#30 tag 24jam
Alquran Sebut Mudarat Khamar Lebih Besar, Fakta dan Temuan Medis Membuktikannya
Islam mengharamkan khamar dalam beberapa tahapan [530] url asal
#khamar #bahaya-khamar #minuman-keras #bahaya-minuman-keras #larangan-khamar #larangan-miras #al-maidah-ayat-90 #dampak-miras #dampak-alkohol #penyalahgunaan-alkohol
(Republika - Iqra) 06/08/24 23:34
v/13568810/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Allah SWT melalui firman-Nya dalam Surat Al-Maidah Ayat 90 menjelaskan larangan empat perkara yaitu minum khamar (minuman keras beralkohol yang memabukan), berjudi, mempersembahkan kurban kepada patung-patung dan mengundi nasib dengan menggunakan alat-alat yang menyerupai anak panah yang biasa dilakukan oleh bangsa Arab sebelum datangnya agama Islam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS Al-Maidah ayat 90)
Mengenai pengharaman minum khamar atau minuman keras (miras), para ahli tafsir berpendapat bahwa ayat 90 ini merupakan tahap terakhir dalam menentukan hukum haramnya meminum khamar. Menurut mereka, Alquran mengemukakan hukum meminum khamar itu dalam empat tahap.
Pertama, berupa informasi tentang adanya kandungan alkohol pada buah anggur pada Surat An-Nahl ayat 67.
وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"Dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti." (QS An-Nahl ayat 67)
Kedua, manfaat dan madarat minuman keras.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
"Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir.” (QS Al-Baqarah ayat 219)
Ketiga..
Meskipun merupakan bisnis besar, tetapi telah diteliti bahwa setiap dolar yang diperoleh dari produk alkohol, memerlukan biaya yang lebih besar untuk mengatasi akibat kerusakan sosial yang diperoleh.
Contohnya di Tennese State Perolehan 1 Dolar AS tapi biaya yang dikeluarkan 2.28 Dolar AS, di Shelby State perolehan 1 Dolar AS tapi biaya pengeluaran 11.08 Dolar AS, di Memphis State perolehan 1 Dolar AS tapi biaya pengeluaran 4.39 Dolar AS.
Karena alkohol mudah diserap, maka makanan berlebih seperti gula, lemak dan protein disimpan dalam bentuk lemak sehingga kelebihan berat badan. Obesitas ini penyebab dari penyakit pembuluh darah, jantung dan gula (diabetes).
Perlu diketahui bahwa alkohol adalah minuman berenergi tinggi tetapi tanpa gizi atau disebut “empty calories”. Juga alkohol penyebab tubuh tidak dapat menyerap vitamin dan mineral atau keduanya dibuang ke dalam urin. Akibatnya pemabuk menjadi malnutrisi. Ini pula penyebab utama bahwa anak-anak para peminum atau pemabuk menderita cacat fisik atau mental karena sperma atau ovumnya kekurangan gizi.
Detoksikasi alkohol dalam tubuh oleh lever terus menerus dapat merusak sel-sel. Kerusakan sel akan mengganggu kinerja lever. Selain itu kelebihan lemak disimpan dalam hati yang dapat menyebabkan kanker hati atau cirrosis yang belum ada obatnya.
Alkohol merusak sistem syaraf, melemahkan koordinasi otot dan mata (penyebab kecelakaan). Juga menghilangkan ingatan sehingga melakukan segala kejahatan tanpa kesadaran, seperti memperkosa, berkelahi, merampok dan membunuh. Alkohol termasuk bahan yang menyebabkan ketagihan atau adiktif. Sifat ini menyebabkan peminum ingin mengkonsumsi lebih banyak dan lebih banyak lagi karena tidak puas.
Rasa yang selalu tidak puas itu yang akhirnya menyebabkan terjerumus ke dalam dunia narkotika seperti ganja, morfin, kokain, dan sebagainya. Sifat adiktif ini secara ilmu pengetahuan belum dapat dijelaskan dengan memuaskan. (Tafsir Kementerian Agama)
Jangan Setetespun, Penelitian Terbaru Konfirmasi Ajaran Islam Soal Alkohol
Penelitian bahwa minuman beralkohol dalam jumlah kecil bermanfaat ternyata keliru. [684] url asal
#dampak-alkohol #alkohol-berbahaya #alkohol-haram #miras-haram #khamr #dampak-khamr
(Republika - Khazanah) 25/07/24 16:06
v/12068991/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Penelitian terbaru soal dampak minuman beralkohol menyimpulkan bahwa konsumsi barang haram itu tak ada manfaatnya sama sekali, berapapun volumenya. Ini menyangkal penelitian yang jadi kampanye perusahaan alkohol bahwa konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah kecil menyehatkan.
Penelitian tersebut senada dengan ajaran Islam bahwa minuman keras atau beralkohol bukanlah obat melainkan penyakit. Diriwayatkan, seorang sahabat Rasulullah pernah menanyakan hal itu. ''Wahai Nabinya Allah sesungguhnya (khamr itu) obat,'' lalu Nabi bersabda,''(khamr) bukan obat, tetapi dia adalah penyakit.'' (HR Muslim Nomor 1984).
Larangan meminum minuman beralkohol tercantum dalam Alquran dan hadits Rasulullah SAW. Beliau melarang konsumsi khamr meskipun setetes.
Dilansir the Guardian, dalam sejumlah penelitian yang dilansir sebelumnya, ada yang menyimpulkan bahwa meminum sedikit minuman beralkohol setiap hari lebih baik untuk umur yang lebih panjang daripada menghindari alkohol sama sekali. Namun sebuah analisis baru menyangkal pemikiran tersebut dan menyalahkan pesan menyesatkan tersebut pada penelitian yang menyertakan peminum berat yang telah berhenti sepenuhnya.
Para ilmuwan di Kanada menyelidiki 107 penelitian yang diterbitkan mengenai kebiasaan minum masyarakat dan berapa lama mereka hidup. Dalam sebagian besar kasus, mereka menemukan bahwa para peminum alkohol dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengonsumsi atau mengonsumsi sedikit alkohol, tanpa memperhitungkan bahwa beberapa orang telah mengurangi atau berhenti minum karena alasan kesehatan yang buruk.
Temuan ini menunjukkan bahwa di antara kelompok yang tidak minum alkohol dan sesekali minum, terdapat sejumlah besar orang yang sakit, sehingga menurunkan rata-rata kesehatan kelompok tersebut, dan membuat peminum ringan hingga sedang terlihat lebih baik jika dibandingkan dengan yang sama sekali tak minum alkohol.
“Ini merupakan sebuah kudeta propaganda bagi industri alkohol untuk mengusulkan bahwa penggunaan produk mereka secara moderat dapat memperpanjang umur manusia,” kata Dr Tim Stockwell, penulis pertama studi tersebut dan seorang ilmuwan di Institut Penelitian Penggunaan Zat Kanada di Universitas Victoria.
“Gagasan ini berdampak pada pedoman konsumsi alkohol nasional, perkiraan beban penyakit akibat alkohol di seluruh dunia, dan telah menjadi hambatan dalam pembuatan kebijakan yang efektif mengenai alkohol dan kesehatan masyarakat,” tambahnya. Rinciannya dipublikasikan di Jurnal Studi tentang Alkohol dan Narkoba.
Banyak penelitian tentang dampak alkohol terhadap kesehatan menunjukkan efek kurva J, yang mana tingkat kematian paling rendah terjadi pada mereka yang minum sedikit alkohol. Ketika tim Kanada menggabungkan data dari penelitian dalam analisis mereka, ditemukan bahwa peminum ringan hingga sedang – yaitu mereka yang minum antara satu gelas seminggu dan dua kali sehari – memiliki risiko kematian 14 persen lebih rendah selama periode penelitian dibandingkan dengan mereka yang tidak minum alkohol.
Namun manfaat nyata tersebut menguap jika diamati lebih dekat. Dalam penelitian dengan kualitas terbaik, yang melibatkan orang-orang muda dan memastikan bahwa mantan peminum dan sesekali tidak dianggap sebagai orang yang tidak minum alkohol, tidak ada bukti bahwa peminum ringan hingga sedang hidup lebih lama. Hal ini hanya terlihat pada penelitian lemah yang gagal memisahkan mantan peminum dan peminum alkohol seumur hidup.
“Asumsi soal manfaat kesehatan dari alkohol telah dilebih-lebihkan, sementara dampak buruknya telah diremehkan dalam sebagian besar penelitian sebelumnya,” kata Stockwell.
“Studi yang paling bias mencakup banyak orang yang berhenti atau mengurangi kebiasaan minum alkohol karena alasan kesehatan pada kelompok pembanding sehingga membuat orang yang cukup sehat untuk terus minum alkohol tampak lebih sehat,” tambahnya.
Mantan kepala petugas medis Inggris, Dame Sally Davies, mengatakan tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang aman. Sebuah penelitian besar yang diterbitkan pada 2018 mendukung pandangan tersebut. Ditemukan bahwa alkohol menyebabkan 2,8 juta kematian pada 2016 dan merupakan faktor risiko utama kematian dini dan kecacatan pada kelompok usia 15 hingga 49 tahun. Di antara mereka yang berusia di atas 50 tahun, sekitar 27 persen kematian akibat kanker global pada wanita dan 19 persen pada pria disebabkan oleh kebiasaan minum mereka.
Tahun lalu, sebuah penelitian besar terhadap lebih dari setengah juta pria Cina mengaitkan alkohol dengan lebih dari 60 penyakit, termasuk sirosis hati, stroke, beberapa jenis kanker pencernaan, asam urat, katarak, dan tukak lambung.
“Studi tentang alkohol dan kesehatan dapat menimbulkan bias, meskipun dilakukan dengan baik,” kata Dr Iona Millwood dari Universitas Oxford, salah satu penulis studi terhadap pria Cina. “Kami melihat semakin banyak bukti bahwa dampak positif minum alkohol dalam jumlah sedang terhadap kesehatan sepertinya tidak bersifat sebab-akibat.”