LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Acara religi Katolik Festival Golo Koe dari Nusa Tenggara Timur (NTT), akan kembali dilaksanakan selama enam hari dari Sabtu (10/8/2024) sampai Kamis (15/8/2024).
Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Frans Teguh menuturkan, Festival Golo Koe masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024 dari Kementerian Pariwata dan Ekonomi Kreatif.
"Festival Golo Koe ini lebih merupakan manifestasi atau ungkapan dari kehadiran nilai spiritualitas yang menjadi keyakinan masyarakat di Keuskupan Ruteng secara keseluruhan," kata Frans kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2024).
Ia melanjutkan, masyarakat di Flores bisa mempersembahkan festival ini sebagai upaya menarik pengunjung dan para peziarah untuk datang ke Labuan Bajo.
Ada pentas seni dan pameran
Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Berburu Oleh-oleh Khas Lembata di Festival Golo Koe Labuan Bajo, Ada Gelang Ikan Paus hingga Jagung TitiPekan puncak Festival Golo Koe akan diawali dengan pembukaan pameran dan pentas seni pada Sabtu (10/8/2024) pukul 17.00 Wita di Marina Waterfront, Labuan Bajo.
Kemudian ada pula karnaval budaya Bunda Maria Assumpta Nusantara pada Senin (12/8/2024) pukul 16.00 Wita.
Pameran dari sekitar 160 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) dan pentas seni dari berbagai komunitas etnik-kultural dari Flores juga akan diadakan, dengan konsep ramah lingkungan.
Dalam hal ini, panitia akan menyelenggarakan kegiatan penghijauan di sekitar Labuan Bajo dan pedagogi ekologis bagi generasi muda.
Meskipun puncak Festival Golo Koe diadakan dari Sabtu (10/8/2024) sampai Kamis (15/8/2024), rangkaian acara religi telah dimulai sejak Kamis (1/8/2024) lalu di kompleks Gereja Tua Rekas.
Acara tersebut akan berakhir di Gereja Stasi Stella Maris Labuan Bajo pada Minggu (9/8/2024) mendatang.
Adapun hari ini, Selasa (6/08/2024), sedang berlangsung perarakan menuju Stasi Sok Rutung.
Acara hijau
Dokumen Panitia Pelaksana Festival Golo Koe Labuan Bajo Foto : Tarian adat Manggarai ditampilkan saat pembukaan Festival Golo Koe Labuan Bajo, di Waterfront Marina Labuan Bajo, pada Kamis (10/8/2023).Frans mengatakan, BPOLBF dan panitia berencana mewujudukan green event dalam Festival Golo Koe melalui perhitungan carbon offsetting.
Tujuannya untuk mewujudkan skema net zero emission atau emisi nol bersih, yang mengacu pada situasi jumlah jejak karbon yang bersumber dari aktivitas manusia tidak melebihi jumlah emisi yang dapat bumi serap.
"Kita ingin festival ini dapat kita hitung emisi karbonnya. Seberapa besar karbon yang dikeluarkan, kita kompensasikan dengan gerakan yang sudah dilakukan oleh berbagai komunitas dan keuskupan yaitu dengan penanaman pohon," jelas Frans.
"Festival yang mewujudkan green event ini juga cara dan upaya kita untuk mendorong pariwisata yang lebih bertanggung jawab, berkualitas, dan berkelanjutan," tambah dia.
Ketua Umum Festival Golo Koe 2024, Hilarius Madin menyampaikan, acara ini diikuti oleh seluruh umat agama, tidak hanya umat Katolik.
"Festival Golo Koe membuka ruang untuk semua orang, tidak hanya masyarakat beragama Katolik," ucap Hilarius.
Ia menuturkan, rangkaian Festival Golo Koe akan diikuti oleh peserta tetap yaitu 1.000 orang yang terdiri dari paroki-paroki, komunitas biara, dan lembaga pendidikan.
"Festival Golo Koe tidak hanya melibatkan umat Katolik saja tetapi festival ini membuka ruang untuk semua orang. Kami juga berharap dengan Festival Golo Koe ini bisa mempersatukan dan mempertemukan semua generasi senusantara di Labuan Bajo," tambah dia.