank luncurkan aplikasi mobile banking baru, 'Permata Me', sebagai bagian dari rebranding dengan logo bunga lotus. Fitur dan keamanan ditingkatkan. [263] url asal
Permata Bank meluncurkan aplikasi mobile banking 'Permata Me'. Aplikasi mobile banking ini merupakan pembaharuan dari aplikasi sebelumnya, 'PermataMobile X'.
President Director Permata Bank, Meliza Rusli, mengatakan peluncuran aplikasi Permata Me ini sejalan dengan upaya rebranding perusahaan melalui pergantian logo permata dengan logo bunga lotus.
Meliza menjelaskan perubahan logo ini dilakukan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-22 perusahaan pada 27 September 2024 lalu. Ia menyebut langkah ini juga sejalan dengan visi-misi Bangkok Bank sebagai pemegang saham perbankan.
"Perubahan logo ini (menjadi Bunga Lotus) merepresentasikan ketangguhan, kekuatan, dan juga merupakan simbol spiritualisme yang mencerminkan kemurnian dan juga kebijaksanaan," kata Meliza dalam acara peluncuran Permata ME di Djakarta Theatre, Kamis (10/10/2024).
"Sehingga kami hari ini memperkenalkan kembali mobile banking Permata Bank dengan nama yang baru, tampilan baru, dan juga fitur yang lebih baik. PermataMobile X sekarang menjadi Permata ME," ucapnya lagi.
Dalam kesempatan yang sama Consumer Banking Director Permata Bank, Djumariah Tenteram, mengatakan pembaharuan dari PermataMobile X jadi Permata Mobile ini turut memperhatikan peningkatan dari segi desain, performa, dan fitur aplikasi.
Namun tidak berhenti di sana, menurutnya Permata ME ini tidak hanya menyelaraskan desain mobile banking dengan logo baru perusahaan, namun juga melakukan peningkatan keamanan aplikasi.
"Bersamaan itu juga kami juga memberikan komitmen dengan Permata ME yang baru ini bahwa kita selalu secara continue juga melakukan enhancement terhadap security ini untuk memastikan bahwa nasabah merasakan aman mempergunakan Permata ME ini," kata Djumariah.
"Desain bagus, performa bagus, fitur bagus, kalau nggak aman? jadi security juga harus top. Jadi empat (peningkatan dari PermataMobile X jadi Permata ME)," tambahnya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga mahasiswa cerdas dari Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) berhasil bikin heboh dunia teknologi! Kelompok Pineapple.Id yang beranggotakan Pardomuan Manalu, Ilham Tegar Bintang Ananda, dan Ahmad Maulana Parliyanto, baru saja meluncurkan aplikasi manajemen permintaan barang berbasis mobile untuk PT Palem Jaya Sejahtera. Yuk, simak kisah keren mereka!
Bukan main-main, aplikasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas PT Palem Jaya Sejahtera dalam mengelola permintaan barang. Sekarang, karyawan bisa dengan mudah mengajukan permintaan barang lewat smartphone mereka. Tidak perlu ribet, atasan bisa langsung menyetujui atau menolak permintaan secara elektronik. Selain itu, status permintaan barang bisa dimonitor secara real-time.
Acara serah terima aplikasi ini berlangsung di kantor PT. Palem Jaya Sejahtera yang berlokasi di Ruko Mutiara Taman Palem A6 Nomor 6, Cengkareng, Jakarta Barat. Acara ini dihadiri oleh Direktur Perusahaan, Ridwan Susanto, dan staf karyawan seperti Prawoto, Yanuar, dan Amir. Mereka semua menyambut baik dan sangat senang dengan aplikasi yang dipresentasikan dan didemonstrasikan oleh para mahasiswa.
Aplikasi ini adalah hasil kerja keras Pardomuan Manalu, Ilham Tegar Bintang Ananda, dan Ahmad Maulana Parliyanto sebagai tugas akhir dari program skripsi mereka. Mereka dibimbing oleh dosen-dosen hebat yaitu Eka Fridayanthie dan Anggi Puspita Sari dari Program Studi Teknik dan Informatika Universitas BSI.
Dengan aplikasi ini, PT Palem Jaya Sejahtera bisa mengelola permintaan barang dengan lebih cepat dan efisien. Ridwan Susanto menyatakan, sangat senang dengan aplikasi ini. "Semoga bisa terus meningkatkan produktivitas perusahaan kami," ujarnya.
Cerita sukses ini membuktikan mahasiswa Universitas BSI mampu menciptakan inovasi yang berdampak besar. Kita semua bisa mendukung mereka dengan cara menyebarkan cerita inspiratif ini dan mengapresiasi kerja keras mereka.
Begitulah, dari kampus Universitas BSI hingga ke PT Palem Jaya Sejahtera, inovasi ini siap membawa perubahan besar. Siapa bilang mahasiswa cuma bisa belajar? Mereka juga bisa mengubah dunia!