#30 tag 24jam
Bulu Kuduk Tiba-Tiba Berdiri Saat Cek Khodam Online di Masjid Jin | Republika Online
Rasulullah pernah datang bersama sahabat Ibnu Mas'ud ke Masjid Jin. [797] url asal
#cek-khodam-online #masjid-jin #masjid-jin-makkah #kabar-dari-tanah-suci
(Republika - Khazanah) 09/07/24 14:56
v/10199430/
Laporan Karta Raharja Ucu, Jurnalis Republika dari Makkah
REPUBLIKA.CO.ID, Saya mengulum senyum saat mendapati informasi tentang konten viral "Cek Khodam Online" di media sosial. Kebetulan saat itu saya baru selesai berziarah dari Pemakaman Mala di Kota Makkah dan hanya beberapa langkah dari Masjid Jin.
Bagi yang tidak tahu Masjid Jin saya menyarankan membaca tulisan ini sampai rampung. Karena Masjid Jin punya sejarah erat dengan jejak Rasulullah berdakwah di Kota Makkah. Lantas apakah ada kaitannya dengan cek khodam yang viral?
Setelah puncak haji, ba'da Sholat Subuh selepas saya melaksanakan Tawaf Wada sebagai perpisahan dengan Kakbah dan Kota Makkah karena harus pulang ke Madinah, saya menyempatkan diri berziarah ke Pemakaman Baqi. Di sana saya berziarah ke tiga tempat, makam Ummu Khadijah dan keluarga Nabi, makam KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, dan makam Syekh Nawawi Al Bantani. Hanya selemparan batu dari Pemakaman Mala, berdiri Masjid Jin yang dulunya menjadi lokasi Rasulullah didatangi rombongan jin yang ingin berbaiat kepada Beliau.
Jarak Masjid Jin sekitar 1,5 km dari Masjidil Haram. Bagi yang ingin berziarah ke Masjid Jin bisa keluar dari pintu Bukit Marwah lalu berjalan ke arah Terminal Syifamir dan melintasi wilayah Gazza.
Penamaan kata "jin" bukan tanpa sebab. Ada sejarah panjang di balik nama Masjid Jin yang termasuk bukti kerasulan Nabi Muhammad.
Dinamakan Masjid Jin karena Rasulullah pernah datang bersama sahabat Ibnu Mas'ud untuk menerima rombongan jin. Saat itu Ibnu Mas'ud diperintahkan untuk tidak beranjak dari tempatnya berdiri, sementara Rasulullah menerima rombongan jin yang hendak berbait dan berjanji setia kepada Rasulullah dan agama Islam.
Sebenarnya rombongan jin tersebut pernah bertemu Rasulullah di Nakhlah, sebuah lembah antara Makkah dan Kota Thaif pada tahun ke-10 kenabian. Namun mereka baru menyatakan keinginan masuk Islam di Kota Makkah. Sebelum memutuskan memeluk Islam, ketika itu rombongan jin meminta bukti atas kenabian yang ada di dalam diri Rasulullah.
Rasulullah dengan senang hati menjawab permintaan mereka dengan memanggil sebuah pohon yang tumbuh tidak jauh dari tempat pertemuan. Mukjizat pun terlihat karena pohon itu datang memenuhi panggilan Rasulullah, lengkap bersama akar-akarnya seperti tercerabut dari dalam tanah.
Setelah pembuktian itu selesai, pohon itu diperintahkan untuk kembali ke tempatnya semula. Saat ini, letak pohon tersebut berdiri sebuah masjid yang dinamakan Masjid Al Shajarah atau Masjid Pohon. Letak Masjid Pohon tepat di bawah fly over yang melintang di wilayah Gazza seberang Terminal Syifamir.
Pertemuan Rasulullah dengan rombongan jin diabadikan dalam Surah Al-Ahqaf ayat 29 sampai ayat 32, yang artinya: "Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Alquran, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)-nya mereka berkata, 'Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!' Maka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan...."
Karena terhimpit bangunan perhotelan dan pertokoan serta bersisian dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), tidak banyak jamaah Indonesia yang tahu letaknya. Apalagi ukuran masjid berlantai tiga tersebut tidak terlalu besar, hanya sekitar 10x20 meter sehingga terlihat mungil.
Beruntungnya, saat ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan papan informasi di banyak tempat bersejarah, termasuk Masjid Jin. Keberadaan papan informasi tersebut memudahkan jamaah untuk mendapatkan informasi singkat tentang Masjid Jin.
Saat saya datang ke Masjid Jin, tidak ada jamaah Indonesia yang terlihat. Di dalam ruang sholat, saat itu hanya ada beberapa pemuda sedang menggelar diskusi, sementara sejumlah orang tengah terlelap dengan menutup kepalanya menggunakan selimut dan kain ihram.
Pertama kali membuka pintu masjid, bulu kuduk di tekuk saya berdiri. Merinding. Namun penyebabnya bukan karena faktor supranatural, melainkan semburan AC dari dalam ruang sholat masjid yang super dingin.
Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari arsitektur Masjid Jin. Masjid ini memiliki menara seperti umumnya masjid-masjid kecil di Kota Makkah atau Kota Madinah. Menara di Masjid Jin dulunya digunakan para tentara penjaga sebagai pos pengintaian terjauh dari kota Makkah, karena itu masjid ini juga dikenal sebagai Masjid al-Haras (penjaga).
Interior masjid pun tidak ada yang istimewa. Jangan bayangkan masjid ini punya ornamen khusus yang menggambarkan pertemuan Rasulullah dengan para rombongan jin, seperti gambar-gambar atau lukisan yang berada di tempat-tempat ibadah umat lain. Tidak ada!
Hanya ada ukiran kaligrafi Surah Al jin Ayat 1 sampai 9 di masjid tersebut. Meski namanya "masjid jin", yang beribadah di masjid tersebut bukanlah para makhluk halus, melainkan umat Islam dari golongan manusia. Setidaknya itu yang saya lihat secara kasat mata.
Namun saya sempat bergumam, apakah yang beribadah di sana benar-benar hanya manusia, atau ada bangsa jin yang sudah masuk Islam juga beribadah sesuai baiat mereka kepada Rasulullah pada 1.400 tahun silam? Wallahu alam bishawab. Yang pasti, jangan coba sekali-kali meminta bantuan kepada jin, apalagi kepada dukun berkedok "Cek Khodam Online" karena termasuk syirik dan sesat, dosa yang tidak terampuni.
"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." Surah Al Jin Ayat 6.
Heboh Cek Khodam, Seperti Apa Rupa Jin atau Setan? Begini Penjelasan Alquran dan Hadits | Republika Online
Jin mempunyai rupa yang sangat buruk [470] url asal
#pengertian-jin #definisi-jin #alam-jin #dunia-jin #alam-gaib #bentuk-jin #penampakan-jin #bangsa-jin #cek-khodam #cek-khodam-online #pengertian-khodam #apa-itu-khodam
(Republika - Iqra) 05/07/24 06:32
v/9714244/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Berbicara tentang khodam yang saat ini tengah ramai, pentin pula mengetahui seperti apa sebenarnya rupa khodam dari jin yang sebenarnya. Seringkali kita mendapatkan gambaran tentang rupa setan atau jin yang menyeramkan. Benarkah demikian?
Salah satu karakter yang diberikan Allah SWT kepada setan atau jin adalah kemampuannya menjelma menjadi bentuk apapun dari manusia hingga hewan dan tumbuhan. Tetapi, pada dasarnya rupa setan sendiri itu memang benar buruk menyeramkan.
Dalam kitab Alam al-Jin wa as-Syayathin, Syekh Umar Sulaiman al-Asyqar menjelaskan gambaran buruknya rupa setan ini memang sudah mengental dalam alam bawah sadar manusia, dan begitulah memang rupa setan. Menyeramkan.
Allah SWT menyerupakan buah pohon Zaqqum dengan kepala setan. Pohon zaqqum adalah pohon yang paling buruk dan sangat pahit rasanya, tempat asalnya adalah Tihamah.
Allah SWT menumbuhkan pohon itu di dalam neraka Jahim. Permisalan ini tak lain karena memang buruknya rupa setan. Dalam surat as-Saffat ayat 64-65, Allah SWT berfirman:
إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ
“Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala setan-setan.”
Syekh Umar menambahkan pula, dalam banyak riwayat Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setan mempunyai dua tanduk. Ini sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تَحَرَّوْا بِصَلاَتِكُمْ طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلاَ غُرُوبَهَا فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بِقَرْنَىْ شَيْطَانٍ
“Janganlah mengerjakan shalat kalian ketika matahari terbit dan matahari tenggelam karena ketika itu terbit dua tanduk setan.”
Sementara itu, Syekh Badruddin bin Abdullah as-Syibly dalam kitabnya berjudul ‘Ajaib wa Gharaib al-Jin, mengungkapkan fakta-fakta terkait bangsa Jin. Berikut ini tiga di antara fakta yang dibeberkan Syekh Badruddin:
Pertama, kapankah jin diciptakan?...
Keempat, aktivitas jin hampir sama dengan manusia
Aktivitas jin, pada dasarnya serupa dengan manusia. Mereka makan, minum, tidur, dan beranak-pinak. Kendati para ulama tidak satu pendapat, ihwal apa jenis makanan mereka. Ada yang mengatakan di antara makanan jin adalah segala hal yang tidak disembelih dengan asma Allah.
Ada pula yang mengatakan menu favorit jin adalah tulang belulang. Berbeda dengan manusia, dan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW, bangsa jin makan dan minum menggunakan tangan kiri. Sementara kita, umat Islam diajarkan menggunakan tangan kanan untuk kedua aktivitas tersebut.
Kesamaan tersebut bukan hanya soal kebutuhan biologis sehari-hari, melainkan soal aspek ritual, pada dasarnya bangsa jin juga mendapat perintah yang sama yaitu beribadah kepada Allah SWT, seperti manusia. Mereka juga mendapat perintah dan larangan.
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
“Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami.”(QS al-Jin [72]: 1-2).
Kelima, jin takut pada manusia
Imam Mujahid bin Jabir pernah berpesan ketika seseorang melihat bangsa jin (setan, memedi, makhluk halus, dan lain-lain), janganlah lari tunggang langgang yang membuat diri sendiri trauma. “Tetapi hadapilah dia akan pergi sendiri,” pesannya.
Cek Khodam dan Urusan Makhluk Gaib, Ketahui 8 Fakta Seputar Jin Menurut Ulama Ini | Republika Online
Jin adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari api [659] url asal
#bangsa-jin #cek-khodam #cek-khodam-online #pengertian-khodam #siapa-jin #pengertian-jin #alam-gaib #makhluk-gaib #alam-jin #dunia-jin #bersekutu-dengan-jin #interaksi-jin #khodam
(Republika - Khazanah) 04/07/24 19:15
v/9715993/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Belakangan ini viral terkait dengan cek khodam secara online. Di antara situs yang tengah populer menawarkan cek Khodam tersebut adalah Khodam Vercel.
Situs tersebut memberikan panduan tata cara mengecek khodam. Yaitu sebagai berikut:
1. Buka situs Khodam Vercel dengan mengklik link khodam.vercel.app
2. Tulis nama kamu atau nama orang lain yang ingin dicek khodam online
3. Klik tombol cek
4. Nantinya akan muncul sosok khodam dari nama yang dimasukkan sebelumnya
Terkait dengan perbincangan khodam ini, pada dasarnya adalah perbincangan ihwal dunia gaib. Khodam sendiri berarti adalah pelayan. Bisa berasal dari golongan malaikat juga jin, hanya saja cukup susah membedakan.
Sementara itu, mengenai jin itu sendiri, sudah banyak referensi ulama membincangkan jin. Perbincangan soal jin dan dunia mereka, seakan tak pernah ada habisnya. Penuh misteri. Ada banyak hal yang belum terungkap dan masih menyisakan tanda tanya besar.
Berbagai upaya di level akademik atau observasi langsung dilakukan demi menjawab segudang pertanyaan tentang bangsa jin dan hakikat mereka.
Syekh Badruddin bin Abdullah as-Syibly dalam kitabnya berjudul ‘Ajaib wa Gharaib al-Jin, mengungkapkan fakta-fakta terkait bangsa Jin. Berikut ini tiga di antara fakta yang dibeberkan Syekh Badruddin:
Pertama, kapankah jin diciptakan?
Syekh Badruddin mengutip pendapat tokoh salaf. Di antaranya Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia mengatakan Allah menciptakan jin 2000 tahun sebelum menciptakan Adam dan keturunannya. Jin didaulat tinggal dan mengurus bumi. Sedangkan para malaikat, menghuni langit dengan kualitas iman dan amal saleh yang jauh di atas bangsa Jin.
Kedua, dari bahan apakah jin tercipta?
Jika manusia tercipta dari sari pati tanah, bangsa jin tercipta dari api neraka. Menurut Qadi Abd al-Jabbar, argumentasi atas fakta ini sangat tekstual. Ini merujuk antara lain surah al-Hijr ayat ke-27 dan surah ar-Rahman ayat ke-15.
Karena itulah, fisik jin sangat halus dan bahkan transparan tidak kasat mata. Mereka melihat manusia, tetapi manusia tak dapat mengindera mereka secara umum
Ketiga, jin mampu berubah wujud
Jin mempunyai kemampuan menjelma dan berubah wujud dalam bentuk makhluk nyata, seperti binatang, atau bahkan manusia.
Ini seperti yang pernah terjadi ketika jin dengan jenis setan menjelma menjadi Suraqah bin Malik bin Ja’syam lalu mendatangi kafir Quraisy, ketika mereka tengah bermusyawarah untuk terjun dalam Perang Badar. Peristiwa tersebut terekam dalam Alquran surat al-Anfal ayat ke-48.
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.”
Keempat, aktivitas jin....
Keempat, aktivitas jin hampir sama dengan manusia
Aktivitas jin, pada dasarnya serupa dengan manusia. Mereka makan, minum, tidur, dan beranak-pinak. Kendati para ulama tidak satu pendapat, ihwal apa jenis makanan mereka. Ada yang mengatakan di antara makanan jin adalah segala hal yang tidak disembelih dengan asma Allah.
Ada pula yang mengatakan menu favorit jin adalah tulang belulang. Berbeda dengan manusia, dan tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW, bangsa jin makan dan minum menggunakan tangan kiri. Sementara kita, umat Islam diajarkan menggunakan tangan kanan untuk kedua aktivitas tersebut.
Kesamaan tersebut bukan hanya soal kebutuhan biologis sehari-hari, melainkan soal aspek ritual, pada dasarnya bangsa jin juga mendapat perintah yang sama yaitu beribadah kepada Allah SWT, seperti manusia. Mereka juga mendapat perintah dan larangan.
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
“Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami.”(QS al-Jin [72]: 1-2).
Kelima, jin takut pada manusia
Imam Mujahid bin Jabir pernah berpesan ketika seseorang melihat bangsa jin (setan, memedi, makhluk halus, dan lain-lain), janganlah lari tunggang langgang yang membuat diri sendiri trauma. “Tetapi hadapilah dia akan pergi sendiri,” pesannya.