JAKARTA, investor.id - Yayasan Bakti Barito adalah lengan filantropi dari Barito Pacific Group menggandeng KitaBisa dan Happy Hearts mengajak masyarakat membangun dua sekolah terdampak gempa Garut. Kedua sekolah tersebut adalah SDN 3 Barusari dan SDN 4 Barusari yang terletak di kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Pembangunan kembali ini diproyeksikan akan selesai dalam di akhir tahun, yang diharapkan akan menyediakan ruang belajar yang aman bagi para siswa sehingga dapat membangun ketahanan masyarakat dalam jangka panjang. Yayasan Bakti Barito, Happy Hearts Indonesia, dan Kitabisa berkolaborasi dalam kampanye yang menargetkan penggalangan dana sebesar Rp 1,4 miliar untuk membiayai rekonstruksi kedua sekolah yang terkena dampak gempa bumi ini.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung sekolah baru yang dibangun dengan bahan bangunan yang tahan gempa. Bahan bangunan menggunakan antara lain, batu bata dari plastik daur ulang sebesar 9,4 ton yang juga akan mengurangi sekitar 22 ton emisi karbon. Selain itu, Yayasan Bakti Barito juga memimpin kampanye aktivasi digital Kitabisa untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pembangunan kembali ini.
Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito Fifi Pangestu mengatakan, pihaknya memiliki prioritas untuk segera memulihkan lingkungan belajar yang aman bagi para siswa. Hal itu terinspirasi oleh visi pendiri Prajogo Pangestu, pihaknya percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang tangguh.
“Membangun kembali sekolah-sekolah ini dengan material yang tahan gempa akan memastikan proses pemulihan dapat terjadi dengan cepat dan membangun stabilitas belajar mengajar jangka panjang bagi anak-anak di Garut,” ungkap Fifi dalam keterangan pers, Sabtu (12/10/2024).
Sementara itu, Direktur Kitabisa.org Edo Irfandi menambahkan, kampanye tersebut menunjukkan kekuatan dari upaya yang digerakkan oleh masyarakat. “Dengan melibatkan masyarakat Indonesia di seluruh negeri dan memanfaatkan platform kami, kami bertujuan untuk membangun kembali sekolah-sekolah ini yang berdasarkan pada ketahanan dan keberlanjutan,” ujarnya.
CEO Happy Hearts Indonesia Sylvia Beiwinkler menambahkan, fokus pihaknya adalah memberikan dampak jangka panjang melalui inovasi dan keberlanjutan. Dengan menggunakan batu bata plastik daur ulang, membangun kembali dengan lebih baik dan menetapkan tolok ukur baru untuk upaya pemulihan bencana di masa depan.
“Sekolah ini berkontribusi pada 11 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), memastikan masa depan yang lebih cerah dan tangguh bagi masyarakat,” jelas Sylvia.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News