KOMPAS.com - Hutan di Bukit Gedong Resort Aikmel SPTN wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar, Minggu (14/7/2024). Namun, aktivitas wisata di daerah tersebut tetap dibuka seperti biasa.
"Aktivitas wisata di destinasi wisata Bukit Gedong Resort Aikmel SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani tetap dibuka seperti biasa dengan mengimbau kepada seluruh pengunjung, pelaku jasa wisata guide dan porter agar menjaga kawasan TNGR dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keamanan dan kenyamanan bersama," bunyi pernyataan Kepala Balai TNGR (BTNGR), Yarman dalam siaran pers Nomor PG.1112/BTNGR/TU/HMS/B/7/2024) dan telah Kompas.com konfirmasi, Selasa (16/7/2024).
Sebagai tindak lanjut BTNGR, petugas TNGR bersama Balai Pengendalian Perubahaan Iklim (PPI) Wilayah Jawa, Bali, Nua Tenggara (Jabalnusra) telah melaksanakan mopping- up atau melakukan sterilisasi area bekas kebakaran hutan dari bahan bakar yang masih menyala, Senin (15/7/2024).
Tim mopping-up yang turun ke lapangan berjumlah 12 orang, terdiri dari empat orang petugas TNGR, tiga orang Brimob, empat orang PPI Jabalnusra, dan satu orang Masyarakat Peduli Api (MPA).
Berdasarkan pantauan tim mopping-up, dijumpai titik bara api yang tersisa sehingga segera dilakukan pemadaman.
Diperkirakan luas area yang terbakar kurang lebih empat hektar, dengan jenis vegetasi yang terdampak berupa padang sabana atau rumput ilalang.
"Kami mengharapkan peran serta aktif seluruh masyarakat dan pengunjung kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan, serta kerja sama dari para pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan," jelasnya.
Kronologi kebakaran di Gunung Rinjani
Dokumentasi Taman Nasional Gunung Rinjani. Hutan di kawasan Bukit Gedong Resort Aikmel SPTN wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kebakaran pada Minggu (14/7/2024)Berdasarkan keterangan tertulis BTNGR, informasi kebakaran yang terjadi di hutan dalam wilayah Gunung Rinjani diperoleh dari salah satu Masyarakat Peduli Api (MPA).
Setelah itu, petugas TNGR kemudian berkoordinasi dengan para pihak terkait upaya penanganan kebakaran.
Satu tim yang terdiri 31 orang kemudian berangkat menuju lokasi untuk memadamkan api. Tim yang terlibat terdiri dari lima orang petugas TNGR, delapan orang Brimob, dua orang Polsek Sembalun, enam orang PPI Jabalnusra, dua orang MPA, dan delapan orang Kelompok Pengelola Destinasi Wisata Bukit Gedong.
Kebakaran yang menghangusksan padang sabana sekitar empat hektar tersebut disinyalir berasal dari ledakan kompor aktivitas pengunjung yang sedang memasak.
Tim pemadam berangkat ke lokasi kabakaran pada Minggu (14/7/2024) pukul 14.00 Wita. Tim sampai di lokasi kebakaran hutan sekitar pukul 15.00 Wita dan segera melakukan upaya pemadaman api.
"Pukul 15.55 Wita petugas menerima laporan bahwa api telah berhasil dipadamkan, tim segera kembali turun dari lokasi," katanya.
Sekitar pukul 18.00 Wita, tim pemadam tiba di gerbang masuk destinasi wisata Bukit Gedong Resort dan melaporkan hasil kegiatan pemadaman.
"Alhamdulillah tidak ada (korban)," tutur Humas BTNGR Yudi kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (16/7/2024).