#30 tag 24jam
Multivision (RAAM) Gelontorkan Rp511 Miliar Borong Saham MNC Pictures
Multivision Plus (RAAM) merogoh kocek Rp511,02 miliar untuk membeli 106.675 lembar saham baru yang diterbitkan PT MNC Pictures, anak usaha MNC Digital (MSIN). [518] url asal
#tripar-multivision-plus #raam #raam-punjabi #akuisisi #mnc-pictures #msin #hary-tanoe #emiten-film #emiten-hiburan
(Bisnis.Com - Market) 24/09/24 17:35
v/15502311/
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Raam Punjabi, PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM) membeli 106.675 lembar saham baru yang diterbitkan PT MNC Pictures senilai Rp511,02 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/9/2024), RAAM akan menjadi pemegang saham MNC Pictures dengan kepemilikan 10% setelah transaksi.
Adapun, pemegang saham mayoritas MNC Pictures masih dimiliki oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) dengan kepemilikan 960.067 saham atau mencapai 89,99% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.
Manajemen RAAM menyebutkan para pemegang saham MNC Pictures (MNCP) telah sepakat memberikan persetujuan untuk melepaskan hak dalam mengambil bagian terlebih dahulu, atas saham-saham baru yang diterbitkan atau preemptive right.
Di sisi lain, berdasarkan pandangan manajemen, transaksi tersebut akan menggabungkan keahlian yang memungkinkan RAAM dan MNCP memperkuat distribusi konten di berbagai platform. Mulai dari segmen televisi, media sosial, hingga bioskop.
“Dengan menyinergikan keahlian dan pengalaman yang dimiliki, perseroan dan MNCP akan meningkatkan kualitas di masing-masing produksi kontennya,” tulis manajemen RAAM.
Sinergi RAAM dan MNCP juga berpeluang menghasilkan monetisasi yang beragam. Sebagai bagian dari MNC Media Media & Entertainment, MNCP akan menawarkan peluang monetisasi tambahan untuk konten RAAM di free to air (FTA), Pay TV, OTT, dan media sosial.
Sebaliknya, bioskop Platinum Cineplex yang dimiliki anak usaha RAAM bakal memberikan MNCP kesempatan untuk memonetisasi film-filmnya melalui distribusi karya sinematografi.
Sementara itu, dari sisi kinerja, RAAM membukukan rugi senilai Rp98,37 miliar pada semester I/2024. Perolehan tersebut sejalan dengan kinerja penjualan yang menorehkan penurunan sebesar 21,45% year on year (YoY) menjadi Rp121,66 miliar.
Kontributor pendapatan tertinggi adalah film yang menghasilkan Rp63,93 miliar, naik 55,78% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp41,04 miliar. Kontribusi itu diikuti pendapatan tiket Rp27,52 miliar dan digital sebanyak Rp18,37 miliar.
Akuisisi RAAM oleh MSIN
Pada pemberitaan Bisnis sebelumnya, PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) melaporkan telah melakukan proses akuisisi atau investasi strategis terhadap PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM) alias Multivision Plus milik Raam Punjabi.
Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan bahwa akuisisi RAAM oleh MSIN tersebut merupakan pencapaian penting dalam upaya untuk memperluas operasi kedua emiten tersebut di sektor media dan hiburan Indonesia.
"Saya dalam beberapa kesempatan memiliki pengalaman yang baik dalam berkolaborasi dengan Raam Punjabi, membangun kemitraan yang kuat selama bertahun-tahun. Kami sangat senang untuk dapat berkolaborasi dengan RAAM melalui akuisisi ini," katanya dalam keterangan tertulis, pada Jumat (13/9/2024).
Lebih lanjut, MSIN mengakuisisi 619,42 juta saham RAAM, atau setara 9,09% dari modal yang disetor penuh di RAAM, melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Manajemen RAAM menetapkan jadwal pada 23 September 2024 untuk pelaksanaan penambahan modal. MSIN akan membeli saham RAMM pada harga Rp500 per sahamnya, dengan dana hingga Rp309,71 miliar.
Dia mengatakan bahwa MSIN dan RAAM akan berusaha bersama untuk meningkatkan kepemimpinan di industri media dan hiburan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri.
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Indeks Parekraf Dapat Bantu Pertumbuhan Ekonomi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadikan indeks Samuel Sekuritas Unggulan Pariwisata (SUPER) sebagai patron di sektor Parekraf - Halaman all [836] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kemenparekraf #emiten-film #indeks-super #parekraf #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 15/07/24 21:36
v/10883028/
JAKARTA, Investor.id -Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadikan indeks Samuel Sekuritas Unggulan Pariwisata (SUPER) sebagai patron di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf). Hal ini menunjukkan sektor tersebut dinilai dapat membantu pertumbuhan ekonomi.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama PT Samuel Sekuritas Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (10/7/2024). Pada penandatanganan kerja sama tersebut, Kemenparekraf dan Samuel Sekuritas memiliki tujuan yang sama yaitu memperkuat indeks saham di sektor Parekraf di Indonesia.
Direktur Kebijakan Strategis Kemenparekraf Agustini Rahayu menjelaskan, Kemenparekraf berupaya mendorong penguatan indeks saham di sektor parekraf. “Dengan bekerja sama bareng Samuel Sekuritas ini kami (Kemenparekraf) ingin mendapatkan wawasan yang berharga, mendapatkan akses informasi terkini tentang emiten-emiten di sektor parekraf sehingga memungkinkan kami semua dapat mengembangkan pelaksanaan strategi yang lebih efektif untuk memajukan industri parekraf,” terang dia dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno via zoom meeting pada Senin (15/7/2024).
Menurut Ayu, indeks parekraf ini merupakan indeks pertama yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, Sekuritas dinilai memiliki akses terkait data dan informasi yang komprehensif di sektor parekraf. “Kita bisa menggunakan jaringan dan koneksi yang luas di industri keuangan dan pasar modal yang dimiliki Samuel Sekuritas,” terang dia.
Senior Economist PT Samuel Sekuritas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menjelaskan, sementara SUPER menjadi nama indeks. Dia mengatakan, akan melihat terlebih dahulu indeks parekraf ini sebelum diajukan ke BEI. “Kemarin Direktur BEI sudah mengontak kami dan beliau terinspirasi untuk menjadikan indeks parekraf ini menjadi patron mereka di sektor parekraf karena mereka belum punya indeks tersebut,” jelas Fithra.
Dia mengatakan, sektor parekraf termasuk dalam kategori emiten yang sifatnya cyclical. “Mayoritas dari emiten di sektor parekraf ini masuk ke cyclical yang artinya dia (emiten) mampu berselancar dengan potensi pertumbuhan ekonomi,” terang Fithra.
Selain itu, lanjut dia, kemampuan atributnya yang spesifik sehingga ketika ada geliat dari kinerja emiten parekraf maka itu menjadi leading indikator untuk pertumbuhan ekonomi di tanah air. “Kita akan melihat kecenderungan pertumbuhan ekonomi akan lebih baik atau buruk berdasarkan kinerja dari emiten yang berada di zona cyclical tersebut, dan juga sebaliknya,” jelas Fithra.
Potensi Indeks Parekraf Baru-baru ini Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukan kategori baru bernama IDX Cyclical 30 yang merupakan kumpulan indeks yang secara cyclical sangat tinggi dan menjadi patron untuk emiten-emiten lainnya. “Salah satunya yang kemarin baru masuk ke situ yang diumumkan BEI adalah film,” terang Fithra.
Dia melihat sektor parekraf merupakan sektor yang mampu membantu pertumbuhan ekonomi. “Kalau dilihat secara behaviour, maka kita akan melihat kegiatan ekonomi dan parekraf ini secara teknis itu cyclical dan memang secara apa yang kita lihat di lapangan sektor ini merupakan sektor yang mampu membantu pertumbuhan ekonomi ke depannya,” kata Fithra.
Selain dapat menjadi leading indikator, indeks parekraf ini dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ketika ekonomi mengalami penurunan. “Misalnya ketika sedang sulit seperti masa pandemi kemarin, orang-orang mencari hiburan ada yang murah sampai yang paling mahal. Jadi ketika di Januari kemarin ketika lagi hectic-hectic-nya pergolakan politik, dan lain-lain, nah ini orang cari hiburannya ke bioskop,” kata Fithra.
Direktur Manajemen Investasi Kemeparekraf Zulkifli Harahap berharap sebelum Oktober 2024 indeks parekraf ini dapat tercapai. Ada pun tahapan-tahapan yang dilakukan setelah kesepakatan Kemenparekraf dan Samuel Sekuritas yaitu dengan melakukan klasifikasi jenis usaha dimana pemetaan emiten ini berkaitan dengan usaha parekraf di sektor film.
Kemudian, Kemenparekraf akan menyusun indeks agar emiten dipetakan dan diklasifikasikan sesuai jenisnya karena saat ini sudah ada 33 emiten dalam daftar klasifikasi. “Lalu tahap selanjutnya melakukan finalisasi dan mudah-mudahan dalam targetnya tidak terlalu lama harapannya sebelum Oktober 2024,” kata Zulkifli.
Dorong Investasi Sektor Parekraf Kemenparekraf dan Samuel Sekuritas saat ini tengah menyusun Indonesia Investment Hotspot. “Peminatan investasi sektor parekraf saat ini masih di dominasi sektor akomodasi, kemudian sektor rumah makan/restoran, dan pusat kebugaran. Data ini kami lansir dari BKPM dimana 30% penanaman modal, 70% di antaranya dari PMDN,” kata Zulkifli.
Saat ini Kemenparekraf berupaya agar mininal 50% banding 50% agar apa yang disampaikan Menteri Kemeparekraf Sandiaga Uno bisa berdampak sehingga devisa yang masuk ke Indonesia melalui PMA-PMA yang tengah didorong Kemenparekraf di tahun 2024.
Zulkifli menilai saat ini industri parekraf masih dipandang sebelah mata khususnya sektor film. Oleh karena itu Kemenparekraf tengah mendorong investasi studio film agar industri film bisa berkembang di seluruh Indonesia. “Sehingga ada model studio film yang tidak hanya ada di pulau Jawa saja, tapi ada juga di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya dan kami berkolaborasi juga dengan teman-teman Gubernur, Walikota, dan Bupati setempat,” kata dia.
Zulkifli mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sutradara Hanung Bramantyo, investasi film ini tidak lebih dari Rp 20 miliar, tapi revenue yang didapat dari situ bisa mencapai ratusan miliar. Ia menilai saat ini film-film yang ada masih terinvestasi dari grup-grup besar seperti MD, Star Vision, dan sebagainya. “Padahal ada pengusaha tambang yang ingin bikin film juga. Artinya industri sektor film ini seksi kalau kita kedepankan, kita angkat, dan kita jual ke beberapa investor baik dalam maupun luar negeri,” kata dia.
Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News