JAKARTA, investor.id - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menyebut, pekan ini menjadi minggu yang sangat sibuk di Amerika Serikat (AS). Sebab, ada banyak data penting yang akan dirilis. Sementara itu, simak tiga saham pilihan untuk trading sepekan, apa saja?
David menjelaskan, investor fokus pada estimasi awal pertumbuhan PDB kuartal III-2024, non-farm payrolls, tingkat pengangguran dan lowongan pekerjaan JOLTS. “Rilis data penting lainnya akan mencakup ISM Manufacturing PMI, kepercayaan konsumen CB, laporan inflasi PCE dan angka pengeluaran dan pendapatan pribadi,” ungkap David dalam risetnya, Minggu (27/10/2024).
Hal ini, lanjut David, ditambah lagi adanya sentimen potensi patah trend pasar saham di AS. Pada Jumat pekan lalu, S&P 500 ditutup datar, Dow Jones turun 259 poin sementara Nasdaq 100 naik 0,5%. Penurunan saham perbankan menutupi kenaikan saham teknologi.
"Sektor keuangan khususnya, terpengaruh oleh kekhawatiran seputar New York Community Bancorp yang sahamnya anjlok 8,2% menyusul arahan yang mengecewakan. Bank of America dan Wells Fargo masing-masing turun 1,7% dan 1,3%, sementara Morgan Stanley dan Goldman Sachs turun 2%," papar David.
Sedangkan dari dalam negeri, David menegaskan, pergerakan investor asing juga wajib diamati pekan ini. Diketahui selama seminggu terakhir, investor asing mencatatkan net sell Rp 1,7 triliun di pasar reguler dengan penjualan terbesar di saham BBRI.
"Maka dari itu, pergerakan investor asing di minggu depan sangat perlu dicermati, mengingat kepemilikan asing di saham saham dengan market cap besar juga sangat berpengaruh," tandas David.
Tidak hanya itu, David menambahkan, sentimen kebijakan energi dan pembangunan dalam negeri, euforia dalam negeri juga belum sepenuhnya selesai dengan dilantiknya Presiden kedelapan Indonesia. Terlebih, Prabowo Subianto menyoroti pentingnya swasembada pangan dan energi di tengah situasi global yang tidak menentu.
Selain itu, presiden turut menginstruksikan kementerian terkait untuk segera merumuskan program hilirisasi 26 komoditas dan melanjutkan pembangunan dan program makan bergizi. “Kebijakan Presiden Prabowo ini tentu memberi sengatan positif pada emiten yang berhubungan dengan energi dan pembangunan, seperti TAPG dan SMGR ,” tegas David.
Berkaca pada sentimen-sentimen diatas, David merekomendasikan tiga saham pilihan untuk trading sepekan, yaitu:
1. SMGR
- Buy
- Current Price: 4.390
- Entry: 4.390
- Target Price: 4.750 (+8,20%)
- Stop Loss: < 4.200 (-4,33%)
- Risk to Reward Ratio = 1 : 1,9
- Sektor barang baku seperti semen mendapat sentimen positif karena prospek yang cerah seiring program Presiden Prabowo yang berkeinginan membangun 15 juta rumah, sehingga permintaan semen sebagai bahan penunjang properti dapat meningkat.
2. TAPG
- Buy on Pullback
- Current Price: 910
- Entry : 890
- Target Price : 975 (+9,55%)
- Stop Loss : < 855 (-3,93%)
- Risk to Reward Ratio = 1 : 2,4
- Harga CPO juga genap naik 4 hari beruntun. Selama 4 hari tersebut, harga melonjak 7,92%. Alasan pertama kenaikan harga CPO adalah keterbatasan pasokan. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) melaporkan bahwa produksi CPO Negeri Harimau Malaya turun 3,8% pada September dibandingkan Agustus. Emiten ini juga tertopang sentimen kebijakan yang digaungan Presiden Prabowo terkait energi.
3. ARNA
- Buy on Breakout
- Current Price: 1.610
- Entry: 1.640
- Target Price : 1.750 (+6,7%)
- Stop Loss : < 1.590 (-3,0%)
- Risk to Reward Ratio = 1 : 2,2
- IPOT melihat faktor industri akan membaik didorong oleh langkah anti–dumping yang diterapkan oleh pemerintah, seperti bea masuk anti–dumping (BMAD) dan peraturan SNI akan membatasi impor ubin murah. Di sisi lain, program pemerintah dalam pembangunan rumah terjangkau harapan-nya akan berdampak terhadap ARNA.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News