JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa cara mencegah obesitas pada anak sebelum terlambat agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan di kemudian hari.
Dokter spesialis anak dr. Kristian Wongso G., DTM&H, M.Sc., M.Krim., Sp.A. mengatakan, solusi terbaik dalam mencegah anak obesitas adalah membatasi interaksi anak dengan makanan manis sedari dini.
Seperti apa? Berikut rinciannya.
1. Pantau asupan gizi anak
Hal pertama yang wajib dilakukan adalah memantau asupan gizi anak.
Gizi seimbang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Untuk menjaga berat badan anak, tidak boleh hanya salah satu nutrisi yang diprioritaskan, misalnya karbohidrat.
Sebab, asupan gizi yang seimbang tidak hanya membantu meningkatkan berat badan anak, tetapi juga tinggi badannya. Sehingga, anak dapat tumbuh dengan bentuk tubuh yang proporsional.
“Lebih mudah untuk gendutin anak daripada kurusin anak, lebih susah sekali. Jadi, anak yang kelebihan berat badan, kita harus atur apakah jumlah gizinya oke,” tutur dia dalam diskusi daring beberapa waktu lalu.
Jika hanya karbohidrat yang diprioritaskan, hanya berat badan saja yang meningkat. Terutama, jika makan tidak diimbangi dengan olahraga.
2. Siapkan camilan yang sehat
Tidak semua orangtua bisa memantau kebiasaan anak ketika mereka ditinggal di rumah.
Mungkin, rumah tidak memiliki kamera CCTV atau anak sedang berada di luar pengawasan pengasuhnya.
“Ternyata, kalau orangtua lagi enggak di rumah, mungkin anak suka ambil uang dan ke warung buat beli camilan yang mengandung gula,” ucap Kristian.
Untuk mengantisipasinya, siapkan camilan sehat agar anak tidak jajan sembarangan.
Beberapa di antaranya adalah buah-buahan, perkedel, telur rebus, atau martabak mini brokoli.
3. Tegas terhadap kakek dan neneknya
Beberapa anak sering dititipkan ke kakek dan neneknya, misalnya karena kedua orangtuanya bekerja atau memerlukan me time bersama.
Namun, Kristian menuturkan bahwa berat badan anak bisa berlebihan ketika diasuh oleh kakek dan neneknya.
“Ternyata, oleh kakek dan neneknya sering dikasih susu. Hal-hal kayak begitu yang paling setengah mati susah untuk dikontrol,” tutur dia.
Oleh karena itu, orangtua perlu tegas terhadap kakek dan nenek si kecil. Imbau mereka untuk tidak, atau setidaknya membatasi, pemberian camilan tidak sehat dan penuh gula.
4. Ajak anak untuk berolahraga
Olahraga tidak hanya dilakukan ketika anak mulai terlihat obesitas. Ada baiknya, anak dibiasakan berolahraga walaupun berat badannya ideal.
Pasalnya, olahraga tidak hanya membuat tubuh lebih sehat dan bugar, tetapi juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak sekaligus menjaga berat badannya.
Olahraga yang dilakukan tidak perlu yang berat-berat. Ayah dan ibu bisa mengajak anak untuk bermain voli, jogging, berenang, bahkan mengikuti aktivitas outbound.
Kristian menyarankan, ketika berat badan anak mulai berlebihan, jangan didiamkan.
“Kalau berat badannya berlebih, risiko anak untuk kena serangan jantung 30-40 tahun lagi itu lebih besar. Kalau orangtua sayang sama anak, jangan kasih risiko (terkena penyakit saat tua),” tegas dia.