#30 tag 24jam
Bank DBS Indonesia Beri Pinjaman Rp350 Miliar ke Produsen Pakan Ternak asal Korsel
Bank DBS Indonesia memberikan pinjaman Rp350 miliar kepada PT CJ Feed & Care Indonesia, produsen pakan ternak anak perusahaan CJ CheilJedang dari Korsel. [336] url asal
#bank-dbs-indonesia #pakan-ternak #korea-selatan
(IDX-Channel - Banking) 24/10/24 10:18
v/16924236/
IDXChannel – Bank DBS Indonesia mengucurkan dana senilai Rp350 miliar kepada PT CJ Feed & Care Indonesia, salah satu pelaku usaha di sektor nutrisi hewan sekaligus anak perusahaan CJ CheilJedang dari Korea Selatan. Pembiayaan itu menyusul penandatanganan perjanjian untuk pinjaman berbasis keberlanjutan atau sustainability-linked loan (SLL) oleh kedua pihak.
Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Kunardy Darma Lie mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung mitra kami seperti PT CJ Feed & Care Indonesia dalam perjalanan transisi menuju pertumbuhan berkelanjutan. Karenanya, kemitraan tersebut menandai langkah penting dalam upaya kedua perusahaan untuk mempromosikan praktik berkelanjutan di sektor produksi pangan.
Menurut dia, dengan menyediakan solusi keuangan dan keahlian inovatif, DBS Indonesia bermaksud memberdayakan PT CJ Feed & Care Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan berkelanjutan serta memastikan keberhasilan jangka panjang dan dampak positif, baik bagi bisnis perusahaan maupun masyarakat. "Ini kami lakukan sejalan dengan 'spark' kami untuk menjadi 'best bank for a better world'," kata Kunardy, Rabu (23/10/2024).
Dia mengatakan, langkah PT CJ Feed and Care Indonesia dalam mengambil SLL adalah contoh bagaimana perusahaan dari semua industri dapat memanfaatkan sarana keuangan untuk mendorong pelestarian lingkungan. Pembiayaan ESG adalah sarana untuk mendukung transisi bisnis menuju operasi lebih berkelanjutan. Sebelumnya, perusahaan induknya, CJ CheilJedang, juga menerima SLL dari Bank DBS pada 2021.
Pendapatan dari pinjaman tersebut digunakan untuk menciptakan nilai sosial melalui kegiatan perusahaan, seperti pembangunan infrastruktur jaringan ramah lingkungan. Bisnis PT CJ Feed & Care sebagian besar berpusat di wilayah Asia Tenggara dan China, dengan produksi ternak, termasuk unggas, serta berbagai produk pakan untuk bahan baku, dengan 24 pabrik pakan di wilayah tersebut.
PT CJ Feed & Care Indonesia didirikan pada 2004 dan bergerak di sektor produksi pakan ternak dengan mengedepankan praktik berkelanjutan yang memberikan sumbangan positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Presiden Direktur PT CJ Feed & Care Indonesia Lee Jea Ho mengatakan, pihaknya senang dapat berperan serta dalam SLL ini, yang sejalan dengan komitmen mereka pada keberlanjutan. "Prakarsa itu adalah langkah untuk mendukung tujuan bersama kami menjadi pemimpin industri dalam produksi pangan berkelanjutan," kata Lee Jea Ho.
(Ahmad Islamy Jamil)
Bank DBS Indonesia & Moduit Perluas Akses Investasi Obligasi Pasar Sekunder
Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia dalam penyediaan produk obligasi sekunder. [663] url asal
#moduit #bank-dbs-indonesia #obligasi-sekunder #inklusi-finansial #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #obligasi
(Kontan-Investasi) 16/10/24 10:21
v/16544768/
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) meresmikan kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia (Moduit), dalam penyediaan produk obligasi sekunder, Selasa (15/10).
Kerja sama ini merupakan kolaborasi pertama bank di Indonesia dengan wealth tech company melalui integrasi Application Programming Interface (API). Masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan obligasi pasar sekunder yang disediakan Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit.
Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengungkapkan, penyediaan produk obligasi sekunder ini sejalan dengan tren positif di pasar investasi Indonesia.
Bank DBS Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang terkurasi sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah serta pengalaman bertransaksi, menabung, dan berinvestasi yang seamless melalui Aplikasi digibank by DBS.
Integrasi API Bank DBS Indonesia ke dalam platform Moduit turut memperkuat perwujudan komitmen tersebut, memudahkan masyarakat membeli lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder dari Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit. Adapun pada tahun pertama, Bank DBS dan Moduit menargetkan hingga 5.000 transaksi dengan aset hingga Rp 500 miliar.
"Ke depannya, kami akan berupaya untuk menjangkau nasabah lebih banyak lagi demi memajukan inklusi finansial di Indonesia,” kata Djoko dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (15/10).
Sebagai penasihat investasi, Moduit mempunyai solusi alokasi portofolio dengan berbagai macam produk yang terkurasi dari setiap jenis kelas aset mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi. Sebagai hasilnya, hingga kini Moduit telah mendukung puluhan ribu klien individu dan institusi dalam mencapai kebutuhan finansialnya.
Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia Edina Saputra mengatakan, Moduit memiliki misi untuk membangun solusi wealth management digital yang terintegrasi dan dapat diakses oleh masyarakat.
"Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia karena dengan ini, kami dapat melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan memberikan solusi portofolio investasi yang lebih komprehensif kepada nasabah," imbuh Edina.
Edina melihat, Bank DBS Indonesia merupakan bank yang telah mendapatkan pengakuan sebagai World’s Best Bank dan Safest Bank in Asia, menunjukkan kapabilitasnya sebagai institusi keuangan terpercaya. Sesuai dengan tagline Moduit yaitu ‘Your Trusted Wealth Partner’.
"Kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam menghadirkan partner yang terbaik di industri ke dalam ekosistem kami demi kenyamanan nasabah. Kami berharap kemitraan ini menambah nilai dan dampak positif karena kami percaya bahwa semua orang berhak untuk sejahtera,” jelas Edina.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom menyatakan, sebagai Trusted Wealth Manager, Bank DBS Indonesia ingin membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kekayaannya melalui digital platform dengan solusi investasi aman dan andal.
Kemitraan ini memberi nasabah Moduit akses lebih luas ke produk obligasi pasar sekunder yang ditawarkan Bank DBS Indonesia. Lebih dari sekadar sinergi antara dua institusi finansial, kerja sama ini melambangkan upaya Bank DBS Indonesia dan Moduit untuk mengakselerasi inklusi finansial dan membuat produk investasi lebih terjangkau bagi semua kalangan.
"Ini semua sejalan dengan tujuan Bank DBS Indonesia untuk terus mendukung kesejahteraan finansial yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat atau wealth democratization,” tutur Melfrida.
Adapun berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, sekitar 27% masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya. Studi yang sama mencatat 41 persen masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi online untuk mengakses layanan finansial, sehingga menunjukkan pentingnya integrasi antara investasi dan teknologi.
Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi, saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4%.
Obligasi menjadi populer saat ini karena beberapa alasan, seperti imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan tabungan atau deposito, stabilitas harga yang terjaga, serta memiliki tanggal jatuh tempo dan pembayaran bunga yang tetap, sehingga dapat dijadikan pilihan pengelolaan keuangan yang dapat diprediksi.
Faktor lain yang mendorong peningkatan ini adalah kemudahan yang dihadirkan dalam melakukan investasi. Saat ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan berbagai keunggulan seperti kemudahan berinvestasi secara digital serta fleksibilitas transaksi pembelian dan penjualan obligasi yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Bank DBS Indonesia dan Moduit Perluas Akses Investasi Obligasi Pasar Sekunder Halaman all
Bank DBS Indonesia jalin kerja sama dengan Moduit sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder Halaman all [834] url asal
#investasi #umkm #obligasi #bank-dbs-indonesia #moduit
(Kompas.com) 15/10/24 18:39
v/16510887/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) jalin kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia (Moduit) sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder yang disediakan Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit.
Diresmikan di Jakarta, 15 Oktober 2024 dan dihadiri oleh Head of CBG Digital, Ecosystem & Partnership PT Bank DBS Indonesia Bram Ismail, Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, Chief Business Officer PT Moduit Digital Indonesia Stefanus Adi Utomo, dan Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia Edina Saputra.
Kerja sama ini merupakan kolaborasi pertama bank di Indonesia dengan wealth tech company melalui integrasi Application Programming Interface (API). Mulai Oktober 2024, nasabah Moduit dapat mengakses produk obligasi pasar sekunder yang terkurasi oleh Bank DBS Indonesia melalui aplikasi Moduit.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menegaskan kemitraan ini memberi nasabah Moduit akses lebih luas ke produk obligasi pasar sekunder yang ditawarkan Bank DBS Indonesia.
Lebih dari sekadar sinergi antara dua institusi finansial, kerja sama ini melambangkan upaya Bank DBS Indonesia dan Moduit untuk mengakselerasi inklusi finansial dan membuat produk investasi lebih terjangkau bagi semua kalangan.
"Sebagai Trusted Wealth Manager, kami membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kekayaannya melalui digital platform dengan solusi investasi cerdik, aman, andal, dan relevan. Ini semua sejalan dengan tujuan Bank DBS Indonesia untuk terus mendukung kesejahteraan finansial yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat atau wealth democratization.” lanjut Melfrida, pada Selasa (15/10/2024).
Berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, 27 persen masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya. Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi, saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4 persen.
Saat ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan berbagai keunggulan seperti kemudahan berinvestasi secara digital serta fleksibilitas transaksi pembelian dan penjualan obligasi yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
“Sejalan dengan tren positif di pasar investasi Indonesia, kami senantiasa berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang terkurasi sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah serta pengalaman bertransaksi, menabung, dan berinvestasi yang seamless melalui Aplikasi digibank by DBS," pungkas Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo.
Integrasi API kami ke dalam platform Moduit turut memperkuat perwujudan komitmen tersebut, memudahkan masyarakat membeli lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder dari Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit,” imbuhnya.
Sehubungan dengan ini, Moduit selaku platform teknologi finansial berlisensi menawarkan layanan Private Wealth Management digital dengan produk yang terkurasi.
Sebagai penasihat investasi, Moduit juga mempunyai solusi portfolioallocation dengan berbagai macam produk yang terkurasi dari setiap jenis asset class mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi. Sejak didirikan di tahun 2018, kini Moduit telah mendukung puluhan ribu klien individu dan institusi dalam mencapai kebutuhan finansialnya.
Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia, Edina Saputra mengatakan kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Moduit dalam menghadirkan partner yang terbaik di industri ke dalam ekosistem mereka demi kenyamanan nasabah.
“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia karena dengan ini, kami dapat melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan memberikan solusi portfolio investasi yang lebih komprehensif kepada nasabah. Kami berharap kemitraan ini menambah nilai dan dampak positif karena kami percaya bahwa semua orang berhak untuk sejahtera,” jelas Edina.
Pada tahun pertama, kerja sama antara Bank DBS Indonesia dengan Moduit ini menargetkan hingga 5.000 transaksi dengan aset hingga Rp500 miliar, serta untuk menjangkau nasabah lebih banyak lagi demi memajukan inklusi finansial di Indonesia.
“Kami tidak limitasi ya targetnya siapa, karena kami ingin bisa membuka akses ini ke semua pihak. Kami percaya Everyone deserve to be wealthy, That's actually our vision. Kami ingin jadi akses untuk kesejahteraan finansial masyarakat,” ujar Edina kepada Kompas.com.
Sehubungan dengan ini, Moduit sendiri turut memberikan layanan bantuan kepada badan usaha atau UMKM yang ingin membuka investasi dan mengoptimalkan dana perusahaannya.
“Untuk teman-teman UMKM, Moduit juga membuka kesempatan kalau mereka ingin mencoba mengoptimalkan dananya dan mencoba berinvestasi di produk lain. Moduit memberikan kesempatan untuk badan-badan usaha, UMKM, atau PT untuk membuka rekening di kami jadi bisa langsung nanti di aplikasi atau di website kami kemudian nanti akan bisa berinvestasi seperti obligasi maupun reksa dana,” ungkap Edina.
Bank DBS Indonesia dan Moduit Perluas Akses Investasi Obligasi Pasar Sekunder
Bank DBS Indonesia jalin kerja sama dengan Moduit sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder Halaman all [834] url asal
#investasi #umkm #obligasi #bank-dbs-indonesia #moduit
(Kompas.com) 15/10/24 18:39
v/16510881/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) jalin kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia (Moduit) sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder yang disediakan Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit.
Diresmikan di Jakarta, 15 Oktober 2024 dan dihadiri oleh Head of CBG Digital, Ecosystem & Partnership PT Bank DBS Indonesia Bram Ismail, Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, Chief Business Officer PT Moduit Digital Indonesia Stefanus Adi Utomo, dan Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia Edina Saputra.
Kerja sama ini merupakan kolaborasi pertama bank di Indonesia dengan wealth tech company melalui integrasi Application Programming Interface (API). Mulai Oktober 2024, nasabah Moduit dapat mengakses produk obligasi pasar sekunder yang terkurasi oleh Bank DBS Indonesia melalui aplikasi Moduit.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menegaskan kemitraan ini memberi nasabah Moduit akses lebih luas ke produk obligasi pasar sekunder yang ditawarkan Bank DBS Indonesia.
Lebih dari sekadar sinergi antara dua institusi finansial, kerja sama ini melambangkan upaya Bank DBS Indonesia dan Moduit untuk mengakselerasi inklusi finansial dan membuat produk investasi lebih terjangkau bagi semua kalangan.
"Sebagai Trusted Wealth Manager, kami membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kekayaannya melalui digital platform dengan solusi investasi cerdik, aman, andal, dan relevan. Ini semua sejalan dengan tujuan Bank DBS Indonesia untuk terus mendukung kesejahteraan finansial yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat atau wealth democratization.” lanjut Melfrida, pada Selasa (15/10/2024).
Berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, 27 persen masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya. Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi, saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4 persen.
Saat ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan berbagai keunggulan seperti kemudahan berinvestasi secara digital serta fleksibilitas transaksi pembelian dan penjualan obligasi yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
“Sejalan dengan tren positif di pasar investasi Indonesia, kami senantiasa berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang terkurasi sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah serta pengalaman bertransaksi, menabung, dan berinvestasi yang seamless melalui Aplikasi digibank by DBS," pungkas Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo.
Integrasi API kami ke dalam platform Moduit turut memperkuat perwujudan komitmen tersebut, memudahkan masyarakat membeli lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder dari Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit,” imbuhnya.
Sehubungan dengan ini, Moduit selaku platform teknologi finansial berlisensi menawarkan layanan Private Wealth Management digital dengan produk yang terkurasi.
Sebagai penasihat investasi, Moduit juga mempunyai solusi portfolioallocation dengan berbagai macam produk yang terkurasi dari setiap jenis asset class mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi. Sejak didirikan di tahun 2018, kini Moduit telah mendukung puluhan ribu klien individu dan institusi dalam mencapai kebutuhan finansialnya.
Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia, Edina Saputra mengatakan kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Moduit dalam menghadirkan partner yang terbaik di industri ke dalam ekosistem mereka demi kenyamanan nasabah.
“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia karena dengan ini, kami dapat melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan memberikan solusi portfolio investasi yang lebih komprehensif kepada nasabah. Kami berharap kemitraan ini menambah nilai dan dampak positif karena kami percaya bahwa semua orang berhak untuk sejahtera,” jelas Edina.
Pada tahun pertama, kerja sama antara Bank DBS Indonesia dengan Moduit ini menargetkan hingga 5.000 transaksi dengan aset hingga Rp500 miliar, serta untuk menjangkau nasabah lebih banyak lagi demi memajukan inklusi finansial di Indonesia.
“Kami tidak limitasi ya targetnya siapa, karena kami ingin bisa membuka akses ini ke semua pihak. Kami percaya Everyone deserve to be wealthy, That's actually our vision. Kami ingin jadi akses untuk kesejahteraan finansial masyarakat,” ujar Edina kepada Kompas.com.
Sehubungan dengan ini, Moduit sendiri turut memberikan layanan bantuan kepada badan usaha atau UMKM yang ingin membuka investasi dan mengoptimalkan dana perusahaannya.
“Untuk teman-teman UMKM, Moduit juga membuka kesempatan kalau mereka ingin mencoba mengoptimalkan dananya dan mencoba berinvestasi di produk lain. Moduit memberikan kesempatan untuk badan-badan usaha, UMKM, atau PT untuk membuka rekening di kami jadi bisa langsung nanti di aplikasi atau di website kami kemudian nanti akan bisa berinvestasi seperti obligasi maupun reksa dana,” ungkap Edina.
Deretan Sektor Saham Rekomendasi DBS Indonesia saat BI Rate Turun ke 6%
DBS Indonesia merekomendasikan saham-saham di sejumlah sektor usai BI Rate turun menjadi 6%. [433] url asal
#rekomendasi-saham #saham-pilihan #dbs-indonesia #bi-rate-turun-6 #bi-rate-turun #bi-rate-6
(Bisnis.Com - Market) 24/09/24 14:55
v/15491551/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia menyoroti sejumlah sektor utama yang memiliki potensi positif dan bisa menjadi pilihan menarik untuk investasi di tengah tren pemangkasan suku bunga saat ini.
Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia periode 17—18 September 2024, BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga 25 basis poin menjadi 6%. Hal itu menjadi penurunan suku bunga pertama sejak Agustus 2022.
Head of Investment & Insurance Product DBS Indonesia Djoko Soelistyo menyebut sektor perbankan, perkebunan, serta kesehatan menjadi deretan sektor-sektor yang patut diperhatikan oleh para investor.
“Untuk setiap potensi market, kita itu selalu kerja sama dengan investment officer. Kenapa kesehatan? Karena kalau dilihat secara historis itu, kesehatan relatif stabil,” ujarnya di Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Dia menambahkan sektor teknologi, media, hingga telekomunikasi juga memiliki potensi positif yang cukup besar.
Pada saat yang sama, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menilai pemangkasan suku bunga ini menjadi momen tepat untuk investasi, mengingat ini menjadi awal untuk market bergerak lebih baik lagi.
“Jadi, silakan pilih di sektor-sektor yang memang menopang IHSG, misalnya perbankan, pilih bank-bank besar, apalagi kalau untuk investor pemula gitu ya kita sarankan di 4 atau 5 bank besar,” ucapnya.
Selain itu, dirinya pun merekomendasikan sektor consumer goods karena pemangkasan suku bunga akan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.
Selanjutnya, telekomunikasi dan properti menjadi daftar sektor saham yang dirinya rekomendasikan. “Kalau yang relate juga dengan suku bunga, yaitu properti, bisa juga jadi pilihan untuk investasi,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17—18 September 2024.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 September 2024 memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI, Rabu (18/9/2024).
Adapun, dalam pengumuman suku bunga BI hari ini, bank sentral juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,25% dan suku bunga Lending Facility juga turun sebesar 25 basis poin menjadi 6,75%.
Perry mengatakan keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi pada 2024 dan 2025 yakni tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%, juga mendorong stabilisasi nilai tukar rupiah.
BI juga terus mencermati ruang penurunan suku bunga kebijakan sesuai dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, nilai tukar rupiah yang tetap stabil dan cenderung menguat, serta pertumbuhan ekonomi yang terus didorong agar lebih tinggi.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
DBS Indonesia Gandeng Mirae Asset Rilis RDN, Incar 1 Juta Investor Baru
DBS Indonesia dan Mirae Asset Sekuritas meluncurkan layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) dan menargetkan 1 juta investor baru dalam lima tahun ke depan. [440] url asal
#dbs-indonesia #dbs-indonesia #rdn #rekening-dana-nasabah #investor-baru #incar-investor-baru
(Bisnis.Com - Finansial) 24/09/24 14:20
v/15486168/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meluncurkan layanan Rekening Dana Nasabah (RDN). Melalui kemitraan ini, DBS Indonesia menargetkan untuk menarik satu juta investor baru dalam lima tahun ke depan.
Head of Investment & Insurance Product DBS Indonesia Djoko Soelistyo menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memberikan akses yang lebih cepat dan efisien bagi nasabah dalam berinvestasi di pasar modal.
Tak hanya itu, kemitraan ini juga diharapkan menjadi ‘mesin’ penggerak dalam mempercepat pertumbuhan jumlah nasabah RDN di DBS Indonesia.
“Minimal dalam jangka waktu lima tahun kami mempunyai paling tidak 1 juta pengguna RDN yang aktif, kenapa aktif? Karena banyak sekali investor yang masuk enggak aktif lagi, saya khawatir investasi itu sempat dimonitor atau tidak,” ujarnya dalam Konferensi Pers di BEI, Selasa (24/9/2024).
Dia menambahkan, pihaknya terus mengejar aset yang dikelola atau asset under management (AUM) untuk bisa tumbuh dobel digit. Sayangnya, dia enggan merinci berapa nilai yang dibidik.
Sejumlah strategi pun dilakukan perseroan dalam merealisasikan target tersebut, mulai dari mengoptimalkan kemampuan digital yang didukung dengan edukasi serta pemanfaatan jaringan baik dari DBS Indonesia dan Mirae Asset untuk memperluas penetrasi pasar.
Pada saat yang sama, Consumer Banking Director DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan kehadiran RDN yang diinisiasi oleh Bank DBS Indonesia dan Mirae Asset merupakan salah satu wujud komitmen dalam mendukung upaya wealth democratization yang memberi kemudahan bagi nasabah untuk menavigasi masa depannya dalam menangkap peluang investasi.
Layanan RDN oleh Bank DBS Indonesia dan Mirae Asset menawarkan satu akun pembayaran untuk semua aktivitas pasar modal yang dapat diakses melalui aplikasi Mirae Asset dan aplikasi digibank by DBS.
Katanya, produk ini juga memberikan penawaran suku bunga kompetitif, tanpa saldo minimum, hingga bebas biaya admin.
Adapun, pada Juli lalu, Bank DBS Indonesia ditunjuk oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk menjadi Bank Administrator RDN dan Bank Pembayaran. Pada periode 2024-2029, seluruh Bank Administrator RDN juga akan berperan menjadi Bank Pembayaran KSEI sehingga dapat menjalankan fungsi penyelesaian transaksi efek di pasar modal dan memberikan alternatif penyediaan fasilitas intraday kepada Perusahaan Efek.
Sebagaimana diketahui, kinerja pasar modal sendiri terus mencatatkan pertumbuhan positif, salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan jumlah investor.
Berdasarkan data KSEI per Juni 2024, jumlah investor di pasar modal telah mencapai 13 juta investor dengan rata-rata transaksi harian sebesar Rp12,3 triliun. Rata-rata pertumbuhan investor mencapai 38,7% per tahun sejak 2020, dengan 99% didominasi oleh individu lokal.
Sejalan dengan data tersebut, riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023 menunjukkan 31% masyarakat dari kelas atas memprioritaskan berinvestasi setelah menabung (51%) dalam mengelola asetnya.
Studi yang sama mencatat 41% masyarakat menggunakan aplikasi online untuk mengakses layanan finansial, menggarisbawahi pentingnya integrasi investasi dengan teknologi.
DBS Indonesia Bidik 50.000 Kartu Kredit Berbahan Daur Ulang Terbit hingga Akhir 2024
DBS Indonesia menargetkan 50.000 kartu kredit digibank Z Visa Platinum yang terbuat dari bahan yang didaur ulang bisa terbit hingga akhir 2024. [565] url asal
#dbs-indonesia #kartu-kredit-dbs #kartu-kredit-digibank-z #kartu-kredit-dbs-visa-platinum #kartu-kredit-berbahan-daur-ulang
(Bisnis.Com - Finansial) 21/09/24 10:45
v/15334267/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia merilis Kartu Kredit digibank Z Visa Platinum yang terbuat dari bahan yang didaur ulang atau recycled PVC plastic (polyvinyl chloride). DBS Indonesia pun menargetkan 50.000 kartu bisa terbit hingga akhir 2024.
Consumer Banking Director DBS Indonesia Melfrida Gultom menyampaikan peluncuran ini juga menjadi upaya menjaga daya saing DBS Indonesia di pasar di tengah layanan buy now, pay later atau paylater yang makin populer.
Dia juga menyebut milenial dan Gen Z yang berumur 25-30 tahun ini berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan kredit. Pasalnya, segmen ini berada dalam kelompok usia produktif dan sering kali aktif dalam transaksi digital dan konsumsi produk keuangan seperti kartu kredit.
"Untuk Z Card ini 2024 ini kami targetkan 50.000 [kartu]. Adapun, dengan target yang cukup ambisius ini, saya rasa jelas kita menyikapi penurunan tingkat suku bunga dengan positif lewat pilihan produk," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (20/9/2024).
Lebih lanjut, terkait mitigasi risiko soal kualitas kredit, menurutnya hal ini sudah masuk dalam risk appetite perseroan, di mana pihaknya memiliki pedoman yang tidak hanya mengukur kemampuan berdasarkan gaji atau pendapatan, namun juga melacak riwayat pinjaman seseorang. "Itu masuk ke dalam parameter pemberian kartu kredit,” ungkap Melfrida.
Sebelumnya, Head of Card and Loan Business DBS Indonesia Ari Lastina juga mengatakan inovasi terbaru ini menjadi suatu jawaban untuk kebutuhan generasi muda, terutama Gen Z dan Milenial yang semakin memerhatikan masalah keberlanjutan dan lingkungan namun tetap memanfaatkan fitur kartu kredit.
Riset First Insight tahun 2021 menyatakan bahwa 73% generasi muda bersedia membayar lebih untuk produk yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Selain itu, temuan dari riset McKinsey tahun 2023 juga menunjukkan hasil yang senada yakni bagaimana Gen Z dan Milenial saat ini mempertimbangkan aspek personal, sosial, dan dampak produk tersebut terhadap lingkungan dalam pengambilan keputusan atas pembelian suatu produk.
“Gen Z dan Milenial saat ini sangat peduli dengan masa depan planet kita. Sehingga melalui peluncuran kartu kredit daur ulang ini, kami ingin memberikan mereka solusi keuangan yang tidak hanya fungsional tetapi juga selaras dengan nilai-nilai pelestarian lingkungan yang mereka miliki,” katanya.
Dia menyebut, dengan menggabungkan teknologi keuangan modern dengan komitmen terhadap keberlanjutan, membuat perseroan dapat mendukung generasi muda dalam perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Selain membawa konsep keberlanjutan, DBS Indonesia pun memfasilitasi beragam nilai tambah atas produk ini. Pertama, keleluasaan bertransaksi lewat fitur pay later 0% hingga 6 bulan yang bisa dinikmati untuk transaksi di mana pun dan kapan pun. Kedua, transaksi yang efisien melalui aplikasi digibank by DBS yang dapat diakses kapan pun.
Ketiga, akses terhadap berbagai promo harian dan promo ekslusif seperti Buy 1 Get 1 Free, hemat 50% di berbagai merchant pilihan setiap hari, hingga potongan 20% di Grab EV (electric vehicle).
Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari pun menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif DBS dalam memahami kebutuhan Gen Z dan Milenial, yang peduli terhadap lingkungan sembari tetap memberikan pilihan pembiayaan yang fleksibel seperti pembayaran cicilan untuk gaya hidup mereka.
“Kami berharap peluncuran kartu kredit digibank Z Visa Platinum akan memberikan solusi ideal bagi para anak muda untuk dapat mengelola keuangan mereka dari sisi fleksibilitas dan kenyamanan,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Kartu kredit digibank Z Visa Platinum dengan kartu fisik berbahan daur ulang akan tersedia bagi nasabah mulai tanggal 15 Oktober 2024.
Untuk memperluas dampak positif dari inisiatif ini, Bank DBS Indonesia berkolaborasi dengan Waste4Change, sebuah social enterprise yang bergerak di bidang pengelolaan sampah sekaligus penerima dana hibah DBS Foundation 2021.
Bank DBS Indonesia Bidik 50.000 Nasabah Baru dari Kartu Kredit Daur Ulang
Bank DBS Indonesia menargetkan bisa meraih 50.000 nasabah baru dalam setahun ke depan lewat peluncuran kartu kredit tersebut. [459] url asal
#dbs-indonesia #kartu-kredit #daur-ulang #ekonomi-karbon #inspire-me
(Katadata - FINANSIAL) 18/09/24 20:07
v/15196437/
PT Bank DBS Indonesia meluncurkan kartu kredit Digibank Z Visa Platinum yang menggunakan bahan baku daur ulang yang ramah lingkungan. DBS menargetkan bisa meraih 50.000 nasabah baru dalam setahun ke depan lewat peluncuran kartu kredit tersebut.
Head of Card and Loan Business PT Bank DBS Indonesia Ari Lastina mengatakan kartu kredit ini diluncurkan untuk merespons permintaan dari nasabah. "Kami menemukan banyak studi yang menyebutkan 73% Generasi Z dan Milennial bersedia membayar lebih mahal asalkan produk tersebut berdampak positif terhadap lingkungan," ujar Ari, dalam Talk Show Peluncuran Digibank Z Visa Platinum, di Jakarta, Rabu (18/9).
Sekitar 85% dari bahan baku kartu kredit tersebut adalah material daur ulang. "Yang tidak bisa diganti hanya kartu cip dan antena di dalam," kata Ari.
Ia menambahkan, ada beberapa penawaran menarik yang diberikan kepada pengguna kartu kredit Digibank Z Visa Platinum. Misalnya, persetujuan kartu kredit secara digital yang hanya membutuhkan waktu 60 detik. Selain itu, ada fitur pay later cicilan nol persen dengan tenor hingga enam bulan. Kartu kredit ini juga bisa diakses melalui aplikasi Digibank selama 24 jam.
DBS Bank bermitra dengan Grab EV yang memberikan diskon 20% untuk perjalanan yang dipesan oleh pengguna kartu kredit tersebut. Nasabah pengguna kartu kredit ini juga bisa mendapatkan promosi menarik di Kompas Travel Fair yang akan berlangsung pada 20-22 September mendatang.
DBS menggandeng Visa sehingga kartu kredit ini bisa digunakan di 130 negara. Ada juga fitur contactless (nirsentuh) yang memudahkan konsumen menggunakan kartu kredit ini untuk membayar transaksinya.
Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, mengatakan kartu kredit ramah lingkungan pertama di Indonesia ini merupakan terobosan yang sangat baik dan ditunggu-tunggu oleh generasi muda. "Gen Z dan Millennial ini memiliki split brain budgeting. Di satu sisi, mereka mau saving tetapi di sisi lain mereka juga senang memanjakan diri dengan barang dan experience, sehingga cocok dengan kartu kredit ini," tuturnya.
DBS Menggandeng Waste4Change
Pada kesempatan itu, DBS Bank Indonesia juga menggandeng Waste4Change. Ari mengatakan sejak hari ini hingga akhir tahun 2024, sebesar 0,5% dari transaksi kartu kredit Digibank Z Visa Platinum akan disumbangkan kepada Waste4Change untuk pembersihan Sungai Ciliwung.
M. Bijaksana Junerosano, CEO Waste4Change, mengatakan DBS Bank Indonesia sudah sejak lama menjadi mitra Waste4Change dalam pengelolaan sampah di semua kantornya. "Pada 23 September mendatang, kami akan membersihkan sampah di area Ciliwung dan DBS akan menanam pohon dan menebar benih ikan," ujarnya.
Menurut Sano -panggilan akrab Junerosano- sampah dari hasil pembersihan Sungai Ciliwung tersebut akan diolah oleh Waste4Change sehingga tidak ada yang kembali ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Kami mendorong korporasi-korporasi untuk menggunakan bahan-bahan daur ulang. Kalau perlu, pemerintah bisa membuat aturan untuk meningkatkan TKDU (tingkat kandungan daur ulang)," kata Sano. Hal tersebut diyakini akan membuat semakin banyak pihak mengelola dan mengolah sampah dengan baik karena permintaan terhadap bahan baku hasil daur ulang meningkat.
Dukung Ekosistem Industri EV, Bank DBS Indonesia Jadi Bank Pertama yang Bergabung dengan AEML
Keikutsertaan Bank DBS Indonesia dalam AEML dapat memberikan solusi pembiayaan yang mudah diakses serta inovatif. Halaman all [407] url asal
#dbs #dbs-indonesia #electric-vehicle #asosiasi-ekosistem-mobilitas-listrik-aeml
(Kompas.com) 12/09/24 14:15
v/14984066/
KOMPAS.com - PT Bank DBS Indonesia resmi menjadi anggota Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML). Bank DBS Indonesia menjadi bank pertama dan satu-satunya yang bergabung dengan asosiasi dari para pemimpin industri rantai pasokan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tersebut.
Kemitraan strategis itu merupakan wujud komitmen Bank DBS Indonesia untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan pesat sektor EV di Indonesia.
Seperti telah disinggung, AEML terdiri dari para pemain utama dari seluruh ekosistem EV yang mencakup produsen, pemasok, penyedia energi, dan inovator teknologi.
Executive Director Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Heru Hatman menjelaskan, sebagai lembaga keuangan pertama yang bergabung, Bank DBS Indonesia membawa perspektif penting.
Keikutsertaan Bank DBS Indonesia dalam AEML, lanjutnya, dapat memberikan solusi pembiayaan yang mudah diakses serta inovatif untuk mempercepat adopsi dan keberhasilan EV secara global.
“Keanggotaan kami di AEML merupakan tonggak penting. Tidak hanya bagi Bank DBS Indonesia, tetapi juga bagi industri EV secara luas,” papar Heru dalam rilis pers yang diterima Kompas.com.
Untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan, transisi dari kendaraan mesin berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik merupakan langkah penting yang mesti dilakukan. Oleh karena itu, jelasnya, pembiayaan terhadap sektor EV memainkan peran integral dalam mendukung transisi tersebut.
“Kami senang dapat berkolaborasi dengan para pemimpin industri untuk mengembangkan solusi pembiayaan yang akan mendorong inovasi, mengatasi tantangan, dan mendukung pertumbuhan sektor EV,” kata Hatman.
Strategi atasi pembiayaan industri EV
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, bank yang baru mendapatkan penghargaan sebagai “Indonesia’s Best Bank for ESG dari EuroMoney Awards for Excellence 2024” tersebut akan bekerja sama dengan anggota asosiasi lain.
Bank DBS Indonesia dan anggota asosiasi akan mengembangkan serta menerapkan strategi untuk mengatasi tantangan pembiayaan yang dihadapi industri EV.
Kerja sama itu termasuk mengeksplorasi opsi pembiayaan hijau serta mendukung proyek infrastruktur yang penting bagi adopsi kendaraan listrik secara luas.
Selain itu, Bank DBS Indonesia dan AEML akan bertukar pikiran tentang solusi bersama untuk tantangan yang mungkin dihadapi para pemangku kepentingan EV.
Ketua AEML Dannif Danusaputro menyambut baik keikutsertaan Bank DBS Indonesia sebagai anggota. Mewakili AEML, ia mengakui kepemimpinan Bank DBS Indonesia di ekosistem keuangan berkelanjutan dan rekam jejaknya dalam mendukung inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
“Kami sangat senang Bank DBS Indonesia bergabung dengan asosiasi kami. Keahlian mereka dalam pembiayaan dan komitmen terhadap keberlanjutan sangat berharga dalam usaha untuk memajukan industri kendaraan listrik,” kata Dannif.
Dengan keanggotaan tersebut, Bank DBS Indonesia terus memosisikan dirinya di garis depan keuangan berkelanjutan, memperkuat perannya sebagai pendorong utama dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.
DBS Indonesia Raih Penghargaan 'Best Bank for ESG' dari Euromoney
Melalui unit Institutional Banking Group (IBG), Bank DBS Indonesia membangun kepercayaan nasabah sebagai trusted advisor untuk pendanaan berkelanjutan. [629] url asal
#dbs-indonesia #penghargaan #pembiayaan-berkelanjutan #euromoney-awards-2024
(detikFinance - Terbaru) 12/09/24 13:57
v/14971197/
Jakarta - Bank DBS Indonesia menerima penghargaan dari Euromoney Awards for Excellence 2024 dengan kategori Indonesia's Best Bank for ESG. Bank DBS Indonesia juga meraih 2024 Katadata Green Initiatives Awards dengan kategori Finance selama tiga tahun berturut-turut.
Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie menyatakan pihaknya merasa terhormat dan bangga menerima penghargaan yang menunjukkan upaya Bank DBS Indonesia untuk memberikan layanan perbankan yang menyenangkan dan menyeluruh bagi nasabah.
"Beralih ke operasi yang lebih ramah lingkungan membutuhkan komitmen, dana, dan mitra yang dapat diandalkan. Di sinilah Bank DBS Indonesia berfungsi sebagai mitra yang dipercaya untuk pembiayaan yang berkelanjutan bagi bisnis yang membutuhkan dukungan, pendampingan, dan pemahaman tentang pasar dan peraturan," kata Kunardy dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2024).
Melalui unit Institutional Banking Group (IBG), Bank DBS Indonesia membangun kepercayaan nasabah sebagai trusted advisor untuk pendanaan berkelanjutan bagi perusahaan yang ingin bertransisi ke energi hijau.
Bank DBS Indonesia menghadirkan berbagai solusi finansial seperti sustainable loan, sustainability-linked bond, hingga transition financing pada beberapa sektor pertumbuhan seperti real estate, ekosistem kendaraan listrik (EV), infrastruktur, serta energi terbarukan.
Sepanjang tahun 2023, sekitar Rp 6,1 triliun pembiayaan berkelanjutan telah disalurkan oleh Bank DBS Indonesia kepada berbagai proyek strategis berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendorong industri bertransisi menuju ekonomi hijau.
Beberapa pembiayaan berkelanjutan yang diberikan oleh Bank DBS Indonesia pada tahun 2023, di antaranya adalah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Ada juga PT Indomobil Sukses Internasional untuk mendukung percepatan pembelian kendaraan listrik yang lebih rendah karbon untuk mendukung realisasi ekonomi hijau, dan kepada PT TBS Energi Utama Tbk untuk pembiayaan akuisisi Asia Medical Enviro Services, sebuah perusahaan rintisan dan terbesar yang berfokus pada layanan limbah medis di Singapura.
Selain itu, beberapa fasilitas pembiayaan berkelanjutan yang diberikan oleh Bank DBS Indonesia pada selama semester pertama tahun 2024 adalah:
PT Permodalan Nasional Madani (PT PNM), dengan pembiayaan sebesar 1 triliun rupiah untuk program MEKAAR (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Melalui pembiayaan ini, Bank DBS Indonesia mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya kalangan wanita.
PT Indo-Rama Synthetics Tbk, dengan pembiayaan sebesar USD 10 juta untuk mendorong agenda keberlanjutan Indorama. Pendanaan dari Bank DBS Indonesia ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan infrastruktur yang akan menghubungkan kompleks pabrik dengan jaringan listrik nasional dalam rangka transisi energi dan efisiensi energi.
PT Kaer Investments Indonesia, di mana BankDBS Indonesia memberikan dukungan untuk pertumbuhan bisnis Cooling as a Service, sebuah model bisnis yang digunakan untuk mempercepat peralihan kepada pendinginan rendah karbon yang ditawarkan oleh Kaer.
Penghargaan Terkait Digitalisasi Pelayanan
Bank DBS Indonesia terus mengoptimalkan berbagai digitalisasi layanan termasuk aplikasi digibank DBS, yang memungkinkan pelanggan bertransaksi kapan pun mereka mau, dan didukung oleh fasilitas berbasis AI, seperti fitur Live Chat yang membantu layanan pelanggan.
Inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Bank DBS Indonesia menerima beberapa penghargaan dalam Infobank Digital Brand Recognition 2024 yang meliputi beberapa kategori, seperti The Best Bank Dengan Layanan Digital - KBMI 2, The 2ndBest Bank Umum Konvensional 2024 - KBMI 2, dan lima kategori lainnya.
Selain itu, Bank DBS Indonesia juga dinobatkan sebagai The 1stBest - Chatbot, The 1stBest - Live Chat, The 2ndBest - Call Center, The 2ndBest Overall Layanan Digital Terbaik dalam Pelayanan Prima, dan dua kategori lainnya dalam penghargaan Infobank Best Bank in Service Excellence 2024.
Layanan digitalisasi internal juga dioptimalkan untuk membuat pengalaman kerja yang menyenangkan bagi karyawan. Ini termasuk membangun pelatihan karyawan berbasis teknologi.
Beberapa waktu lalu Bank DBS Indonesia memperoleh penghargaan bergengsi tingkat internasional dari HR Asia Awards 2024 sebagai Best Companies to Work for in Asia dan juga penghargaan dari SWA HR Excellence Awards 2024 dalam kategori Learning & Development (L&D) and Knowledge Management dengan predikat 'Very Good', HR Digitization & People Analytics dengan predikat 'Excellent', dan Wellbeing Management dengan predikat 'Excellent'.
(anl/ega)
Gandeng SukkhaCitta, DBS Indonesia Dukung Gaya Hidup Keberlanjutan
Bank DBS Indonesia menyelenggarakan acara private viewing koleksi fashion berkelanjutan SukkhaCitta. Simak selengkapnya! [295] url asal
(WE Finance) 05/09/24 05:55
v/14893103/
Warta Ekonomi, Jakarta -Bank DBS Indonesia menyelenggarakan acara private viewing koleksi fashion berkelanjutan SukkhaCitta. Acara eksklusif yang digelar Rabu (4/9) kemarin itu dihadiri oleh nasabah prioritas DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client serta Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom dan Founder & CEO SukkhaCitta Denica Flesch.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom menyampaikan, “Sebagai bank yang berfokus pada kepuasan pelanggan, Bank DBS Indonesia tidak hanya menawarkan berbagai pilihan solusi perbankan yang menyenangkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, tetapi kami juga berusaha untuk memenuhi aspirasi mereka dengan mendukung gaya hidup berkelanjutan."
"Kami berharap dapat melibatkan nasabah untuk membantu ekonomi dan komunitas secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan merek fashion berkelanjutan SukkhaCitta. Ini sejalan dengan kampanye ‘Trust Your Spark’, yang bertujuan untuk menghidupkan ‘spark’ dalam diri pelanggan untuk memenuhi gaya hidup berkelanjutan," imbuhnya.
Pada acara yang bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional ini, SukkhaCitta menampilkan berbagai koleksi termasuk Angkasa, Seribu Bunga, Kapas, dan Power Edit yang menggunakan pewarna alami dan ramah lingkungan.
Contohnya adalah penggunaan sisa-sisa kayu mahoni dari industri furnitur yang direbus semalaman, kayu Sappan Jawa yang memberikan warna merah muda, serta daun Strobilanthes cusia yang difermentasi selama 48 jam dalam air mata air pegunungan untuk menghasilkan warna biru.
Langkah-langkah inilah yang membuat SukkhaCitta mampu mengatasi masalah lingkungan sekaligus memberdayakan perempuan di beberapa desa di Indonesia.
Sebagai informasi, DBS Foundation mendukung SukkhaCitta melalui dana hibah dari DBS Foundation Social Enterprise Grant pada 2018 dan 2022. Dana hibah tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan proyek kapas regeneratif Mama Kapas.
Proyek ini mencakup pengolahan kain kapas menjadi berbagai produk yang dapat dijual, serta pelatihan dan perjalanan langsung ke berbagai wilayah di Indonesia Timur. DBS Foundation tidak hanya memberikan dana, tetapi juga memberikan bimbingan untuk membantu SukkhaCitta mengatasi berbagai tantangan bisnis.
Nyalakan “Spark” Keberlanjutan, Begini Kisah eFishery Kembangkan Proyek Hijau dengan Pendanaan Bank DBS Indonesia Halaman all
Kehadiran eFishery diharapkan dapat mengatasi masalah pangan serta mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi melalui ekonomi digital yang inklusif. Halaman all [999] url asal
#perikanan #efishery #dbs-indonesia #startup #emisi-grk
(Kompas.com) 26/08/24 18:55
v/14762434/
BANDUNG, KOMPAS.com – “Bukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu. Tiada badai, tiada topan, kau temui. Ikan dan udang menghampiri dirimu.”
Penggalan lirik lagu “Kolam Susu” yang dinyanyikan Koes Plus tersebut sangat pas menggambarkan kekayaan Indonesia. Sebagai negara yang kaya perairan, Indonesia memiliki berbagai jenis ikan, baik di perairan laut maupun darat. Begitu pula dengan ikan budi daya.
Ikan lele, misalnya. Salah satu ikan yang populer sebagai lauk di masyarakat ini mengalami peningkatan produksi dari tahun ke tahun.
Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP), produksi lele nasional mengalami peningkatan dari 993.653,04 ton pada 2020 menjadi 1.041.422,43 ton pada 2021. Sementara, produksi udang meningkat dari 863.118,86 ton pada 2019 menjadi 881.599,16 pada 2020.
Meski mengalami peningkatan, produksi ikan budi daya masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah biaya pakan yang tinggi. Apalagi, alokasi terbesar produksi ikan budi daya berasal dari kebutuhan pakan.
Pakan ikan sendiri merupakan komponen penting dalam budi daya perikanan karena bisa menentukan kuantitas dan kualitas produksi.
Untuk itu, pemberian pakan perlu dilakukan secara efisien. Artinya, pemberian pakan ikan harus dilaksanakan secara merata dan teratur tanpa memakan banyak tenaga dan waktu.
Tantangan tersebut ditangkap jeli sebagai peluang oleh Gibran Huzalifah dan Chrisna Aditya. Pada 2013, mereka mendirikan eFishery, startup aquatech pertama di Asia.
Produk pertama yang dikembangkan eFishery adalah alat pemberi makan ikan otomatis atau eFeeder.
“Produk eFeeder berfokus pada efisiensi pemberian pakan. Produk ini dapat menjadwalkan pemberian pakan secara tepat, baik tepat waktu, tepat jumlah, maupun tepat sasaran,” ujar Chrisna yang kini menjabat sebagai Chief Product Officer eFishery saat menerima kunjungan media di Kantor Pusat eFishery Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu (24/7/2024).
eFishery Alat pemberi pakan otomatis eFeeder dari eFisheryProduk tersebut, lanjut Chrisna, dapat dikontrol melalui aplikasi pada smartphone sehingga pengguna bisa mengatur dari mana pun dan kapan saja.
Teknologi tersebut memiliki akurasi penebaran mencapai galat 30 persen dengan jarak lontar hingga 20 meter untuk ukuran pakan 1-5 mm.
Chrisna menyebut bahwa eFeeder dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga 30 persen, mempercepat siklus panen hingga 74 hari, meningkatkan kapasitas produksi hingga 25 persen, dan meningkatkan pendapatan hingga 45 persen.
“Dengan pemberian pakan yang efisien, produksi pun meningkat,” ucapnya.
Lebih ramah lingkungan
Tak hanya pemberian pakan, eFishery juga menghadirkan berbagai solusi dari hulu ke hilir bagi pembudi daya, baik ikan maupun udang, di Indonesia.
“Kami juga mengadakan pelatihan, membuka akses finansial, dan membantu mendistribusikan produk pembudi daya,” kata Chrisna.
Menurutnya, sektor akuakultur, khususnya ikan dan udang budi daya, dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi peningkatan kebutuhan protein hewani yang ramah lingkungan.
Laporan Our Data in World yang dipublikasikan pada 2020 memproyeksikan kebutuhan protein global akan meningkat hingga 52 persen pada 2050. Peningkatan ini seiring jumlah populasi global yang mencapai 10 miliar jiwa.
Sayangnya, pemenuhan protein global belum dapat dilepaskan dari peternakan hewan yang menghasilkan jejak karbon tak sedikit.
“Ketimbang peternakan sapi, pembudidayaan ikan serta udang lebih hemat pakan dan ramah lingkungan,” ucap Chrisna.
Sebagai gambaran, setiap 100 kg pakan dapat menghasilkan 61 kg daging ikan. Dengan jumlah pakan yang sama, daging sapi yang dihasilkan hanya sekitar 4-10 kg.
Dari sisi emisi gas rumah kaca (GRK), setiap 100 gram daging ikan hasil budi daya hanya menimbulkan 1,6 kg CO2e. Angka ini 15 kali lebih rendah jika dibandingkan emisi GRK per 100 gram daging sapi hasil peternakan yang mencapai 25 kg CO2e.
Dorong pertumbuhan ekonomi
Chrisna menegaskan bahwa kehadiran eFishery diharapkan dapat mengatasi masalah pangan serta mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi melalui ekonomi digital yang inklusif.
“Di samping menyediakan kebutuhan pangan dunia lewat pengembangan teknologi dan pemberdayaan pembudi daya secara maksimal, kami juga berkomitmen penuh untuk menyalakan semangat (spark) dalam penciptaan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan,” ujar Chrisna.
Spark eFishery terhadap isu keberlanjutan pun mendapatkan dukungan positif dari Bank DBS Indonesia lewat pendanaan jangka pendek (loan) senilai Rp 500 miliar yang digelontorkan pada Oktober 2022.
Untuk diketahui, pendanaan berkelanjutan itu merupakan salah satu wujud dari pilar keberlanjutan pertama, yakni Responsible Banking, yang diusung Bank DBS Indonesia. Lewat pilar ini, perusahaan secara aktif membantu proyek berbasis environment, social, and governance (ESG).
“Dengan pendanaan itu, kami bersama Bank DBS Indonesia dapat mempercepat akselerasi industri akuakultur ramah lingkungan sehingga dapat tumbuh lebih baik,” ucap Chrisna.
Pendanaan dari Bank DBS Indonesia digunakan eFishery untuk memperluas bisnis sehingga meningkatkan penjualan hasil panen hingga dua kali lipat. Layanan startup ini pun telah hadir di 280 kota dan kabupaten di Indonesia. Selain itu, eFishery juga telah mengekspor udang dan ikan nila ke Amerika Serikat.
KOMPAS.com/Aningtias Jatmika Pendanaan dari Bank DBS Indonesia digunakan eFishery untuk memperluas bisnis sehingga meningkatkan penjualan hasil panen hingga dua kali lipat.Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan bahwa pendanaan proyek-proyek hijau merupakan salah satu fokus Bank DBS Indonesia.
“Kami mendukung penuh eFishery yang menjadi startup akuakultur pertama yang mendapatkan pendanaan hijau dari perusahaan,” ucap Mona.
Sebagian besar pendanaan, lanjut dia, umumnya diberikan kepada sektor energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik.
Spark terhadap isu keberlanjutan yang dimiliki eFishery juga sejalan dengan kampanye “Trust Your Spark” dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Ke-35 Bank DBS Indonesia.
Kampanye itu ditujukan untuk menghidupkan dan memberdayakan spark dalam diri setiap orang agar mereka bisa mengejar mimpi dan menggapai seluruh aspirasinya tanpa keraguan.
“Kami mengagumi cara setiap social enterprise percaya pada spark mereka yang berupaya mengatasi isu lingkungan, sosial, serta kesetaraan gender dan pemerataan kesempatan kerja. Hal inilah yang memacu semangat Bank DBS Indonesia untuk menjadi mitra strategis dan penggerak menuju keberlanjutan,” tambah Mona.
Dia berharap, kampanye “Trust Your Spark” dapat menginspirasi semakin banyak wirausaha sosial untuk berperan aktif mewujudkan Indonesia yang lestari.
Sebagai informasi, DBS Group juga telah menerbitkan panduan “Our Path to Net Zero”. Panduan ini berisi percepatan agenda keberlanjutan DBS Group.
Dalam panduan tersebut, DBS Group memfokuskan dekarbonisasi pada sembilan sektor, yakni aviasi, otomotif, properti, kimia, pangan dan pertanian, minyak dan gas, energi, baja, serta pelayaran.
“Pendanaan hijau bukan lagi sebagai tren dalam perbankan, melainkan keharusan untuk bertransisi menuju ekonomi hijau yang menyokong pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Mona.