#30 tag 24jam
Inisiatif Inovasi Kesehatan Fujifilm di Indonesia
Fujifilm, perusahaan yang awalnya dikenal dengan inovasi dalam fotografi, kini bertransformasi menjadi perusahaan multisektor dengan fokus pada bidang kesehatan [507] url asal
#fujifilm #fotografi #kesehatan
(Bisnis.Com - Terbaru) 15/10/24 17:02
v/16506074/
Bisnis.com, JAKARTA - Fujifilm, perusahaan yang awalnya dikenal dengan inovasi dalam bidang fotografi, kini telah bertransformasi menjadi perusahaan multisektor dengan fokus kuat pada bidang kesehatan.
Dengan Group Purpose "Giving our world more smiles", Fujifilm berkomitmen untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat global melalui teknologi dan inovasi mereka. Transformasi ini mencerminkan evolusi perusahaan dari sekadar penyedia solusi fotografi menjadi entitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di berbagai aspek.
Di Indonesia, Fujifilm juga aktif berkontribusi dalam upaya penanggulangan TB. Fujifilm Indonesia menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam mendukung program Eliminasi TB.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah mendukung kegiatan skrining TB yang merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam upaya Eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 - StopTB 2030.
Tantangan TB di Indonesia sangat signifikan. Diperkirakan satu juta orang Indonesia terinfeksi tuberkulosis setiap tahun, tetapi hanya 820.000 kasus yang berhasil dideteksi akibat keterbatasan kemampuan deteksi.
Melakukan skrining secara masif dan meningkatkan angka pelaporan untuk mengidentifikasi lebih banyak kasus dengan cepat merupakan langkah penting untuk menekan laju penyebaran TB di Indonesia. Target pemerintah tahun ini adalah meningkatkan temuan kasus dini hingga 900.000 kasus.

Selain itu, Fujifilm Indonesia juga bekerja sama dengan Zero TB Yogyakarta di bawah naungan Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
Fujifilm mendukung program "jemput bola" dalam mendeteksi kasus TB di masyarakat yang dijalankan Zero TB untuk menemukan kasus secara aktif, mengobati secara efektif dan mencegah TBC pada kontak serumah dengan penderita.
Kolaborasi ini memungkinkan UGM untuk melakukan skrining TB secara aktif di komunitas, terutama di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan.
Bersamaan dengan peralatan diagnostik pencitraan dan solusi TI, Fujifilm Indonesia menyediakan TB Lam, yang merupakan kemajuan penting dalam diagnostik tuberkulosis. TB LAM adalah kit tes cepat dengan sensitivitas tinggi yang digunakan untuk mengonfirmasi hasil tes negatif/positif infeksi tuberkulosis pada penderita HIV.
Kit ini mendeteksi antigen LAM khusus yang terdapat dalam urin untuk melakukan penilaian. Karena urin digunakan sebagai sampel, kit ini efektif untuk pasien/anak-anak yang sulit mengumpulkan dahak dan juga dapat digunakan untuk mendiagnosis tuberkulosis di luar paru-paru yang tidak menunjukkan gejala.
Keunggulan kit ini terutama terletak pada tiga hal. Pertama, sensitivitas tinggi berkat teknologi amplifikasi perak. Kedua, hasil yang cepat (diagnosis dapat dilakukan dalam 60 menit termasuk pra-pengolahan). Ketiga, tidak memerlukan air dan listrik.
Melalui berbagai inisiatif ini, Fujifilm membuktikan komitmennya untuk mewujudkan Group Purpose “Giving our world more smiles”. Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dalam bidang kesehatan, Fujifilm tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memberikan harapan baru bagi mereka yang menghadapi tantangan kesehatan.
Setiap diagnosis yang tepat waktu, setiap nyawa yang diselamatkan, dan setiap peluang untuk hidup sehat yang diberikan, merupakan senyuman baru yang ditambahkan ke dunia kita. Ini sesuai dengan visi Fujifilm untuk menciptakan dunia yang lebih bahagia dan lebih sehat.
Melalui inovasi berkelanjutan dan komitmen terhadap kesejahteraan global, Fujifilm terus berupaya untuk menghadirkan lebih banyak senyuman ke seluruh penjuru dunia, membuktikan bahwa teknologi, ketika digunakan dengan tujuan yang mulia, dapat menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.
Fujifilm, Memberi Lebih Banyak Senyuman Pada Dunia
Fujifilm, perusahaan yang awalnya dikenal dengan inovasi dalam bidang fotografi, kini telah bertransformasi menjadi perusahaan multisektor [521] url asal
#fujifilm #fotografi #kecerdasan-buatan-ai
(Bisnis.Com) 15/10/24 15:16
v/16501972/
Bisnis.com, JAKARTA - Fujifilm, perusahaan yang awalnya dikenal dengan inovasi dalam bidang fotografi, kini telah bertransformasi menjadi perusahaan multisektor dengan fokus kuat pada bidang kesehatan. Dengan Group Purpose "Giving our world more smiles", Fujifilm berkomitmen untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat global melalui teknologi dan inovasi mereka.
Transformasi ini mencerminkan evolusi perusahaan dari sekadar penyedia solusi fotografi menjadi entitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di berbagai aspek.
Pemilihan Group Purpose ini bukanlah suatu kebetulan. Sejak awal berdirinya pada 1934, Fujifilm telah berperan dalam mengabadikan dan membagikan momen-momen bahagia melalui fotografi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat, Fujifilm menyadari bahwa mereka memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada dunia.
Presiden dan CEO FUJIFILM Holdings Corporation, Teiichi Goto menjelaskan filosofi di balik tujuan grup ini. “Fujifilm telah memperluas bisnisnya untuk berkontribusi dalam memecahkan masalah sosial dan mencapai dunia yang lebih berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang dimulai dengan fotografi untuk membuat dunia bahagia, kami ingin membawa lebih banyak senyuman ke dunia melalui produk dan layanan kami yang beragam,” lanjutnya.
Group Purpose ini mencerminkan evolusi Fujifilm dari sekadar perusahaan fotografi menjadi entitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di berbagai aspek. “Senyuman” dalam konteks ini tidak hanya merujuk pada ekspresi wajah, tetapi juga pada kebahagiaan, kesejahteraan, dan kualitas hidup yang lebih baik secara keseluruhan.
Fujifilm menekankan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada kemajuan masyarakat melalui inovasi yang berakar pada teknologi dan pengetahuan yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Dalam rencana CSR Sustainable Value Plan 2030, Fujifilm telah memposisikan lingkungan, kesehatan, gaya hidup, dan cara kerja sebagai empat isu kunci.
Khususnya dalam bidang kesehatan, Fujifilm berupaya untuk mempromosikan pengembangan infrastruktur medis yang membuat layanan kesehatan dapat diakses oleh semua orang, meningkatkan kualitas perawatan kesehatan, dan berkontribusi pada penciptaan masyarakat yang mengutamakan kesehatan, dengan penekanan pada pencegahan penyakit serta deteksi dini.
Salah satu cara utama Fujifilm mewujudkan Group Purpose-nya adalah melalui aktivitas bisnis di bidang kesehatan. Perusahaan ini telah mengembangkan berbagai peralatan diagnostik canggih wide range of advanced imaging diagnostic equipment and IT solution yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di negara maju, tetapi juga membuka akses terhadap layanan diagnostik di negara berkembang.
Upaya global Fujifilm dalam mendukung kesehatan masyarakat terlihat jelas dalam inisiatif mereka untuk memerangi mengakhiri tuberkulosis (TB). TB masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, dengan sekitar 10 juta kasus baru dan 1,3 juta kematian setiap tahunnya. Menanggapi tantangan ini, Fujifilm mengembangkan sistem X-ray portabel yang kompak dan ringan, yang dapat digunakan bahkan di daerah dengan infrastruktur terbatas.
Inovasi Fujifilm juga mencakup integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam perangkat mereka sehingga memungkinkan deteksi TB yang lebih efisien bahkan di daerah dengan keterbatasan tenaga medis spesialis.
“AI membantu dalam mendeteksi TB. Tentu saja, dokter yang pada akhirnya membuat diagnosis, tetapi kami percaya bahwa kami dapat memberikan kesempatan skrining TB kepada lebih banyak orang dengan cara yang sangat efisien,” kata Goto.
Fujifilm telah memperluas upaya globalnya dalam memerangi TB ke berbagai negara. Melalui kerja sama dengan pemerintah dan organisasi non-pemerintah setempat, perusahaan ini telah melaksanakan program skrining TB di beberapa negara berkembang, menghasilkan peningkatan signifikan dalam deteksi, dan pengobatan kasus TB.
Fujifilm dan Kemenkes Hadirkan Layanan Medis Canggih Guna Eliminasi TB - kumparan.com
Layanan kesehatan di Indonesia dalam mengeliminasi tuberkulosis (TB) terus ditingkatkan dengan adanya komitmen pihak pemerintah dan swasta. Seperti yang dilakukan Fujifilm dengan Kemenkes. [583] url asal
#kemenkes #fujifilm #teknologi
(Kumparan.com - Tekno & Sains) 27/08/24 11:23
v/14768630/
Layanan kesehatan di Indonesia dalam mengeliminasi tuberkulosis (TB) terus ditingkatkan dengan adanya komitmen pihak pemerintah dan swasta. Seperti yang dilakukan Fujifilm dengan Kemenkes.
Kedua belah pihak menandatangi Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu (21/8) dengan dihadiri Teiichi Goto selaku CEO Fujifilm Holdings Corporation yang merupakan induk usaha dari PT Fujifilm Indonesia dan Menkes RI Budi Gunadi Sadikin
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Yudhi Pramon dan Masato Yamamoto selaku Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, dengan dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak.
Dalam kesempatan itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya penanganan TB di Indonesia. Diperkirakan satu juta orang Indonesia terinfeksi tuberkulosis setiap tahun, namun hanya 820.000 kasus yang berhasil dideteksi akibat keterbatasan kemampuan deteksi.
"Kita perlu melakukan skrining secara masif dan meningkatkan angka pelaporan untuk mengidentifikasi lebih banyak kasus dengan cepat. Kami berharap kolaborasi dengan Fujifilm ini dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Target kami tahun ini adalah meningkatkan temuan kasus dini hingga 900.000 kasus," jelas Budi.
Sejalan dengan visi ini, Fujifilm Corporation kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya eliminasi TB. Dalam acara tersebut, Teiichi Goto mengatakan, TB tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius dan Fujifilm Group telah membuat kemajuan dalam memberantas tuberkulosis secara global dengan teknologi.
“Melihat risiko serius yang ditimbulkan oleh TB terhadap masyarakat Indonesia, kami berkomitmen untuk memerangi peningkatan kasus penyakit ini dengan memperluas akses terhadap solusi medis berkualitas tinggi. Fokus kami adalah meningkatkan akses pada layanan medis canggih, khususnya solusi pencitraan untuk deteksi dini penyakit,” ujar Goto.
Goto mengatakan, kemitraan dengan pemerintah Indonesia ini berfokus pada peningkatan pendidikan kesehatan dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung digitalisasi dalam upaya melawan tuberkulosis. Fujifilm Group berkomitmen penuh terhadap inisiatif ini.
“Bidang kesehatan telah menjadi prioritas utama kami, seperti yang tercantum dalam rencana tanggung jawab sosial perusahaan kami hingga tahun 2030. Kami berfokus pada peningkatan akses terhadap layanan medis dan memungkinkan deteksi dini penyakit melalui teknologi canggih dan unik yang kami miliki,” tambah Goto.
Sebagai bagian dari komitmen global ini, PT Fujifilm Indonesia mengambil langkah nyata mendukung upaya eliminasi TB di Indonesia. Masato Yamamoto selaku Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, menekankan kolaborasi ini merupakan contoh bagaimana komunitas bisnis dapat mendukung pemerintah dalam mempercepat pengobatan TB di Indonesia.
Kolaborasi ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari program kampanye pemberantasan tuberkulosis yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak di Jawa Barat pada awal Agustus. Dalam acara itu, Kemenkes menunjukkan pentingnya mencapai tujuan deteksi kasus dengan memanfaatkan perangkat Portable X-ray Fujifilm
“Fujifilm memiliki dan selalu menghadirkan inovasi teknologi diagnostik yang canggih, salah satunya Portable X-ray. Perangkat Portable X-ray Fujifilm yang disinggung dalam acara Hari Anak itu dilengkapi dengan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan berkontribusi besar meningkatkan upaya skrining TB, terutama di daerah terpencil,” ujar Yamamoto.
Perangkat Portable X-ray dari Fujifilm mengintegrasikan algoritma AI canggih yang dirancang untuk membantu tenaga kesehatan dalam mendiagnosis tuberkulosis dengan lebih efisien.
Teknologi AI ini secara otomatis menganalisis X-ray dada untuk mendeteksi kelainan yang konsisten dengan TB, sehingga dapat menyoroti area yang berpotensi menjadi perhatian dan memungkinkan diagnosis yang lebih cepat dan akurat.
Sebagai langkah pelengkap, Fujifilm berkomitmen untuk mendukung digitalisasi sistem kesehatan Indonesia dengan menyediakan sistem teknologi informasi yang komprehensif. Salah satunya kemudahan mengunggah hasil foto torax atau pecitraan medis skirining dari Portable X-ray dari berbagai lokasi terjauh dan terpencil.
Melalui dukungan digital ini, Kemenkes akan dapat menciptakan dan mengelola basis data hasil skrining kesehatan masyarakat yang lebih akurat. Hal ini akan memungkinkan pemerintah untuk mengambil tindakan tepat waktu dan mengembangkan kebijakan efektif untuk mengeliminasi TB.
Pemerintah-Swasta Bergandeng Tangan Eliminasi TB
Kolaborasi ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari program kampanye pemberantasan tuberkulosis - Halaman all [671] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #tuberculosis #kementerian-kesehatan #fujifilm #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 23/08/24 23:43
v/14587770/
JAKARTA, investor.id – PT FUJIFILM Indonesia dan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk bersama-sama mengeliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia.
Penandatanganan MoU disaksikan Teiichi Goto, CEO FUJIFILM Holdings Corporation yang merupakan induk usaha dari PT FUJIFILM Indonesia bersama dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2024.
Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya penanganan TB di Indonesia. Diperkirakan satu juta orang Indonesia terinfeksi tuberkulosis setiap tahun, namun hanya 820.000 kasus yang berhasil dideteksi akibat keterbatasan kemampuan deteksi.
"Kita perlu melakukan skrining secara masif dan meningkatkan angka pelaporan untuk mengidentifikasi lebih banyak kasus dengan cepat. Kami berharap kolaborasi dengan Fujifilm ini dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Target kami tahun ini adalah meningkatkan temuan kasus dini hingga 900.000 kasus," tambah Menteri Budi.
Sejalan dengan visi ini, FUJIFILM Corporation kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya eliminasi TB. Dalam acara tersebut, Teiichi Goto, CEO FUJIFILM Holdings Corporation mengatakan TB tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius dan FUJIFILM Group telah membuat kemajuan dalam memberantas tuberkulosis secara global dengan teknologi.
“Melihat risiko serius yang ditimbulkan oleh TB terhadap masyarakat Indonesia, kami berkomitmen untuk memerangi peningkatan kasus penyakit ini dengan memperluas akses terhadap solusi medis berkualitas tinggi. Fokus kami adalah meningkatkan akses pada layanan medis canggih, khususnya solusi pencitraan untuk deteksi dini penyakit,” ujar Goto
Goto mengatakan bahwa kemitraan dengan pemerintah Indonesia yang diresmikan hari ini bersifat komprehensif. Kemitraan ini berfokus pada peningkatan pendidikan kesehatan dan pemanfaatan eknologi untuk mendukung digitalisasi dalam upaya melawan tuberkulosis. FUJIFILM Group berkomitmen penuh terhadap inisiatif ini.
“Bidang kesehatan telah menjadi prioritas utama kami, seperti yang tercantum dalam rencana tanggung jawab sosial perusahaan kami hingga tahun 2030. Kami berfokus pada peningkatan akses terhadap layanan medis dan memungkinkan deteksi dini penyakit melalui teknologi canggih dan unik yang kami miliki,” tambah Goto.
Sebagai bagian dari komitmen global ini, PT FUJIFILM Indonesia mengambil langkah nyata untuk mendukung upaya eliminasi TB di Indonesia. Masato Yamamoto, Presiden Direktur PT FUJIFILM Indonesia, menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan contoh bagaimana komunitas bisnis dapat mendukung pemerintah dalam mempercepat pengobatan TB di Indonesia.
Kolaborasi ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari program kampanye pemberantasan tuberkulosis yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak di Jawa Barat pada awal Agustus kemarin. Dalam acara itu, Kementerian Kesehatan menunjukkan pentingnya mencapai tujuan deteksi kasus dengan memanfaatkan perangkat Portable X-ray Fujifilm
“FUJIFILM memiliki dan selalu menghadirkan inovasi teknologi diagnostik yang canggih, salah satunya Portable X-ray. Perangkat Portable X-ray Fujifilm yang disinggung dalam acara Hari Anak itu dilengkapi dengan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan berkontribusi besar meningkatkan upaya skrining TB, terutama di daerah terpencil,” ujar Yamamoto.
Perangkat Portable X-ray dari Fujifilm mengintegrasikan algoritma AI canggih yang dirancang untuk membantu tenaga kesehatan dalam mendiagnosis tuberkulosis dengan lebih efisien. Teknologi AI ini secara otomatis menganalisis X-ray dada untuk mendeteksi kelainan yang konsisten dengan TB, sehingga dapat menyoroti area yang berpotensi menjadi perhatian dan memungkinkan diagnosis yang lebih cepat dan akurat.
Yamamoto menguraikan tiga aspek utama dari MoU antara FUJIFILM Indonesia dan Kementerian Kesehatan, yakni pertama memberikan dukungan teknis dalam skala yang lebih luas untuk mempercepat kegiatan deteksi TB dalam Program Eliminasi TB. Selanjutnya, meningkatkan sistem informasi dan digitalisasi terkait pelaksanaan Program Eliminasi TB sebagai bagian dari solusi preventif untuk mencegah wabah.
Terakhir, memberikan edukasi dan promosi terkait Program Eliminasi TB.Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak akan bersama-sama menjalankan beberapa inisiatif yang bertujuan mengeliminasi TB di Indonesia.
Sebagai langkah pelengkap, FUJIFILM berkomitmen untuk mendukung digitalisasi sistem kesehatan Indonesia dengan menyediakan sistem teknologi informasi yang komprehensif. Salah satunya kemudahan mengunggah hasil foto torax atau pecitraan medis skirining dari Portable X-ray dari berbagai lokasi terjauh dan terpencil.
Melalui dukungan digital ini, Kementerian Kesehatan akan dapat menciptakan dan mengelola basis data hasil skrining kesehatan masyarakat yang lebih akurat. Hal ini akan memungkinkan pemerintah untuk mengambil tindakan tepat waktu dan mengembangkan kebijakan efektif untuk mengeliminasi TB.
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News