JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 11,86 poin (0,16%) ke level 7.206,3 pada penutupan sesi I, Senin (22/7/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan IHSG menguat berkat Bank Indonesia (BI) menggelontorkan data tingkat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas pada Juni 2024.
Pilarmas menyebut, BI menyebut uang beredar pada Juni 2024 tercatat sebesar Rp9.026,2 triliun atau tumbuh sebesar 7,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,6% (yoy). Dimana Perkembangan pada Juni 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit pada Juni 2024 tumbuh sebesar 11,5% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,4% (yoy).
“Hal ini memberikan gambaran bagaimana bahwa uang yang beredar menggambarkan pergerakan likuiditas di sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri terus membaik. Sehingga ini memberikan peluang peningkatan likuiditas domestik di perbankan, maupun inflow di pasar modal,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (22/7/2024).
Sementara itu, Pilarmas menambahkan, indeks saham Asia justru mayoritas melemah, pasar tampaknya fokus pada berita bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mundur dari calon presiden 2024 dan gangguan pemadaman TI global serta kebijakan bank sentral China memangkas suku bunga pinjaman.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memutuskan mengundurkan diri dan dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon Demokrat untuk maju menjadi calon presiden. Secara jangka pendek tentunya keputusan Joe Biden tentunya ditanggapi beragam oleh pasar, dimana dapat berpotensi menyuntikkan ketidakpastian politik yang lebih besar ke pasar.
“Hal itu kemungkinan akan mengakibatkan beberapa kegoncangan jangka pendek, karena ini suatu konteks politik yang tidak biasa,” papar Pilarmas.
Soal pemadaman TI global yang disebabkan oleh pembaruan di perusahaan keamanan siber CrowdStrike merugikan sentimen pasar sehingga sistem mengganggu operasi di berbagai industri termasuk maskapai penerbangan, perbankan, dan layanan kesehatan.
Dari China, lanjut dia, pasar tampaknya pasar merespon hasil pertemuan petinggi China dimana pasar tampaknya tidak mendapatkan secara detail langkah kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah. Meskipun Presiden China Xi Jinping mengumumkan rencana besar untuk meningkatkan keuangan pemerintah daerah yang terlilit utang.
Bank Sentral China
Sementara itu, bank sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga pinjaman utama dan suku bunga kebijakan jangka pendek yang bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi yang rapuh. Bank China memangkas suku bunga pinjaman utama satu tahun dan lima tahun ke rekor terendah masing-masing 3,35% dan 3,85%.
Selain itu, bank sentral China memangkas suku bunga reverse repo tujuh hari menjadi 1,7%, yang bertujuan untuk mengoptimalkan mekanisme operasi pasar terbuka dan meningkatkan dukungan keuangan bagi perekonomian.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar IBFN, EMDE, HADE, DIVA, INTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar PTMP, ISEA, PADI, ANDI, FUTR.
Pilarmas merekomendasikan saham MBMA untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan MBMA buy dengan support dan resistance di level 610 -690,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News