#30 tag 24jam
Bank Mandiri Borong 4 Penghargaan Platinum di The Best Contact Center Indonesia
Dalam ajang ini, Bank Mandiri mengikuti empat kategori kompetisi dan berhasil meraih penghargaan Platinum di semua kategori yang diikutinya. [583] url asal
#bank-mandiri #contact-center #penghargaan #esg-bank-mandiri #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 23/09/24 13:43
v/15438932/
Bank Mandiri kembali menegaskan konsistensinya dalam inovasi layanan perbankan dengan menyabet empat penghargaan tertinggi dalam ajang bergengsi The Best Contact Center Indonesia tahun 2024.
Kompetisi nasional yang diikuti oleh 68 perusahaan dan melibatkan 1.114 peserta ini menjadi panggung bagi Bank Mandiri untuk menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan yang Adaptif dan Solutif kepada nasabah.
Dalam ajang ini, Bank Mandiri mengikuti empat kategori kompetisi dan berhasil meraih penghargaan Platinum di semua kategori yang diikutinya.
Penghargaan yang diraih antara lain The Best Business Contribution, The Best Digital Media, The Best Operations, dan The Best Technology Innovation.
SVP Customer Care Bank Mandiri Asih Samihadi mengatakan, prestasi ini semakin mendorong semangat Bank Mandiri untuk menjadi perusahaan dengan layanan nasabah terbaik di Indonesia.
Asih mengungkapkan, penghargaan ini adalah bukti nyata dari komitmen Bank Mandiri untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.
"Prestasi yang kami raih merupakan hasil kerja keras seluruh tim, terutama di Mandiri Contact Center, yang selalu mengedepankan kualitas layanan serta terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk selalu berusaha menjadi lebih baik dalam melayani nasabah kami," jelas Asih dalam keterangan resminya, Senin (23/9).
Salah satu poin utama yang membuat Bank Mandiri berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam kategori The Best Business Contribution adalah kemampuannya dalam memanfaatkan Contact Center sebagai business support melalui layanan pembukaan rekening online, shared service serta telesales produk anak perusahaan melalui penawaran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Contact Center bukan hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga penggerak bisnis yang mampu berkontribusi secara positif’ tambah Asih.
Pada kategori The Best Digital Media, inovasi digital Bank Mandiri juga menjadi sorotan. Contact Center Bank Mandiri memainkan peran penting dalam mendukung peluncuran produk-produk digital inovatif melalui Livin Sukha, termasuk konser musik, kompetisi olahraga, serta produk edisi terbatas dari e-money.
Dengan integrasi ini, Bank Mandiri semakin memperkuat posisinya dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern nasabah.
Selain itu, Bank Mandiri juga memenangkan kategori The Best Operations berkat keunggulan dalam manajemen operasional yang menyelaraskan pemanfaatan teknologi terbaru, pengelolaan agent berkualitas terbaik serta digital mindset yang menghadirkan customer journey terbaik bagi semua nasabah setia Bank Mandiri.
Didukung oleh teknologi omnichannel yang memberikan ruang gerak kepada agent untuk menjawab semua kebutuhan nasabah dari berbagai contact point.
Bank Mandiri juga menjadi pioneer contact center di Indonesia yang mampu mengelola aktivitas operasional secara Mandiri sekaligus menjadi penyedia share service untuk anak perusahaan.
Melalui super apps Livin dan Kopra, dengan misi menjadi revenue generator sekaligus pengembangan people development dengan tetap mengedepankan customer satisfaction merupakan kunci sukses Mandiri Contact Center yang mampu mempertahankan predikat tertinggi selama 3 tahun berturut-turut.
Dalam kategori The Best Technology Innovation, Bank Mandiri dinilai unggul melalui berbagai inovasi teknologi yang diterapkan di Contact Center, seperti layanan chatbot MITA Whatsapp, verifikasi otomatis menggunakan IVR, serta sistem persetujuan otomatis dalam pembukaan rekening online (Straight Through Processing).
Selain itu, penggunaan Robotic Process Automation (RPA) dalam penanganan keluhan nasabah juga dinilai memberikan efisiensi yang signifikan dalam pelayanan.
Bank Mandiri juga mengembangkan Shared Service Contact Center yang berfungsi sebagai penyedia layanan BPO bagi kelompok usaha Mandiri Group.
Sebagai informasi, kompetisi ini dinilai oleh para pakar dari berbagai bidang, termasuk praktisi IT, manajemen operasional, dan industri Contact Center dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, China, Australia, dan Thailand.
Penjurian dilakukan dengan menilai inisiatif dan inovasi yang diimplementasikan, mulai dari analisis data, manajemen operasional, hingga kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
"Keberhasilan ini adalah motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan terus berinovasi dalam menghadirkan solusi yang relevan bagi nasabah di era digital ini," pungkas Asih.
Euromoney Kembali Nobatkan Bank Mandiri Jadi Best Bank di 2024
Penghargaan Euromoney ini diperoleh Bank Mandiri berdasarkan penilaian pencapaian dan kinerja perseroan selama satu tahun terakhir. [832] url asal
#bank-mandiri #euromoney #penghargaan #penghargaan-internasional #esg-bank-mandiri #kredit-bank-mandiri #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 13/09/24 08:14
v/14978075/
Bank Mandiri kembali menorehkan prestasi gemilang dan menegaskan kompetensi dalam menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh lewat serangkaian strategi dan inovasi tanpa henti. Hal ini tercermin dalam pencapaian kinerja perseroan pada paruh pertama 2024 yang kian positif.
Bank bersandi saham BMRI ini berhasil mencatatkan penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.532 triliun di semester pertama 2024, tumbuh 20,5 persen secara year on year (YoY).
Pertumbuhan tersebut, melampaui rata-rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 12,36 persen YoY per Juni 2024.
Adapun, laju kredit konsolidasi Bank Mandiri tumbuh optimal di semua segmen. Penyaluran kredit ke segmen korporasi menjadi kontributor terbesar, dengan realisasi mencapai Rp561 triliun pada kuartal II 2024, meningkat 29,7 persen YoY dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp433 triliun.
Selain korporasi, segmen komersial mencatat peningkatan kredit sebesar 21,7 persen YoY menjadi Rp262 triliun, sementara kredit UMKM meningkat 6,3 persen YoY mencapai Rp 127 triliun. Diikuti dengan laju kredit konsumer yang meningkat 9,02 persen YoY menjadi Rp 116 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menuturkan, pencapaian kinerja ini tentunya tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap sektor finansial dan terus membaiknya tren pertumbuhan ekonomi secara nasional. Juga bentuk komitmen perseroan dalam mendorong perekonomian kerakyatan.
Tidak hanya dari sisi kredit sebagai wholesale banking, Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir juga semakin serius mempercepat transformasi digital.
Selain untuk menghadirkan solusi finansial yang andal bagi nasabah, transformasi ini juga diyakini Darmawan mampu mendukung peningkatan inklusi keuangan di Tanah Air serta meningkatkan akseptasi layanan digital Bank Mandiri sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas hingga wilayah terluar di Tanah Air.
“Perekonomian Indonesia memiliki peluang yang besar untuk terus tumbuh. Untuk itu, Bank Mandiri berupaya untuk terus hadir memenuhi kebutuhan masyarakat dan nasabah melalui peningkatan dari sisi layanan dan inovasi digital,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Jumat (13/9).
Darmawan melanjutkan, tidak hanya melalui penyaluran kredit, transformasi digital Bank Mandiri juga diimplementasikan melalui layanan handal Kopra by Mandiri untuk mendukung pelaku usaha mulai dari segmen korporasi hingga pelaku UKM.
Selain itu, super app Livin’ by Mandiri juga tersedia bagi nasabah ritel untuk memenuhi kebutuhan finansial dan gaya hidupnya.
Saat ini, lebih dari 85 persen akun baru dari nasabah ritel telah didaftarkan melalui Livin’ by Mandiri. Sedangkan Kopra by Mandiri telah menangani transaksi bisnis dengan volume Rp10.000 triliun dalam semester pertama 2024.
Pencapaian ini merupakan yang tertinggi di industri perbankan Indonesia. Bahkan, solusi dari Livin’ Merchant telah membantu lebih dari 2 juta pedagang UMKM di Indonesia menjadi digital hanya dalam waktu satu tahun.
Lewat kinerja, pencapaian, dan transformasi digital yang dilakukan, Bank Mandiri pun menuai pengakuan internasional.
Melalui ajang Euromoney Award for Excellence 2024 yang digelar di Singapura pada Kamis (12/9), bank berlogo pita emas ini menyabet gelar Indonesia’s Best Bank dan Indonesia’s Best Bank for Corporates.
Penghargaan Euromoney ini diperoleh Bank Mandiri berdasarkan penilaian pencapaian dan kinerja perseroan selama satu tahun terakhir. Selain itu, aspek perbedaan dari pesaing dalam kinerja dan strategi turut menjadi poin penilaian.
Bahkan, strategi dan inovasi digital banking turut menjadi pertimbangan. Euromoney menilai transformasi digital yang dilakukan oleh Bank Mandiri belum ada tandingannya di Indonesia - “Bank Mandiri digital transformation is unmatched in Indonesia”.
Darmawan mengatakan, dalam menentukan strategi bisnis, Bank Mandiri menerapkan konsep consumer oriented yang selalu berusaha mengikuti kebutuhan nasabah termasuk perkembangan tren serta teknologi.
"Kami sangat mengapresiasi penghargaan ini dan tentunya hal ini pemantik semangat bagi Bank Mandiri untuk terus mempertahankan kinerja dan layanan yang terbaik untuk selalu berkontribusi pada ekonomi kerakyatan,” tutur Darmawan.
Adapun, penyerahan penghargaan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Riduan, dan Direktur Information Technology Bank Mandiri Timothy Utama di Singapura.
Darmawan menambahkan, pengakuan ini sekaligus menjadi esensi kerja keras dan konsistensi seluruh Mandirian dalam komitmennya menyediakan layanan serta produk terbaik bagi nasabah dan masyarakat.
“Penghargaan ini juga menjadi pengakuan dan kepercayaan dari stakeholder kami bahwa Bank Mandiri menghadirkan solusi keuangan terlengkap dan terbaik di Indonesia,” imbuhnya.
Bank Mandiri optimis pertumbuhan kinerja perseroan akan terus membaik dan sejalan dengan rencana bisnis perseroan ke depan. Penyaluran kredit secara konsolidasi diproyeksi mampu tumbuh 16 persen-18 persen di sepanjang 2024.
Bank Mandiri akan memperkuat spesialisasi di segmen wholesale dan retail banking melalui strategi wholesale acceleration dengan memperluas ekosistem turunan wholesale melalui optimalisasi value chain. Juga akan terus menggali potensi kredit berdasarkan wilayah dan sektor untuk mencapai hasil yang optimal.
Untuk segmen wholesale banking, sektor-sektor seperti jasa keuangan, perkebunan, transportasi, kesehatan, dan energi akan menjadi kontributor utama. Di sisi lain, sektor UMKM tetap menjadi prioritas penting bagi perseroan.
Bank Mandiri akan terus mendorong inklusi keuangan dengan memperluas akses kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Ini tidak hanya akan meningkatkan penetrasi kredit di segmen tersebut, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi domestik.
“Pada segmen retail, kami akan berfokus pada sektor-sektor yang memiliki pertumbuhan tinggi sesuai dengan karakteristik Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di masing-masing wilayah. Pendekatan ini memungkinkan kami untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar lokal dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Bank Mandiri (BMRI) Kolaborasi Model ESG untuk Green Financing
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melakukan kolaborasi dalam pemodelan ESG, guna pembiayaan hijau (green financing). [343] url asal
#esg-bank-mandiri #pembiayaan-hijau-bank-mandiri #green-financing-bank-mandiri
(Bisnis.Com) 06/09/24 21:00
v/14909639/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melakukan kolaborasi dalam pemodelan ESG (Environment, Social, Goverment) untuk keberlanjutan global, dan pembiayaan hijau (green financing).
Deputy CEO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Alexandra Askandar mengatakan pihaknya berupaya bekerja sama dengan lembaga yang lebih maju dalam implementasi ESG.
"Terutama dalam energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan, menjadi sangat penting bagi kami. Dan sebagai tahap pertama, kami mulai dengan pengembangan kapasitas. Karena ada banyak lembaga keuangan yang dapat memberikan bantuan teknis untuk bergabung dengan kami," katanya, saat Panel Session di Indonesia Internasional Sustainability Forum (ISF) 2024, pada Jumat (6/9/2024).
Dia mengatakan bahwa pada tahap awal adaptasi ESG di Indonesia, bekerja sama melibatkan pemerintah, pembuat kebijakan, dan regulator juga menjadi penting.
Selain itu, dia juga menyatakan bahwa BMRI telah bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melakukan banyak diskusi dan kegiatan interaktif untuk membangun ekosistem keuangan berkelanjutan.
"Dan untuk tujuan ini, kami mencoba mengeluarkan insentif untuk mendorong proyek-proyek energi terbarukan agar dapat tumbuh lebih cepat," ujarnya.
Sementara itu, menurutnya juga penting untuk berkolaborasi dengan kementerian lain. Pertama, tentu saja, Kementerian BUMN.
"Kami harus memastikan bahwa inisiatif kami selaras dengan kebijakan nasional dan juga strategi BUMN," ucapnya.
Dia mengatakan bahwa sebagai bank wholesale terbesar di Indonesia, BMRI mendukung program prioritas pemerintah.
Lebih lanjut, pihaknya menyediakan pembiayaan hijau untuk BUMN dan juga untuk sektor swasta, seperti untuk PLN, dan kemudian proyek pembiayaan hijau untuk Pertamina, dan juga untuk BUMN dengan perusahaan jalan tol.
Selain itu juga, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, secara aktif membicarakan mekanisme perdagangan karbon.
"Dan tentu saja, dengan Kementerian Maritim dan Investasi. Mereka baru saja meluncurkan CIP, Rencana Kebijakan Investasi Komprehensif, bekerja sama dengan JETP," ucapnya.
Pihaknya menyatakan terbuka dan ingin bekerja sama dengan para mitra dalam perjalanan transisi ini, terutama dengan lembaga-lembaga keuangan.
Untuk diketahui, International Sustainability Forum (ISF) 2024 digelar oleh pemerintah Indonesia sebagai wadah pertemuan, bagi para pejabat dunia di berbagai sektor dan negara untuk bertukar pikiran dan mencari solusi terbaik untuk menghadapi perubahan iklim. ISF digelar selama 2 hari, pada 5-6 September 2024.
Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Bank Mandiri Terus Dorong Implementasi ESG
Bank Mandiri memiliki ESG Framework yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. [637] url asal
#bank-mandiri #esg-bank-mandiri #katadata-safe-2024 #esg #net-zero-emission #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 07/08/24 23:36
v/13705926/
Tak hanya berfokus pada keuntungan finansial semata, Bank Mandiri juga memperhatikan dampak Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam menjalankan praktik bisnisnya.
Bank berlogo pita emas itu memiliki ESG Framework yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan Bank Mandiri terus mendukung pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.
”Kami terus mendorong nasabah kami untuk bertransisi menuju ekonomi rendah karbon melalui instrumen keuangan yang inovatif serta membangun ESG center for clients sebagai akselerator dalam pencapaian-pencapaian kami,” kata Alexandra di acara Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2024 yang diselenggarakan oleh Katadata di Hotel Kempinski, Jakarta Rabu (7/8).
Dari pilar Sustainable Banking, Alexandra menyatakan, saat ini Bank Mandiri telah menyalurkan Sustainable Portofolio sebesar Rp278 triliun dengan pertumbuhan 14,7 persen secara year on year (yoy).
Di mana Rp139 triliun temasuk ke dalam Green Portfolio yang menjadikan Bank Mandiri sebagai Green Market Leader di Indonesia dan Rp139 berasal dari Social Portfolio.
Hal ini tercapai didukkung dengan berbagai Sustainable Financing Products baik untuk nasabah wholesale maupun retail, seperti Sustainability-Linked-Loan, Corporate-in-Transition Financing, EV Financing, dan Green Mortgage.
Di samping itu, Alexandra mengatakan Bank Mandiri juga menyediakan ESG Advisory Services melalui pembentukan ESG Center untuk nasabah.
“Sebagai prefered banking partner nasabah, kami telah berkomitmen untuk menerapkan client-centered approach dalam penerapan ESG di Bank Mandiri“ kata Alexandra.
Untuk pilar ESG kedua yakni Sustainable Operation, Bank Mandiri memiliki inisiatif menghitung emisi karbon sejak 2019. Total emisi operasional, per Juni 2024 turun menjadi 117.566 tCO2e dan penghitungan masih terus berlangsung sampai akhir tahun.
Penurunan ini menunjukkan tren yang positif, sebab perhitungan pertama Bank Mandiri (baseline) berjumlah sebesar 358.753 tCO2e pada 2019.
Pencatatan emisi operasional ini dilakukan melalui platform Digital Carbon Tracking yang melakukan pengukuran hingga ke level cabang.
Tak kalah penting, Alexandra melanjutkan, manajemen juga mendorong program budaya keberlanjutan atau Green Business Mindset kepada seluruh karyawan, yang kami sebut sebagai Mandirian, dalam menjalankan kegiatan operasional Bank Mandiri.
“Kami juga bertransisi dengan mengganti kendaraan operasional Bank Mandiri dengan kendaraan listrik dan instalasi solar panel di gedung kantor operasional secara bertahap. Bank Mandiri juga sudah memiliki gedung yang tersertifikasi sebagai green building,“ ujarnya.
Terakhir, untuk pilar Sustainability Beyond Banking, Alexandra mengatakan bahwa Bank Mandiri berfokus pada pemberdayaan masyarakat yang selaras dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), melalui Corporate Social Responsibility (CSR), dan inklusi keuangan.
Misalnya melalui program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang telah melahirkan 751 orang wirausaha, Mandiri Sahabatku yang telah menyasar 18.403 Pekerja Migran Indonesia, Rumah BUMN yang telah diserap oleh 6.590 UMKM, serta Rice Milling Unit yang telah membantu lebih dari 27.520 petani.
Tentu dalam mewujudkan target-target ESG tersebut, Bank Mandiri juga menghadapi sejumlah tantangan. Misalnya, pilihan project green yang ada di pasar keuangan relatif terbatas atau tidak banyak.
“Hal ini terjadi karena berdasarkan persepsi nasabah hal tersebut tergolong masih mahal jika dibandingkan dengan benefit jangka pendek dan regulasinya masih terus berkembang” ujar Alexandra.
Namun begitu, Alexandra mengatakan pihaknya turut mengapresiasi pemerintah Indonesia terkait regulasi yang telah diterbitkan juga dengan launching-nya bursa karbon pada tahun 2023 lalu.
Ia mengaku optimis perkembangannya ke depan akan semakin baik lagi. Sebab, menyeimbangkan antara peluang bisnis dan kepatuhan regulasi adalah hal yang krusial.
"Kami percaya bahwa beralih dari partisipasi voluntary menjadi mandatory dapat meningkatkan dampak kolektif kami dan memperkuat upaya keberlanjutan kami," terangnya.
Dia juga berharap partisipasi tersebut dapat menggerakkan upaya kolaboratif di antara semua pihak untuk mengembangkan serangkaian kebijakan inisiatif iklim yang komprehensif, yang diharmonisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan dan memastikan adanya mutual alignment.
"Dengan menetapkan serangkaian kebijakan, kita dapat secara kolektif menuju kepada tujuan yang sama, mendorong pertumbuhan pembiayaan iklim dan menghasilkan dampak yang signifikan," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya menangani perubahan iklim, tetapi juga berkontribusi untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih berkelanjutan dan masa depan yang lebih cerah bagi semua.
Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Hijau (Green Loan) Rp130 Triliun
Hingga Maret 2024 penyaluran kredit hijau (green loan) Bank Mandiri (BMRI) tercatat Rp130 triliun. [543] url asal
#kredit-hijau #green-loan #green-loan-bank-mandiri #kredit-hijau-bank-mandiri #esg-bank-mandiri #esg #sustainable-loan-bank-mandiri #alexandra-askandar #wakil-direktur-utama-bank-mandiri #bank-mandiri
(Bisnis.Com - Terbaru) 20/07/24 12:34
v/11418569/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan kredit hijau atau green loan senilai Rp130 triliun hingga Maret 2024.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan di antara 4 bank jumbo, BMRI memiliki market share green portofolio terbesar, yaitu lebih dari 30%. Hingga Maret 2024, sustainable financing, yang terdiri dari green loan dan social loan, telah disalurkan perseroan senilai Rp264 triliun.
"Porsi pembiayaan hijau [dari sustainable financing] senilai Rp130 triliun, naik 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Xandra, sapaan akrabnya, menambahkan pembiayaan hijau Bank Mandiri saat ini didominasi oleh sektor energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam (SDA) hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, serta bangunan ramah lingkungan.
Dalam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG), Bank Mandiri tidak hanya menyalurkan green loan atau pembiayaan hijau, tetapi juga aktif mengembangkan berbagai produk berkelanjutan seperti sustainability linked loan dan juga green bonds. Bagi nasabah ritel, Bank Mandiri saat ini juga mengembangkan produk berupa KPR hijau.
Dalam kesempatan yang sama, SVP ESG Group Bank Mandiri Citra Amelya Pane menambahkan saat ini green loan banyak diberikan ke sektor plantations atau perkebunan. Citra menekankan bahwa debitur yang diberikan pinjaman hijau ini merupakan perkebunan yang telah menerapkan metode sustainable agriculture dalam bisnisnya.
"Hal ini terbukti dengan sertifikasinya mereka, misal ada sertifikasi ISPO dan RSPO di plantation tersebut. Kalau mereka punya sertifikasi itu, based on our guidance saat ini yang berlaku di Indonesia, itu boleh dikategorikan green loan," jelasnya.
Tidak hanya sektor perkebunan saja, Citra menyebutkan green loan Bank Mandiri juga banyak disalurkan ke sektor energi terbarukan dengan nilai penyaluran yang mulai mendekati sektor perkebunan. Bahkan, sektor renewable energy ini pertumbuhannya paling tinggi dibandingkan dengan sektor lain dalam penyaluran kredit hijau dan diharapkan bisa terus bertumbuh.

Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri Citra Amelya (kanan), Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar (tengah), dan Vice President ESG Group Bank Mandiri Adam Zahir (kiri)/Bisnis-Annisa S. Rini
Sementara, untuk social loan yang juga merupakan bagian dari sustainable loan, Bank Mandiri mengarah pada penyaluran pinjaman ke sektor UMKM, misalnya saja melalui kredit usaha rakyat (KUR). Adapun, saat ini porsi pembiayaan hijau (green loan) dan social loan BMRI disebutkan cukup seimbang.
ESG Desk
Lebih jauh, Xandra menambahkan BMRI juga mengembangkan ESG Desk dalam unit Corporate Banking dengan dua fungsi utama, yaitu Client Center yang menawarkan solusi keuangan berkelanjutan yang inovatif, serta Incubator for Expertise untuk membangun keahlian, dengan membentuk pondasi yang kuat terutama bagi para relationship manager untuk berinteraksi secara efektif dengan klien.
Bersama dengan ESG Desk, Bank Mandiri telah banyak menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD), workshop, seminar untuk klien seperti PLN Group, Pertamina Group, Semen Indonesia Group, Sinarmas Group, dan klien korporat besar lainnya.
Bank Mandiri juga mengadakan banyak pelatihan dan workshop secara internal, yang bertujuan agar semua relationship manager dapat secara aktif mengimplementasikan isu ESG dalam diskusi harian mereka dengan klien, dibandingkan 3 tahun yang lalu di mana fokus diskusi masih pada aspek bisnis seperti sumber pembayaran dan struktur kredit.
Xandra menjelaskan ESG Unit di Bank Mandiri berada langsung di bawah supervisinya yang merupakan wakil direktur utama, bukan di bawah direktur atau unit risk management. "Ini untuk menunjukkan komitmen kita terhadap ESG, khususnya bagi investor bahwa implementasi ESG di Bank Mandiri enggak main-main. Benar-benar disupervisi langsung dari wadirut," tutupnya.
Wadirut Beberkan Penerapan Prinsip ESG di Bank Mandiri (BMRI) dan Tantangannya
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan sebagai bank BUMN, perseroan ikut mendukung upaya mencapai net zero emission pada 2060. [595] url asal
#bank-mandiri #bmri #esg-bank-mandiri #penerapan-esg-bank-mandiri #alexandra-askandar #wakil-direktur-utama-bank-mandiri #wadirut-bank-mandiri
(Bisnis.Com) 18/07/24 22:51
v/11228618/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memiliki sejumlah program dan inisiasi dalam penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), baik yang dilakukan secara internal maupun berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan sebagai bank BUMN, perseroan ikut mendukung upaya mencapai net zero emission pada 2060.
Xandra, sapaan akrabnya, menyebutkan misi Bank Mandiri dalam mendukung upaya itu terdiri dari dua misi besar, yaitu net zero emission in operation pada 2030 dan net zero emission in financing pada 2060.
Untuk mencapai misi tersebut, terdapat tiga pilar strategi yang ditetapkan oleh Bank Mandiri. "Pertama, sustainable banking, lalu sustainable operation, dan ketiga adalah sustainable beyond banking," jelasnya di Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Xandra merinci, dalam pilar sustainable banking, perseroan melakukan berbagai inisiatif dan program yang mengintegrasikan ESG ke dalam proses bisnis serta mengembangkan produk keuangan berkelanjutan, seperti green loan, green bond, pembiayaan untuk solar panel serta kendaraan listrik.
Untuk pilar sustainable operation, Bank Mandiri telah melakukan sejumlah program untuk mengurangi emisi karbon dalam kegiatan operasional.
"Mulai dari penggunaan kendaraan operasional berbasis EV [electric vehicle] secara bertahap, menggunakan solar panel di kantor cabang, dan pada 2022 kami sudah mengkonversi 241 cabang menjadi smart branch yang berbasis digital," jelasnya.
Lebih jauh, Xandra menjelaskan untuk pilar sustainable beyond banking terkait dengan program pemberdayaan masyarakat, yang pada akhirnya mendukung pencapaian SDGs, termasuk inklusi keuangan.
Perseroan melanjutkan dan menyempurnakan program-program tanggung jawab sosial lingkungan yang sudah ada untuk mengimplementasikan ESG di bawah pilar sustainable beyond banking, seperti Wira Usaha Mandiri, Mandiri Sahabatku, serta pembiayaan KUR.
Tak hanya itu, pada 2022 Bank Mandiri mendirikan unit ESG di bawah pengawasan Alexandra yang berfungsi sebagai control tower untuk memastikan implementasi aspek ESG ke dalam bisnis dan operasional. Tujuan utama perseroan adalah memastikan inisiatif ESG juga dapat diimplementasikan untuk nasabah sembari menyeimbangkan risiko dan peluang secara efektif.
Dalam melibatkan nasabah, lanjutnya, Bank Mandiri telah mengembangkan ESG Desk dalam unit Corporate Banking dengan dua fungsi utama, yaitu Client Center yang menawarkan solusi keuangan berkelanjutan yang inovatif.
Kemudian, Incubator for Expertise untuk membangun keahlian, dengan membentuk pondasi yang kuat terutama bagi para Relationship Manager untuk berinteraksi secara efektif dengan klien.
Bersama dengan ESG Desk, Bank Mandiri menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD), workshop, seminar untuk klien seperti PLN Group, Pertamina Group, Semen Indonesia Group, Sinarmas Group, dan klien korporat besar lainnya.
"Bank Mandiri juga mengadakan banyak pelatihan dan workshop secara internal, yang bertujuan agar semua Relationship Manager dapat secara aktif mengimplementasikan isu ESG dalam diskusi harian mereka dengan klien, dibandingkan 3 tahun yang lalu di mana fokus diskusi masih pada aspek bisnis seperti sumber pembayaran dan struktur kredit," jelasnya.
Tantangan ESG
Adapun, dalam penerapan prinsip ESG dan mendukung target Indonesia untuk mencapai net zero emission, Xandra menyebutkan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi. "Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan antara peluang dan kepatuhan terhadap regulasi," ucapnya.
Dia mencontohkan saat ini dalam pembiayaan ke proyek-proyek hijau belum banyak pilihannya. Hal ini disebabkan karena investasi untuk proyek hijau ini dinilai masih mahal.
Biaya yang dikeluarkan saat ini dipandang lebih besar ketimbang manfaat jangka pendek. "Padahal kita meyakini bahwa manfaat jangka panjangnya jelas dan nyata."
Tantangan lainnya adalah bagaimana mendorong para stakeholders untuk bertransisi ke arah yang bersifat hijau. Xandra mengatakan diharapkan ada kebijakan yang memberikan insentif bagi pelaku usaha yang telah memulai program transisi dan juga diinsentif untuk pelaku usaha yang masih menghasilkan emisi tinggi.
'Kami bersama teman-teman tim ESG terus ikut menyuarakan hal ini kepada pemerintah, khususnya kementerian yang terkait dan juga ke OJK, supaya kita bisa sama-sama menjaga dan juga nanti terdapat kebijakan yang benar-benar mendukung ke arah ini," tutup Xandra.