PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau dikenal Elitery, baru saja melaksanakan program donor darah perdananya sebagai bagian dari program corporate social responsibility... | Halaman Lengkap [296] url asal
JAKARTA - PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau dikenal Elitery, baru saja melaksanakan program donor darah perdananya sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR).
Kegiatan yang bertujuan mendukung upaya penyediaan darah yang aman dan cukup di Indonesia tersebut, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta, serta didukung media partner dari Komunitas Sahabat Donor Darah (KSDD) Jakarta.
Sesuai misi Elitery untuk bermanfaat bagi banyak orang melalui teknologi informasi, Elitery menyadari pentingnya berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan darah yang aman dan cukup untuk keperluan medis yang semakin meningkat.
Direktur Elitery Indra Dwiputra mengatakan Elitery bekerja sama dengan PMI sebagai lembaga terdepan yang berupaya memenuhi kebutuhan darah di Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya upaya pemenuhan kewajiban CSR, tetapi juga wujud nyata pengamalan dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung perusahaan.
"Donor darah adalah tindakan sederhana dengan dampak luar biasa. Setiap tetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan dan bersama-sama kita dapat memastikan upaya kemanusiaan ini terus berlanjut untuk masa depan lebih baik," ujar Indra, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9).
Melalui acara Donor Darah Elitery 2024, Elitery berharap dapat mengedukasi dan memotivasi lebih banyak orang untuk menjadi pendonor darah secara sukarela, serta memahami bahwa darah yang mereka sumbangkan memiliki dampak sangat besar bagi yang membutuhkan.
"Dengan menggelar acara ini, Elitery juga berharap dapat memperkuat rasa solidaritas dan empati di antara peserta, yang pada akhirnya akan mempererat ikatan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dalam komunitas perusahaan," kata dia.
Kegiatan ini, lanjut Indra, sejalan dengan SDGs Nomor 3 (kesehatan dan kesejahteraan) yang berfokus pada memastikan kesehatan yang baik untuk semua kalangan dan SDGs Nomor 17 (kemitraan untuk tujuan) yang mendorong kerjasama dan partisipasi dalam upaya global untuk kehidupan lebih baik.
"Dengan semangat kebersamaan dan kemanusiaan, Elitery mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan masa depan lebih baik," pungkasnya.
Hermanto Tanoko menyebut terdapat anomali pada pergerakan harga saham sejumlah portofolio miliknya. Tak Sejalan antara Fundamental dengan harga sahamnya. [596] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Crazy Rich Surabaya Hermanto Tanoko menyebut terdapat anomali pada pergerakan harga saham sejumlah saham portofolio miliknya. Menurut Bos Cat Avian tersebut, harga saham tidak menggambarkan kondisi fundamental emiten.
CEO Grup Tancorp tersebut memang bermanuver di berapa sektor pasar modal. Setidaknya terdapat 8 emiten yang sahamnya masuk portofolio Hermanto.
Hermanto Tanoko mengatakan di pasar saham Indonesia, kinerja saham dan kinerja fundamental terkadang akan bergerak berlawanan. Anomali ini disebut juga terjadi di saham-saham Tanoko.
“Kamu lihat harga saham dan fundamental, kadang-kadang anomali, AVIA sejak IPO sampai sekarang secara profit naik terus tapi sahamnya justru turun terus,” kata Hermanto, dikutip Selasa (9/7/2024).
PT Avia Avian Tbk. (AVIA) memang saat ini berada di level Rp515 per saham. Harga ini jauh dari harga saat IPO Desember 2021 lalu yang berada di posisi Rp930 per saham.
Menurut Tanoko, jatuhnya saham AVIA tidak lepas dari hilangnya investor-investor asing. Tanoko mengklaim awalnya 93% saham AVIA dipegang oleh asing, namun karena asing melihat beberapa peluang di sektor lain seperti energi maka mereka mulai mengurangi kepemilikan saham di AVIA.
“Sehingga mereka [investor asing] akhirnya melepas dan membeli saham pilihan mereka. Begitu lepas, harga terjun dan banyak orang cut los,” jelas Tanoko.
Meski demikian, Tanoko menyebutkan harga AVIA yang saat ini berada di bawah membuatnya menarik untuk kembali dikoleksi. Menurutnya kondisi keuangan yang meningkat terus serta pembagian dividen yang rutin menjadi tanda fundamental perusahaan yang bagus.
“Tentu [harga sekarang] sangat menarik sekali ya, di bawah harga IPO. Padahal pas IPO duku kita oversubscribe hampir 3,8 kali lipat,” jelasnya.
Hermanto Tanoko saat IPO PT Avia Avian Tbk. (AVIA)
Berdasarkan catatan Bisnis, dari 8 emiten Tanoko, sebanyak 3 emiten mencatatkan penurunan saham secara year to date pada perdagangan hari ini, Selasa (9/8/2024).
Saham yang paling melemah sepanjang tahun adalah PT Mega Perintis Tbk. (ZONE). Emiten peritel fesyen ini terpantau turun 9,01% year to date ke posisi Rp1.010 per saham. Kapitalisasi pasar ZONE berada di level Rp878,87 miliar.
Kemudian saham yang turun adalah PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk. (DEPO) dan PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. (CAKK) yang masing-masing sebesar 5,79% dan 4,86% secara year to date. DEPO tercatat sebesar Rp360 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp358 miliar sementara CAKK di level Rp175 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp210,78 miliar.
Sementara itu, saham yang mampu naik secara year to date adalah PT Penta Valent Tbk. (PEVE), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE), PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), PT Avia Avian Tbk. (AVIA), dan Superior Prima Sukses Tbk. (BLES).
PEVE berada di level Rp234 per saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp413,16 miliar. PEVE naik 37,65% secara year to date. Kemudian saham RISE yang berada di level Rp985 per saham atau naik 7,07% secara year to date dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp10,78 triliun.
Kemudian AVIA berada di level Rp510 per saham, harga ini naik 2% secara year to date dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp31,60 triliun. Harga saham AVIA saat ini berada di bawah harga IPO.
Terakhir saham BLES dan CLEO yang masing-masing berada di level Rp306 dan Rp1.270 per saham. BLES baru saja tercatat di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan kemarin, Senin (8/7/2024) sementara CLEO naik 78,87% dengan kapitalisasi pasar Rp15,24 triliun.