PALANGKARAYA, investor.id – Bos PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), Ronny Hertantyo Raharjo buka suara mengenai kebijakan pembagian dividen pada tahun buku 2024 dan performa saham CBUT yang tengah melaju pada tren positif.
Menurut Ronny, CBUT akan tetap berupaya mempertahankan kebijakan dividen kepada para pemegang saham. “Jadi, ya pastilah kami (maintain). Pasti. Tahun buku 2024 ini kami tetap upayakan,” ungkap Ronny kepada media, Selasa (2/10/2024).
Bercermin pada tahun buku 2023, emiten konglomerat Haji Abdul Rasyid itu telah membayarkan dividen perdananya sebesar Rp 9,23 per saham dengan total mencapai Rp 28,84 miliar.
Padahal, pada tahun buku tersebut laba bersih CBUT mengalami penurunan menjadi Rp 144,2 miliar. Kemudian, sebesar Rp 62,50 miliar sisa dari laba bersih, perseroan putuskan untuk dialokasikan sebagai cadangan wajib, dan Rp 52,89 miliar menjadi cadangan lainnya.
Di luar dividen, Ronny juga angkat bicara perihal performa saham CBUT yang bergerak positif. Mengacu pada data RTI, kinerja saham anak usaha PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) ini melompat cukup kencang sebesar 220 poin (17,23%) selama 10 hari perdagangan hari terakhir. Catatan tersebut melanjutkan tren positif saham CBUT dalam tiga bulan terakhir yang tumbuh sebanyak 39,78%.
Menurut Ronny, kinerja saham CBUT yang bergerak pada tren positif sepenuhnya merupakan mekanisme pasar. Manajemen memastikan, tidak ada intervensi untuk misalnya mengarahkan agar harga saham CBUT berada pada level tertentu.
Apalagi, sambung dia, perseroan tidak memiliki rencana untuk menggelar aksi korporasi dalam waktu dekat, sehingga mustahil jika kemudian dicurigai. “Karena kalau kelihatan ada rencana aksi korporasi, pasti terbaca. Terbaca bahwa ini ada drive-drive tertentu. Tapi inikan gak ada (aksi korporasi),” tegas Ronny.
Sebelumnya, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono dalam pengumuman unusual market activity (UMA) mengumumkan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham CBUT di luar kebiasaan.
“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis Yulianto dalam pengumuman resminya.
Kuartal III-2024
Hingga semester I-2024, CBUT membukukan penjualan sebesar Rp 4,79 triliun. Angka ini lebih tinggi daripada realisasi penjualan perseroan pada periode saham tahun lalu sebesar Rp 4,48 triliun. Sedangkan, laba periode berjalan terpangkas menjadi Rp 22,32 miliar dari sebelumnya Rp 89 miliar.
Menjelang pengumuman kinerja CBUT pada kuartal III-2024, Ronny mengaku, belum bisa membukanya sekarang. Hanya saja, dapat diperkirakan bahwa situasinya cukup membaik dari sebelumnya.
“Kami berharap, di kuartal IV-2024 lebih membaik lagi. Karena kami sudah melihat nada-nadanya ini di September ini, memang performanya cukup baik,” beber Ronny.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News