SIKKA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menggelar Festival Jelajah Maumere (FJM) pada September 2024, tepatnya dari Kamis (12/9/2024) sampai Sabtu (14/9/2024).
Untuk edisi kedua ini, tema yang diusung adalah "dewa det naruk utan peten beli ata vian sawe" atau menyapa dunia dengan tenun ikat Sikka.
Ketua Panitia FJM 2024, Ferdinand E Edomeko mengatakan, kegiatan ini akan menampilkan berbagai kegiatan menarik, seperti kirab budaya, pentas seni budaya, pertunjukan band lokal dan nasional, serta parade Sikka culture fashion.
Selain itu, acara ini juga menampilkan pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM), teknologi tradisional, serta buku pariwisata dan kebudayaan.
KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Kain tenun Sikka jenis Tama Lu'a di rumah pengungsian Bukit Sion, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/2/2019).Kemudian ada pula lomba fashion show, pertunjukan suling, dan lomba bercerita tentang tenun ikat Sikka.
"FJM 2024 merupakan platform penting untuk mempromosikan keindahan dan keunikan tenun ikat Sikka serta pariwisata Maumere secara luas," tutur Even.
Penjabat Sekda Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa mengatakan, Kabupaten Sikka memiliki potensi sumber daya yang luar biasa untuk ditumbuhkembangkan.
Oleh sebab itu, FJM 2024 diharapkan tidak hanya menjadi acara budaya tahunan, tapi juga meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi Kabupaten Sikka secara signifikan.
"Saya yakin anak-anak nian tana memiliki kemampuan yang luar biasa, mari kita optimalkan potensi mereka untuk kesuksesan FJM 2024," ujarnya.