KOMPAS.com - Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, "tidak terlihat" pada laga perempat final Piala Eropa 2024 kontra Swiss pada Sabtu (6/7/2024).
Hasil Inggris vs Swiss harus ditentukan lewat adu penalti setelah kedua negara bermain imbang di Duesseldorf Arena pada babak perempat final Euro 2024 tersebut.
Beberapa pemain Inggris keluar sebagai pahlawan yang mengantar Inggris ke dua semifinal Piala Eropa beruntun untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Bukayo Saka merupakan salah satunya.
Penyerang sayap ini terpilih menjadi pemain terbaik laga oleh UEFA berkat kontribusinya sepanjang laga di mana ia menyumbang gol tunggal Inggris di waktu normal.
Saka juga menuntaskan tendangannya pada adu penalti yang menyusul.
Empat penendang Inggris lain sukses menceploskan bola ke gawang Swiss: Cole Palmer, Jude Bellingham, Ivan Toney, dan terakhir Trent Alexander-Arnold.
Sementara, kiper Jordan Pickford berhasil menendang tendangan penalti Manuel Akanji.
Namun, satu pemain hilang. Dia adalah Harry Kane yang biasanya begitu piawai menjadi penentu di kotak penalti lawan.
Kane, dan para pemain Inggris lain, kerap gagal menggapai bola-bola umpan silang dari kedua sisi lapangan, terutama dari Saka di kanan.
Kapten timnas Inggris itu bahkan punya kecenderungan bermain terlalu ke dalam sepanjang laga dan ia terlibat beberapa kali justru terlibat dalam aksi bertahan di lini belakang timnya.
Kane bahkan menghilang sama sekali dari pass network atau jejaring operan Timnas Inggris pada laga tesebut, menandakan bahwa pemain berusia 30 tahun ini tak terlibat proaktif dalam permainan Three Lions.
Kane hanya mencatatkan 23 sentuhan bola dan sembilan operan total selama sekitar 107 menit di lapangan.
Top skor Bundesliga itu lalu ditarik keluar pada babak kedua perpanjangan waktu setelah bertabrakan dengan Gareth Southgate.
Kejadian itu datang setelah Kane bertabrakan dengan bek Swiss, Manuel Akanji, lalu menabrak Southgate sebelum terjatuh ketika mengenai kontainer berisi air minum.
Kane menerima perawatan singkat sebelum dibantu berdiri.
Pencetak 65 gol bagi Timnas Inggris itu digantikan oleh pemain Brentford, Ivan Toney, segera setelahnya.
Ketika ditanya apakah ia akan fit untuk laga semifinal kontra Belanda, Kane menjawab positif.
"Ya, saya baik-baik saja - hanya kelelahan," ujar Kane di BBC.
"Saya mengalami sedikit kram. Saya tersandung botol air dan kram di kedua betis.
"Sang pelatih membuat keputusan cepat dengan memasukkan Iv(an Toney), seorang eksekutor penalti yang sudah terbukti. Dia masuk dan melakukan tugasnya dengan baik."
Harry Kane baru mencetak dua gol dari lima laga di Euro 2024.
Gol pertamanya datang saat Three Lions ditahan seri 1-1 lawan Denmark dan gol keduanya memberikan kemenangan 2-1 atas Slovakia di babak 16 besar.
KOMPAS.com - Botol minum kiper Timnas Inggris, Jordan Pickford, ternyata bertuliskan "mantra" atau contekan yang berisi instruksi dalam menghadapi para penendang dari Timnas Swiss.
Hasil Inggris vs Swiss pada laga perempat final Euro 2024 di Duesseldorf Arena, Sabtu (6/7/2024) berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu dan harus ditentukan oleh adu tendangan penalti.
Kiper Inggris, Jordan Pickford, menjadi salah satu pahlawan Three Lions di adu tendangan 12 pas selain kelima penendang Inggris yang menuntaskan tugas mereka.
Jordan Pickford berhasil menahan tembakan penendang pertama Swiss, Manuel Akanji.
Kiper Everton tersebut melompat ke kirinya untuk mengantisipasi tendangan bek Manchester City tersebut. Setelah pertandingan, ternyata ketahuan kalau Pickford sudah tahu arah tembakan Akanji.
Namun, Pickford justru melompat ke kanan alih-alih hanya berpura-pura. Hasilnya, Schaer memang menendang ke arah kiri kiper dan mengelabui Pickford.
Contekan Pickford juga rinci untuk Zeki Amdouni yang maju sebagai penendang ketiga Swiss.
Instruksinya adalah "tahan - lompat ke kiri - rendah". Sayang, walau Pickford mengikuti contekan tersebut, yang terjadi adalah Amdouni menendang ke tengah mengelabui sang kiper.
Ini bukan kali pertama Pickford mengandalkan botol minumnya untuk menyimpan "mantra" tersebut. Dirinya juga menuliskan informasi penendang penalti pada botol minum yang ia pakai di kancah domestik.
Salah satunya adalah ketika informasi di botolnya membuat Pickford menahan tendangan penalti James Maddison yang ketika itu masih memperkuat Leicester City pada laga Premier League.
KOMPAS.com - Penyerang Timnas Inggris, Bukayo Saka, terpilih sebagai pemain terbaik laga perempat final Piala Eropa 2024 pada Sabtu (6/7/2024) atau Minggu dini hari WIB tersebut.
Sepanjang pertandingan, Saka mencatatkan tiga tembakan ke gawang dengan empat dribel sukses dari empat usaha, dan menyentuh bola 82 kali.
Kemudian, ia menuntaskan penaltinya bagi di babak adu tendangan 12 pas yang dimenangkan pasukan Gareth Southgate dengan skor 5-3 tersebut.
Tak heran apabila Saka mendapatkan penghargaan pemain terbaik untuk laga tersebut.
Menuntaskan tendangannya pada babak adu penalti, Saka sekaligus mengubur hantu dari kegagalan mengeksekusi penalti di final Euro 2020 kontra Italia.
"Tekanan mengambil penalti adalah sesuatu yang saya rangkul," ujar Saka seusai laga.
"Anda boleh jatuh sekali tetapi saya tipe orang yang selalu ingin mencoba lagi."
Saka dan keempat eksekutor penalti Inggris lain berhasil menuntaskan tugas mereka.
Ini menjadi hanya kali kedua Inggris memenangkan adu tendangan penalti dari 10 kesempatan di turnamen besar di mana semua penendang menuntaskan penalti mereka.
Terakhir kali para penendang Inggris sukses dalam semua tembakan mereka adalah laga melawan Spanyol di Euro 1996 (empat dari empat penendang).
Pertandingan tersebut sekaligus menjadi kali terakhir Inggris memenangkan sebuah laga Piala Eropa lewat adu penalti sebelum hari ini.
"Menurut saya pribadi, kami punya penendang-penendang penalti terbaik di Premier League dan di dunia," ujar penyerang Arsenal itu menambahkan.
"Kami telah berbicara soal ini bahwa tim percaya diri apabila laga berakhir ke penalti dan hal itu ditunjukkan hari ini."
"Kami mencetak lima dari lima penalti dan melaju ke babak berikut," tutur pemilik nomor tujuh tersebut.
Keberhasilan Saka dan performa apik yang ia tunjukkan pada laga tersebut membuatnya dapat pujian dari sang pelatih Southgate.
"Dia adalah pemain luar biasa, seorang profesional baik, sangat menyenangkan untuk berada di dekatnya," tutur pelatih yang menukangi Inggris untuk kali ke-100 pada laga kontra Swiss tersebut.
"Dia melakukan pekerjaan luar biasa dengan dan tanpa bola."
"Mereka semua harus mengambil tendangan penalti dan mereka adalah para pemain muda dalam situasi penuh tekanan."
"Namun, kami merasa bahwa mereka adalah yang terbaik dari para pemain di lapangan untuk mengeksekusi tendangan penalti."
KOMPAS.com – Pertandingan Inggris vs Swiss dalam perempat final Euro 2024 berlanjut ke extra time seusai kedudukan 1-1 bertahan sampai 90 menit.
Laga Inggris vs Swiss dalam jadwal Euro 2024 berlangsung di Stadion Duesseldorf Arena pada Sabtu (6/7/2024) mulai pukul 23.00 WIB.
Inggris mencoba menebar ancaman ke gawang Swiss melalui sepakan voli Kobbie Mainoo pada menit ke-16.
Namun, upaya Kobbie Mainoo belum membuahkan hasil seusai tendangannya masih bisa diblok pemain bertahan Swiss.
Inggris dan Swiss tampak kesulitan menorehkan peluang. Kedua tim terlihat masih mencari celah untuk memecah kebuntuan saat laga masuk menit ke-32.
Pada menit ke-36, gelandang Inggris, Jude Bellingham, melakukan pergerakan apik. Ia sempat melewati pemain bertahan Swiss.
Selanjutnya, Bellingham mengoper Bukayo Saka. Saka pun kembali memberikan operan kepada Bellingham.
Sayang bagi Inggris, bola hasil umpan Saka yang mengarah langsung ke kotak penalti Swiss tak bisa dimanfaatkan dengan baik.
Gelandang Swiss, Granit Xhaka, berhasil mencegah Inggris membuahkan peluang melalui tendangan Kobbie Mainoo.
Saat itu, Xhaka berhasil melakukan blok bola hasil sepakan Mainoo pada menit ke-44.
Tidak ada gol tercipta. Kondisi itu membuat laga Inggris vs Swiss pada babak pertama berakhir imbang 0-0.
Selama paruh pertama, baik Inggris maupun Swiss sama-sama tak bisa membuat tembakan tepat sasaran.
Berlanjut ke babak kedua, Breel Embolo melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti Inggris pada menit ke-52.
Namun, bola hasil sepakan Embolo masih lemah sehingga kiper Inggris, Jordan Pickford, dengan mudah menangkap si kulit bulat.
Gelandang Swiss, Michel Aebischer, menyambut bola di dalam kotak penalti. Ia lalu meluncurkan bola dari sentuhan pertama.
Sayang bagi Swiss, bola hasil sepakan Aebischer masih melenceng jauh ke atas gawang Inggris pada menit ke-66.
Swiss berhasil memecah kebuntuan seusai Breel Embolo mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75.
Gol bermula saat Dan Ndoye mengirimkan umpan silang dari sisi kanan. Bola hasil umpan Ndoye sudah ditunggu Embolo.
Embolo menjulurkan kakinya guna menyabut umpan Ndoye dan memasukkannya ke gawang Inggris.
Aksi Embolo membawa Inggris unggul 1-0 atas Swiss.
Tak berselang lama, Inggris mengemas gol balasan melalui Bukayo Saka pada menit ke-80.
Saat itu, Bukayo Saka menendang bola dari luar kotak penalti. Si kulit bulat hasil sepakan kaki kiri penyerang Arsenal itu sempat membentur tiang, sebelum masuk ke gawang Swiss.
Bagi Bukayo Saka, ini menjadi gol ke-21 dirinya di level klub dan tim nasional pada musim 2023-2024.
Dengan demikian, kontribusi kaki kiri "sakti" Saka memastikan duel Inggris vs Swis dilanjutkan ke extra time atau tambahan waktu seusai skor menjadi seri 1-1.