JAKARTA, KOMPAS.com -Donald Trump menang pilpres AS, berdasarkan suara elektoral. Trump yang berpasangan dengan JD Vence meraih 277 suara elektoral atau 51 persen.
Sementara, pesaingnya dari Partai Demokrat, yakni petahana Wakil Presiden AS Kamala Harris hanya mendapat 224 suara elektoral.
Lantas, bagaimana dampak kemenangan Trump ke IHSG?
SHUTTERSTOCK/JIRAPONG MANUSTRONG Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham.Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy mengatakan, berdasarkan penilaian analis, pemilihan presiden AS akan berpengaruh pada aliran modal asing yang keluar dari Indonesia.
"Kemungkinan kan dia akan lebih ke Amerika Serikat ya. Jadi akan banyak dana AS yang kembali ke sana. Prediksi dari analis kan begitu," kata dia dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2024, Kamis (7/11/2024).
Ia menambahkan, pada masa pemeritahan Donald Trump kemungkinan akan banyak dana AS yang akan kembali ke negara asalnya.
Namun demikian, ke depan masih perlu dilihat arah kebijakan Trump.
Di sisi lain, ia tetap optimistis investor asing akan tetap masuk ke pasar Indonesia di masa depan. Lebih lanjut, ia juga berharap IHSG akan ditutup pada hasil yang positif di akhir tahun.
"Mudah-mudahan, kita lihat, kita harus optimis, Insyaallah lebih baik," imbuh dia.
Irvan bilang, adanya potensi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang diikuti oleh penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga akan mendorong kinerja IHSG. Ia yakin, IHSG masih mampu mengakhiri 2024 dengan hasil yang lebih tinggi dari 2023.
SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham."Kalau Fed rate turun, BI rate turun. Mudah-mudahan lari ke capital market kita," ungkap dia.
"Pemerintahan Pak Prabowo juga programnya banyak melanjutkan ke Pak Jokowi, beberapa terobosan juga kami tunggu dari Pak Prabowo di akhir tahun," tutup dia.
Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menuturkan, belum dapat mengukur dampak dari pemilihan presiden AS terhadap pergerakan IHSG.
"Saya belum dapat, dampaknya. Kita lihat dulu, kan tidak bisa satu hari, masih ada periode. Kita bisa lihat dampaknya," ujar dia.
Iman bilang, selain dipengaruhi pemilihan presiden AS, IHSG juga masih dapat terpengaruh dengan potensi penurunan suku bunga acuan The Fed.
"Makannya ini kan akan tercampur, banyak hal yang mesti kita lihat, tidak satu sentimen saja. Tidak ada Trump saja," tutup dia.
Sebagai informasi, pada Rabu lalu Indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 3 persen dan ditutup pada rekor tertinggi baru. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.508,05 poin, atau 3,57 persen, ke rekor penutupan 43.729,93.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite naik 2,95 persen ke rekor 18.983,47.
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan, Kamis (7/11/2024). IHSG hari ini ditutup melemah 140,00 poin (1,90 persen) pada level 7.243,86.