KOMPAS.com – Usai berkunjung ke Gunung Bromo, mulai dari menjelajah lautan pasir hingga spot panorama, jangan lupa mampir ke tempat wisata sekitarnya.
Salah satunya adalah Desa Wisata Wringinanom yang berada di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Desa wisata ini searah dengan rute menuju pintu masuk Gunung Bromo via Coban Trisula atau via Malang.
Desa Wisata Wringinanom merupakan salah satu desa penyangga wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 850 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Wringinanom memiliki kemiringan 26 persen dan suhu rata-rata harian antara 14 hingga 23 derajat Celcius.
Dengan luas 817,75 hektar, tanah di desa ini sangat subur dan cocok untuk pertanian, perkebunan, serta peternakan.
Potensi agrowisata di desa ini cukup besar. Masyarakat setempat mengoptimalkannya dengan menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti selada air, brokoli, terong, hingga jeruk, yang menjadi komoditas utama.
Desa Wisata Wringinanom juga menawarkan pengalaman unik dengan berbagai aktivitas menarik, seperti river tubing yang seru, edukasi tentang kerajinan sandal handycraft, serta petualangan jeep tour menuju Gunung Bromo.
Wisatawan juga bisa menjajal langsung memetik buah, seperti jeruk, dari perkebunan masyarakat setempat.
50 besar ADWI dan upaya jadi desa wisata berkelanjutan
Semua itu menjadikan Desa Wisata Wringinanom masuk dalam daftar 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno juga sempat berkunjung pada Sabtu (27/7/2024).
Dok. Kemenparekraf jip Wisata di Desa Wisata Wringinanom, Malang."Selamat atas prestasinya masuk 50 besar desa wisata terbaik. Langkah selanjutnya adalah menyertifikasi desa ini menjadi desa wisata berkelanjutan," kata dia dalam rilis resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Kompas.com terima, Minggu (28/7/2024).
Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan dilakukan untuk meningkatkan standar dan kualitas berkelanjutan desa wisata berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.
Dengan adanya sertifikasi ini, wisatawan dijamin akan mendapatkan kualitas destinasi yang tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan loyalitas dari wisatawan dan pemangku kepentingan di destinasi tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, mengungkapkan bahwa kehadiran Menparekraf di Desa Wisata Wringinanom diharapkan dapat menjadi daya dukung kepariwisataan, khususnya di Jawa Timur, dan menjadi sarana promosi.
"Kehadiran beliau memacu semangat kami untuk mencapai target kunjungan wisatawan. Terlebih Wringinanom ini adalah pintu gerbang menuju Bromo, sehingga wisatawan bisa mampir ke sini sebelum atau setelah berkunjung ke Bromo," kata Didik.