Garuda Indonesia membuka kembali penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma. Sebagai awalan, berikut 3 rute yang dilayani, yaitu Surabaya, Medan, dan Padang. [590] url asal
Garuda Indonesia membuka kembali penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, sebagai awalan maskapai nasional itu menetapkan 3 rute yakni ke Surabaya, Medan, dan Padang.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menuturkan bahwa ketiga rute itu ditetapkan berdasarkan keinginan para pelanggannya. Dan ke depannya, ia tak menutup kemungkinan untuk penambah rute bahkan hingga ke luar negeri dari Halim Perdanakusuma.
"Sebenarnya ini masukan dari banyak penumpang, terutama yang tinggal di sekitar sini. Jadi ya setelah berapa lama akhirnya kita terbang dari sini dan ini baru rute-rute awal," katanya dalam acara inaugural flight di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (1/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja nanti kita akan lihat perkembangannya, slotnya, dan bila dimungkinkan ya kita tentu saja tambah penerbangan dan mungkin juga ke luar negeri. Sebenarnya kita butuh lima atau enam gitu ya, tapi kan kita harus memilih tiga dulu," lengkap Irfan.
Kemudian, ia mengutarakan bahwa pihaknya kini dalam penentuan rute akan banyak mendengarkan dari sisi penumpang dan ke mana banyaknya mereka melakukan penerbangan. Dan ia pun tak mematok harus ada periode tertentu untuk melakukan penambahan rute.
Hal itu bisa saja Garuda Indonesia lakukan dengan cepat sesuai dengan banyaknya minat dari penumpang. Selanjutnya, Irfan menjelaskan bahwa armada Garuda Indonesia yang akan berada di bandara ini secara total adalah 8 pesawat, namun untuk saat ini armada yang tersedia baru 4 unit.
"Jadi 4, InsyaAllah akan datang minggu ini 1, habis itu sampai tahun depan total 4. Nah nanti kita review nih, karena masih ada data beberapa daerah yang minta juga dari Halim," ujarnya.
3 rute awal itu menurut Irfan adalah rute-rute yang banyak diminati dari Bandara Soekarno-Hatta, sehingga dikembangkan lebih luas lagi di Bandara Halim Perdanakusuma. Mengingat banyaknya minat yang ingin melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah tersebut.
Sementara itu selaku pengelola bandara, PT Angkasa Trasnportindo Selaras (ATS) melihat momentum baik itu sebagai langkah maju dari geliat penerbangan di Indonesia. Direktur Utama ATS, Novrihandri, menyatakan pihaknya siap untuk memberikan pelayanan yang maksimal untuk seluruh penumpang di Bandara Halim Perdanakusuma.
Dengan hadirnya kembali penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia, pihaknya senantiasa akan terus berusaha melakukan perbaikan infrastruktur maupun fasilitas layanan di bandara.
"Memang di bandara kita (infrastruktur dan fasilitas) sudah cukup lama, jadi kita akan coba melakukan berbagai perbaikan. Terutama yang merujuk pada customer journey, pada flow dari penumpang kita yang menuju ke pesawat," terang Novri.
Pembangunan-pembangunan yang tengah dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma saat ini. Irfan menargetkan akan selesai pada akhir tahun ini, mengingat momen akhir tahun ini merupakan momen meningkatnya jumlah penerbangan.
"Tahun ini (selesai), sebelum Nataru ini mesti kelar," jelasnya.
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten maskapai BUMN PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) memastikan akan menambah sejumlah pesawat terbang sepanjang 2025.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan pihaknya akan tetap menambah terus armada pesawat di 2025 mendatang. Namun jumlahnya masih menunggu rekapitulasi serta tidak akan lebih dari 8 pesawat.
“Memang kita kan tambah terus, [jumlah pesawat] nanti tunggu rekap dulu. Tidak lebih dari tahun ini [8 pesawat],” kata Irfan kepada Bisnis, Selasa (20/8/2024).
Sementara itu, Irfan menjelaskan untuk penambahan pesawat di 2024, pihaknya masih dalam proses. Pengadaan pesawat harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Seperti yang diketahui, GIAA senidri berencana untuk menambah 8 pesawat dalam rangka ekspansi armada perseroan pada tahun ini.
Garuda rencananya bakal menambah pesawat baru dari Boeing. Penambahan tersebut terdiri dari 4 pesawat jenis Boeing B737-800 NG, 2 pesawat Airbus A330-300, dan 2 pesawat Boeing B777-300 ER.
Adapun, hingga Februari 2024 GIAA memiliki 57 unit pesawat operasional. Jumlah pesawat tersebut terdiri atas 38 unit B737-800NG, 12 unit Airbus A330-200/300/900, serta 7 unit B777-300ER.
Adapun laporan Kementerian BUMN memperkirakan jumlah pesawat yang dioperasikan GIAA sampai dengan akhir 2026 berjumlah 98 armada.
Dari jumlah itu, sebanyak 61 pesawat diperkirakan berjenis B373-8000, kemudian 10 pesawat jenis B777-300, lalu 5 armada A330-900, pesawat A330-300 (kepemilikan) 6 armada, selanjutnya 12 pesawat A330-300, dan sisanya pesawat jenis A330-200.
“Garuda Indonesia proyeksikan pertumbuhan alat produksi secara bertahap dengan target hingga 98 armada di akhir tahun 2026,” tulis laporan Kementerian BUMN, dikutip Sabtu (13/7/2024).
Masih berdasarkan data Kementerian BUMN, GIAA hingga akhir 2024 akan mengoperasikan 82 pesawat. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi 89 pesawat pada 2025.