#30 tag 24jam
Bank DBS Indonesia Beri Pinjaman Rp350 Miliar ke Produsen Pakan Ternak asal Korsel
Bank DBS Indonesia memberikan pinjaman Rp350 miliar kepada PT CJ Feed & Care Indonesia, produsen pakan ternak anak perusahaan CJ CheilJedang dari Korsel. [336] url asal
#bank-dbs-indonesia #pakan-ternak #korea-selatan
(IDX-Channel - Banking) 24/10/24 10:18
v/16924236/
IDXChannel – Bank DBS Indonesia mengucurkan dana senilai Rp350 miliar kepada PT CJ Feed & Care Indonesia, salah satu pelaku usaha di sektor nutrisi hewan sekaligus anak perusahaan CJ CheilJedang dari Korea Selatan. Pembiayaan itu menyusul penandatanganan perjanjian untuk pinjaman berbasis keberlanjutan atau sustainability-linked loan (SLL) oleh kedua pihak.
Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Kunardy Darma Lie mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung mitra kami seperti PT CJ Feed & Care Indonesia dalam perjalanan transisi menuju pertumbuhan berkelanjutan. Karenanya, kemitraan tersebut menandai langkah penting dalam upaya kedua perusahaan untuk mempromosikan praktik berkelanjutan di sektor produksi pangan.
Menurut dia, dengan menyediakan solusi keuangan dan keahlian inovatif, DBS Indonesia bermaksud memberdayakan PT CJ Feed & Care Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan berkelanjutan serta memastikan keberhasilan jangka panjang dan dampak positif, baik bagi bisnis perusahaan maupun masyarakat. "Ini kami lakukan sejalan dengan 'spark' kami untuk menjadi 'best bank for a better world'," kata Kunardy, Rabu (23/10/2024).
Dia mengatakan, langkah PT CJ Feed and Care Indonesia dalam mengambil SLL adalah contoh bagaimana perusahaan dari semua industri dapat memanfaatkan sarana keuangan untuk mendorong pelestarian lingkungan. Pembiayaan ESG adalah sarana untuk mendukung transisi bisnis menuju operasi lebih berkelanjutan. Sebelumnya, perusahaan induknya, CJ CheilJedang, juga menerima SLL dari Bank DBS pada 2021.
Pendapatan dari pinjaman tersebut digunakan untuk menciptakan nilai sosial melalui kegiatan perusahaan, seperti pembangunan infrastruktur jaringan ramah lingkungan. Bisnis PT CJ Feed & Care sebagian besar berpusat di wilayah Asia Tenggara dan China, dengan produksi ternak, termasuk unggas, serta berbagai produk pakan untuk bahan baku, dengan 24 pabrik pakan di wilayah tersebut.
PT CJ Feed & Care Indonesia didirikan pada 2004 dan bergerak di sektor produksi pakan ternak dengan mengedepankan praktik berkelanjutan yang memberikan sumbangan positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Presiden Direktur PT CJ Feed & Care Indonesia Lee Jea Ho mengatakan, pihaknya senang dapat berperan serta dalam SLL ini, yang sejalan dengan komitmen mereka pada keberlanjutan. "Prakarsa itu adalah langkah untuk mendukung tujuan bersama kami menjadi pemimpin industri dalam produksi pangan berkelanjutan," kata Lee Jea Ho.
(Ahmad Islamy Jamil)
Bank DBS Indonesia & Moduit Perluas Akses Investasi Obligasi Pasar Sekunder
Bank DBS Indonesia meresmikan kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia dalam penyediaan produk obligasi sekunder. [663] url asal
#moduit #bank-dbs-indonesia #obligasi-sekunder #inklusi-finansial #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #obligasi
(Kontan-Investasi) 16/10/24 10:21
v/16544768/
Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) meresmikan kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia (Moduit), dalam penyediaan produk obligasi sekunder, Selasa (15/10).
Kerja sama ini merupakan kolaborasi pertama bank di Indonesia dengan wealth tech company melalui integrasi Application Programming Interface (API). Masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan obligasi pasar sekunder yang disediakan Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit.
Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengungkapkan, penyediaan produk obligasi sekunder ini sejalan dengan tren positif di pasar investasi Indonesia.
Bank DBS Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang terkurasi sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah serta pengalaman bertransaksi, menabung, dan berinvestasi yang seamless melalui Aplikasi digibank by DBS.
Integrasi API Bank DBS Indonesia ke dalam platform Moduit turut memperkuat perwujudan komitmen tersebut, memudahkan masyarakat membeli lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder dari Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit. Adapun pada tahun pertama, Bank DBS dan Moduit menargetkan hingga 5.000 transaksi dengan aset hingga Rp 500 miliar.
"Ke depannya, kami akan berupaya untuk menjangkau nasabah lebih banyak lagi demi memajukan inklusi finansial di Indonesia,” kata Djoko dalam sambutannya di Jakarta, Selasa (15/10).
Sebagai penasihat investasi, Moduit mempunyai solusi alokasi portofolio dengan berbagai macam produk yang terkurasi dari setiap jenis kelas aset mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi. Sebagai hasilnya, hingga kini Moduit telah mendukung puluhan ribu klien individu dan institusi dalam mencapai kebutuhan finansialnya.
Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia Edina Saputra mengatakan, Moduit memiliki misi untuk membangun solusi wealth management digital yang terintegrasi dan dapat diakses oleh masyarakat.
"Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia karena dengan ini, kami dapat melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan memberikan solusi portofolio investasi yang lebih komprehensif kepada nasabah," imbuh Edina.
Edina melihat, Bank DBS Indonesia merupakan bank yang telah mendapatkan pengakuan sebagai World’s Best Bank dan Safest Bank in Asia, menunjukkan kapabilitasnya sebagai institusi keuangan terpercaya. Sesuai dengan tagline Moduit yaitu ‘Your Trusted Wealth Partner’.
"Kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam menghadirkan partner yang terbaik di industri ke dalam ekosistem kami demi kenyamanan nasabah. Kami berharap kemitraan ini menambah nilai dan dampak positif karena kami percaya bahwa semua orang berhak untuk sejahtera,” jelas Edina.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom menyatakan, sebagai Trusted Wealth Manager, Bank DBS Indonesia ingin membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kekayaannya melalui digital platform dengan solusi investasi aman dan andal.
Kemitraan ini memberi nasabah Moduit akses lebih luas ke produk obligasi pasar sekunder yang ditawarkan Bank DBS Indonesia. Lebih dari sekadar sinergi antara dua institusi finansial, kerja sama ini melambangkan upaya Bank DBS Indonesia dan Moduit untuk mengakselerasi inklusi finansial dan membuat produk investasi lebih terjangkau bagi semua kalangan.
"Ini semua sejalan dengan tujuan Bank DBS Indonesia untuk terus mendukung kesejahteraan finansial yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat atau wealth democratization,” tutur Melfrida.
Adapun berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, sekitar 27% masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya. Studi yang sama mencatat 41 persen masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi online untuk mengakses layanan finansial, sehingga menunjukkan pentingnya integrasi antara investasi dan teknologi.
Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi, saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4%.
Obligasi menjadi populer saat ini karena beberapa alasan, seperti imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan tabungan atau deposito, stabilitas harga yang terjaga, serta memiliki tanggal jatuh tempo dan pembayaran bunga yang tetap, sehingga dapat dijadikan pilihan pengelolaan keuangan yang dapat diprediksi.
Faktor lain yang mendorong peningkatan ini adalah kemudahan yang dihadirkan dalam melakukan investasi. Saat ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan berbagai keunggulan seperti kemudahan berinvestasi secara digital serta fleksibilitas transaksi pembelian dan penjualan obligasi yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Bank DBS Indonesia dan Moduit Perluas Akses Investasi Obligasi Pasar Sekunder Halaman all
Bank DBS Indonesia jalin kerja sama dengan Moduit sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder Halaman all [834] url asal
#investasi #umkm #obligasi #bank-dbs-indonesia #moduit
(Kompas.com) 15/10/24 18:39
v/16510887/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) jalin kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia (Moduit) sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder yang disediakan Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit.
Diresmikan di Jakarta, 15 Oktober 2024 dan dihadiri oleh Head of CBG Digital, Ecosystem & Partnership PT Bank DBS Indonesia Bram Ismail, Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, Chief Business Officer PT Moduit Digital Indonesia Stefanus Adi Utomo, dan Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia Edina Saputra.
Kerja sama ini merupakan kolaborasi pertama bank di Indonesia dengan wealth tech company melalui integrasi Application Programming Interface (API). Mulai Oktober 2024, nasabah Moduit dapat mengakses produk obligasi pasar sekunder yang terkurasi oleh Bank DBS Indonesia melalui aplikasi Moduit.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menegaskan kemitraan ini memberi nasabah Moduit akses lebih luas ke produk obligasi pasar sekunder yang ditawarkan Bank DBS Indonesia.
Lebih dari sekadar sinergi antara dua institusi finansial, kerja sama ini melambangkan upaya Bank DBS Indonesia dan Moduit untuk mengakselerasi inklusi finansial dan membuat produk investasi lebih terjangkau bagi semua kalangan.
"Sebagai Trusted Wealth Manager, kami membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kekayaannya melalui digital platform dengan solusi investasi cerdik, aman, andal, dan relevan. Ini semua sejalan dengan tujuan Bank DBS Indonesia untuk terus mendukung kesejahteraan finansial yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat atau wealth democratization.” lanjut Melfrida, pada Selasa (15/10/2024).
Berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, 27 persen masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya. Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi, saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4 persen.
Saat ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan berbagai keunggulan seperti kemudahan berinvestasi secara digital serta fleksibilitas transaksi pembelian dan penjualan obligasi yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
“Sejalan dengan tren positif di pasar investasi Indonesia, kami senantiasa berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang terkurasi sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah serta pengalaman bertransaksi, menabung, dan berinvestasi yang seamless melalui Aplikasi digibank by DBS," pungkas Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo.
Integrasi API kami ke dalam platform Moduit turut memperkuat perwujudan komitmen tersebut, memudahkan masyarakat membeli lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder dari Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit,” imbuhnya.
Sehubungan dengan ini, Moduit selaku platform teknologi finansial berlisensi menawarkan layanan Private Wealth Management digital dengan produk yang terkurasi.
Sebagai penasihat investasi, Moduit juga mempunyai solusi portfolioallocation dengan berbagai macam produk yang terkurasi dari setiap jenis asset class mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi. Sejak didirikan di tahun 2018, kini Moduit telah mendukung puluhan ribu klien individu dan institusi dalam mencapai kebutuhan finansialnya.
Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia, Edina Saputra mengatakan kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Moduit dalam menghadirkan partner yang terbaik di industri ke dalam ekosistem mereka demi kenyamanan nasabah.
“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia karena dengan ini, kami dapat melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan memberikan solusi portfolio investasi yang lebih komprehensif kepada nasabah. Kami berharap kemitraan ini menambah nilai dan dampak positif karena kami percaya bahwa semua orang berhak untuk sejahtera,” jelas Edina.
Pada tahun pertama, kerja sama antara Bank DBS Indonesia dengan Moduit ini menargetkan hingga 5.000 transaksi dengan aset hingga Rp500 miliar, serta untuk menjangkau nasabah lebih banyak lagi demi memajukan inklusi finansial di Indonesia.
“Kami tidak limitasi ya targetnya siapa, karena kami ingin bisa membuka akses ini ke semua pihak. Kami percaya Everyone deserve to be wealthy, That's actually our vision. Kami ingin jadi akses untuk kesejahteraan finansial masyarakat,” ujar Edina kepada Kompas.com.
Sehubungan dengan ini, Moduit sendiri turut memberikan layanan bantuan kepada badan usaha atau UMKM yang ingin membuka investasi dan mengoptimalkan dana perusahaannya.
“Untuk teman-teman UMKM, Moduit juga membuka kesempatan kalau mereka ingin mencoba mengoptimalkan dananya dan mencoba berinvestasi di produk lain. Moduit memberikan kesempatan untuk badan-badan usaha, UMKM, atau PT untuk membuka rekening di kami jadi bisa langsung nanti di aplikasi atau di website kami kemudian nanti akan bisa berinvestasi seperti obligasi maupun reksa dana,” ungkap Edina.
Bank DBS Indonesia dan Moduit Perluas Akses Investasi Obligasi Pasar Sekunder
Bank DBS Indonesia jalin kerja sama dengan Moduit sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder Halaman all [834] url asal
#investasi #umkm #obligasi #bank-dbs-indonesia #moduit
(Kompas.com) 15/10/24 18:39
v/16510881/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) jalin kerja sama dengan PT Moduit Digital Indonesia (Moduit) sehingga masyarakat dapat berinvestasi di lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder yang disediakan Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit.
Diresmikan di Jakarta, 15 Oktober 2024 dan dihadiri oleh Head of CBG Digital, Ecosystem & Partnership PT Bank DBS Indonesia Bram Ismail, Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, Chief Business Officer PT Moduit Digital Indonesia Stefanus Adi Utomo, dan Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia Edina Saputra.
Kerja sama ini merupakan kolaborasi pertama bank di Indonesia dengan wealth tech company melalui integrasi Application Programming Interface (API). Mulai Oktober 2024, nasabah Moduit dapat mengakses produk obligasi pasar sekunder yang terkurasi oleh Bank DBS Indonesia melalui aplikasi Moduit.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menegaskan kemitraan ini memberi nasabah Moduit akses lebih luas ke produk obligasi pasar sekunder yang ditawarkan Bank DBS Indonesia.
Lebih dari sekadar sinergi antara dua institusi finansial, kerja sama ini melambangkan upaya Bank DBS Indonesia dan Moduit untuk mengakselerasi inklusi finansial dan membuat produk investasi lebih terjangkau bagi semua kalangan.
"Sebagai Trusted Wealth Manager, kami membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kekayaannya melalui digital platform dengan solusi investasi cerdik, aman, andal, dan relevan. Ini semua sejalan dengan tujuan Bank DBS Indonesia untuk terus mendukung kesejahteraan finansial yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat atau wealth democratization.” lanjut Melfrida, pada Selasa (15/10/2024).
Berdasarkan riset YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada 2023, 27 persen masyarakat pada segmen ritel telah memilih investasi untuk mengelola asetnya. Peningkatan minat investasi ini juga diperkuat oleh data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang menyoroti jumlah investor, khususnya obligasi, saat ini telah mencapai total lebih dari satu juta investor dengan tingkat pertumbuhan dari tahun 2020-2023 sebesar lebih dari 21,4 persen.
Saat ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan berbagai keunggulan seperti kemudahan berinvestasi secara digital serta fleksibilitas transaksi pembelian dan penjualan obligasi yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
“Sejalan dengan tren positif di pasar investasi Indonesia, kami senantiasa berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang terkurasi sesuai profil risiko dan kebutuhan nasabah serta pengalaman bertransaksi, menabung, dan berinvestasi yang seamless melalui Aplikasi digibank by DBS," pungkas Head of Investment and Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo.
Integrasi API kami ke dalam platform Moduit turut memperkuat perwujudan komitmen tersebut, memudahkan masyarakat membeli lebih dari 100 pilihan Obligasi Pasar Sekunder dari Bank DBS Indonesia di aplikasi Moduit,” imbuhnya.
Sehubungan dengan ini, Moduit selaku platform teknologi finansial berlisensi menawarkan layanan Private Wealth Management digital dengan produk yang terkurasi.
Sebagai penasihat investasi, Moduit juga mempunyai solusi portfolioallocation dengan berbagai macam produk yang terkurasi dari setiap jenis asset class mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi. Sejak didirikan di tahun 2018, kini Moduit telah mendukung puluhan ribu klien individu dan institusi dalam mencapai kebutuhan finansialnya.
Chief of Development PT Moduit Digital Indonesia, Edina Saputra mengatakan kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Moduit dalam menghadirkan partner yang terbaik di industri ke dalam ekosistem mereka demi kenyamanan nasabah.
“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia karena dengan ini, kami dapat melengkapi produk yang sudah ada sebelumnya dan memberikan solusi portfolio investasi yang lebih komprehensif kepada nasabah. Kami berharap kemitraan ini menambah nilai dan dampak positif karena kami percaya bahwa semua orang berhak untuk sejahtera,” jelas Edina.
Pada tahun pertama, kerja sama antara Bank DBS Indonesia dengan Moduit ini menargetkan hingga 5.000 transaksi dengan aset hingga Rp500 miliar, serta untuk menjangkau nasabah lebih banyak lagi demi memajukan inklusi finansial di Indonesia.
“Kami tidak limitasi ya targetnya siapa, karena kami ingin bisa membuka akses ini ke semua pihak. Kami percaya Everyone deserve to be wealthy, That's actually our vision. Kami ingin jadi akses untuk kesejahteraan finansial masyarakat,” ujar Edina kepada Kompas.com.
Sehubungan dengan ini, Moduit sendiri turut memberikan layanan bantuan kepada badan usaha atau UMKM yang ingin membuka investasi dan mengoptimalkan dana perusahaannya.
“Untuk teman-teman UMKM, Moduit juga membuka kesempatan kalau mereka ingin mencoba mengoptimalkan dananya dan mencoba berinvestasi di produk lain. Moduit memberikan kesempatan untuk badan-badan usaha, UMKM, atau PT untuk membuka rekening di kami jadi bisa langsung nanti di aplikasi atau di website kami kemudian nanti akan bisa berinvestasi seperti obligasi maupun reksa dana,” ungkap Edina.
Bank DBS Indonesia Bergabung dengan Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik
Bank DBS Indonesia akan mendorong pembiayaan berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan pesat sektor kendaraan listrik (EV) di Indonesia. [329] url asal
#bank-dbs-indonesia #ekosistem #kendaraan-listrik #pembiayaan-berkelanjutan #energi-bersih #inspire-me
(Katadata - EKONOMI HIJAU) 23/08/24 07:59
v/14542004/
PT Bank DBS Indonesia menjadi bank pertama yang bergabung dengan Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML). Lewat kemitraan strategis ini, Bank DBS Indonesia akan mendorong pembiayaan berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan pesat sektor kendaraan listrik (EV) di Indonesia.
AEML terdiri atas para pemain utama dari seluruh ekosistem EV, termasuk produsen, pemasok, penyedia energi, dan inovator teknologi. Sebagai lembaga keuangan pertama yang bergabung, Bank DBS Indonesia membawa perspektif penting, menekankan pentingnya solusi pembiayaan yang mudah diakses serta inovatif untuk mempercepat adopsi dan keberhasilan EV secara global.
“Keanggotaan kami di AEML merupakan tonggak penting tidak hanya bagi Bank DBS Indonesia namun juga bagi industri EV secara luas,” kata Executive Director Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Heru Hatman dalam siaran pers, Kamis (22/8).
Bank DBS Indonesia menyadari bahwa transisi ke kendaraan listrik merupakan komponen utama dari masa depan yang berkelanjutan, dan pembiayaan memainkan peran integral dalam mewujudkan transisi ini. "Kami senang dapat berkolaborasi dengan para pemimpin industri untuk mengembangkan solusi pembiayaan yang akan mendorong inovasi, mengatasi tantangan, dan mendukung pertumbuhan sektor EV,” ujarnya.
Mengembangkan Pembiayaan Industri Kendaraan Listrik
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Bank DBS Indonesia akan bekerja sama erat dengan anggota asosiasi lainnya untuk mengembangkan dan menerapkan strategi yang mengatasi tantangan pembiayaan yang dihadapi oleh industri EV. Kerja sama ini termasuk mengeksplorasi opsi pembiayaan hijau, mendukung proyek infrastruktur yang penting bagi adopsi kendaraan listrik secara luas, dan bertukar pikiran tentang solusi bersama untuk tantangan yang mungkin dihadapi para pemangku kepentingan EV.
AEML menyambut gembira bergabungnya Bank DBS Indonesia sebagai anggota. AEML juga mengakui kepemimpinan bank dalam keuangan berkelanjutan dan rekam jejaknya dalam mendukung inisiatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
“Kami sangat senang Bank DBS Indonesia bergabung dengan asosiasi kami. Keahlian mereka dalam pembiayaan dan komitmen terhadap keberlanjutan akan sangat berharga dalam usaha untuk memajukan industri kendaraan listrik,” kata Ketua AEML Dannif Danusaputro.
Dengan keanggotaan ini, Bank DBS Indonesia memposisikan dirinya di garis depan keuangan berkelanjutan. Bank DBS Indonesia juga memperkuat perannya sebagai pendorong utama dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Bank DBS Indonesia Perhatikan Aspek ESG untuk Kucurkan Pendanaan
Bank DBS Indonesia memperhatikan sisi environmental, sustainable and governance (ESG) dalam memberikan pendanaan pada suatu proyek [418] url asal
(WE Finance) 08/08/24 19:10
v/13818130/
Warta Ekonomi, Jakarta -Bank DBS Indonesia melihat berbagai proyek transisi energi di Indonesia memiliki banyak peluang untuk mendapat pendanaan. Namun, Bank DBS Indonesia selalu mempertimbangkan kesiapan proyek sebelum mengucurkan pendanaan.
Menurut Executive Director Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Heru Gautama Hatman, Bank DBS melihat kesiapan proyek dari sisi environmental, sustainable and governance (ESG). Langkah ini merupakan bagian dari advokasi keuangan berkelanjutan (sustainable finance) dalam pendanaan perusahaan.
Keuangan berkelanjutan merupakan ekosistem kebijakan, regulasi, norma, standar, produk, transaksi, dan jasa keuangan yang menyelaraskan kepentingan ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial dalam pembiayaan kegiatan berkelanjutan.
“Proyek transisi energi di Indonesia saat ini memiliki berbagai peluang dan risiko. Termasuk (risiko) pergerakan valuasi komoditas di pasar. Ini mempengaruhi pertimbangan berinvestasi pada berbagai proyek transisi energi,” ujar Heru dalam sesi diskusi bertema: Transition Finance: Catalyzing Climate Ambition di acara Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2024 yang diselenggarakan oleh Katadata di Jakarta, Rabu (7/8).
Heru menambahkan, Bank DBS Indonesia juga mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal bisa terlibat dalam transisi energi di Indonesia. Semisal untuk penyediaan panel solar yang semestinya bisa dibuat di dalam negeri. Dengan produk lokal bisa terserap sehingga dapat mengurangi impor.
”Ekosistem seperti ini penting untuk melibatkan pelaku lokal. Bank DBS misalnya, saat ini sudah menyalurkan pendanaan untuk pembuat solar panel di India, yakni ReNew Power,” ungkap Heru.
Komitmen pada transisi energi juga ditunjukkan Bank DBS dengan bergabung dalam Net-Zero Banking Alliance (NZBA) dan Glasgow Financial Alliance for Net-Zero (GFANZ). Ini adalah gabungan aliansi bank yang berkomitmen terhadap nol emisi karbon di tingkat global.
Adapun, Partner and Head of Asia Pacific Sustainable Finance and Policy Systemiq Masyita Crystallin mengatakan, pendanaan untuk transisi energi di Indonesia memerlukan ekosistem yang sudah matang. Unsur ekosistem itu terdiri dari implementasi, regulasi, dan investasi.
“Taksonomi keuangan kita juga perlu diperhatikan, apakah sama dengan negara-negara ASEAN misalnya. Itu akan memudahkan pendanaan dan pembentukan ekosistem yang sehat,” kata Masyta.
Untuk diketahui, Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) adalah forum tahunan yang digelar Katadata Indonesia sejak 2020. SAFE membahas isu dan solusi untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. Forum ini menyatukan semua pemangku kepentingan yaitu pemerintah, korporasi dan industri, organisasi masyarakat sipil dan publik untuk mengeksplorasi pengalaman, strategi, dan aksi nyata untuk ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Tahun ini, menghadirkan lebih dari 40 pembicara ahli dan profesional, SAFE berfokus pada sejumlah topik strategis terkait pengembangan ekonomi hijau seperti pasar karbon Indonesia, akselerasi dekarbonisasi industri, transisi energi, pembangunan ekosistem kendaraan listrik, pembiayaan berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan inisiatif berbagai kelompok masyarakat dalam mendukung isu keberlanjutan dan pelestarian alam.
Bank DBS Indonesia Perhatikan Aspek ESG
Bank DBS Indonesia melihat berbagai proyek transisi energi di Indonesia memiliki banyak peluang. - Halaman all [345] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-dbs-indonesia #esg #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/08/24 13:28
v/13787021/
JAKARTA, investor.id - Bank DBS Indonesia melihat berbagai proyek transisi energi di Indonesia memiliki banyak peluang untuk mendapat pendanaan. Namun, Bank DBS Indonesia selalu mempertimbangkan kesiapan proyek sebelum mengucurkan pendanaan.
Menurut Executive Director Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Heru Gautama Hatman, Bank DBS melihat kesiapan proyek dari sisi environmental, sustainable, governance (ESG). Langkah ini merupakan bagian dari advokasi keuangan berkelanjutan (sustainable finance) dalam pendanaan perusahaan.
Keuangan berkelanjutan merupakan ekosistem kebijakan, regulasi, norma, standar, produk, transaksi, dan jasa keuangan yang menyelaraskan kepentingan ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial dalam pembiayaan kegiatan berkelanjutan.
“Proyek transisi energi di Indonesia saat ini memiliki berbagai peluang dan risiko. Termasuk (risiko) pergerakan valuasi komoditas di pasar. Ini mempengaruhi pertimbangan berinvestasi pada berbagai proyek transisi energi,” ujar Heru dalam sesi diskusi bertema Transition Finance: Catalyzing Climate Ambition di acara Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2024 yang diselenggarakan oleh Katadata di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu (7/8/2024).
Heru menambahkan, Bank DBS Indonesia juga mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal bisa terlibat dalam transisi energi di Indonesia. Semisal untuk penyediaan panel solar yang semestinya bisa dibuat di dalam negeri. Dengan produk lokal bisa terserap sehingga dapat mengurangi impor.
”Ekosistem seperti ini penting untuk melibatkan pelaku lokal. Bank DBS misalnya, saat ini sudah menyalurkan pendanaan untuk pembuat solar panel di India, yakni ReNew Power,” ungkap Heru.
Komitmen pada transisi energi juga ditunjukkan Bank DBS dengan bergabung dalam Net-Zero Banking Alliance (NZBA) dan Glasgow Financial Alliance for Net-Zero (GFANZ). Ini adalah gabungan aliansi bank yang berkomitmen terhadap nol emisi karbon di tingkat global.
Adapun, Partner and Head of Asia Pacific Sustainable Finance and Policy Systemiq Masyita Crystallin mengatakan, pendanaan untuk transisi energi di Indonesia memerlukan ekosistem yang sudah matang. Unsur ekosistem itu terdiri dari implementasi, regulasi, dan investasi.
“Taksonomi keuangan kita juga perlu diperhatikan, apakah sama dengan negara-negara ASEAN misalnya. Itu akan memudahkan pendanaan dan pembentukan ekosistem yang sehat,” kata Masyta di sesi yang sama.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Bank DBS Indonesia Perhatikan Aspek ESG untuk Kucurkan Pendanaan
Bank DBS Indonesia berkomitmen kucurkan pendanaan untuk proyek transisi energi. [418] url asal
#bank-dbs-indonesia #bank-dbs #esg #taksonomi-hijau #pendanaan-berkelanjutan #katadata-safe #katadata-safe-2024 #update-me #inspire-me
(Katadata - EKONOMI HIJAU) 08/08/24 12:51
v/13785229/
Bank DBS Indonesia melihat berbagai proyek transisi energi di Indonesia memiliki banyak peluang untuk mendapat pendanaan. Namun, Bank DBS Indonesia selalu mempertimbangkan kesiapan proyek sebelum mengucurkan pendanaan.
Menurut Executive Director Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Heru Gautama Hatman, Bank DBS melihat kesiapan proyek dari sisi environmental, sustainable and governance (ESG). Langkah ini merupakan bagian dari advokasi keuangan berkelanjutan (sustainable finance) dalam pendanaan perusahaan.
Keuangan berkelanjutan merupakan ekosistem kebijakan, regulasi, norma, standar, produk, transaksi, dan jasa keuangan yang menyelaraskan kepentingan ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial dalam pembiayaan kegiatan berkelanjutan.
“Proyek transisi energi di Indonesia saat ini memiliki berbagai peluang dan risiko. Termasuk (risiko) pergerakan valuasi komoditas di pasar. Ini mempengaruhi pertimbangan berinvestasi pada berbagai proyek transisi energi,” ujar Heru dalam sesi diskusi bertema: Transition Finance: Catalyzing Climate Ambition di acara Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2024 yang diselenggarakan oleh Katadata di Hotel Kempinski, Jakarta Rabu (7/8).
Heru menambahkan, Bank DBS Indonesia juga mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal bisa terlibat dalam transisi energi di Indonesia. Semisal untuk penyediaan panel solar yang semestinya bisa dibuat di dalam negeri. Dengan produk lokal bisa terserap sehingga dapat mengurangi impor.
”Ekosistem seperti ini penting untuk melibatkan pelaku lokal. Bank DBS misalnya, saat ini sudah menyalurkan pendanaan untuk pembuat solar panel di India, yakni RenNew Power,” ungkap Heru.
Komitmen pada transisi energi juga ditunjukkan Bank DBS dengan bergabung dalam Net-Zero Banking Alliance (NZBA) dan Glasgow Financial Alliance for Net-Zero (GFANZ). Ini adalah gabungan aliansi bank yang berkomitmen terhadap nol emisi karbon di tingkat global.
Adapun, Partner and Head of Asia Pacific Sustainable Finance and Policy Systemiq Masyita Crystallin mengatakan, pendanaan untuk transisi energi di Indonesia memerlukan ekosistem yang sudah matang. Unsur ekosistem itu terdiri dari implementasi, regulasi, dan investasi.
“Taksonomi keuangan kita juga perlu diperhatikan, apakah sama dengan negara-negara ASEAN misalnya. Itu akan memudahkan pendanaan dan pembentukan ekosistem yang sehat,” kata Masyta di sesi yang sama.
Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) adalah forum tahunan yang digelar Katadata Indonesia sejak 2020. SAFE membahas isu dan solusi untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. Forum ini menyatukan semua pemangku kepentingan: pemerintah,korporasi dan industri, organisasi masyarakat sipil dan publik untuk mengeksplorasi pengalaman, strategi, dan aksi nyata untuk ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Tahun ini, menghadirkan lebih dari 40 pembicara ahli dan profesional, SAFE berfokus pada sejumlah topik strategis terkait pengembangan ekonomi hijau seperti pasar karbon Indonesia, akselerasi dekarbonisasi industri, transisi energi, pembangunan ekosistem kendaraan listrik, pembiayaan berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan inisiatif berbagai kelompok masyarakat dalam mendukung isu keberlanjutan dan pelestarian alam.
HUT Ke-35, Bank DBS Indonesia Luncurkan Kampanye 'Trust Your Spark'
kampanye ini bertujuan untuk menghidupkan semangat di dalam diri agar dapat mengejar mimpi tanpa keraguan. [825] url asal
(detikFinance) 07/08/24 15:57
v/13664388/
Jakarta - Memperingati perayaan HUT ke-35, Bank DBS Indonesia meluncurkan kampanye 'Trust Your Spark'. Sesuai namanya, kampanye ini bertujuan untuk menghidupkan semangat di dalam diri agar dapat mengejar mimpi tanpa keraguan.
Kampanye ini juga merupakan perpanjangan kampanye 'Live more, Bank less' yang menjadi komitmen Bank DBS Indonesia, yang memberikan nasabah pengalaman lebih bermakna (Live more), tanpa perlu dirumitkan dengan urusan perbankan (Bank less).
"Kami berterima kasih atas kepercayaan seluruh nasabah, mitra, karyawan, dan pemangku kepentingan atas dukungannya selama 35 tahun ini. Setiap individu memiliki 'spark' atau semangat yang memacu mereka untuk menjadi lebih baik setiap harinya, membuat sebuah perubahan, menghadapi tantangan, dan menginspirasi banyak orang. Kami percaya pada 'spark' Bank DBS Indonesia yang selalu mengedepankan kolaborasi, mengubah ambisi menjadi aksi, dan memberi makna serta arti pada kehidupan setiap orang yang disentuhnya," ujar Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong dalam keterangannya, Rabu (7/8/2024).
"Melalui kampanye 'Trust Your Spark' ini, kami berharap Bank DBS Indonesia dapat terus berperan aktif menjadi penggerak bagi lingkungan sekitar dan memajukan ekonomi bangsa melalui produk dan layanan perbankan yang inovatif," imbuhnya.
Lim mengungkapkan semangat 'Trust Your Spark' tercermin dalam upaya Bank DBS Indonesia menghadirkan produk perbankan yang relevan bagi nasabah. Untuk nasabah ritel, Bank DBS Indonesia menghadirkan DBS Treasures dan Treasures Private Client. Nasabah juga dapat menggunakan digibank by DBS sebagai full-fledged digital banking yang dapat diakses 24/7 untuk melakukan transaksi dan investasi serta mendapat analisis insight yang terkurasi sesuai preferensi.
Selain itu, Bank DBS Indonesia telah meluncurkan tabungan multifungsi, yakni Green Savings yang dirancang agar nasabah dapat berkontribusi pada aspek sosial dan lingkungan. Melalui Green Savings, nasabah dapat mengalokasikan sebagian dari bunga tabungan mereka untuk didonasikan kepada Yayasan Tangan Pengharapan dan petani cokelat binaan Krakakoa.
Bagi nasabah korporasi, pada 2023, Bank DBS Indonesia mengucurkan pendanaan berkelanjutan sebesar Rp6,1 triliun. Jumlah penyaluran kredit terkait Environmental, Social, and Governance (ESG) tersebut meningkat lima kali lipat atau 540 persen dari realisasi Rp1,1 triliun pada 2022 dan melampaui target Rp1,3 triliun. Kredit terkait ESG Bank DBS Indonesia pada 2023 setara dengan 9,61 persen dari total portofolio pinjaman yang mencapai Rp 63,44 triliun.
Bank DBS Indonesia juga melanjutkan akselerasi penyaluran dana tersebut pada paruh pertama 2024. Hal ini terlihat dari penyaluran dana sosial melalui Uncommitted Revolving Credit Facility sebesar Rp1 triliun kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam program MEKAAR. Selain itu, Bank DBS Indonesia memberikan fasilitas kredit sebesar US$10 juta kepada PT Indo-Rama Synthetics Tbk. (INDR).
Kontribusi pada Pelestarian Lingkungan & Pemberdayaan Masyarakat
Bank DBS Indonesia turut mendukung pilar keberlanjutan yang ketiga, yakni Impact Beyond Banking. melalui DBS Foundation Business for Impact Grant Award, Bank DBS Indonesia memberikan dana hibah kepada social enterprise (SE) terpilih untuk memperluas jangkauan dan dampak keberlanjutannya pada aspek ESG.
Adapun setiap SE yang mendapatkan dana hibah tersebut menjadi pendorong untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan lingkungan di Indonesia sekaligus mendukung Social Development Goals (SDG) yang dicanangkan oleh PBB. Adapun SE berfokus pada berbagai persoalan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, sustainable fashion, pemberdayaan perempuan, peningkatan kesadaran akan polusi udara.
Pada tahun 2023, program DBS Foundation Business for Impact Grant Award menerima lebih dari 2.000 pelamar dari enam negara di Asia, dengan 181 di antaranya berasal dari Indonesia. Hasilnya, empat SE asal Indonesia, yakni Magalarva, Liberty Society, Plana, dan Nafas terpilih sebagai pemenang.
"Kami mengagumi bagaimana setiap social enterprise ini percaya pada 'spark' mereka yang berupaya mengatasi isu lingkungan, sosial, hingga kesetaraan gender dan pemerataan kesempatan kerja. Hal inilah yang memacu semangat Bank DBS Indonesia untuk menjadi mitra strategis sekaligus penggerak menuju keberlanjutan. Kami berharap kampanye 'Trust Your Spark' ini dapat menginspirasi semakin banyak wirausaha sosial untuk berperan aktif mewujudkan Indonesia yang lestari," kata Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.
Sebagai informasi, dalam peringatan HUT ke-35, Bank DBS Indonesia melakukan serangkaian aktivasi internal, di antaranya kegiatan sukarela karyawan atau People of Purpose hingga promosi produk. Untuk informasi lebih lanjut tentang kampanye 'Trust Your Spark' dan Bank DBS Indonesia, kunjungi Instagram @dbsbankid.
(ncm/ega)
Bunga Deposito Bank DBS di Bulan Agustus 2024
Dengan modal Rp 1 juta nasabah bisa menikmati bunga deposito yang kompetitif. [335] url asal
#pt-bank-dbs-indonesia #dbs-bank-ltd-berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan) 05/08/24 08:20
v/13529645/
MOMSMONEY.ID - Siapa bilang Anda harus punya uang jumbo untuk bisa buka rekening deposito. Saat ini, perbankan lebih ramah dalam menetapkan ketentuan pembukaan rekening deposito di bank, salah satunya PT Bank DBS Indonesia yang punya penawaran deposito mulai dari Rp 1 juta.
Di Bank DBS, dengan modal Rp 1 juta, nasabah sudah bisa menikmati bunga deposito tinggi lho. Untuk simpanan mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 4,9 juta nasabah bisa menikmati bunga deposito mulai dari yang terendah 4,50% untuk jangka waktu 1 bulan dan bunga tertinggi 5,00% untuk tenor 12 bulan.
Buat Anda yang ingin menikmati bunga deposito tertinggi di DBS yakni 5,00% namun dengan tenor pendek maka Anda harus simpan dana minimal di atas Rp 100 juta sampai dengan di atas Rp 500 juta. Dengan dana tersebut, Anda hanya cukup menempatkan dana selama 6 bulan.
Tertarik untuk simpan deposito di Bank DBS? Untuk bisa menikmati bunga deposito tersebut, nasabah harus membuka rekening deposito lewat aplikasi digibank by DBS. Berikut detail dan rincian bunga deposito di Bank DBS :
Suku bunga deposito Rupiah
Jumlah Penempatan | Suku bunga sesuai tenor* | ||||
1 bulan | 3 bulan | 6 bulan | 9 bulan | 12 bulan | |
IDR 1.000.000 -< IDR 4.999.999 | 4,50% | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% |
IDR 5.000.000 -< IDR 9.999.999 | 4,50% | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% |
IDR 10.000.000 -< IDR 19.999.999 | 4,50% | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% |
IDR 20,000.000 -< IDR 49.999.999 | 4,50% | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% |
IDR 50.000.000 -< IDR 99.999.999 | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% | 5,00% |
IDR 100.000.000 -< IDR 249.999.999 | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% | 5,00% |
IDR 250.000.000 -< IDR 399.999.999 | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% | 5,00% |
IDR 400.000.000 -< IDR 499.999.999 | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% | 5,00% |
>= IDR 500.000.000 | 4,50% | 4,75% | 5,00% | 5,00% | 5,00% |
Bank DBS Bidik Nasabah Wealth Management Dari 3 Segmen Nasabah Kaya
Bank DBS membidik nasabah kaya dari kelas ritel hingga nasabah jumbo. [419] url asal
#dbs-bank #pt-bank-dbs-indonesia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan) 30/07/24 08:28
v/12618482/
Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis nasabah kaya masih menggiurkan bagi perbankan. PT Bank DBS Indonesia misalnya, fokus pada pengembangan bisnis nasabah kaya atau wealth management. Bank DBS merupakan bank wealth management, mayoritas orang datang ke Bank DBS itu tidak sekedar untuk menyimpan dana atau meminjam kredit, namun mereka ingin mengelola dana.
Direktur Perbankan Konsumer PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom mengatakan, Bank DBS menyasar tiga segmen nasabah wealth, mulai dari nasabah super kaya dengan minimal saldo di atas Rp 10 miliar masuk kelompok DBS Treasures Private Client, kemudian ada nasabah kaya dengan minimal saldo Rp 500 juta bernama DBS Treasures, dan segmen nasabah emerging affluent yang masuk berinvestasi mulai dari Rp 1 juta dapat masuk ke digibank.
Dari ketiga kelompok tersebut, sebanyak 55.000 nasabah berasal dari DBS Treasures Private Client dan DBS Treasures, dan 35.000 nasabah merupakan nasabah wealth dari digibank. Adapun, nasabah super kaya dan kaya ini terdiri dari usia 40 tahun hingga 50 tahun dan nasabah welath dari emerging affluent rata-rata berusia 20 tahun - 30 tahun.
Melfrida mengatakan, penetrasi dana kelolaan wealth management mencapai 50% hingga 75% dari dana pihak ketiga (DPK). "Di tahun ini, kami menargetkan pengelolaan dana di wealth management tumbuh double digit, karena kami termasuk pemain besar dalam bisnis wealth management," ucapnya belum lama ini.
Dalam pengelolaan dana nasabah kaya, Head of Investment and Insurance Product Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo menyampaikan, Bank DBS selalu memberikan insight kepada nasabah wealth manegement baik melalui relation manager maupun insight yang dipertajam dengan artificial intelligent machine learning.
Guna mendukung nasabah kaya, Bank DBS juga memiliki relation manager. Saat ini, Bank DBS punya 200 relation manager yang dalam mendukung nasabah super kaya dan kaya, biasanya 1 relation manager menangani 100 nasabah-200 nasabah.
Dalam produk investasi, mayoritas nasabah wealth management banyak memilih produk obligasi sebagai tempat investasi karena memberikan imbal hasil yang menarik, misalnya Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Negara Ritel yang punya imbal hasil 6%-7% dengan pajak 10%. "Produk obligasi masih mendapati posisi pertama sebagai pilihan investor untuk berinvestasi, diikuti reksadana dan kontrak pengelolaan dana, serta forex," kata Djoko.
Selain produk tersebut, wealth management di DBS juga punya produk lain seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa dan unitlink, hingga produk obligasi dan reksadana yang berkaitan dengan environmetal, social and governance (ESG). Dalam membidik pasar ritel, DBS membuka plafon investasi mulai dari Rp 1 juta, atau khusus untuk nasabah kaya mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.
Punya “Spark” terhadap Isu Keberlanjutan, Startup Bandung MYCL Berhasil Kembangkan Jamur Jadi Kain Kulit dengan Dukungan Bank DBS Indonesia Halaman all
Kain kulit berbahan jamur dinilai lebih ramah lingkungan ketimbang kain berbahan kulit sapi. Halaman all [1,162] url asal
#startup #jamur #sdgs #bank-dbs-indonesia #isu-keberlanjutan #limbah-pertanian #ramah-lingkungan
(Kompas.com) 26/07/24 19:03
v/12210475/
BANDUNG, KOMPAS.com – “Makanan” menjadi hal yang kerap terlintas pertama kali di kepala ketika berbicara tentang jamur.
Beberapa jenis jamur memang memiliki rasa yang lezat serta dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti jamur kuping, jamur kancing, jamur tiram, jamur enoki, dan jamur shitake.
Jamur juga bermanfaat bagi tubuh karena mengandung antioksidan, beta glukan, vitamin B, tembaga, dan kalium.
Jamur atau fungi sendiri merupakan organisme eukariotik yang bersifat heterotrof. Organisme ini mendapat nutrisi dari bahan organik.
Di Bumi, persebaran jamur juga sangat besar. Menurut data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)—sekarang Badan Riset dan Inovasi (BRIN)—yang dirilis pada 2019, terdapat 1,5 hingga 3 juta spesies jamur di dunia. Khusus di Indonesia, ada 86.000 spesies jamur.
Di samping sebagai bahan pangan, jamur juga memiliki peran penting bagi lingkungan dan dunia medis.
Siapa sangka pula bahwa jamur bisa dikembangkan menjadi kain kulit imitasi (leather). Material ini menjadi bahan dasar pembuatan berbagai produk fesyen, mulai dari sepatu, aksesori, tas tangan, hingga tali (strap) jam tangan.
Adalah MYCL, perusahaan rintisan (startup) asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), yang berhasil berinovasi dengan menciptakan kain kulit berbahan dasar jamur dan limbah pertanian.
Pada kunjungan media ke kantor MYCL di Cisarua, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (24/7/2024), Co-Founder dan Chief Innovation Officer MYCL Arekha Bentangan menceritakan bahwa ide tersebut berawal dari bisnis media tanam jamur pada 2012.
Dari situ, Arekha dan rekan-rekannya mulai meneliti media tanam jamur untuk dikembangkan menjadi material bangunan yang disebut mycelium composite.
Pada 2018, penelitian mereka berkembang dengan “mengawinkan” jamur dan limbah pertanian hingga menjadi kain sintetis atau mycelium leather (Mylea).
“Indonesia merupakan negara dengan limbah pertanian yang besar. Alih-alih berakhir menjadi sampah yang memicu emisi karbon, limbah pertanian bisa diubah menjadi kain sintetis ramah lingkungan,” ucap Arekha.
KOMPAS.com/Aningtias Jatmika Kunjungan media ke kantor MYCL di Kabupaten Bandung, Rabu (24/7/2024)Dia menjelaskan, pengolahan Mylea menyerupai pembuatan tempe. Limbah pertanian, khususnya yang mengandung selulosa, seperti serbuk kayu, tandan kosong, dan sekam jagung, diubah menjadi serbuk limbah.
Kemudian, serbuk limbah dicampur dengan benih jamur jenis Bacillus mycota. Jamur pun akan tumbuh hingga membentuk miselium yang serupa serabut. Serabut ini bertugas mengikat serbuk limbah menjadi kesatuan hingga berbentuk lembaran kain sintetis.
Tekan emisi hingga 5 kali lipat
Meski kerap dipandang sebelah mata, Mylea terbukti memiliki kualitas serupa kain berbahan kulit sapi. Pada tes fleksibilitas, misalnya, Mylea mencatatkan kekuatan tekuk hingga 100.000 kali. Angka yang sama juga dicatatkan kain berbahan kulit sapi.
Untuk tes tensile strength, hasil kekuatan tarik hingga robek kain Mylea mencapai 13,6 megapascal (Mpa).
“Angka itu lebih tinggi ketimbang kain berbahan kulit sapi yang hanya mencapai 12 Mpa,” kata Arekha.
Kain sintetis Mylea juga lebih ramah lingkungan jika dibandingkan kain berbahan kulit sapi yang jamak digunakan di industri fesyen. Hal ini disebabkan Mylea dibuat dari pemanfaatan limbah pertanian.
Arekha menjelaskan bahwa kain berbahan kulit sapi bisa menghasilkan emisi karbon hingga 110 kg CO2e per meter persegi.
Emisi karbon itu mencakup pemeliharaan sapi hingga sekitar dua tahun dan siap untuk dikuliti. Sementara, pembuatan kulit berbahan jamur hanya membutuhkan waktu sekitar 60 hari.
“Emisi karbon yang dihasilkan dalam pengolahan Mylea hanya 22,1 kg CO2e per meter persegi. Artinya, produk ini bisa menekan emisi hingga 5 kali lipat (ketimbang produksi kain berbahan kulit sapi),” ucapnya.
Dalam pengelolaan limbah, lanjutnya, MYCL juga berhasil mengolah 500.000 kg limbah pertanian per tahun sebagai bahan baku. Angka ini mengurangi limbah akhir sebesar 73.974 kg per tahun dan emisi karbon sebesar 64.184,88 ton CO2e.
Berkat keunggulan tersebut, Mylea pun berhasil menembus pasar internasional, mulai dari Singapura Korea, Jepang, hingga Jerman.
“Perkembangan usaha itu membuat kami berhasil memberdayakan lebih dari 40 warga sekitar untuk membantu menjalankan operasional bisnis. Kami juga bekerja sama dengan puluhan kelompok tani untuk penyediaan limbah pertanian,” tambah Arekha.
Semangat keberlanjutan
Semangat (spark) terhadap isu keberlanjutan yang dimiliki MYCL tak terlepas dari misi besar para founder untuk berperan aktif dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs).
Utamanya pada Poin 1 Tanpa Kemiskinan, Poin 2 Tanpa Kelaparan, Poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Poin 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, Poin 10 Berkurangnya Kesenjangan, Poin 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Poin 13 Penanganan Perubahan Iklim, Poin 15 Ekosistem Daratan, serta Poin 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Semangat MYCL juga sejalan dengan napas Bank DBS Indonesia yang berkomitmen untuk menghidupkan dan memberdayakan spark di dalam diri setiap orang agar menggapai seluruh aspirasinya tanpa keraguan. Terlebih, inovasi yang bertujuan untuk mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan.
Inovasi MYCL dalam mengolah limbah pertanian dan jamur menjadi kain kulit ramah lingkungan pun mendapat dukungan dari Bank DBS Indonesia.
Melalui program DBS Foundation Business for Impact Grant Award, Bank DBS Indonesia memberikan dana hibah guna mendukung pengembangan prototipe biomaterial berkelanjutan rancangan MYCL pada 2016. Dua tahun berselang, MYCL kembali meraih dana hibah serupa.
Co-Founder dan sekaligus Chief Finance Officer MYCL Annisa Wibi menuturkan bahwa dana hibah yang diterima pada 2018 digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dari seluas 100 kaki persegi per tahun menjadi 10.000 kaki persegi per tahun.
“MYCL juga memperluas jangkauan ke pasar global ke 48 negara dan menampilkan karya kami di Paris Fashion Week 2024 dalam kolaborasi bersama merek pakaian asal Jepang, Doublet,” ucap Annisa.
Pada kesempatan sama, Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menjelaskan bahwa dukungan terhadap MYCL merupakan wujud nyata pilar keberlanjutan perusahaan yang ketiga, yakni Impact Beyond Banking.
Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation Business for Impact Grant Award memberikan dana hibah kepada social enterprise (SE) atau wirausaha sosial terpilih untuk memperluas jangkauan dan dampak keberlanjutannya pada aspek environmental, social, dan governance (ESG).
“Setiap SE yang mendapatkan dana hibah tersebut, termasuk MYCL, dianggap memiliki ‘spark’ yang menjadi pendorong untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan lingkungan di Indonesia serta mendukung SDGs sekaligus,” ucap Mona.
KOMPAS.com/Aningtias Jatmika Dukungan Bank DBS terhadap MYCL merupakan wujud nyata pilar keberlanjutan perusahaan yang ketiga, yakni Impact Beyond Banking.Dia menambahkan bahwa sejumlah masalah, mulai dari pengelolaan sampah, fesyen berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, hingga peningkatan kesadaran akan polusi udara, merupakan beberapa fokus dari para SE tersebut.
Sejalan dengan itu, Bank DBS Indonesia juga meluncurkan kampanye “Trust Your Spark” dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Ke-35.
Kampanye itu ditujukan untuk menghidupkan dan memberdayakan spark dalam diri setiap orang agar mereka bisa mengejar mimpi dan menggapai seluruh aspirasinya tanpa keraguan.
“Kami mengagumi cara setiap social enterprise percaya pada 'spark' mereka yang berupaya mengatasi isu lingkungan, sosial, serta kesetaraan gender dan pemerataan kesempatan kerja. Hal inilah yang memacu semangat Bank DBS Indonesia untuk menjadi mitra strategis dan penggerak menuju keberlanjutan,” tambah Mona.
Dia berharap, kampanye “Trust Your Spark” dapat menginspirasi semakin banyak wirausaha sosial untuk berperan aktif mewujudkan Indonesia yang lestari.
Sebagai informasi, Bank DBS menyiapkan dana hibah hingga 250 dollar Singapura atau Rp 3 miliar bagi wirausaha sosial pada 2024.
Pendaftaran program DBS Foundation Business for Impact Grant Award 2024 dibuka hingga Kamis (15/8/2024). Informasi mengenai program tersebut dapat ditemukan pada tautan berikut.
