JAKARTA, KOMPAS.com - Jika mengunjungi Jak-Japan Matsuri 2024 di Jakarta, Sabtu (14/9/2024), pemandangan yang kerap dijumpai adalah para cosplayer berkostum karakter anime, manga, atau tokoh lainnya yang berseliweran.
Sebagai informasi, Jak-Japan Matsuri 2024 merupakan festival pertukaran kebudayaan Jepang-Indonesia yang digelar di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Rena (18), satu dari banyak cosplayer yang datang ke festival Jak-Japan Matsuri 2024, tampak asik melayani permintaan foto dari pengunjung lainnya.
Mengenakan kostum ala karakter gim Genshin Impact, perempuan yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut datang bersama dua teman cosplayer lain, Iwan dan Asa.
Rena menjadi karakter Guizhong, Iwan sebagai karakter Zhongli Emperor, dan Asa memakai kostum karakter Hutao dari Genshin Impact.
Kompas.com/Krisda Tiofani Asa (22), Iwan (27), dan Rena (18), cosplayer yang datang ke festival Jak-Japan Matsuri 2024,"(Saya) baru pertama kali ke Jak-Japan Matsuri 2024, tetapi biasanya datang ke festival-festival Jepang yang lain setiap minggu," kata Rena saat ditemui Kompas.com di Jak-Japan Matsuri 2024, Sabtu (14/9/2024).
Saking antusiasnya dengan festival yang didatangi, ia sudah membeli tiket Jak-Japan Matsuri 2024 sejak tiga minggu sebelumnya.
Kostum yang dikenakannya pun disiapkan dengan baik. Ia mengenakan pakaian berwarna putih, biru, dan cokelat dengan bahu terbuka.
Tak lupa dengan rambut tiruan berwarna abu-abu terang yang ditata sedemikian rupa sesuai karakter gim yang ditirunya.
Modal untuk cosplay ini terbilang tidak murah. Rena perlu merogoh kocek sampai dengan jutaan rupiah.
"Kalau sekali cosplay, butuh modal Rp 1,5 juta. Memang yang membuat mahal itu dari printilannya, bahan baju, aksesori, dan wig," ucap Rena.
Sejak kecil
Kompas.com/Krisda Tiofani Iwan (27), satu dari banyak cosplayer yang datang ke festival Jak-Japan Matsuri 2024,
Bersama Rena, Iwan dan Asa kompak menjawab momen pertama kali mengenal animasi Jepang dalam hidupnya.
Ketiganya menuturkan, sudah mengetahui anime sejak kecil, tepatnya saat duduk di bangku sekolah dasar (SD).
"Yang menarik dari Jepang itu tentang disiplin orang-orangnya dalam semua kegiatan, bahkan dengan cara makan sekali pun, mereka sangat disiplin. Aku paling suka sama hal itu karena dengan kita disiplin, hidup kita akan lancar," ungkap Iwan (27) saat ditemui Kompas.com dalam kesempatan yang sama.
Kegemarannya mengikuti acara-acara budaya Jepang, membawa Iwan menemukan pekerjaan sampingan baru.
Ia sesekali melayani permintaan kerja untuk photoshoot atau tampil sebagai pengisi acara sembari ber-cosplay.
"Side-job untuk photoshootcosplayer saya mulai tahun lalu sampai akhirnya, sempat jadi pengisi acara di perayaan akhir tahun salah satu hotel di Jakarta," kata Iwan.
Selain bertemu sesama teman cosplayer, Iwan mengatakan, ia juga tertarik memebli merchandise resmi, menyicip aneka kuliner Jepang, sampai membuat konten.
Hal serupa juga disampaikan Asa (22) saat ditanya aktivitasnya ketika mendatangi festival Jepang.
"Yang diincar merchandise-nya, acaranya, sama bertemu, kenal teman-teman lain," pungkas Asa.