#30 tag 24jam
Cerita Batik Tradisional Asal Bandung Dama Kara yang Sukses Ekspor dan Berdayakan Difabel
Sebagai wujud komitmen untuk menebar kebermanfaatan, Dama Kara memberi ruang bagi para penyandang disabilitas. [828] url asal
#dama-kara #ekspor #bandung #batik #ready-to-wear #disabilitas
(IDX-Channel - Economics) 07/11/24 14:10
v/17671001/
IDXChannel - Industri batik tak hanya digemari masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia. Mengutip catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), nilai ekspor industri batik mencapai USD17,5 juta sepanjang 2023, sementara pada semester I -2024 nilai ekspor batik sudah mencapai USD 9,45 juta.
Berkembang pesatnya industri tersebut tidak terlepas dari brand lokal yang semakin inovatif dalam menghadirkan karyanya yang berkualitas. Salah satu merek yang kini berhasil menarik perhatian publik dan juga sudah berhasil melakukan ekspor adalah Dama Kara.
Founder & Owner Dama Kara, Nurdini Prihastiti, menjelaskan bahwa usaha itu didirikan pada 2020 di Bandung, Jawa Barat, di tengah pandemi Covid-19.
Nurdini mendirikan Dama Kara berdiri karena ingin mengubah persepsi bahwa pakaian batik hanya dikenakan sebagai pakaian formal di momen-momen tertentu saja.
"Dari fenomena tersebut, Dama Kara menciptakan karya sandang batik dengan model yang timeless dan motif yang simpel namun sarat makna agar pakaian batik bisa digunakan di momen apapun. Setelah beberapa bulan berjalan dan trend berbelanja online semakin meningkat, Dama Kara akhirnya mulai berjualan di marketplace yaitu Shopee.
Produk-produk yang Dama Kara hadirkan pada saat itu yaitu pakaian ready to wear seperti one-set batik, outer batik, dan lain-lain," tuturnya.

Potret Proses Produksi Batik Dama Kara
Perjalanan Dama Kara: Berdayakan Masyarakat Lokal dan Teman Difabel Melalui Produk Kreatif
Sesuai dengan cita-cita untuk menjadikan batik sebagai pakaian yang bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, Dama Kara menghadirkan koleksi batik yang versatile alias serbaguna.
Beberapa di antaranya seperti Suar Kebaya Encim Sleeveless, Suar Kebaya Encim Shorsleeve, sampai Natha Outer yang nyaman dan modis. Menariknya, mayoritas produk Dama Kara diproses dan diproduksi secara tradisional.
"Komitmen utama kami untuk mengangkat kain yang diproses secara tradisional melalui proses batik, ikat, jumput, bordir dan jahit jelujur dengan merangkul penjahit rumahan, dengan support alat, permodalan, hingga pembinaan, dan kini terus berkembang menjadi tiga sub-produksi dengan 20 penjahit. Setiap koleksi Dama Kara dibuat sepenuh hati dengan pemilihan kain yang nyaman untuk keseharian, model yang timeless hingga mengembangkan motif yang sarat makna,” ucap Nurdini.
Nurdini menjelaskan bahwa jumlah karyawan Dama Kara saat ini mencapai sekitar 60 orang mulai dari proses produksi sampai distribusi, mayoritas karyawan pun disebutnya merupakan masyarakat lokal yang terletak di sekitar tempat produksi dan gudang Dama Kara.
Selain itu, sebagai wujud komitmen untuk menebar kebermanfaatan, Nurdini mengatakan pihaknya juga memberi ruang bagi para penyandang disabilitas. Dama Kara mendukung kelas menggambar untuk para difabel bersama sejumlah yayasan di Bandung, hasil gambar dari kelas tersebut digunakan sebagai desain untuk produk non-batik Dama Kara seperti jaket.
Motif yang dibuat untuk para ‘teman istimewa’ tersebut digambar di atas media air menggunakan teknik bernama suminagashi atau paper marbling.
"Berangkat dari keyakinan bahwa berkarya tak mengenal keterbatasan, Dama Kara terus berkolaborasi dengan disabilitas yang kami namakan ‘teman istimewa’, karena kami percaya setiap insan diciptakan dengan keistimewaan. Kebetulan, artikel jaket yang diproduksi itu menjadi salah satu best seller items Dama Kara di Shopee. Dama Kara selalu menceritakan tentang semangat positif untuk terus mencintai diri dan berkarya dan terus berkolaborasi dengan teman istimewa dengan mengeksplorasi berbagai teknik baru karena berkarya tak mengenal keterbatasan," kata Nurdini.

Nurdini, Owner & Founder Dama Kara (Kiri) Saat Memproduksi Batik Bersama Salah Seorang Pekerjanya.
Bertumbuh, Berkembang, dan Naik Kelas Bersama Shopee
Shopee menjadi mitra strategis Dama Kara untuk memperkenalkan produk-produknya. Sejak bergabung pada 2020, Nurdini mengatakan pihaknya sukses meningkatkan penjualan khususnya setelah menggunakan fitur Shopee Live.
"Dengan adanya Shopee Live, Dama Kara menambah jumlah tim dari yang semula dua orang menjadi enam orang talent live. Setelah melakukan live penjualan Dama Kara di Shopee meningkat 85 persen dengan mulai teraturnya durasi live Dama Kara.Transaksi tertinggi di live kita pastinya saat tanggal kembar, yang biasanya kita live 18 jam per hari, adapun khusus di tanggal kembar kita live 24 jam dan sukses meningkatkan penjualan hingga 400 persen dibandingkan dengan penjualan pada hari biasa," tuturnya.
Maret 2024 pun menjadi bulan dengan penjualan secara live stream terbanyak sepanjang perjalanan Dama Kara.
Jumlah penonton harian mencapai lebih dari 4.000 orang, yang menurut Nurdini hal ini tidak terlepas dari momentum hari raya Idul Fitri dan tersampaikannya informasi bahwa produk Dama Kara cocok untuk digunakan keluarga dan sanak saudara pada hari raya Idul Fitri.
Nurdini menilai ada sejumlah penyebab fitur Shopee Live sangat membantu Dama Kara untuk meningkatkan penjualan. Pertama, Fitur interaktif tersebut dapat memberikan pengalaman belanja baru bagi konsumen.
Kedua, fitur tersebut memungkinkan Dama Kara untuk memperlihatkan produk secara langsung. Hal ini memungkinkan konsumen lebih memahami kualitas, detail produk, serta cara menggunakan hingga merawat produk-produk yang ditawarkan Dama Kara.
Karena itu menurut Nurdini, fitur Shopee Live dan Shopee Video sangat berguna untuk membantu para pengusaha industri kreatif indonesia, khususnya pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin naik kelas.
"Selain itu, pelaku UMKM juga perlu terus belajar, adaptif dan relevan dengan market, senantiasa mencoba berbagai hal yang bisa meningkatkan value brand. Manfaatkan berbagai fitur yang dimiliki di Shopee untuk terus relevan dengan pasar dan meningkatkan penjualan," kata dia.
Kini produk Dama Kara juga telah bisa dibeli pembeli di Malaysia, Singapura, dan Taiwan lewat Program Ekspor Shopee.
(NIA DEVIYANA)
Cerita Brand Dama Kara Sukses Jualan Lewat Shopee Live-Berdayakan Difabel
Founder & Owner Dama Kara Nurdini Prihastiti menjelaskan Dama Kara didirikan di Bandung, Jawa Barat pada 2020, tepatnya saat pandemi COVID-19. [990] url asal
#best-seller-items-dama-kara #kebaya #keistimewaan #seller #jawa-barat #difabel #outer #suar-kebaya-encim-sleeveless #paper-marbling #value-brand #shopee-live #natha #jawa #cerita-brand #produk-dama-kara #owner-dama
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 07/11/24 14:01
v/17672927/
Jakarta - Batik merupakan warisan budaya sekaligus simbol identitas bangsa Indonesia. Tak hanya sekadar kain, setiap goresan batik kaya akan makna mendalam dan keindahan. Hal inilah yang membuat batik diminati masyarakat Indonesia, bahkan juga dunia.
Industri batik juga memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, nilai ekspor industri batik mencapai USD 17,5 juta sepanjang 2023, sementara pada Semester I-2024 nilai ekspor batik sudah mencapai USD 9,45 juta.
Berkembang pesatnya industri batik tentu tak lepas dari antusiasme masyarakat hingga kemunculan berbagai brand lokal yang menghadirkan produk-produk inovatif dan berkualitas. Salah satu merek yang menarik perhatian publik dan sudah berhasil melakukan ekspor adalah Dama Kara.
Founder & Owner Dama Kara Nurdini Prihastiti menjelaskan Dama Kara didirikan di Bandung, Jawa Barat pada 2020, tepatnya saat pandemi COVID-19.
Lewat Dama Kara, Nurdini ingin mengubah persepsi bahwa pakaian batik hanya dikenakan sebagai pakaian formal di momen tertentu saja, melainkan juga saat beraktivitas sehari-hari.
"Dari fenomena tersebut, Dama Kara menciptakan karya sandang batik dengan model yang timeless dan motif yang simpel namun sarat makna agar pakaian batik bisa digunakan di momen apapun. Setelah beberapa bulan berjalan dan trend berbelanja online semakin meningkat, Dama Kara akhirnya mulai berjualan di marketplace yaitu Shopee. Produk-produk yang Dama Kara hadirkan pada saat itu yaitu pakaian ready to wear seperti one-set batik, outer batik, dan lain-lain," ujar Nurdini dalam keterangannya, Kamis (7/11/2024).
Potret Proses Produksi Batik Dama Kara Foto: istimewa |
Berdayakan Warga Lokal & Teman Difabel Lewat Produk Kreatif
Dalam proses pembuatan batik, Dama Kara menghadirkan koleksi yang versatile alias serbaguna. Beberapa di antaranya, seperti Suar Kebaya Encim Sleeveless, Suar Kebaya Encim Shorsleeve, sampai Natha Outer yang nyaman dan modis. Menariknya, mayoritas produk Dama Kara diproses dan diproduksi secara tradisional.
"Komitmen utama kami untuk mengangkat kain yang diproses secara tradisional melalui proses batik, ikat, jumput, bordir dan jahit jelujur dengan merangkul penjahit rumahan, dengan support alat, permodalan, hingga pembinaan, dan kini terus berkembang menjadi tiga sub-produksi dengan 20 penjahit. Setiap koleksi Dama Kara dibuat sepenuh hati dengan pemilihan kain yang nyaman untuk keseharian, model yang timeless hingga mengembangkan motif yang sarat makna," ucap Nurdini.
Nurdini menjelaskan saat ini Dama Kara memiliki sekitar 60 orang karyawan, mulai dari proses produksi sampai distribusi. Mayoritas karyawan pun merupakan masyarakat lokal di sekitar tempat produksi dan gudang Dama Kara.
Selain itu, pihaknya juga memberi ruang bagi para penyandang disabilitas. Dama Kara mendukung kelas menggambar untuk para difabel bersama sejumlah yayasan di Bandung.Adapun hasil gambar dari kelas tersebut digunakan sebagai desain untuk produk non-batik Dama Kara seperti jaket. Motif yang dibuat untuk para 'teman istimewa' tersebut digambar di atas media air menggunakan teknik bernama suminagashi atau paper marbling.
"Berangkat dari keyakinan bahwa berkarya tak mengenal keterbatasan, Dama Kara terus berkolaborasi dengan disabilitas yang kami namakan 'teman istimewa', karena kami percaya setiap insan diciptakan dengan keistimewaan. Kebetulan, artikel jaket yang diproduksi itu menjadi salah satu best seller items Dama Kara di Shopee. Dama Kara selalu menceritakan tentang semangat positif untuk terus mencintai diri dan berkarya dan terus berkolaborasi dengan teman istimewa dengan mengeksplorasi berbagai teknik baru karena berkarya tak mengenal keterbatasan," jelas Nurdini.
Nurdini Saat Memproduksi Batik Bersama Pekerjanya Foto: istimewa |
Bertumbuh, Berkembang dan Naik Kelas Bersama Shopee
Nurdini mengungkapkan dalam proses pemasaran, Dama Kara bergabung menjadi mitra Shopee untuk memperkenalkan produk-produknya. Sejak bergabung pada 2020, pihaknya sukses meningkatkan penjualan khususnya setelah menggunakan fitur Shopee Live.
"Dengan adanya Shopee Live, Dama Kara menambah jumlah tim dari yang semula dua orang menjadi enam orang talent live. Setelah melakukan live penjualan Dama Kara di Shopee meningkat 85% dengan mulai teraturnya durasi live Dama Kara.Transaksi tertinggi di live kita pastinya saat tanggal kembar, yang biasanya kita live 18 jam per hari, adapun khusus di tanggal kembar kita live 24 jam dan sukses meningkatkan penjualan hingga 400% dibandingkan dengan penjualan pada hari biasa," tuturnya.
Tak hanya itu, Dama Kara juga mencatatkan penjualan secara live stream terbanyak sepanjang perjalanan pada Maret 2024, dengan jumlah penonton harian mencapai lebih dari 4.000 orang. Menurut Nurdini, hal ini tidak terlepas dari momentum hari raya Idul Fitri dan tersampaikannya informasi bahwa produk Dama Kara cocok untuk digunakan keluarga dan sanak saudara pada hari raya Idul Fitri.
Nurdini menilai ada sejumlah penyebab fitur Shopee Live membantu Dama Kara untuk meningkatkan penjualan. Pertama, fitur interaktif tersebut dapat memberikan pengalaman belanja baru bagi konsumen.
Kedua, fitur tersebut memunkginkan Dama Kara untuk memperlihatkan produk secara langsung. Hal ini memungkinkan konsumen lebih memahami kualitas, detail produk, serta cara menggunakan hingga merawat produk-produk yang ditawarkan Dama Kara.
Nurdini mengungkapkan fitur Shopee Live dan Shopee Video juga sangat membantu para pengusaha industri kreatif indonesia, khususnya pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin naik kelas.
Selain itu, hadirnya Program Ekspor Shopee membuat produk Dama Kara kini telah bisa dibeli pembeli di Malaysia, Singapura, dan Taiwan.
"Selain itu, pelaku UMKM juga perlu terus belajar, adaptif dan relevan dengan market, senantiasa mencoba berbagai hal yang bisa meningkatkan value brand. Manfaatkan berbagai fitur yang dimiliki di Shopee untuk terus relevan dengan pasar dan meningkatkan penjualan," pungkasnya.
(ega/ega)
Profil dan Strategi Bisnis Dama Kara, Batik Anak Muda yang Mendunia
Batik Dama Kara, UMKM milik Nurdini Prihastiti dan Bheben Oscar yang banyak dilirik anak muda kekinian. [545] url asal
#dama-kara #damakara #batik-dama-kara #batik-damakara #strategi-bisnis-damakara
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 29/10/24 11:59
v/17148928/
Bisnis.com, JAKARTA -- Batik sampai saat ini masih erat kaitannya dengan pakaian orang tua, orang zaman dulu, dan sesuatu yang tradisional. Namun siapa sangka, anak muda juga bisa sukses dari bisnis batik ini.
Adalah sosok di balik merek batik Dama Kara, pasangan suami istri, Nurdini Prihastiti dan Bheben Oscar yang mendirikan usahanya baru pada 2020, tak hanya sebagai bisnis yang menguntungkan, tapi juga bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.
Nurdini mengatakan bersama suami akhirnya memutuskan untuk mendirikan Dama Kara, bisnis lokal batik yang bisa menyerap banyak tenaga kerja, dengan menawarkan berbagai fashion item batik bermotif sederhana namun sarat makna, untuk perempuan, laki-laki, maupun anak.
Strategi Bisnis Dama Kara
Perjalanan Dama Kara pun tak mulus, pasalnya usaha ini didirikan pada awal 2020 dan harus berbenturan dengan pandemi Covid-19.
Dengan demikian, Dama Kara harus memanfaatkan platform online agar tetap bisa berjualan. Beruntung, berbisnis secara online ternyata bisa membawa hasil yang signifikan bagi usaha Nurdini dan Bheben.
Hal itu terlihat pada tahun kedua usahanya di tengah pandemi, ketika penjualan Dama Kara naik 220% dibandingkan penjualan di tahun pertama, berkat platform digital.
Nurdini membagikan beberapa tipsnya memanfaatkan platform online untuk berjualan di antaranya, dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di e-commerce dan media sosial.
"Karena sebenarnya jualan online kan enak, kita nggak perlu bayar di depan nih, beda sama kalau jualan offline misalnya harus sewa toko dan biaya lain-lain. Jadi platform e-commerce sangat bisa membantu UMKM untuk bisa bertumbuh, salah satunya dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di sana," terangnya.
Selain memanfaatkan fitur yang ada, Dama Kara juga memperbaiki tampilan produknya, membuat foto produk yang lebih baik, memberikan deskripsi produk dengan jelas, dan mengikuti berbagai campaign yang ada di tiap platform e-commerce untuk meningkatkan penjuakan.
"Itu ternyata sangat bermengaruh banget terhadap pertumbuhannya Dama Kara sendiri di online," ungkap Nurdini.
Hadapi Tantangan
Selain terus dituntut untuk menerapkan strategi bisnis yang relevan, Dama Kara menghadapi tantangan bisnis lain yakni plagiarisme. Di mana beberapa motif karya Dama Kara seringkali ditiru oleh bisnis sejenis.
Sebagai solusi, Dama Kara senantiasa berupaya mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas motif batik yang dibuat serta meningkatkan kesadaran di masyarakat atas motif batik khas Dama Kara.
Selain itu, untuk membuat desain-desain yang otentik, Dama Kara juga bekerja sama dengan komunitas difabel, termasuk autis dan teman tuli dari sejumlah yayasan, untuk membantu komunitas difabel menciptakan peluang dengan berkarya.
Dama Kara juga mendirikan Dama Kara Foundation yang menyediakan ruang terapi menggambar khusus autis. Hasil karya mereka kemudian akan direalisasikan dalam bentuk koleksi batik Dama Kara, seperti Jalin dan Rona Bian.
"Individu autis yang terlibat juga akan mendapatkan royalti dari hasil penjualan produk tersebut. Dama Kara juga memberdayakan ibu-ibu dan penjahit di Jawa Barat pada proses finishing produk, seperti menjahit jelujur dan pengecekan kualitas," lanjut Nurdini.
Dama Kara berharap hal ini bisa membuat produk mereka dipakai kapan pun dan di mana pun, serta dalam jangka waktu yang lama.
Dari sisi lingkungan, Dama Kara juga berkomitmen menjalankan bisnis yang ramah lingkungan, berkolaborasi dengan Cajsa untuk meminimalisasi limbah pascaproduksi.
"Potongan sisa kain batik hasil produksi Dama Kara dijadikan bahan baku pembuatan sepatu, salah satunya dinamakan koleksi Bhumi Karuna," imbuhnya.
Kini karya Dama Kara tak hanya laris, bahkan sudah mendunia. Pada 2023, Dama Kara mendapatkan fasilitas dari Kemenkop UKM untuk mengikutifashion show di Paris, Prancis melalui gelaran IN2MF.
Tokopedia Genjot UMKM Lewat Banyak Program, Pedagang Bisa Cuan 4 Kali Lipat
Tokopedia mendukung UMKM dengan kampanye beli lokal, pelatihan konten kreator, dan live shopping. Upaya ini meningkatkan penjualan dan peluang di era digital. [724] url asal
#umkm #tokopedia #digital-marketing #beli-lokal #live-shopping #nurdini-prihastiti #papar #jangkauan-pasar #indonesia #creators-lab #fitur #kapabilitas #tokopedia-genjot #batik-dama-kara #kolaborasi-umkm-tokopedi
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 28/10/24 17:02
v/17110084/
Jakarta - Tokopedia terus berkomitmen mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menciptakan peluang bisnis di era digital. Salah satunya melalui kampanye beli lokal hingga pelatihan konten kreator dan live shopping serta pemanfaatan fitur teknologi digital lainnya.
Head of Communication Tokopedia and TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan, menjelaskan berbagai upaya ini selaras dengan visi-misi perusahaan untuk berkolaborasi dan memajukan para pelaku usaha lokal, khususnya kaum muda yang baru memulai bisnisnya di era digital ini.
"Kalau dari kami memang dari Tokopedia dan juga ShopTokopedia kami senantiasa membantu para pelaku usaha di Indonesia, termasuk juga anak muda yang mau memulai dan membangun bisnis di era digital melalui pemanfaatan teknologi jadi bersama-sama kita bisa berkontribusi terhadap perekonomian di Tanah Air," kata Aditya dalam konferensi pers Tokopedia, Senin (28/10/2024).
"Jadi memang dari kami, dari Tokopedia dan ShopTokopedia senantiasa mengedepankan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk membantu pelaku usaha muda, termasuk yang bergerak di bidang fashion, untuk menemukan panggung yang lebih luas sehingga produk mereka makin diminati masyarakat di seluruh Indonesia," ucapnya lagi.
Lebih lanjut Aditia mengatakan sejak awal tahun hingga kuartal III 2024 ini (Januari-September), fesyen menjadi salah satu kategori produk paling laris di Tokopedia dan ShopTokopedia. Dalam hal ini produk atasan dan
"Di kuartal III 2024 sejumlah kategori paling laris di Tokopedia itu fashion, kecantikan dan perawatan tubuh, ada kesehatan, makanan-minuman, dan produks rumah tangga," kata Aditya.
Sementara di ShopTokopedia, yang kategori paling laris di kuartal III 2004 itu ada fashion juga, ada kecantikan perawatan tubuh, perawatan minuman, rumah tangga, dan elektronik," jelasnya lagi.
Menurutnya peningkatan ini tidak lepas dari uapaya dan kampanye perusahaan seperti 'Beli Lokal' dan 'Melokal Dengan Batik', yang mana kedua platform jual-beli perusahaan menyediakan etalase khusus untuk produk-produk UMKM. Melalui program ini Tokopedia dan ShopTokopedia juga turut bekerja sama dengan berbagai pihak guna memperluas jangkauan pasar UMKM lokal.
"Contohnya lewat kampanye Beli Lokal yang bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan etalase khusus bagi merek lokal, termasuk fesyen, agar makin menjadi pilihan masyarakat. Ada pula kampanye Melokal Dengan Batik yang bekerja sama dengan pemerintah, institusi pendidikan, kreator, dan lembaga keuangan, untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perajin dan UMKM batik di era teknologi," papar Aditia.
Di luar itu, secara umum Tokopedia dan ShopTokopedia juga melakukan pelatihan konten kreator dan live shopping melalui program Creators Lab. Di mana melalui program ini memberikan pemahaman utuh mengenai prinsip afiliasi dan strategi pemasaran di platform digital kepada generasi muda untuk membantu pemasaran produk UMKM lewat kreativitas konten.
"Hingga kini, kami telah memberikan pelatihan kepada ratusan generasi muda untuk menjadi affiliate creator yang andal. Sejalan dengan semangat gotong royong Sumpah Pemuda, Tokopedia dan ShopTokopedia, bersama para mitra strategis, akan terus berupaya menghadirkan Creators Lab di berbagai wilayah lain di Indonesia," paparnya.
Berbagai upaya Tokopedia dan ShopTokopedia ini terbukti memberikan dampak positif kepada para pengusaha. Hal ini seperti yang dirasakan oleh pemilik usaha batik lokal batik Dama Kara, Nurdini Prihastiti.
Nurdini mengaku sebelum bergabung dengan Tokopedia, ia harus menerima pesanan secara manual melalui pesan WhatsApp (WA) satu-satu. Kondisi ini membuatnya sulit untuk menerima banyaknya pesanan hingga kerap mendapat komplain dari pelanggan.
Namun setelah bergabung Tokopedia, ia mengaku bisa dengan mudah menavigasi setiap pesanan melalui sistem PO (pre-order). Selain itu, berkat produknya yang juga masuk dalam etalase khusus Tokopedia dan ShopTokopedia, jumlah pesanan yang diterimanya turut meningkatkan drastis.
"Sebelum kita pakai Tokopedia, terus dapat banyak komplain dari konsumen karena balesinnya lama banget nih, buat dapetin totalan mereka mau order gitu," ucapnya.
"Tapi ketika kita udah di Tokopedia terus mereka udah bisa mulai, yasudah mereka pesan langsung klik klik klik klik bayar gitu kan, terus akhirnya kita juga ngerasain banget order yang sebelumnya belum pakai Tokopedia, terus pas lagi udah pakai Tokopedia tuh kita langsung growth 220%," jelasnya lagi.
Kemudian ada juga pemilik usaha sarung batik Batik Paduka yang didirikan oleh Ardi Sanjaya turut mendapatkan dampak positif dari berbagai upaya pemberdayaan dan kolaborasi UMKM Tokopedia dan ShopTokopedia ini.
Ardi mengaku toko Batik Paduka miliknya secara rutin melakukan live shopping 2-3 kali sehari dengan durasi minimal 2 jam di ShopTokopedia. Berkat itu dirinya mampu meningkatkan penjualan hingga 3-4 kali lipat dibandingkan saat tidak live shopping.
"Live shopping ini bagi Batik Paduka itu sangat mempengaruhi penjualan banget sih. Jadi kalau dibandingkan ketika kita live shopping penjualan bisa meningkat 3-4 kali lipat dibandingkan kalau nggak live shopping," ucapnya.
(fdl/fdl)

