BEIJING,investor.id – Pemerintah China lewat Bank Rakyat China (PBoC) merilis serangkaian stimulus baru untuk mengangkat perekonomiannya yang perlahan merosot. Pihaknya akan memangkas jumlah uang tunai yang perlu dimiliki bank, meskipun belum mengatakan kapan realisasi kebijakan ini.
Jumlah uang tunai yang perlu dimiliki bank dikenal sebagai rasio persyaratan cadangan (reserve requirement ratio/ RRR) sebesar 50 basis poin (bps), kata Gubernur PBoC Pan Gongsheng dalam konferensi pers seperti dikutip CNBC internasional, Selasa (24/9/2024).
Kepada pers dan dua kepala regulator keuangan lainnya, Pan tidak menyebutkan secara pasti kapan bank sentral akan melonggarkan kebijakan tersebut tetapi mengatakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Bergantung pada kondisi, mungkin ada pemotongan lagi sebesar 0,25 bps hingga 0,5 bps pada akhir tahun ini, imbuhnya.
Pan juga mengatakan PBoC akan memangkas suku bunga repo 7 hari (7DRR) sebesar 0,2 poin persentase.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun China mencapai rekor terendah 2% setelah pernyataan pembukaan Pan.
Kemudian dalam konferensi pers, ia juga mengisyaratkan pemotongan suku bunga acuan pinjaman sebesar 0,2%-0,25% mungkin dilakukan, tanpa menyebutkan kapan atau apakah ia merujuk pada LPR satu tahun atau lima tahun. Pada Jumat (20/9/2024), PBoC mempertahankan suku bunga acuan pinjaman utamanya tidak berubah pada penetapan bulanan.
Pan menambahkan, pengumuman kebijakan resmi akan dipublikasikan di situs web bank sentral, tetapi tidak menyebutkan kapan.
Konferensi pers tingkat tinggi yang langka itu dijadwalkan setelah The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga minggu lalu. Bank sentral Amerika Serikat (AS) itu memulai siklus pelonggaran yang memberi bank sentral China ruang lebih lanjut untuk memangkas suku bunganya dan meningkatkan pertumbuhan dalam menghadapi tekanan deflasi.
Pan menjadi gubernur PBoC pada Juli 2023. Selama konferensi pers pertamanya sebagai gubernur bank sentral pada Januari 2024, Pan mengatakan pihaknya akan memangkas rasio persyaratan cadangan, atau RRR. Pengumuman kebijakan semacam itu jarang dilakukan selama acara semacam ini dan kerap hanya disebarluaskan melalui rilis daring dan media pemerintah.
Bersamaan dengan pertemuan parlemen tahunan China, pada Maret 2024 ia membeberkan ada ruang untuk memangkas RRR lebih lanjut. Pengurangan seperti itu diharapkan secara luas dalam beberapa bulan mendatang.
Tidak seperti fokus The Fed pada suku bunga utama, PBoC menggunakan berbagai suku bunga untuk mengelola kebijakan moneter. PBoC pada Jumat tidak mengubah suku bunga acuan pinjamannya, patokan yang memengaruhi pinjaman perusahaan dan rumah tangga, termasuk hipotek.
Sistem pemerintahan China juga berarti kebijakan ditetapkan pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada regulator keuangan yang berbicara hari ini. Pertemuan tingkat atas seperti itu pada Juli 2024 menyerukan upaya mencapai target pertumbuhan setahun penuh dan untuk meningkatkan permintaan di dalam negeri.
Sementara PBoC mempertahankan suku bunga acuan pinjaman sejak pemotongan suku bunga The Fed, pihaknya telah bergerak menurunkan suku bunga jangka pendek yang menentukan pasokan uang.
PBoC pada Senin (23/9/2024) menurunkan suku bunga reverse repo 14 hari sebesar 10 bps ke level 1,85%, tetapi tidak menurunkan suku bunga reverse repo tujuh hari yang dipangkas pada Juli 2024 menjadi 1,7%. Pan telah mengindikasikan dirinya ingin suku bunga 7DRR menjadi suku bunga kebijakan utama.
Diketahui, pertumbuhan ekonomi China telah melambat karena terseret oleh kemerosotan sektor real estat dan rendahnya kepercayaan konsumen. Para ekonom telah menyerukan lebih banyak stimulus, terutama di bidang fiskal.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News