JAKARTA, investor.id - Emiten tambang dan smelter nikel, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 289,45 miliar dalam 9 bulan 2024.
Angka laba bersih tersebut melonjak 324,7% dari Rp 68,15 miliar pada periode yang sama tahun 2023 lalu.
Per 30 September 2024, Central Omega mencatatkan laba per saham Rp 52,5. Meningkat dibandingkan laba per saham Rp 12,36 per akhir September 2023.
Lonjakan laba DKFT ditopang oleh melesatnya penjualan jadi Rp 960,89 miliar per akhir kuartal III-2024. Sedangkan di periode yang sama tahun lalu penjualannya Rp 495,76 miliar.
Karena itu, sepanjang periode Januari-September 2024, margin laba bersih Central Omega mencapai 30%. Dibandingkan periode 9 bulan 2023 dengan margin laba bersih 13,7%.
Jumlah produksi bijih nikel Central Omega Resources (DKFT) sampai dengan akhir kuartal III tahun 2024 mencapai 1.746.749 MT, meningkat 143,8 % bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 sebesar 716.609 MT.
Sedangkan realiasi penjualan pada periode 9 bulan 2024 adalah sebesar 1.745.010 MT naik sebesar 142,4 % dibandingkan dengan penjualan pada periode tahun 2023 sebesar 719.949 WMT.
Saham
Saham Central Omega Resources (DKFT) pun melompat. Pada perdagangan 1 November kemarin, saham DKFT +4,90% ke Rp 214. Dan sempat menyentuh Rp 242 yang merupakan level tertingginya dalam tiga tahun terakhir.
Sebanyak 426,13 juta saham Central Omega Resources ditransaksikan, frekuensi 18.796 kali, dan nilai transaksi Rp 97,90 miliar.
Asing tercatat memborong saham DKFT. Di mana asing membukukan net buy saham emiten tambang nikel ini Rp 7,44 miliar.
Dalam sepekan terakhir saham Central Omega Resources melejit 41,72%, dan dalam sebulan terkahir melambung 78,33%.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News