KOMPAS.com - Apple mengendurkan aturan di App Store. Aplikasi emulator PC untuk iOS kini hadir di toko apliikasi tersebut.
Aplikasi itu bernama UTM: SE Retro PC Emulator. UTM SE Retro PC Emulator hadir di toko aplikasi App Store, per Minggu (14/7/2024). Aplikasi ini menjadi emulator PC pertama yang bisa digunakan di iOS, iPadOS, dan visionOS.
Sebelumnya, emulator PC hanya tersedia di Mac lewat aplikasi bernama Parallels dan UTM tanpa embel-embel "SE Retro PC Emulator".
Emulator UTM ini juga sebenarnya pernah hampir dirilis di App Store pada Juni 2024. Namun, Apple saat itu menolak peluncurannya karena dianggap melanggar pedoman Apple yang berlaku.
Apple tidak menyebut alasan mengapa mereka mengubah aturan main App Store terkait kehadiran emulator. Namun, hal ini konon dipicu oleh para regulator, terutama di Uni Eropa, yang mendesak Apple supaya bisa membuat App Store lebih terbuka dan transparan.
Jika belum familier, emulator sendiri merupakan program yang dapat menyimulasikan perangkat lain.
Emulator UTM terbaru ini dapat digunakan untuk menyimulasikan komputer dengan sistem operasi (OS) Windows, DOS, macOS 9, dan Linux, kemudian menjalankan berbagai software klasik serta game lawas, contohnya 3D Pinball for Windows - Space Cadet.
Menurut halaman resmi UTM SE di App Store, aplikasi ini mendukung grafis VGA dan mode terminal untuk sistem operasi yang hanya mendukung teks.
Kemudian, UTM: SE Retro PC Emulator disebut dapat menyimulasikan komputer dengan arsitektur x86, PPC, serta RISC-V. Aplikasi ini dibuat berdasarkan emulator QEMU yang populer.
Mekanismenya, emulator ini bisa menjalankan mesin virtual (virtual machine/VM) yang diunduh dari UTM Gallery atau yang dibuat sendiri oleh pengguna.
The Verge Aplikasi UTM: SE Retro PC Emulator resmi dirilis Virtual machine (VM) merupakan sumber daya komputasi yang menggunakan perangkat lunak untuk menjalankan program, bukan komputer fisik.
Di UTM Gallery, ada berbagai virtual machine yang bisa diunduh, mulai dari Windows XP hingga Windows 7.
Sistem operasi Windows 10 dan Windows 11 ditampilkan juga di situs itu, tetapi UTM hanya menyediakan panduan untuk melakukan konfigurasi kedua sistem operasi itu, tidak dilengkapi dengan tautan download.
Setelah mengunduh dan melakukan konfigurasi, pengguna bisa menjalankan sistem operasi yang diunduh di ponsel iOS miliknya, sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Senin (15/7/2024).
Pihak UTM tidak menjelaskan bagaimana mekanisme untuk menjalankan game dan file berformat .exe lainnya di virtual machine tersebut.
Jika merujuk pada UTM yang sebelumnya dirilis di Mac, harusnya file tersebut dapat dibuka dengan diketuk, seperti membuka aplikasi pada umumnya.
Yang perlu dicatat, UTM SE: Retro PC Emulator seperti namanya dirancang untuk menjalankan software klasik. Dengan demikian, game berat dengan visual yang lebih modern tidak bisa dijalankan dan memang bukan merupakan tujuan dari software tersebut.
Sempat ditolak
Apple sebelumnya menolak perilisan software UTM: SE Retro PC Emulator di toko aplikasi App Store, meskipun Apple saat itu mulai mengizinkan software semacam itu untuk dirilis di toko aplikasinya. Musababnya, UTM dianggap melarang pedoman Apple nomor 2.5.2.
Peraturan tersebut menjelaskan bahwa aplikasi yang dirilis di Apple App Store mesti berdiri sendiri, dan tidak dapat "mengeksekusi kode yang memperkenalkan atau mengubah fitur dan fungsi aplikasi, termasuk aplikasi lain."
Kini, UTM dapat dirilis di Apple App Store setelah tim pengembangnya menciptakan versi tanpa Just-In-Time (JIT) Compiler. Pembatasan ini memiliki arti bahwa performa dan kapabilitas emulator UTM SE di iPhone dan iPad tidak akan sekuat di platform lain.
Selain di App Store, UTM SE dipastikan akan dirilis di toko aplikasi pihak ketiga AltStore PAL, untuk pengguna di wilayah Uni Eropa.
Tim pengembang UTM SE pun berterima kasih kepada AltStore untuk bantuannya terkait perilisan software ini di toko aplikasinya, dan Apple karena sudah mempertimbangkan kembali perilisan emulator UTM SE di App Store.
"Kami menyerukan (rasa terima kasih) kepada tim AltStore untuk bantuannya, dan kepada Apple karena mempertimbangkan kembali kebijakan mereka," tulis tim pengembang UTM SE dalam postingnya di media sosial X (dahulu Twitter).